Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Sudah berahir


__ADS_3

Andre dan juga Syifa yang ada dikamar Nabil segera mencoba untuk menidurkan Nabil.


"Bunda Nabil mau tanya sama bunda dan juga Papa. Apakah Nabil ini bukan anak papa kata laki-laki itu Nabil Adalah anaknya Nabil maksudnya apa siapa Nabil"


Deg muka Andre dan juga Syifa langsung pucat " kau jangan dengarkan laki-laki itu kau tetap akan menjadi anakku, sampai kapanpun kau adalah anakku. Jadi kau jangan dengarkan kata-kata orang lain lebih baik sekarang Nabil tidur ya. Jangan memikirkan apa-apa lagi semuanya sudah selesai semuanya sudah beres"


"Berarti Nabil memang anak papa kan"


"Iya kau anaku sayang, kau anak ku, sekarang kau tidur ya jangan memikirkan itu "


Andre mengecup pipi Nabil dan menyelimutinya, lalu keluar dengan Syifa yang sudah menangis.


"Bagaimana ini paman kalau Nabil tau "


"Shutt sudah, nanti setelah dia dewasa baru kita jelaskan dia terlalu kecil untuk mengetahui ini semua, "


Andre langsung membawa Syifa kedalam kamarnya, sedangkan Nabil tadi yang mengendap endap mengitu orang tuanya mendengar "mengetahui apa ya, apa aku bukan anak papah Andre, tapi sudahlah aku harus tidur papah Andre tak mungkin membohongiku " Nabil kembali masuk kedalam kamar.

__ADS_1


**


Satu bulan kemudian berlalu, sekarang dirumah Zeline sedang ada acara, mereka semua ada, awalnya Zeline saat kejadian itu tak mau melepaskan Lucas sama sekali, namun karena suaminya yang selalu menyakinkannya dirinya akhirnya mau membiarkan Lucas bebas kembali bermain dengan teman temannya.


Ibunya Airin pun sudah dipenjara tak akan ada yang menganggu mereka lagi, dan untuk orang orang yang selalu saja menganggu Syifa itu ternyata Alan semuanya terbongkar dan akhirnya mereka bisa hidup dengan senang dan bahagia tanpa ada gangguan dari siapun lagi.


"Jo aku senang kau sudah bisa kembali dan memberkan pekerjaan mu "


"Iya aku pun senang maafkan aku ya telah menitipkan anakku padamu dan maafkan aku juga saat Lucas diculik aku tidak ada sungguh aku khawatir sekali saat mendengar itu, tapi syukurlah dia sekarang baik-baik saja dan tentang yang kau ceritakan itu Ayahnya Katherine yang memberi boneka. Apakah aku harus membuang tapi dia tidak tahu kan kalau Catherine adalah anaknya"


"Baiklah aku belum siap Riyan menghetahui semuanya "


"Iya Jo aku tahu, ayo kita bergabung dengan yang lain "


Jo mengangguk dan segera mereka bergabung dengan yang lain.


**

__ADS_1


Sedangkan Lucas yang ada dihalaman belakang malah sedang sibu sendiri, dia memotong motong kelinci, dia memutilasinya, wajahnya begitu datar saat melakukan itu tak ada rasa beralah dari Lucas.


Dia menikmati sensasi itu, dia kembali memotong kotong kelinci itu, memasukannya dalam sebuah keresek dan membuangnya sembarang.


Lucas mencuci tangannya dan bergabung bermain dengan yang lain, dirinya seperti tak pernah melakukan apa apa, dirinya berusaha menjadi anak yang biasa biasa saja seperti biasannya.


Semenjak kejadian sebulan yang lalu, dirinya yang membunuh laki laki jahat itu, makin membuatnya ketagihan dan pada akhirnya seperti ini melampiaskannya pada hewan hewan peliharaannya Daisy.


Jangan sampai kedua orang tuanya tau, namun Lucas melihat seperti diawasi ternyata papinya menatapnya dengan mata peringatan, namun Lucas hanya tersenyum miring pada papihnya.


Dan akhirnya tamatt...


Apa yang akan terjadi dengan Lucas apa dia akan seperti ayahnya atau tidak, apakah Lucas akan sembuh atau akan ganas seperti papihnya atau mungkin akan melebihi papihnya.


Kita lanjut di Psikopat tampan dosenku 2


Makasih buat kalian yang masih setia membaca karyaku, meski karyaku ini acak acakan dan selalu membosankan, pokoknya terimakasih buat kalian semua, tampa kalain aku bukan apa apa😘🤗

__ADS_1


__ADS_2