
Liam yang mendengar teriakan istrinya segera menyusul keberadaan istrinya dan saat Liam masuk lebih dalam dia sedang melihat istrinya mengeluarkan Asa dari dalam beathub. Dengan kesusahaan. Liam segera bergegas untuk membantunya.
"Ya tuhan apa yang terjadi " ucap Liam
Liam segera menyobek pakainnya lalu mengikatkannya ketangan Asa agar darah segar itu tak terus saja mengucur dengan deras,.
"Mas bawa kak Asa kerumah sakit "
"Iya sayang, kau geser dulu biar aku leluasa, dengan cepat Liam mengangkatnya dan membawanya keluar kamar, Yuda yang memang sudah gelisah berdiri mematung saat tubuh istrinya dibawa oleh Liam dengan keadaan tak sadarkan diri.
Dan tangan yang penuh dengan darah, belum lagi tetesan tetesam darah, Yuda seketika blank tak bisa melakukan apa-apa, syok melihat keadaan istrinya yang seperti ini.
Yuda yang sudah sadar dari syoknya dengan perlahan-lahan segera mendekatinya "apa yang terjadi tuan apa " tanya Yuda pada Liam.
"Dia sepertinya mencoba untuk bunuh diri "
Segera mereka semua bergegas untuk masuk kedalam mobil Asa dibelang bersana suaminya, suaminya yamg langsung memangkunya.
Sedangkan yang menyetir Liam dan Zeline tak ikut karena harus menjaga Lucas dan menjelaskan semuanya tentang permasahan ini pada ayah dan ibunya. Mereka hanya berangkat ber4 bersama ayahnya Yuda.
"Ya allah apa yang kau lakukan Sa, kenapa kau nekat melakukan semua ini, aku sekarang ada disisimu menepati janjiku untuk menyusulmu kesini "
"Kenapa kau melakukan ini, apa kau sudah tak sayang padaku, sampai sampai ingin mengakhiri hidupmu dengan cepat"
"Tenanglah nak, pasti Asa akan baik-baik saja, kamu yang tenang ya " ucap Ayahnya menenangkannya.
**
Zeline segera masuk dan ayah ibunya segera menghadangnya "jelakan semuanya pada ayah, kenapa Asa bisa menikah dengan laki-laki bajingan itu nak, kenapa "
"Baiklah sekarang ayah dan ibu duduk dulu ya "
Segera mereka berdua duduk, Zeline segera mengatur nafasnya terlebih dahulu.
"Zeline pun pada awalnya gak tau kalau kak Asa dan juga Yuda sudah menikah yah bu "
"Tapi waktu itu aku melihat kak Asa sangat murung sekali aku dan Jo segera membujuknya untuk segera menceritakan apa masalahnya dan kak Asa pun mau menceritakan semuanya, awalnya kak Asa ingin membalaskan dendamku karena Yuda sudah melecehkan ku, namun dirinya malah terjebak dan malah menikah dengan Yuda "
"Berarti laki-laki itu menjebak Asa hah, seperti menjebak mu juga kan dasar laki-laki tak berguna dia sudah menghancurkan kedua putri ayah, seharusnya dia masuk penjara saja atau tidak mati jangan ada didunia ini "
"Ayah jangan seperti itu, mungkin saja memang sudah jodohnya kak Asa dan juga Yuda. Sekarang kita hanya perlu menerimanya saja, jangan membebani mereka berdua ayah, ibu sekarang kita dukung saja apa keputusan mereka. Aku yakin Yuda sudah berubah jadi kalian jangan membenci kembali Yuda, dia juga berhak bahagia seperti ku sama, Yuda manusia yah di juga perlu bahagia dengan orang yang di sayangi "
"Jika aku bisa memaafkan kenapa ayah dan ibu tak bisa, kita semua manusia tempatnya salah jadi sekarang saling memafkan saja yah, jangan memendan dendam, kasihan Yuda dan kasihan pada diri kita juga yang banyak memendam kebencian pad orang lain, jadi lebih baik memaafkannya saja"
"Iya ayah tau, tapi ayah cuman kecewa aja sama Yuda, marah atas semua sikapnya, ayah akan memaafkannya sama seperti memaafkan suamimu. Jadi kamu jangan khawatir, ayah pasti akan memaafkannya dan menerima Yuda juga "
"Yasudah kalau begitu, ayah dan ibu istirahat nanti kalau sudah kabar tentang kak Asa, aku akan memberitahunya. Zeline keatas dulu mau temuin Lucas dulu takutnya dia nanti nangis "
Zeline segera pergi setelah menjelaskan semuanya kepada ayah dan ibunya berjalan keatas dan menemui Lucas anaknya yang sudah tertidur ditungui oleh Jo yang sedang menahan kantuknya.
"Heh Jo "
"Eh iya Line ngagetin aja "
"Kamu ngantuk Jo, maaf ya lama tadi ada masalah " .
"Masalah apa, apa Yuda buat masalah "
"Engga dia gak buat masalah tapi kak Asa "
"Kenapa sama kak Asa ,Line "
"Dia bunuh diri dikamar mandi Jo "
"Apa, padahal aku baru saja bersama dia, seharusnya aku tadi tak meninggalkannya Line, aku tadi sudah melarangnya untuk jangan lama-lama dikamar mandi dan melakukan sesuatu diluar nalar tapi sekarang malah kejadian dia bunuh diri, kenapa harus melakukan bunuh diri segalakan masih bisa dibicarakan baik baik semuanya "
__ADS_1
"Tenang kamu jangan salahin diri sendiri, kak Asa pasti sudah pusing karena masalahnya dengan Yuda ditambah dengan masalah kak Andre pula. pasti dia sangat terpukul sekali dengan semua keadaan yang dia hadapi "
"Iya bener Line, dia merasa bersalah atas kepergian Syifa yang menuturutnya itu adalah salahnya , padahal semua gak ada sangkut pautnya sama kak Asa"
"Aku menjadi pusing Jo, aku takut kenapa napa dengan kak Asa, apalagi tadi lukannya dalam sekali, kau tau airnya sampai berwarna merah, yang pasti kak Asa sudah melukai tanganya cukup lama, atau mungkin saat kau keluar kak Asa melakukan itu bisa aja gitu kan Jo "
"Iya bener juga pasti saat pergi. Kita doakan saja Line, semoga kak Asa tak apa-apa ya, aku juga gak mau kehilangan kak Asa yang baik dan pengertian sekali pada kita, kan susah cari orang yang kaya kak Asa itu "
Zeline segera menganguk lalu beralih menatap Lucas yang sangat nyenyak tidurnya. Semoga saja semuanya kembali seperti sedia kala, dan kakaknya baik baik saja. Dia yakin kakaknya kuat jadi tak mungkin mati begitu saja.
***
Andre sekarang sudah ada didalam mobilnya mengendarainya dengan ugal-ugalan untuk segera sampai dirumahnya. Semuanya hilang dalam hitungan detik saja.
Dan akhirnya sampai juga, segera Andre memarkirkan mobilnya dengan sembarangan dan masuk kedalam rumah dengan keadaan yang sudah berantakan.
Lalu tergiang-ngian kembali bagaimana dirinya menyuruh Syifa pergi, membentaknya bahkan sampai menolaknya dengan mentah mentah, dan tergiang kembali saat dirinya ditolak oleh Asa dan dirinya mengetahui semua tentang Asa yang sudah menikah.
"Akhh kenapa ini semua terjadi padaku " teriak Andre dengan marah.
Sekarang dirinya sadar, bahwa Syifa adalah segalanya untuk dirinya. Benar seharusnya dirinya membuka hati untuk dia. Sekarang menyesal karena sudah menolak Syifa dan hatinya sekarang malah berbalik mencintai Syifa yang sudah pergi bersama Nabil.
Memang allah maha kuasa bisa membolak-balikan hati siapa pun dengan mudah. "Kenapa Syifa kau pergi meninggalkan paman, katanya kamu sangat mencintai paman tapi sekarang kamu malah pergi dan biarin paman sendirian " sambil menatap foto Syifa, Liam dan dirinya saat waktu remaja dan Syifa masih kecil dan lucu lucunya.
Cintanya datang terlambat, ternyata cintanya pada Asa hanya sekedar penasaran saja setelah dirinya mengungkapkan semuanya rasa itu menghilang tergantikan oleh Syifa. Syifa segalanya untuknya.
"Kalau akhirnya akan seperti ini, aku gak mau ketemu dengan Asa dan menyimpan sebuah perasaan penasaran untuk mendapatkanya, lebih baik aku selalu diganggu oleh Syifa dari pada harus kehilangannya seperti ini. Kenapa perasaan ini baru muncul saat orang itu pergi dari hidupku ya tuhan. Apakah kau semarah itu karena aku sudah berani mengabaikan cinta hambamu dan langsung menjauhkan kami berdua "
"Aku mengaku salah ya tuhan, tapi tolong kembalikan Syifa kepelukanku dan buat dia kembali mencintaiku dan aku pula sama akan membalas semua cinta yang diberikan Syifa padaku lebih besar dari yang dia berikan, aku menyesal, aku sadar sekarang ya tuhan, aku tak mau kehilangan dia sampai kapan pun "
"Aku mengaku mencintainya bahkan sangat mencintainya lebih dari apapun aku mencintai dia "
Andre segera tersungkur keatas lantai dan menangis sejadi-jadinya andai waktu bisa berputar pasti dirinya tak akan mengabaikan Syifa. , apa ada didunia ini mesin waktu, ingin dirinya memutar waktu disaat Syifa mengejarnya dan dia akan membalasnya juga tanpa ada penolakan sedikit pun.
**
Asa segera membuang mukanya saat suaminya masuk kedalam ruanganya , Yuda segera duduk dan mengenggam tangan istrinya dengan erat.
"Apa yang kamu lakukan, kenapa harus dengan cara itu,apakah dengan melenyapkan nyawamu sendiri akn menyelesaikan semua masalah Sa "
"Kenapa kamu ada disini, aku udah bilang gak usah susul aku atau cari aku, aku udah bilang kita cerai aja, aku udah pusing dengan semua yang terjadi dalam hidup aku mending aku mati aja, gak ada yang peduli sama aku, aku mau hidup atau mati, jadi lebih baik aku mati aja dari pada menjalani hidup yang seperti ini "
"Aku sudah bilang, aku akan mengejarmu sampai ke ujung dunia sekalipun jadi jangan berharap kamu akan terlepas dari aku, kenapa harus dengan cara itu, mati bukan berarti semua masalah akan pergi dan selesai begitu saja. Dengan cara kita bunuh dirii yang ada kamu akan menambah masalah saja. Allah tak sama sekali menyukai itu, kau akan di azab lebih dari yang lainnya."
"Kata siapa tak ada yang peduli dengan mu. Aku peduli denganmu, semua keluarga peduli denganmu, jadi jangan asal bicara saja Sa, kamu bisa saja menyakiti keluargamu dengan kata-katamu itu "
"Aku sudah bilangkan sama kamu, ayo kita perbaiki semuanya jangan gegabah langsung ingin mengakhiri hidupmu seperti ini, disini ada aku yang selalu menunggu kamu dan menantikan kamu sayang, aku tak marah dengan kelakuan yang kamu lakukan, aku dan ayah sudah memafkanmu, sekarang kembalilah Sa, kembali pada suamimu ini aku selalu menunggumu "
Asa hanya bisa menangis saja, harus berbicara apalagi dirinya ini, sungguh malu dengan kelakuannya.
"Aku malu Yud, malu dengan semua kelakuan ku padamu, aku malu telah membuatmu terus lumpuh dan ingin membunuhmu juga, aku sangat malu Yud, aku tak pantas hidup bersama mu, aku sangat banyak salah padamu, aku tak pantas menjadi istrimu Yud "
"Sudah kau sekarang jangan fikirkan itu kembali, sekarang kita susun rumah tangga kita dari awal lagi, dan jangan mengigat-ngigat masalalu, kita sekarang jalani semuanga yang sayang dari pertama lagi, jangan bahas bahas tentang masalah itu, aku sudah melupakannya dan kamu juga harus melupakannya "
Asa segera menganguk dan tersenyum pada Yuda yang berarti dia mau untuk kembali lagi kepada Yuda dan menjalani semua hidupnya bersama-sama.
Yuda yang senang segera memeluk istrinya dengan erat dan menangis haru, akhirnya perjuangannya tak sia sia istrinya kembali lagi kepelukannya.
Asa awalnya akan menolak kembali ajakan Yuda, namun saat dirinya mengigat bagaimana perjuangan Yuda untuk bisa mendapatkannya lagi, dirinya akhirnya mau, karena melihat kegigihan suaminya meski belum sembuh total tapi mau menyusulnya kesini dan mengejar dirinya yang sangat tak pantas untuk di perjuangkan karena semua salahnya pada sang suami.
**
Zeline yang khawatir segera menghubungi suaminya dan untungnya langsung diangkat.
"Hallo mas, bagaimana apa kak Asa baik baik sajaa"
__ADS_1
"Hallo sayang tenang, Asa baik baik saja, sudah diobati dan kami semua juga akan pulang kerumah, tunggu dirumah ya sayang jangan khawatir "
"Baiklah mas, aku tunggu dirumah hati-hati ya maa dijalannya "
"Iya sayang aku matikan ya "
"Iya mas "
"Gimana Line " tanya Jo yang sudah sangat penasaran dab juga khawatir.
"Alhamdullilah kak Asa baik baik aja kok "
"Alhamdullilah kalau gitu, aku tenang Line "
**
ayah Yuda dan juga Liam segera masuk, Yuda segera melepaskan pelukannya itu, Asa menundukan kepalanya karena malu dengan ayah mertuanya.
"Tegakkan kepalamu nak, ayah tak marah, ayah mengerti atas semau tindakan mu, kau kembali lah dengan suamimu jangan pergi lagi dari rumah, kami akan selalu membuka pintu rumah dengan terbuka untuk mu, kami akan selalu menerimau nak "
Asa segera menegakkan kepalanya lalu menatap ayah mertuanya dengan air mata yang mengalir deras "maafkan aku ayah, maafkan atas semua kesalahanku, sungguh aku sangat malu dengan kelakuan ku, aku malu pada ayah dan Yuda "
"Sudah nak, jangan fikirkan apa-apa, ayah sungguh tak marah dengan mu "
Mertuanya langsung memeluk menantunya dengan erat menyalurkan rasa sayangnya juga pada sang menantu, bahkwa semuanya akan kembali baik baik saja, jadi tak perlu khawatir.
Segera mereka berdua melepaskan pelukan itu "segeralah bersiap kamu sudah boleh pulang ayah dan nak Liam akan menunggu diluar "
Segera mereka berdua keluar dan Yuda kembali memeluk istrinya sungguh sangat bersyukur, akhirinya istrinya mau kembali padanya.
Yuda dengan bertubi-tubi menciumi kening istrinya dan masih engan untuk melepaskan pelukan itu.
"Yud sudah, apakah kita gak akan pulang "
"Heheh maaf aku saking senangnya jadi gak mau lepasin pelukannya, aku udah kangen banget tau sama kamu, biasanya setiap hari aku tidur peluk kamu, tapi saat kamu gak ada aku cuman peluk guling aja, apa kamu gak kasihan sama aku , ngebiarin suamimu tidur sendirian, kedinginan lagi "
"Kan ada selimut Yud, jadi gak akan kedinginan"
"Tetep aja dipeluk sama selimut dan sama kamu itu beda sayang, kalau dipeluk sana kamu tuh lebih enak "
"Iya iya nanti aku peluk lagi deh Yud, udah yu kita pulang dulu Yud, aku pengen istitahat Yud, rasanya aku tuh cape banget "
"Yaudah sayang ayo, tapi sebentar apa gak ada yang perlu kamh ceritain sama aku "
"Cerita apa Yud "
"Ya siapa tau kamu punya cerita disini dan mau bagi sama aku "
"Tapi kamu jangan marah "
"Iya gak akan marah Sa, ayo cepet cerita dulu sebentar aja "
"Baiklah, aku tadi diajak menikah oleh sahabatnya Liam, oleh Andre karena dia gak tau kalau aku udah punya suami "
"Terus kamu terima ga " padahal tadi Yud cuman asal bertanya saja, hanya ingin lebih lama mengobrol dengan istrinya lagi tapi malah sebuah kejutan yang sangat membuatnya tercengang.
"Ya enggalah Yud, kan aku udah punya suami masa iya aku terima lamaran orang lain ,aku juga masih punya hati Yud "
"Iya sayang, iya aku tau, pasti kamu gak akan pernah kecewain aku dan khianati aku Sa , ayo sekarang pulang, kamu kuatkan maaf aku belum bisa gendong kamu "
"Gapapa Yud, aku masih kuat kok, kamu hati hati ya jalannua Yud jangan buru-buru"
"Iya Sa, ayo turun yu "
Asa segera turun lalu bergandengan tangan dengan suaminya untuk keluar dari ruangan dan pulang kerumah Zeline dahulu, karena tak mungkin akan pulang langsung ke bandung yang ada nanti akan kecapean dijalan dan takutnya nanti terjadi kecelakaan siapa yang mau kan begitu.
__ADS_1