Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Meluruskannya


__ADS_3

Jo dan juga Zeline sudah ada di rumah sakit bahkan Zeline dan Jo juga sudah mendapatkan kamar mereka berdua dirawat dan orang itu masih saja menunggui mereka berdua, seorang laki-laki muda yang mau menolong mereka berdua.


Jo lalu memberanikan untuk bertanya pada mereka " Namamu siapa apakah kau tidak keberatan menunggu kami terus-menerus di sini"


"Namaku Willy, aku akan menunggu kalian apakah kau ingin menghubungi salah satu keluargamu agar mereka bisa kemari dan menjemput kalian berdua"


"Boleh aku meminjam ponsel mu dulu aku akan menghubungi suamiku"


"Tentu ini "


Jo langsung mengambil ponsel itu dan menghubungi nomor suaminya dan untungnya langsung diangkat.


" Hallo ini dengan siapa"


" Yan ini aku Jo"


"Sayang kamu di mana, kenapa kamu tiba-tiba menghilang kalian berdua di mana, aku dan Liam juga yang lainnya mencari kalian "


"Aku dan Zeline kecelakaan, sekarang ada di rumah sakit. Apakah kau bisa menghubungi pak dosen juga sepertinya dia sangat khawatir"


"Tentu aku akan menghubunginya, kau baik baik saja kan sayang, kau tidak apa apa kan "


"Aku baik-baik saja Yan aku baik-baik saja. Tolong hubungi pak dosen ya dan aku akan mengirimkan alamatnya nanti padamu"


"Baiklah sayang tunggu aku, aku akan kesana menyusul mu "


Jo langsung memberikan ponselnya setelah selesai mengirimkan lokasinya pada sang suami.


"Ini tuan terimakasih atas bantuannya"


"Sama-sama tidak usah memanggilku tuan, panggil saja Namaku Willy "


"Baiklah "


**


Liam sudah menuju rumah sakit terdekat disini tapi tak ada entahlah harus kemana lagi, namun ada telfon dari suaminya Jovanka, Liam langsung mengangkatnya semoga saja kabar baik.


"Bagaimana apakah kau menemukan kabar baik "


"Tentu, Jo tadi menelpon mereka berdua sudah ada di rumah sakit, ada yang menolong mereka berdua. Aku akan mengirimkan lokasinya padaku aku pun sekarang sedang menuju ke sana"


"Baiklah terima kasih aku akan menyusul ke sana"


Liam bernafas lega, untung saja istrinya bisa ditemukan, dia harus kesana tapi tidak harus membawa perempuan itu langsung kesana agar langsung bisa menjelaskan pada istrinya sebenarnya siapa dia.


Tidak boleh ada kesalah fahaman lagi diantara dirinya dan sang istri tidak boleh, semuanya tak boleh terjadi, dirinya tak mau membuat sang istri marah dan salah faham lagi.


Liam masuk kedalam ruangan, masuk keruangan tersembunyi dan membuka pintu, Airin sudah senang dia fikir itu Tora, namun saat melihat wajah Liam senyumnya langsung hilang.

__ADS_1


"Ada apa denganmu kau menyangka aku adalah suaminya mu itu. Ayo ikut aku"


Airin memundurkan langkahnya ia tidak mau sampai dibawa oleh Liam, namun Liam dengan kasar menarik tangannya tak membiarkan perempuan itu lari darinya.


Ibunya Airin kembali mengikuti anaknya yang ditarik oleh Liam namun dia hanya memasukkan Airin saja kedalam mobil lalu melajukan nya meninggalkan Ibu Airin sendirian di rumah itu.


" Airin Airin Jangan tinggalkan Ibu Airin Airin "sambil berlari mengejar mobil Liam namun percuma, sama sekali tak terkejar


"Airinnn Airinnn mau kemana orang itu membawa anak ku, ya allah selamatkan anak ku, jangan sampai terjadi apa apa dengan anak ku serta cucuku ya allah "


**


"Tolong tuang lepaskan saya, saya tidak salah apa-apa tolong saya tidak tahu apa-apa jangan lakukan apa-apa pada saya tuan kasihani saya, saya sedang mengandung tuan "


"Diamlah kalau kau terus berbicara aku tak segan-segan untuk membunuh mu di sini juga, aku membawa mu untuk menjelaskan pada istriku apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak mau sampai istriku menganggap aku selingkuh dengan mu, tidak sudi sekali aku, kau jelaskan semuanya jangan ada yang dikurang kurangi atau di lebih-lebihkan jika sampai terjadi aku akan membunuhmu dihadapan istriku juga"


"Baik tuan baik, aku akan menjelaskan semuanya pada nyonya, kau akan memberitahu semuanya "


"Baiklah diam ayo turun, "


Airin menurut saja dia turun mengekor dibelakang Liam, Liam langsung mencari kamar istrinya dan untuny saja ketemu, Liam langsung saja masuk dan melihat ada seorang laki laki disana dan juga Jo beserta sang istri yang sedang berbaring.


"Sayang apa kau baik baik saja " ucap Liam langsung memeluk istrinya.


Zeline langsung melihat kearah Airin yang masuk dan berdiri tak jauh dari suaminya.


Zeline melepaskan pelukannya namun Liam sama sekali tak goyah, dia terus saja memeluk sang istri dengan erat, sedangkan Willy yang tak mau ikut campur segera keluar dari ruangan itu.


"Tidak sayang tidak kau salah paham aku membawanya bukan untuk apa yang kau bicarakan, tidak aku sama sekali tidak menghianatimu aku sama sekali tidak berselingkuh dengan perempuan ini atau pun dengan perempuan lainnya kau salah faham dia istrinya Tora, kau menuduhku yang tidak-tidak tanpa bertanya terlebih dahulu kepada ku , aku tak mungkin menghianati mu, sekarang kau dengarkan dulu penjelasn perempuan ini "


Airin langsung maju dan lebih mendekati Zeline, sedangkan Liam melepaskan pelukannya pada sang istri dan tak melepaskan pegangannya pada tangan sang istri.


"Benar nyonya apa yang dikatakan oleh tuan ini, saya tidak berselingkuh dengan tuan ini bahkan saya tidak tahu namanya siapa, saya menikah dengan Tora dan saya beserta ibu saya tinggal di rumah hutan itu, karena keinginan Tora sungguh saya tidak tahu kalau anda melabrak saya karena suami anda tuan ini, saya kira kamu istrinya Tora makanya saya tidak bisa berbicara apa-apa waktu kau melabrak ku, maafkan aku telah membuatmu salah faham dan masuk rumah sakit seperti ini"


Zeline masih diam dengan air mata yang mengalir, menatap suaminya dan Airin.


"Apakah kau masih tak percaya denganku apa yang harus aku katakan lagi padamu aku sudah membawa perempuan ini untuk menjelaskan yang sebenarnya"


"Lalu kau ke mana saja beberapa bulan kemarin kau pulang malam terus menerus. Apa yang kau sembunyikan dariku"


"Maafkan aku, aku pulang malam bukan berarti aku selingkuh aku sedang menyiapkan sesuatu untukmu sayang, aku tidak mungkin menghianatimu. Aku tidak akan pernah melakukan itu kau sudah tahu kan aku sudah berjanji padamu dan kau tahu cintaku padamu sangat besar. Mana mungkin aku bisa berpaling pada perempuan lain"


Liam yang tak mendapatkan jawaban dari sang istri memeluknya kembali, biarlah kejutan itu diketahui oleh sang istri dari pada rumah tangannya hancurkan.


**


Tora yang khawatir dengan keadaan Airin kembali dahulu ke rumah hutan dan melihat pintu terbuka dan ibu mertuanya sedang duduk dibawah teras sendirian.


"Bu dimana Airin, kenapa ibu duduk disini "

__ADS_1


"Laki-laki itu telah membawa Airin, ibu tidak tahu dia membawanya ke mana, mereka sangat cepat dan meninggalkan ibu begitu saja di sini sendiri tolong tolong selamatkan istrimu jangan sampai dia dibunuh oleh laki-laki itu"


Tora mengaruk kepalanya dengan kesal, lalu menarik ibu mertuanya untuk masuk kedalam mobil "mau kemana kita Tora, mau kemana "


"Kita akan menemui Airin, aku tau mereka dimana "


Tora mengetahuinya karena Riyan suami Jo memberikan lokasi itu pula pada Tora, pasti tuannya membawa Airin kesana pasti kesana, tak mungkin membuangnya dijalan begitu saja kan, karena nyonya juga sudah ketemu.


"Baiklah Ibu sangat ingin ketemu dengan Airin, Ibu tidak mau sampai terjadi apa-apa dengan Airin kamu tahu sendiri kan Airin sedang mengandung besar, ibu takut terjadi apa-apa dengannya bagaimana kalau laki-laki itu membuang Airin di jalan dan membiarkannya begitu saja"


"Ibu tenang saja semua itu tidak akan mungkin terjadi tuanku tidak sejahat itu, jadi ibu bisa tenang dia pasti membawa Airin pada istrinya untuk menjelaskan semuanya aku yakin tuan pasti melakukan itu"


"Baiklah ibu percaya "


**


Riyan sudah ada dirumah sakit, saat akan masuk kedalam ruangan istrinya malah ditahan oleh seorang laki laki "ada apa dengan mu kenapa kau menahan ku "


"Jangan masuk dulu, didalam sedang ada yang bertengkar jangan menganggu mereka "


"Siapa yang bertengkar "


"Entahlah aku pun tak tau, sepertinya suaminya selingkuh dan membawa selingkuhannya ke sini untuk menjelaskan semuanya, apa lagi selingkuhannya sedang hamil besar, parah sekali kan suaminya menyelingkuhi sang istri seperti itu. Aku Tak habis pikir ada laki-laki seperti itu"


"Apa Liam selingkuh, aku tak percaya itu mungkin salah Faham biarkan aku masuk aku ingin melihatnya. "


"Jangan lebih baik Kau diam di sini saja. jangan ikut campur masalah orang lain aku saja keluar dari ruangan itu jangan"


"Biarkan aku masuk aku ingin menemui istriku jangan melarangku kau ini siapa sebenarnya"


"Aku Willy yang menolong istrimu serta temannya itu untuk ke rumah sakit ini"


"Baiklah jadi kau tadi yang menelpon terima kasih sudah menolong mereka berdua aku sungguh tak tau kalau kau tak menolong mereka terimakasih sekali lagi, kau baik "


"Tentu tidak usah berterima kasih seperti itu cuman kebetulan saja aku sedang berburu di sana dan menemukan mereka yang akan diterkam oleh serigala, tapi aku untungnya bisa membunuh serigala itu dengan tepat dan menolong mereka berdua"


"Iya untung ada kau, lalu apa yang harus aku lakukan sekarang masa harus nunggu disini, aku kan ingin cepat-cepat menemui istriku "


"Lebih baik diam dulu saja di sini sampai mereka selesai menyelesaikan urusan mereka, kita jangan mengganggu mereka biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka secara damai dan dengan kepala dingin"


"Baiklah aku akan mencoba diam di sini tapi kalau sudah terlalu lama aku akan masuk menerobos, biarkan saja aku kan masuk ingin melihat keadaan istriku. Apakah dia baik-baik saja"


"Dia baik-baik saja kau tak perlu terlalu cemas seperti itu, dia sehat dan tidak terlalu parah seperti temannya itu"


"Tetap saja aku cemas lah"


"Baiklah baiklah diam saja disini temani aku berbicara, aku dari tadi bosan tak berbica terus "


Akhirnya Riyan mau diam dan duduk mengobrol dengan Willy, dan entah apa yang mereka bicarakan tak ada yang tau dan tak ada yang mau tau.

__ADS_1


__ADS_2