
Lisa yang baru sampai langsung mengatur nafasnya, dia tadi berlari di sepanjang lorong karena khawatir dengan keadaan Riyan l.Padahal dia tadi baik-baik saja tidak apa-apa lalu kenapa sekarang dia bisa ada di rumah sakit.
Seharusnya dirinya tadi tak usah pulang saja, mungkin kalau dirinya tak pulang semua ini tak akan jadi, bagaimana kalau Riyan mati, kalau dirinya hamil bagaimana, siapa yang akan tanggung jawab.
"Kenapa bisa Riyan ada di rumah sakit dan Choki kenapa lo bisa bawa Riyan atau mungkin loh yang mau bunuh dia kan, iya kan pasti lo ya kan yang mau bunuh dia, keterlaluan baget ya loh, "
"Gila aja kalau iya gue yang mau bunuh Riyan gue nggak akan datang ke sini dan gue nggak akan bawa dia ke rumah sakit, lo tuh kalau mikir tuh dari dulu tuh nggak pernah baik ya sama gue, padahal gue gak pernah apa apain loh, gue gak pernah buat masalah sama lo "
"Ya siapa tahu aja lo kan licik orangnya, dulu aja lo pernah kan hasut payar Riyan supaya putus sama Riyan, emangnya gue gak tau ya niat busuk loh "
"Ya emang gue lakuin itu, karena gue kasian sama perempuannya, karena lo dan Riyan berteman tapi seperti pacaran, gue nyelamatin perempuan itu agar tak sakit hati sama kelakuan kalian berdua, selicik liciknya gue, gue nggak akan kayak lo yang malu-maluin jadi simpenan temen lo sendiri, lo tau sendiri kan kalau Riyan itu udah punya istri kok tega sih nyakitin perasaan perempuan lain, lo tuh bener bener ya "
"Oh lu udah tahu ya kalau gue sama Riyan pacaran bagus deh nanti kalau kita nikah juga lo nggak akan kaget kan, jadi tunggu aja undangannya datang sama lo "
"Gila ya dia tuh masih status suami orang, dan lo bilang kayak gitu, sebenarnya punya hati nggak sih lo itu, lo mau dapetin Riyan sampai lo hancurin rumah tangganya, gila banget sih lo, gimana kalau lo ada di posisi Jo, lo pasti gak akan terimakan Jo pun sama dia gak akan terima "
"Ya udahlah lu nggak usah ikut ikutan dan lo nggak usah urusin hidup kita, ya mungkin lagi apesnya aja si Jovanka suaminya selingkuh, ya mau gimana lagi nggak akan ada perempuan yang mau sendiri kan, semua perempua itu pengen punya pendamping "
"Iya gue tahu nggak akan ada perempuan yang mau hidup sendiri. Tapi yang lo lakuin itu salah lu ngerebut suami orang dengan membuat perempuan itu menjadi sendiri. Masa sih Jovanka jadi janda karena janda juga ,lo udah cerai sama suami lo makanya lo kayak gini, cari pemasokan agar lo bisa senang senangkan, iya kan gitu benerkan apa yang gue bicarain "
__ADS_1
Kenapa Choki tahu karena dia kan tadi sempat mengecek sosial medianya Lisa, dan melihat sudah tidak ada foto suaminya lagi atau status mereka udah nikah, dibionya sudah tidak ada status menikah lagi gitu deh ceritannya.
"Udahlah kalau lo emang nggak ada kerjaan lagi di sini mending lu pulang aja, dari pada ceramahin gue nggak penting tahu dan gue nggak akan pernah nurut apa yang lo bicarain, karena lo bukan siapa-siapa gue, gue mau rebut suami siapapun itu bukan urusan lo, dan gue mau hancurin perempuan manapun itu bukan urusannya lo juga , jadi lebih baik urusin aja rumah tangga lo, kita hidup masing masing aja deh "
"Gila dasar lo gila, gue bakal tunggu Riyan sampai sadar dan gue mau sadarin dia kalau lu tuh perempuan gak baik, lo aja berani ngerebut suami orang berarti lo bukan perempuan baik baik tau "
"Berani banget ya lo, awas aja ya lo gue gak terima dibilang perempuan gak baik "
Saat Lisa akan menampar Choki, Choki langsung menahan tangan itu dan melepaskannya dengan kasar" lo mau kasar sama gue sama laki-laki, lo gak akan bisa lo cuman perempuan lemah yang ngandelin fisik aja buat rebut suami orang lain "
Choki langsung pergi meninggalkan ruangan itu, dirinya tak mau ada satu ruangan dengan Lisa, bisa-bisa dirinya gila dan malah kelepasan memukul dia, dan pada akhirnya pasti dia akan melaporkan dirinya ini ke kantor polisi, sudah ketebak pasti akhirnya akan seperti itu.
Tora yang sudah menguburkan kakak beradik itu dalam satu liang lahat segera kembali lagi ke arah ibunya Gavin, dan membuka pintu dan ibu Gavin masih diam di pojokan tidak mau mendekati Tora.
Dirinya tidak mau sampai di apa apakan, dirinya tak mau ditipu kembali oleh Tora, Tora sudah menipunya jadi dirinya tak boleh percaya pada Tora.
"Tenang saja ibunya Gavin aku tidak akan melukaimu. Ayo aku akan mengantarkanmu ke panti jompo agar kau di sana bisa tenang dan tidak ada beban pikiran, ayo disana kau akan banyak teman "
"Tidak aku tidak sudi. Aku ingin bersama anakku kalian jahat aku tidak mau ikut lagi dengan orang jahat, bisa-bisa aku malah dipancing lagi masuk ke permainan kalian berdua, tidak mau aku ikut denganmu begitu gitu, aku sudah tertipu olehmu dan kau lihat anakku mati keduanya tak ada yang selamat, bukannya kalian sudah memberikan kesempatan untuk anakku selamat, tapi kalian malah membunuh keduanya aku tidak mau ikut dengan penipu lagi"
__ADS_1
"Apakah kau ingin diam di sini terus-menerus. Apakah kau yakin kau ingin membusuk di sini karena aku tidak akan kembali lagi ke sini bersama Tuanku, dan akan mengunci gudang ini untuk selamanya. Jadi kau ikut ke panti jompo atau kau tinggal di sini seterusnya, aku beri waktu 5 menit kalau kau masih tidak bisa menentukannya baiklah aku akan pulang dan tidak akan mengurusi mu lagi"
Tora langsung mengunci kembali pintunya dan beralih membereskan semua monitor yang masih menyala dan menghapus semua tanda bukti, kalau mereka telah melakukan sebuah permainan yang membuat kakak adik itu mati"
"Baiklah aku akan ikut denganmu jangan kurung aku lagi di sini, aku tidak mau aku tidak mau aku sudah kehilangan anakku , aku sudah tidak punya apa-apa lagi tolong jangan apa apa kan aku "
"Nah begitu dong dari tadi, bukannya nolak-nolak tapi nggak mau kan tinggal di sini sendirian, saya bener niat baik untuk mengantarkan kamu ke panti jompo dari pada saya meninggalkan kamu di jalanan, lalu kamu akan makan apa nanti lebih baik pergi saja kepanti jompo"
Ibu Gavin segera mengikuti Tora dari belakang, dia tidak mau dekat-dekat dengan Tora, saat dia keluar semuanya hutan tidak ada pemukiman sama sekali, semuanya pohon-pohon besar. Apakah anaknya bermain di sini.
Sepertinya kalau anaknya kabur bisa berlari tanpa harus mengikuti permainan ini kenapa baru terpikir olehnya, tapi tetap saja dikepalanya sudah terpasang helm yang ada waktunya.
"Ayo mau aku antarkan ke panti jompo, atau tidak kalau kau memang tidak mau ya sudah aku akan pulang karena istriku sudah menunggu di rumah, aku tak mau mengundur gundur waktu lagi "
"Baiklah baiklah ayo ayo aku mau pulang, aku mau pulang jangan bawa aku ke tempat aneh-aneh lagi, jangan hukum aku lagi aku tidak mau dikurung-kurung lagi, aku tidak mau aku minta tolong padamu jangan lakukan itu lagi padaku"
"Yah tidak akan, aku tidak akan membuat aneh-aneh atau membawamu ke tempat aneh. Aku hanya ingin mengantarkanmu ke panti jompo itu saja. Percayalah padaku untuk kali ini saja aku tidak akan membawamu kemana-mana. Aku hanya ingin mengantarkanmu ke panti jompo cepat ini sudah jam 05.00 subuh jam 06.00 aku harus pulang ke rumah dan melakukan pekerjaan yang lain, ayo jangan membuang-buang waktuku"
"Baiklah mari ayo kita pergi sekarang, aku ingin pulang dan aku ingin sekali istirahat "
__ADS_1
Tora hanya mengangguk saja dan masuk terlebih dahulu kedalam mobil, dan setelah ibunya Gavin masuk Tora segera menjalankan mobilnya.