Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Makin curiga saja ya


__ADS_3

Tanpa banyak bicara Tora langsung memberikan sang anak pada sang istri dia tahu apa yang terjadi pasti mereka ada sedikit cekcok, makannya istrinya masuk ke ke mobil dengan muka yang masam.


Tora segera menjalankan mobilnya dan melihat sekilas sang istri "kenapa apakah ibumu mengatakan sesuatu sampai-sampai mukamu seperti itu"


"Entahlah aku kira ibu akan berubah aku kira Ibu tak akan seperti ini lagi, tapi nyatanya tetap saja Ibu seperti ini kenapa ya Ibuku tak pernah bisa berubah. Kenapa dia tidak bisa menjadi Ibu ku yang dulu hanya karena harta dia bisa berubah menjadi seperti itu"


"Bagaimana lagi namanya juga orang bisa berubah-ubah yang sabar saja, mungkin butuh waktu untuk Ibumu berubah menjadi apa yang kau inginkan, menjadi ibumu yang dulu yang terpenting kau jangan ikut-ikutan seperti ibumu nantinya, jangan sampai malah mengiyakan apa yang dia katakan dan apa yang dia mau"


"Tidak aku sama sekali tidak mengiyakan atau mengikuti apa kata-kata Ibuku. Seperti apa katamu aku tidak boleh termakan kata-kata dari ibuku"


"Baiklah bagus kalau begitu , jadi kau tak perlu sedih jangan banyak pikiran kau kan sedang menyusui jadi jangan banyak pikirannya, biarkan ibumu menjadi seperti itu nanti juga dia akan berubah sendiri kalau dia sudah capek dan lelah. Biarkan saja nanti ada waktunya dia berubah menjadi lebih baik lagi"


"Iya "


**


Jo sudah sampai di sebuah hotel yang dia cari saat dia masuk tiba-tiba saja dirinya berpapasan dengan sang suami yang sudah rapi dengan pakaiannya, pakaian kerjanya.


Tiba-tiba saja suaminya langsung menghampirinya dan membawanya langsung keluar dari dalam hotel, seperti takut ada yang melihatnya.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba aku dibawa keluar emangnya ada yang kamu sembunyiin ya sampai-sampai kamu bawa aku langsung keluar. Kita kan bisa ngobrol di dalam biar enak, atau dikamar inap kamu "


"Enggak Sayang, enggak aku cuman gak enak aja nanti dilihat orang, kamu kok susul aku padahal kan aku tadinya mau ke rumah Zeline, mau susulin kamu lah keduluan deh sama kamu kenapa sayang ada apa"


"Yang ada lebih malu bicara diluar. Ya aku mau kita bahas semuanya gak kayak gini terus dong ya masa kita pisah-pisah kayak gini. Kamu di hotel aku di mana seharusnya tuh kamu sebagai suami ingat aku dong, aku ini istri kamu bukannya pergi-pergi sendiri aja. Sebenarnya kamu tuh sama siapa sih di sini"


"Enggak aku sendiri kemarin juga aku kan teleponan sama kamu, aku langsung tidur gak macam-macam gak lakuin apa-apa. Beneran aku gak lakuin apa-apa Jovanka, kenapa aku gak bawa kamu kan aku lagi kesel banget sama ibu kamu, kalau aku nanti bawa kamu yang ada nanti aku malah ngelampiasinnya sama kamu jadi lebih baik aku pergi aja sendiri"


"Jangan bohong aku udah bilang sama kamu aku ini istri kamu dan aku bisa ngerasain apapun yang kamu lakuin jujur sama aku. Aku gak suka dibohongin kamu waktu itu bohong sama aku dan aku maafin dan jangan sampai kamu bohongin aku lagi dan ulangi kejadian yang sama lagi"


"Enggak sayang buat apa aku bohong udah yuk kamu mau ke mana, mau pergi kerja aku antar ya kita pergi sama-sama aku gak lakuin apa-apa kok aku udah jujur sama kamu"


"Aku bawa mobil karena kamu kan kemarin tinggalin aku gitu aja dan aku malah kejar-kejar kamu"


"Iya iya Maaf sayang maaf aku kan udah minta maaf sama kamu, aku lagi emosi ya udah nanti mobil kamu biar sama karyawan aku dibawa aja, dia suruh ambil ke sini kita berangkat sama-sama ya ke kantor aku anterin kamu"


Jo kembali mengangguk dan berjalan bersama-sama bersama suaminya masuk ke dalam mobil, setelah itu Jo langsung membuka pembicaraan lagi dengan sang suami.


"Jadi sekarang mau gimana apakah kita akan kembali ke rumah Mami"

__ADS_1


"Lebih baik kita pulang ke rumah kita saja ya sayang, itu akan lebih baik dari pada kita bersama Mami aku tidak mau kejadian lagi seperti kemarin, aku takutnya dia malah makin menjadi-jadi. Bagaimana apakah kau setuju jika kita tidak bersama mamimu lagi"


"Baiklah tapi kita harus berbicara baik-baik bersama mami agar tidak ada perselisihan lagi, kita bilang sama mami kalau kita mau tinggal di rumah kita yang dulu lagi"


"Emangnya kamu mau aku dihina lagi sama Mami kamu"


"Kok kamu kayak gitu sih emangnya kita mau musuhan sama Mami aku ya, udahlah kita ngalah aja namanya juga orang tua kamu juga bilang kan sama aku waktu itu waktu aku marah sama Mami aku, kamu bilang wajar dia orang tua dan sekarang kamu yang kayak gini, terus waktu itu buat apa kamu kasih nasihat sama aku kalau kamu sendiri kayak gini, sama aja kan kita berdua gak ada bedanya setidaknya kita bilang sama mami aku kalau kita mau pergi dari rumah itu dan pindah lagi ke rumah yang dulu, biar enggak ada selisih lah Yan aku gak mau ada masalah sama keluarga apa lagi sama orang tua aku sendiri"


"Ya udah nanti kita ketemu sama mamih kamu sambil beres-beresin semua barang-barang yang ada di rumah itu, biar aku yang mengalah dan minta maaf sama Mami kamu. Iya aku pernah nasehatin kamu untuk memaklumi sikap Mami kamu tapi kemarin itu udah keterlaluan banget dia sama aku, bahkan bicara kalau aku ini gak bisa kasih kamu uang yang cukup sampai sampai kamu harus kerja, aku tuh kehina banget "


"Iya aku tahu maafin kelakuan Mami aku yang emang kayak gitu, maaf kalau kamu emang aku gak boleh kerja ya udah aku bakal keluar kok dari sana aku gak akan kerja kalau kamu emang mau itu, kamu juga kan gak ngelarang aku kerja waktu itu makanya aku kerja"


"Aku gak pernah ngelarang kamu untuk kerja gak papa kok kalau kamu mau terusin kerjaan kamu juga, aku gak masalah mungkin itu pengalaman kamu kerja kan aku gak masalah kok kamu kerja"


Gak masalah karena kamu udah ada yang lain di luar gitu kan, jadi kalau aku gak ada pun kamu gak akan takut"


"Bicara apa sih kamu Jo"


"Gak tahu kamu mungkin tahu apa yang aku bicarain"

__ADS_1


__ADS_2