Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Untungkan gak marah lagi


__ADS_3

"Mas bangun udah pagi ayo bangun "


Liam mengeliat dan langsung memeluk istrinya "kamu mah kemarin kan aku suruh tunggu aku malah tidur "


"Ya udah mas kan sekarang udah bangun lagi. ayo cepet bangun kamu harus kerja "


"Iya iya 5 menit lagi ya "


"Gak bisa mas ayo cepet, bukannya kamu ada meeting ya, aku tadi liat diangenda kamu ada meeting "


"Hemm gak apa apa "


"Ayo cepet sayang, ayo aku akan siapakan sarapan kamu, awas aja nanti kalau aku kesini lagi kau belum bangun ya "


"Hemm "


Liam melepaskan pelukannya dan malah kembali tidur lagi, sedangkan sang istri sudah turun kebawab dan saat Zeline melihat Jo sudah ada di meja makan.


"Jo kamu mau kerja udah rapih kayak gini "


"Iya aku mau kerja aja Line, biar aku gak kefikiran terus tentang masalah ku itu "


"Jangan terlalu difikirin ya, inget kamu jangan banyak fikiran kasian lo baby yang ada diperut kamu, kalau kamu gak akan kerja gak apa apa nanti aku bicara sama mas Liam pasti fia ngerti kok "


"Gak bisa Line aku harus kerja biar kealihin, kalau aku diem aja yang ada aku malah terus kefikiran, aku juga dari tafi tunggu Riyan telfon gak ada, aku udah telfon dia tapi dia sama sekali gak angkat "


"Emangnya kak Yan dimana, "


"Katanya di hotel, tapi aku gak tau dia dihotel sama soapa, dia gak hilang katanya cuman sendiri, tapi firasatku mengatakan kalau dia gak sendiri dia lagi sama seseorang, aku yakin dia tak sendiri, kamu tau kan firasat seorang istri itu kuat banget"


"Iya aku tau, tapi untuk sekarang kamu gak usah fikirin itu ya, ingat kamu lagi mengandung jangan sampai kamu setres ya, aku gak mau kamu kenapa napa dan bayi yang ada diperut kamu juga kenapa napa "


"Iya Line akan aku coba, aku akan mencobannya "


"Baiklah kau makan dulu ya "


"Tidak apa apa aku mendahului kalian "


"Gak apa apa, kamu makan aja ya, aku gak masalah kamu emang mau kemana dulu sih "

__ADS_1


"Mau cari Riyan kehotel yang dia inapi, aku sudah melacaknya dan aku sudah tau keberadaannya dimana "


"Kamu yakin mau pergi kesana aku temenin ya, aku gak mau sampai terjadi apa apa sama kamu "


"Gak usah Line, jangan aku sendiri aja ya, kamu kan harus pak dosen dan juga Lucas, aku janji kalau ada apa apa aku akan kabari kamu ya, aku pasti akan kabari kamu "


"Ya udah pokoknya kalau ada apa apa kamu kabarin aku ya. jangan diem aja, masalah sekecil apapun kamu harus kasih tau aku ya "


Jo mengangguk dan memakan sarapannya sedangkan Zeline sedang menyiapkan bekal untuk sang suami dan juga sahabatnya ini.


Setelah selesai Zeline langsung memberikan bekalnya pada sang sahabat "ini bekal untuk mu, kau harus makan ini ya jangan sampai tidak ada buah buah dan juga yang lainnya ok, ingat jangan telat makan ya dan jangan sibuk dengan pekerjaan, kalau banyak pekerjaannya kau minta bantuan pada Tora "


"Iya Line makasih " sambil memeluk Zeline dan mengambil bekalnya.


Setelah itu Zeline mengantarkan Jo sampai depan rumah, saat dirinya akan masuk tiba tiba Tora menghampirinya.


"Nyonya "


"Iya Tora "


"Mohon maaf nyonya saya mau izin sebentar keluar dan tak akan lama hanya sebentar "


"Terimakasih nyonya "


Zeline hanya mengangguk saja dan masuk kedalam rumah, untuk membangunkan sang suaminya yang tak kunjung turun padahal dirinya sudah menyiapkan segalanya untuk sang suami.


Saat Zeline masuk benar saja kan masih tertidur" mas kamu gak akan kerja nih, mass "


Liam langsung bangun dan tersenyum pada istrinya "maaf sayang tadi gak sengaja tidur aku sekarang mandi yah, gak akan lama aku mandi "


Liam mencium pipi sang istri dan langsung berlari meninggalkan sang istri takut nanti marah lagi kalau dirinya lama lama lagi.


Zeline hanya mengelengkan kepalanya , sekadang tinggal sang buah hati yang belum dirinya bangunkan, Zeline segera berjalan kearah kamar sang anak, namun dirinya malah melihat anaknya sudah rapih dan ganteng saja.


"Ya ampun anak mamih udah bangun dan udah mandi ya "


"Udah mamih, tapi sama bi Sali "


Setelah menjawab pertannya dari mamihnya Lucas kembali anteng dengan mobil mobilannya dan juga robot robotannya "kita sarapan dulu yu sayang, tapi tunggu papih dulu "

__ADS_1


"Ayo mamih ayo "


Lucas langsung membuka pintu dan berlari keamar orang tuanya dan melihat papihnya yang sedang mengenakan pakaiannya dan selesai.


"Wah wah anak papih sudah wangi ya, "


Lucas hanya tersenyum saja dan minta digendong pada sang ayah, Liam langsung memangkunya dan berjalan keluar dari kamar di ikuti oleh sang istri yang membawa tas kerjannya.


**


"Bagiman apakah sudah di izinkan "


"Sudah Airin ayo kita berangkat sekarang y, biar tidak terlalu siang kita sampai kesananya ayo "


"Ayo "


Tora hanya mengangguk saja dan berjalan terlebih dahulu di ikuti oleh sang istri yang mengendong anaknya, mereka langsung pergi meninggalkan rumah besar itu.


"Tora apakah sebaiknya aku pulang saja kerumah hutan dan tinggal bersama ibu, siapa tau ibu sudah berubah dan tak akan seperti itu lagi"


"Tidak kau tak akan pulang dan tinggal bersam ibu mu, aku sudah berbicara dengan tuan kalau kau dan anak kita tinggal di sana dan dia mengizinkannya, jadi kau diam bersama ku, aku tak mau kau terpengaruh oleh ibumu lagi. Ini demi kebaikan mu dan anak kita "


"Tapi kasian ibu ku diam sendiri "


"Iya aku tau, aku tau tapi kasian ibuku diam sendirian disana apakah kau tega membiarkan ibu ku hidup sendiri "


"Bukan tega atau tidak ini gara gara ibu mu sendiri yang membuat ulah ku tak mu kejadian seperti itu terulang lagi, jika kau masih membahas tentang kau yang akan tinggal lagi dengan ibumu, kita putar balik dan tak jadi menengok ibumu kita pulang saja "


"Baiklah baiklah aku tak akan bicara lagi, aku ingin ketemu dengan ibuku, aku ingin bertemu "


"Baiklah aku akan mewujudkannya tapi kalau sampai kau terpengaruh olehnya jangan harap aku akan memberimu izin bertemu lagi dengan ibumu "


"Iya aku mengerti aku mengerti aku tak akan terpengaruh sama sekali, aku hanya ingin bertemu dengan ibuku, hanya itu saja, tak ada yang lain aku hanya ingin melihat keadannya "


"Baguslah aku percaya jika suatu saat kau berubah aku tak akan menjamin kehidupan ibu mu "


"Iya Tora aku mengerti "


Hening tak ada pembicaraan lagi, mereka diam dan hanya suara musik saja yang menemani mereka.

__ADS_1


__ADS_2