Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Berkelahi


__ADS_3

Asa segera turun di ikuti oleh Andre yang dibelakangnya dengan wajah yang sama sama muram, Liam yang memang sedang menunggu kedatangan Andre segera menghampiri Andre. Dengan kemarahan yang sudah tak bisa ditahan lagi.


Dan tanpa diduga duga Liam langsung saja memberikan bogem mentah pada wajah Andre bahkan Andre sampai kewalahan untuk menahanya. Karena kekuatan Liam yang sangat besar


"Stop tolong stop " teriak Asa. Namun sama sekali tak dihiraukan oleh mereka berdua dan hanya fokus adu jotos saja.


Keluarga yang lain yang mendengar suara gaduh segera keluar rumah dan menyaksikan perkelahian itu "mas sudah mas " histeris Zeline sambil menangis. Dirinya takut kalau nanti suaminya malah membunuh sahabatnya sendiri.


Jangan sampai itu terjadi, dirinya tidak mau kalau suaminya kembali membunuh, apalagi ini orang terdekat mereka, teman sekaligus sahabat suaminya. Jangan sampai itu semua terjadi.


Ayah Zeline dan juga ayahnya Liam segera memisahkan mereka berdua, "ada apa ini kenapa kalian berkelahi seperti ini seperti anak kecil saja, tak ada kejaaan kalian ini, Liam berhenti apa kau tak malu dengan anakmu Lucas " ucap ayah Zeline saat mereka berdua sudah berpisah.


"Tidak tau om, tiba-tiba Liam memukul saya. saya gak tau apa masalahnya sampai Liam berbuat demi kian pada saya"


"Tiba-tiba, gue gak tiba-tiba mukul lo, lo sangat bersalah atas kepergian Syifa, gue udah bilangkan kalau lo gak suka sama Syifa lo jauhin dia jangan lo kasih harepen terus. Lo tau kan Syida dimata gue siapa, dia udah gue anggap adik gue sendiri dan gue juga udah bilang kalau sampai ada yang sakitin dia berurusan dengan gue, tapi lo gak dengerin semua kata kata gue, apa harus cara ini dulu li ngerti semuanya hah Jawab"


"Gue gak pernah kasih dia harapan, tapi dia kejar kejar gue terus, maksudnya pergi apa, dia kenapa Liam, Syifa gak mungkin pergi, dia pergi kemana "


"Tetep aja, dengan lo yang masih respon dia lo sama aja kasih dia harapan palsu, tapi gue bersyukur dia udah sadar kalau lo bukan laki laki yang pantas untuk dia pertahanin apalagi sampai dia perjuangin, lo tu egois gak bisa buka hati sedikit aja buat dia. Dan juga gue sangat bersyukur kembali, dia tinggalin lo pergi, mungkin aja dia gak akan kembali lagi, dan gue mau karma itu datang secepatnya sama lo, biar lo bisa rasain apa yang dirasain Syifa saat lo tolak terus dia dan lo beri harapan palsu sama dia "


"Dia kemana Syifa pergi kemana Liam jelasin semuanya, kemana dia sebenernya sampai gak bilang sama gue dan pergi begitu aja tinggalin gue sendirian disini, lo jangan macem macem ya sama gue Liam "


"Dia pergi kekorea buat ngelupain lo bajingan, dia mau lupain semuanya,rasa sakit dia dan kekecewaan yang sudah lo lakuin selama ini, jadi sekarang lo rasain aja semuanya " teriak Liam.


Andre segera memberontak lalu masuk kembali kedalam mobilnya untuk segera mengejar Syifa yang pastinya sekarang sudah ada dibandara.


Semoga saja dirinya tak terlambat untuk mengejar Syifa, semoga saja dirinya masih bisa menahannya untuk tak pergi dan tetap tinggal terus bersamanya, semoga saja dirinya bisa menahan Syifa disini dan memperbaiki semuanya kembali.


Liam segera masuk dan Zeline pula segera mengikuti suami dengan masih menangis. Dengan takut takut Zeline mengikuti suaminya yang entah akan pergi kemana.


Setelah istrinya masuk, Liam segera sedikit membanting pintunya dan duduk diatas tempat tidur sambil menutup wajahnya menyembunyikan semua kekesalannya. Jangan sampai istrinya terkena marahnya dan membuat istrinya sakit hati.


"Mas jangan marah aku takut kalau kamu marah kaya gini, " ucap Zeline sambil duduk dipinggir suaminya dengan wajah menunduk.


Liam segera menatap istrinya "jangan menangis sayang, aku tak marah padamu, aku hanya kesal saja pada Andre yang bodoh telah menyia yiakan orang yang benar benar tulus sayang sama dia, aku tuh gak bisa diem aja kalau Syifa disakitin. Apalagi yang sakitin itu sahabat aku sendiri, Syifa udah aku jaga dari kecil sayang, jadi wajar kalau aku sangat marah dengan keadaan yang sekarang, maafkan aku yang tak bisa mengontrol emosimu "


"Iya aku tau, kamu tenangin diri kamu dulu ya, aku tau kamu marah tapi tenangin dulu semuanya agar kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik baik, jangan dengan emosi mas, karena semua itu gak akan baik dan malah menambah masalah saja, kamu yang tenang, apalagi yang kamu hajar adalah sahabat kamu sendiri mas " nasehat Zeline agar suaminya tak kembali menghajar Andre.


"Iya sayang maafkan aku yang sudah membuatmu takut dan membuatmu menangis maafkan aku, aku tak bermaksud untuk melakukan itu, jangan marah padaku ya sayang, aku hanya tak ingin orang-orang terdekatku disakiti begitu. makannya respon ku seperti itu"


Liam segera mengusap air mata istrinya lalu memeluknya dengan erat, menenangkan istri tercintanya. Sambil membisikan kata maaf yang sangat banyak dan juga menciuminya dengan bertubi tubi agar istrinya tak takut padanya dan marah padanya juga.


**


Asa segera masuk kedalam rumah di ikuti oleh Jo, yang khawatir dengan keadaan kak Asa. Takutnya nanti melakukam sesuatu yang membahayakan misalnya bunuh dirikam siapa tau gak ada yang tau jugakan.


"Apakah aku boleh ikut masuk kak ".


"Tentu masuk lah Jo, aku tak melarangmu untuk tak masuk kedalam kamar ini "

__ADS_1


Jo segera menghampiri kak Asa duduk dikursi dan menatap kak Asa yang sedang berdiri mematung. Dengan tatapan kosongnya. Sepertinya kak Asa sangat merasa bersalah dengan semua keadaan yang terjadi saat ini. Sepertinya kak Asa juga menyalahkan dirinya sendiri atas masalah ini.


"Kakak coba cerita sama aku, siapa tau aku bisa sedikit meringankan beban kakak, ada apa kak sebenarnya, sampai bisa seperti itu "


"Andre mengungkapkan perasaannya padaku Jo, lantas aku menolaknya kau tau kan aku sudah menikah dengan Yuda, aku menghancurkan dua hati sekaligus Jo, bahkan sekarang Syifa pergi pasti gara-gara aku kan, seharusnya aku gak ada disini Jo, dan membuat hubungan seseorang hancur, harusnya aku tuh dibandung aja beresin semua masalah aku, bukannya lari seperti ini dan membuat masalah baru yang membuat orang lain sakit hati, aku pembawa sial deh Jo "


"Kakak jangan menyalahkan diri kakak sendiri, karena Syifa juga pergi karena ingin kuliah, bukan karena salah kakak, aku gak mau kakak kaya gitu, semua pasti ada jalan keluarnya kak, kakak jangan bicara kaya gitu dong, kakak harus semangat, kita disini pasti akan membantu kakak sampai masalah ini selesai "


"Iya tapi kalau kakak gak ada pasti semua ini gak akan mungkin pernah terjadi Jo, semua akan baik baik saja dan berjalan seperti biasanya "


Asa segera melengos pergi, pergi masuk kedalam kamar mandi untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau balau seperti ini. Jo masih didalam kamar mengaruk kepalanya yang tak gatal , harus bagaimana lagi membujuk kak Asa agar tak menyalahkan dirinya sendiri


**


"Sekarang kita makan dulu ya Syifa, kamu jangan nagis terus ya, kalau gak makan minum deh itu aja gak papa asal ke isi aja perutnya "


"Iya ayo Nabil "


"Nah gitu dong jangan nangis terus, nanti makin jelek kamunya kalau nangis terus "


"Kamu ini ya dasar nyebelin Nabil "


Saat mereka akan masuk tak segaja Syifa menabrak seorang laki-laki yang memakai tongkat sampai terjatuh, Syifa yang sangat merasa bersalah segera membantunya bangun kembali.


"Tuan maafkan saya, saya tidak sengaja, saya belikan kembali ya kopinya yang baru"


Segera laki-laki itu pergi meninggalakan Syifa dan Nabil, "udahlah Nabil ayo gak usah makan, aku tuh pusing dapet masalah terus "


"Cek serba salah, yaudah ayo ayo kita pergi sekarang, pasti mamih kamu udah kesana "


"Yaudah ayo jangan buat mamih aku nunggu sendirian disana kamu jahat ya Nabil "


"Ye siapa lagi yang jahat kamu kali "


**


"Yud mana kopinya " tanya ayah Yuda yang sudah menunggu dari tadi.


"Gak ada yah tumpah, tadi aku bertabrakan dengan seseorang, tapi aku tak apa yah, mending sekarang aja yu kita pergi kerumah Zelinenya biar gak terlalu sore"


"Yaudah ayo nak, udah gak sabar banget ya pengen ketemu istri "


"Iya yah, aku udah gak sabar banget, pengen ketemu sama dia dan membawa dia kembali lagi ke rumah kita, membangun keluarga yang lengkap "


"Baiklah aya nak, kita pergi ya "


Sedangkan Andre terkena macet dan mobilnya sama sekali tak bisa jalan, semuanya jalan macet tak seperti biasnya "sialan ada apa ini sebenarnya sampai macet seperti ini " maki Andre.


Tin tin, Andre terus saja mengelaksoni mobil depanya dirinya sudah kesal menunggu seperti ini, Andre segera memasukan mobilnya keparkiran sebuah cafe lalu pergi dengan cara berlari untuk mengejar Syifa dirinya tak mungkin membiarkan Syifa pergi begitu saja

__ADS_1


Syifa dan juga Nabil yang sudah ada dibandara segera berpamitan pada mamihnya Syifa karena mereka harus segera pergi terbang meninggalkan indonesia.


"Kamu disana baik-baik ya Syifa, jangan repotin Nabil. Kamu jangan manja disana, jangan banyak mau karena disana gak ada mamih sama papih, kamu harus jaga diri disana bukan wilayahkamu ya nak. Pokoknya kamu harus selalu nurut apa yang dikatakan oleh Nabil. Jangan banyak fikiran selalu kabari mamih "


"Iya mih pasti pasti, aku gak akan pernah kecewaain mamih, aku akan membuat mamih bangga dengan semua prestasiku disana, aku kan selalu menghubungi mamih, mamih jangan terlalu khawatir ya aku disana, aku pasti akan selalu ada di samping Nabil, mamih ingat itu aku akan selalu ada bersama Nabil, dia pasti akan selalu menjagaku dengan sangat baik mih "


Segera mereka berdua berpelukan, sebenarnya mamihnya itu tak rela jauh dari anaknya, namun ini sudah keputusan anaknya dirinya hanya bisa mendukungnya saja, mendukung semua keinginan anaknya ini.


"Tolong jaga anak tante ya Nabil "


"Baik tante "


Setelah perpisahan yang penuh dengan tangis, mereka berdua segera pergi untuk segera masuk kepesawat.


Andre yang sudah sampai dibandara segera masuk dan menabrak semua orang yang menghalanginya tanpa mengiraukan caci maki, yang terpenting sekarang adalah dirinya bisa menemukan Syifa.


Namun saat dirinya melihat kearah kanan dia melihat mamihnya Syida segera Andre menghampirinya," tante dimana Syifa"


"Dia sudah pergi Andre sudah pergi "


Andre segera berlari dan ingin masuk namun ditahan "Syifaa" teriak Andre.


Syifa yang merasa namanya dipangil segera membalikan badannya dan melihat kearah paman Andre yang sedang ditahan oleh petugas, Syifa segera berjalan kearah paman Ande.


Nabil sudah memegang tangan itu dan mengelengkan kepalanya agar tak menemui om om itu "kamu tenang aja aku pengen selesain semua masalah ini, agar nanti gak ada salah faham atau masalah saat aku disana aku gak akan lama, janji kok "


"Bener ya, aku pegang janji kamu, jangan sampai kau tergoda lagi dengan laki-laki itu dan membatalkan akan bergi bersama ku "


Syifa segera mengangguk lalu menghampiri paman Andre namun Syifa tak keluar masih dibatasi "ada apa paman "


"Kamu mau kemana, kenapa gak bilang sama paman dulu, paman gak izinin kamu untuk pergi kemana pun, kamu harus selalu ada disini bersama paman "


"Apa paman masih peduli aku akan pergi kemana, terus kenapa aku harus izin pada paman disaat paman sedang berbungga bungga dengan perempuan lain, mungkin paman waktu itu masih menganggapku main main saja dengan apa yang aku ucapkan tempo hari "


"Aku akan mengatakannya satu kali lagi pada paman, aku mundur untuk bisa hidup bersama paman, untuk menjadi istri paman atau pun yang berurusan dengan paman, aku akan pergi meningalkan semua rasa sakit hati disini bersama paman, aku tak pamitan pada paman takut kefikiran dan malah kembali mengejar paman lagi "


"Aku sudah mengabulkan permintaan paman agar aku tak mengejar-ngejar paman lagi, aku sudah mundur sekarang membiarkan paman untuk hidup bahagia dengan kak Asa. Aku tau tadi paman melamar kak Asa, selamat ya akhirnya paman sudah mendapatkan perempuan yang paman inginkan"


"Tenang saja, aku tak akan mengganggu hidup paman lagi, paman sekarang bisa bernafas dengan lega, doakan aku disana ya paman dan nanti jika paman mempersiapkan pernikahan dengan kak Asa jangan lupa berita tau aku "


"Kamu salah faham Syifa, aku sama Asa gak jadian, kamu benar Asa sudah mempunyai suami, kamu benar Syifa maafkan paman yang sudah memarahimu dan berkata kotor padamu. Aku sangat menyesal telah mengatakan kau untuk menjauh dari ku, aku sekarang sadar hanya kamu yang bisa mengerti paman dan paman sekarang sadar kalau paman mencintaimu "


Syifa segera menutup mulutnya mengalir air matanya dengan derasa.


"Aku memaafkan semua kesalahan paman, tapi aku gak bisa untuk tinggal disini kembali, aku sudah mempunyai tekat akan hidup bersama Nabil, maaf aku gak bisa kembali kepada paman, aku akan melupakan semuanya "


"Kenapa begitu Syifa, bukannya ini kan yang kamu mau, paman sekarang sudah sadar, sadar sesadar sadarnya paman mencintaimu "


Syifa lalu mendekat tersenyum kearah Andre lalu Syifa kembali bersiap untuk mengatakan sesuatu, yang akam memutuskan akan pergi atau diam bersama paman Andre karena cintanya sudab terbalas.

__ADS_1


__ADS_2