Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Malah menuduh orang lain


__ADS_3

Riyan langsung berlari kearah istrinya Andre juga sama, Riyan langsung memangku Jo, namun Andre langsung mengambil alih.


"Lo bukan laki-laki yang pantas buat pegang Jo lagi, lebih baik lo pulang aja kita berdua bisa urus Jo dengan baik tanpa bantuan lo suami yang nggak becus dan bisanya cuma selingkuh aja dari awal pernikahan sampai sekarang"


"Gue suaminya ya jadi gue berhak mau pegang dia atau enggak, lo itu bukan siapa-siapanya lo cuman temennya aja jadi lo yang nggak berhak pegang-pegang istri gue "


Namun Andre tidak menghiraukan kata-kata itu dia langsung berjalan"ayo Line cepat kita ke rumah sakit sekarang "


Zeline mengangguk dan mengikuti Andre dari belakang, Riyan terus saja mengejar Andre namun Andre dengan sekuat tenaga memegang Jovanka agar tidak terlepas.


"Mending loh minggir deh meskipun lo suaminya gue nggak akan kasih dia sama lo. Mendingan lo sama balik keselingkuh lo aja sana, lo main-main sama selingkuh lo jalan-jalan kek atau apa gitu bukannya selingkuh lo juga udah punya anak urus tuh anaknya sekalian sama lo, Istri lo nggak butuh laki-laki nggak becus dan tukang selingkuh "


Hamzah langsung membantu membuka pintu untuk Andre dan Andre segera masuk, sedangkan Zeline dia menyetir karena bagaimana lagi keadaan sedang ricau sekali oleh pertengkaran ini.


Riyan yang dipegangi oleh beberapa anak buahnya Liam langsung memberontak, "dengerin gue lo semua nggak usah ikut campur, ini urusan gue ini adalah urusan rumah tangga gue"


Riyan langsung masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti kemana mobil Andre pergi, dia akan terus mengikuti istrinya dan berbicara empat mata bersama istrinya, dirinya harus menjelaskan semua ini jangan ada salaha faham seperti ini, kenapa malah menjadi rumit.


Sedangkan Zelin Andre di dalam mobil mereka sangat khawatir dengan keadaan Jovanka, "masih berdarah nggak sih kak Jovankanya "tanya Zeline

__ADS_1


"Sedikit nggak terlalu banyak sih, tapi agak cepet dikit ya Line nggak apa-apa kan lo nyetir kayak gini, Liam gak akan marahkan "


"Nggak apa-apa ini kan lagi genting kayak gini masa aku nggak bantuin apa-apa sih, udah kakak tenang aja ya mas Liam juga pasti akan ngerti "


Tak lama kemudian mereka sampai, Andre masih mengangkat Jovanka dan membantu suster untuk memasukkan Jovanka ke ruangan pemeriksaan. Riyan juga sudah sampai dia berdiri di belakang Zeline.


"Mau apa lo ke sini, gue udah bilang kan lu pergi aja ke selingkuhan lo, Jovanka nggak butuh laki-laki kayak lo dia bisa urus anaknya sendiri tanpa lo, jadi lo pergi aja dia nggak butuh lo, kita di sini sebagai teman-temannya masih bisa jaga Jovanka jadi lo pergi aja gak usah ada disini "


"Apaan sih lo berkuasa banget ya, lo cuman teman Jo aja bukan kakaknya kan, bukan keluarganya juga kan jadi lo nggak berhak atur-atur gue, gue yang lebih berhak di sini karena gue adalah suaminya Jo yang nggak berhak ada disini adalah kalian"


"Udah udah jangan berantem ini di rumah sakit kalian berdua emang mau diusir. Udah dong jangan berisik"


"Apa kalian keluarnganya"


"Saya suaminya dok mereka cuman temen-temen istri saya aja, gimana keadaannya istri saya"


"Gini pak untung aja kalian cepat datang bawa Ibu Jovanka ke sini, kalau nggak mungkin Ibu Jovanka udah keguguran. Tolong jangan membuat Ibu Jovanka banyak pikiran dia terlalu stress tolong ya untuk tak terlalu melibatkan Ibu Jovanka dalam hal apapun, karena dia sedang mengandung harus selalu tenang dan pikirannya pun harus senang jangan stres. Baiklah saya sudah memeriksa Ibu Jovanka sebentar lagi juga dia akan siuman kalian boleh melihatnya"


Setelah dokter pergi Andre langsung mendorong Riyan "lihatkan gara-gara kelakuan loh Jo jadi kefikiran hal yang gak penting yang seharusnya nggak dia pikirin , dia lagi ngandung pikiran lo tuh di mana saat dia berjuang buat mengandung anakku loh, lp malah enak-enak selingkuh sama perempuan lain, gila ya gila laki-laki nggak bertanggung jawab"

__ADS_1


"Awas gue mau bicara sama istri gue, lo nggak usah ikut campur yah, ini urusan rumah tangga gue bukan urusan rumah tangga lo, jadi mending lo urusin aja rumah tangga lo itu"


Riyan langsung masuk dan jovanka juga sudah bangun , Andre dan juga Zeline juga sudah masuk Jovanka langsung membuang mukanya saat melihat suaminya.


"Ka Andre bisa tolong aku nggak, bawa keluar Riyan aku nggak mau ketemu sama dia, please aku nggak mau ketemu sama dia kak "


Andre langsung memegang tangan Riyan yang akan mendekati Jovanka"lihat sendiri kan Istri lo aja nggak mau dekat sama lo, jadi lebih baik sekarang keluar dan jangan ganggu dia. Lo denger kan tadi kata dokter Jo nggak boleh stress, apa lo mau buat dia makin stress dan bikin anak yang ada di kandungannya keguguran"


"Sayang dengerin aku dulu, aku mau jelasin semuanya ini tuh semuamya salah paham , ayo kita bicara berdua kita bicarain semuanya ya, kamu jangan salah paham dulu itu foto-foto nggak bener kita bicarain semuanya ya baik baik "


"Udah Yan nggak ada lagi yang perlu kita bicarain udah please nanti kita ketemu aja di pengadilan, aku udah memutuskan dan tidak akan mengubah keputusanku lagi kita ketemu aja nanti di pengadilan"


"Gak bisa gitu dong Jo, kamu nggak bisa gitu aja pergi kamu aja lagi hamil dan kamu nggak bisa cerai dari aku sebelum anak itu lahir, kita bicarain semuanya aku nggak mau kita pisah apa lagi sampai bercerai itu semua salah paham itu cuman permainan temen-temen kamu aja permainan Zeline sama Andre dan suaminya Liam. Please kita bicarain semuanya"


"Enak aja yang lo nuduh kita semua gila ya, lo yang lakuin kesalahan tapi kita yang difitnah dasar laki-laki b******* lo, ayo keluar dari sini jangan ada di sini "


Andre yang kesal langsung menarik Riyan keluar dari ruangan itu, sungguh dirinya kesel sekali kenapa jadi mereka bertiga yang disalahkan. Emang keadaannya seperti ini Riyan yang salah dia berselingkuh lah kenapa mereka yang disalahkan.


Zeline langsung mendekati sahabatnya itu dan memegang tangannya "aku akan selalu ada di samping kamu Jo, kamu harus kuat ya kita hadapi sama sama, aku pasti akan selalu ada buat kamu"

__ADS_1


__ADS_2