
Liam yang baru sampai langsung menghubungi sang kekasih, inisiatif Liam agar Zelinenya tak khawatir, namun saat mendengar ada suara laki-laki yang memanggil kekasihnya sungguh dia langsung naik pitam dan saat tau itu adalah Yuda ingin sekali dia menghabisi Yuda sekarang juga.
Liam pun bergegas kembali lagi kerumah sang kekasih dengan kemarahan yang sudah tak bisa ditahan kembali, bahkan Liam melajukan motornya dengan ugal -ugalan , agar cepat sampai kerumah sang kekasih.
****
Zeline menghampiri Yuda yang masih setia duduk ditempatnya.
"Apa maksud mu berteriak seperti itu saat aku sedang ada telfon dari kak Liam "tanya Zeline dengan muka yang tak bersahabatnya itu.
"Aku sungguh tak tau Line, ku kira yang sedang menelfon mu Jo" bohong Yuda.
"Ya sudah sekarang kamu pulang "
"Ko pulang sih,baru aja aku sampai Line,ko kamu jadi kaya gini sih Line "
"Aku tuh harus bicara gimana lagi sih Yud sama kamu, kamu tau kan aku sama kak Liam udah pacaran dan kak Liam juga udah mau lamar aku, tolong Yud tolong kamu jangan terlalu berharap sama aku, aku ga mau kamu sakit hati, dulu kita temenan kan bahkan sangat baik sebelum kamu kaya gini, tolong kamu buang rasa cinta kamu buat aku, aku gamau rasa cinta kamu sama aku makin besar" ucap Zeline meminta sesuatu yang tak mungkin bisa Yuda kabulkan dengan secepatnya.
"Aku ga bisa Line,tolong jangan minta aku buat buang rasa cinta ini, aku sudah mencitaimu saat kamu masih sama Abi namum aku tahan semua itu dan saat aku melihatmu berpacaran dengan dosen itu, sungguh rasa ini makin menggebu-gebu aku tak bisa Line " jawab Yuda sambil menundukan kepalanya.
"Baik aku tak akan meminta itu, namun tolong jangan ganggu hubungan ku dengan kak Liam dan tolong kalau masih mempunyai rasa padaku, jauhi aku sampai rasa itu tak ada, aku tak mau kau serta kak Liam bertengkar terus dan aku tak suka itu, aku tak mau sampai kak Liam lepas kontrol, tolong Yud "
Yuda tak bisa menjawab terus saja menundukan kepalanya, tiba-tiba pintu rumah Zeline terbuka brak, Zeline da Yuda sama kagetnya, Zeline pun berdiri itu ternyata kak Liam didekatinya oleh Zeline namun Liam malah melegos mendekati Yuda dan menarik Yuda keluar rumah.
Dan tanpa aba-aba Liam menghajar Yuda dengan membabi buta bahkan Yuda kewalahan melawannya sampai-sampai susah melawanya.
Benarkan apa yang dikatakan Zeline pada Yuda terjadi Juga kan, ya tuhan aku harus bagaimana "kak Liam udah kak sadar" teriak Zeline namun teriakan Zeline tak didengar sama sekali.
Bahkan Yuda sudah tak berdaya lagi sudah tersungkur ditanah dengan darah yang keluar dari mulutnya, Liam masih saja menendang perut Yuda dengan tidak manusiawi seperti sedang menendang karung yang berisi busa saja.
Karna Zeline tak mau sampai kak Liamnya itu sampai membunuh orang lagi, didekatinya Liam dan dipeluknya dari belakang oleh Zeline dengan sangat erat.
"Cukup kak, cukup aku ga mau sampai kamu membunuh orang lagi cukup aku tak sanggup melihatnya aku mohon jangan seperti itu,kendalikan emosimu Lihat Yuda sudah taj berdaya lagi kak" ucap Zeline sambil terisak.
__ADS_1
Liam yang mendapat perlakuan seperti ini dari Zeline tiba-tiba saja kemarahannya itu menghilang menguap entah kemana, diputarnya tubuhnya untuk menghadap Zeline diusapnya air mata itu dan dipeluknya Zeline oleh Liam.
"Maaf kan aku sudah membuatmu takut lagi "
Liam terus memeluk Zeline sambil mengusap punggungnya agar releks dan tidak tegang lagi.
Tanpa melepas kan pelukannya dengan kekasihnya, Liam menghubungi anak buahnya untuk membawa Yuda kerumah sakit.
Beberapa menit kemudian anak buah Liam sudah datang, langsung membawa Yuda kedalam mobil dan pergi setelah memberi salam pada Liam.
Zeline yang binggung melepaskan pelukannya dari sang kekasih, kenapa tiba-tiba Yuda dibawa oleh orang asing.
"Itu anak buahku, aku menyuruh mereka untuk membawa Yuda kerumah sakit" ucap Liam menjawab kebingunggan Zeline, tanpa Zeline menanyakannya Liam sudah tahu dari ekspresi wajah sang kekasih.
"Ayo masuk kedalam rumah sayang " sambung Liam sambil menarik tanggan Zeline dengan lembutnya.
Liam mendudukan Zeline diruang tamu dan mengusap pipi Zeline dengan perlahan, Zeline pun memegang tangan Liam yang memegang pipinya itu, mereka berdua saling tatap dan tak ada satupun yang membuka pembicaran.
***
Yuda sudah sampai dirumah sakit dan langsung ditangani oleh dokter, lukanya memang lumayan parah namun tak sampai di rawat, anak buah Liam masih menunggu Yuda dengan sabar.
Yuda pun keluar dari ruangan dipapah oleh anak buah Liam, Yuda sempat memberontak namun saat melihat ada pistol dipinggangnya, Yuda pun diam takut nanti dia ditembak. Nanti di tak bisa lagi memperjuangkan Zelinenya .
Sekarang Yuda sedang menebus obatnya, Yuda tak mengeluarkan sepeserpun uang semua dibayar oleh Liam.
Sudah selesai semua, Yuda diantarkan kerumahnya dan untuk motonya sudah diantarkan pula oleh anak buah Liam yang satunya lagi.
"Yuda kamu kenapa " ucap ayang Yuda saat melihat anaknya diantar oleh orang yang tak dikenal serta wajahnya yang babak belur.
"Tidak apa-apa yah, hanya kecelakaan kecil saja, aku kekamar ya yah " Yuda tak ingin ditanya lagi banyak hal oleh ayahnya, jadi cara yang ampuh adalah pergi kekamarnya, saat kamar itu dibuka sudah terpampang foto Zeline disetiap dindinya dan hampir penuh oleh foto Zeline.
Ternyata selama ini, Yuda secara diam-diam mengambil foto Zeline. Dan mencetaknya.
__ADS_1
Diusapnya salah satu foto Zeline dan dicium pipinya dan diusapnya "tunggu aku ya sayang, pasti kamu akan jadi miliku " monolog Yuda
Kembali lagi, ke Zeline dan Liam.
"Aku ambil dulu kompresan ya " ucap Zeline, namun saat Zeline akan pergi Liam menahannya dan mengelengkan kepalanya dan menarik tangan Zeline untuk duduk kembali dan memeluk Zeline.
Daritadi Liam tak bicara apa pun hanya diam saja. Perlahan Zeline memberanikan diri untuk memberikan pertanyaan kepada kekasihnya itu.
"Apakah kakak bisa berjanji padaku "
"Berjanji untuk apa sayang " masih dengan memeluk Zeline tanpa melepaskannya.
"Aku mau kakak tak membunuh orang lagi apa bisa "
Cukup lama Liam terdiam dan menghembuskan nafasnya dengan kasar " Aku tak berjanji sayang, tapi aku akan berusaha merubah kebiasaan ku itu, untuk kebaikan diriku serta untuk mu juga "
Zeline tak bisa memaksanya namum setidanya kak Liam sudah berjanji akan berubah, Zeline akan menunggu dengan sabar dan tak akan menuntut untuk hal itu.
"Aku pulang ya sayang, kamu jagan lupa makan ya " pamit Liam.
"Apakah kakak tak mau diobati dulu lukannya" sungguh Zeline sangat Khawatir dengan kekasihnya ini, meski tak parah seperti Yuda hanya luka lebam dipipinya saja namun tetep saja itu sakit.
"Tidak sayang, tak usah luka itu tak seberapa. Malahan aku tak merasakan sakitnya sama sekali"
"Baiklah jika itu yang kakak inginkan "
Zeline pun mengantar Liam sampai depan pintu dan Liam mengecup sekilas bibir Zeline sebelum pulang kerumahnya itu.
***
Entah lah Liam tak bisa mengendalikan emosinya tadi sampai-sampai dia hampir membunuh Yuda kalau saja tak di hentikan oleh kekasihnya itu, sebenarnya dia ingin membunuh Yuda, namun diurungkan dulu, mungkin nanti jika masih menganggu hubungannya bisa jadi nanti Yuda habis ditangannya.
Liam akan menelfon ibunya, agar ibunya cepat pergi kebandung biar dipercepat saja, jadi kalau Zeline sudah sepenuhnya miliknya dia tak akan ketakutan kehilangan Zeline seperti tadi.
__ADS_1