Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Pemakaman yang kacau


__ADS_3

Syifa segera dibantu turun dari dalam mobil oleh Andre, dan dituntun. Belum juga sampai keperistirahatan Nabil air mata Syifa sudah mengalir tak karuan.


"Kamu jangan nangis sayang, yany sabar ya, kamu harus kuat " sambil merangkul Syifa.


Liam dan juga Zeline ada, Jo dan Riyan pun ada. Mereka semua maju kearah depan, sekarang Nabil sedang dimasukan kedalam peristirahatnnya.


Namun tiba tiba saja Syifa pingsan, Andre segera mengangkat Syifa dan membawannya kedalam mobil.


"Syifa Syifa " sambil menempuk nepuk pipi Syifa.


Andre segera mengambil kipas dan mengipasi wajah Syifa dan tak lama Syifa bangun "paman Nabil. Paman "


Andre dengan senang memeluk Syifa,"iya Nabil kamu yang sabar ya, ini udah takdir Nabil, suatu saat kalian akan ketemu "


"Aku mau kesana paman "


"Kamu kuat gak "


"Iya aku kuat paman, aku kuat, aku mau lihat Nabil untuk yang terakhir kalinya, aku mau kesana"


Andre segera mengangguk dan menuntun Syifa kearah makam. Namun ternyata sudah selesai.


Syifa segera terduduk ditanah, Andre dengan setia masih memegang Andre, "Nabil, kamu yang tenang ya disana, aku janji akan jaga apa yang sudah kamu tinggalkan untuk ku "


Segera Syifa menaburkan bunga, namun tiba tiba ada yang memegang tangan Syifa dengan kasar dan membuat Syifa yang terduduk mau tidak mau berdiri.


Andre segera melepaskan tangan orang itu "ada apa dengan mu ini tiba tiba saja menarik tangan orang lain dengan kasar "


"Kak Alan " ucap Syifa


"Sini kamu " ucap kak Alan mengusur Syifa ketempat yang lebih jauh dari pemakaman. Andre masih mengikuti Syifa dengan masih memegang tangan Syifa.


"Ada apa ka Alan. Ada masalah apa "


"Masalah apa katamu, kau telah membunuh adiku, ibuku dan juga keluarga ku, kau harus dimasukan kedalam penjara " teriak Alan sambil menunjuk nunjuk wajah Syifa


Saat Andre akan berbicara Syifa segera mengelengkan kepalanya untuk dirinya saja yang berbicara "Tapi ini semua kecelakaan kak Alan, aku juga tidak tau akan terjadi seperti ini, aku tidak tahu, kalau saja pada akhirnya akan begini, aku dan Nabil tidak akan pulang dari korea, aku juga tidak mau ini terjadi "


"Ya itu gara gara kau yang hamil dan membuat adiku pulang untuk menikahimu, semuanya hancur mimpi adiku, sekolah adiku hancur oleh mu, jahat sekali ya dirimu ini, awalnya aku suka dengan dirimu yang baik pada Nabil dan ingin menjadi temannya, ternyata kau pembawa bencana ya" masih dengan menunjuk nunjuk Syifa.


Andre yang sudah geram menangkap telunjuk itu dan menghempaskannya begitu saja.


"Hey kau ini siapa jangan ikut campur "teriak Alan kembali


"Kau sudah tidak sopan pada perempuan. Apakah kau pantas menunjuk nunjuk perempuan seperti itu, aku adalah suaminya, kenapa hah "


"Oh jadi kau korban selanjutnya ya, yang dijebak oleh perempuan ini, baru juga calon suaminya meninggal sudah menikah saja dasar wanita murahan, tidak tau diri, apakah kau tak berduka atas kematian Nabil dan keluarga ku "


"Coba kau ulangi " ucap Andre, dengan tangan yang sudah gatal ingin menonjok laki laki dihadapannya.


"Kau hanya mendapatkan bekas, perempuan ini hanya perempuan murahan, dia sudah menjebak adiku dan pada akhirnya begini, jangan sampai kau menjadi korban selanjutnya"


Andre segera melepaskan tangan sang istri lalu menonjok Alan, Alan yang belum siap tumbang dan Itu memudahkan Andre untuk menghajar Alan.


"Sudah jangan bertengkar, sudah " teriak Syifa.


Liam yang melihat Andre sedang adu jotos segera berlari kesana di ikuti oleh Zeline, Liam segera mencoba memisahkan mereka, sedangkan Zeline menenangkan Syifa yang dari tadi berteriak histeris.


"Sudah kalian ini seperti anak kecil saja, ini dipemakaman bukan diarea gulat, ada apa sebenarnya dengan kalian ini, apakah kalian tak mau dipertontonkan oleh yang lain " teriak Liam setelah berhasil melepaskan mereka berdua.


"Dia sudah berani menghina istriku, dia sudah tak sopan pada istriku Liam, mana mungkin aku akan diam saja, Syifa di hina oleh laki laki bajingan ini aku tak terima "


"Ya karena memang perempuan itu murahan, dan bekas namun kau nikahi dasar laki laki bodoh, seharusnya perempuan seperti itu kau buang " ledek Alan.

__ADS_1


Liam yang mendengarnya segera melangkah manju lalu menjambak pakain Alan dan mereka saling tatap.


Alan yang melihat sorot mata Liam segera menundukan kepakanya, Namun Liam segera mengangkatnya dengan jari telunjuknya yang satu lagi. Lalu tersenyum , namun Alan melihatnya itu seperti sebuah ancaman.


Senyum yang menakutkan dan tatapan tajam itu, sangat menatkutkan sekali, seperti sebuah pisau yang kapan saja akan membunuhnya.


"Kau berani usik rumah tangga adiku, apalagi kau berani menghinanya seperti tadi, nyawamu taruhannya, aku akan mencarimu sampai keujung dunia dan aku akan membunuhmu, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu. Jika kau berani menghina kembali Syifa. Kau ucapkan sekali lagi disini akan aku habisi pula kau disini , aku tak akan takut dengan siapa pun " bisik Liam lamu melepaskan pakaian Alan.


Sampai sampai Alan terjungkal dan langsung pergi tanpa berbicara apa apa, bahkan menegok kebelakang pun enggan.


Liam segera menyalakan rokoknya dan menghisapnya, untuk meredakan amarahnya yang sudah memuncak " ayo kita pulang, kita lain kali saja kesini lagi, semuany sudah kacau"


Andre segera menganguk dan mengandeng Ayifa dan Liam segera menarik tangan istrinya.


Zeline segera menatap suaminya dan "mas apakah kah enak merokok "


"Ya enak kenapa "


"Aku mau "


Liam segera memberhentikan langkahnya dan langsung menatap istrinya "katakan lagi "


"Heheh aku hanya becanda mas, kau ini jangan marah marah seperti itu dong, aku kan bukan laki laki itu "


Liam segera mencium kening istrinya "maafkan aku sayang, ayo kita pulang "


"Ayo masss "


Zeline dan Liam segera berjalan kembali, memang tadi Zeline sengaja mengatakan itu agar tidak terlalu tegang, bagaimana nanti kalau anak kecil yang melihat wajah Liam seperti itu akan menangis kan kasian.


**


Syifa dan juga Andre sudah ada didalam mobil, Andre belum sama dekali menjalankan mobilnya, masih dengan setia mengenggam tangan Syifa.


Syifa segera mengalihkan pandangannya pada Andre "tidak paman aku tidak apa apa "


"Kalau tidak apa apa, mana mungkin kau menangis seperti ini, mulut mu bisa berbohong tapi air matamu tidak Syifa"


Syifa segera mengusap air matanya dan tersenyum pada Andre "lihat aku sudah tak apa apa paman "


"Laki laki itu kakaknya Nabil ? "


"Iya paman dia kakaknya Nabil, kak Alan, gara gara aku ya paman ini terjadi, kalau aja gak kejadian kaya gini pasti Nabil masih ada, dan aku juga minta maaf paman dapet bekas "


"Hey jangan salahin diri kamu sendiri, ini bukan salah kamu, jadi stop salahin diri sendiri ya, paman gak suka dan jangan bilang kalau kamu itu bekas, kamu ini berharga untuk paman, kamu adalah permata paman jangan katakan kata kotor itu lagi ya "


"Tapi emang benerkan ini gara gara aku "


"Engga ini bukan salah kamu, pokoknya paman gak mau denger lagi itu "


Saat Syifa akan menjawab tiba tiba saja pertunya sakit, "aw aw paman, perut aku "


"Kenapa Syifa "


"Sakit paman aw aw sakit "


Syifa yang merasa ada sesuatu yang mengalir segera melihat kearah bawah "paman aku pendarahan paman, tolong selamatkan bayi ku paman tolong "


"Kenapa bisa begini Syifa "


"Ayo paman ayo bantu aku "


Andre segera menyalakan mobilnya dan melajukannya dengan kencang namun masih hati hati, Andre sudah sangat panik ini kali pertamanya dirinya mengalami hal seperti ini,

__ADS_1


"Paman sakit sekali perutku "


"Yang sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai, kamu harus tahan ya sayang "


Syifa tak bisa merespon apa apa, hanya bisa menunduk merasakan sakit diperutnya, dirinya takut terjadi apa apa dengan sang buah hati.


***


Zeline sekarang sedang membuka-buka buku resepnya, tiba-tiba saja suaminya menoel dagunya " Sayang kamu mau nggak "


" Mau apa sih Mas nggak jelas deh kalau ngomong "


"Lucas di mana sayang"


"Lucas ya tidur dong mas "


"Yah kok tidur "


"Udah waktunya Lucas tidur kok mas, ada apa sih kamu ini "


"Ayo ikut aku dulu sayang keluar "


" Emangnya aja aku masih di luar "


"Ayo udah ikut "


Rio menarik tangan istrinya dan membawanya ke halaman rumah" ayo nyonya ayo ini es krim gratis ayo ambil" ucap seorang pedagang es krim yang sudah ada di halaman rumahnya


"Mas ini "


"Sudah ayo kita kesana "


celengan menurut segera berjalan ke arah mobil es krim itu dan duduk di kursi yang sudah disediakan. "ini nyonya es krim ya. Silakan dimakan dan ini untuk tuan "


"Terimakasih " ucao Zeline sambik menerimanya.


"Sama sama nyonya "


"Ini kamu yang lakuin Mas"


"Iya sayang , kamu suka kan kalau di rumah kita ada mobil es krim dan tentunya ada es krimnya juga kan, kamu kan dari dulu suka banget makan es krim gimana enak nggak sekarang makan es krim lagi. Maaf ya aku selalu enggak ada waktu buat kamu aku tuh kerja kerja kerja dan kerja terus "


"Enggak apa-apa mas , aku ngerti kok kamu lagi sibuk. ini juga Aku udah seneng kok makasih ya kamu udah kasih kejutan buat aku"


" Iya sayang sama-sama , ayo sinu aku suapi "


Zekine segera membuka mulutnya namun sang suami malah mencolekan eskrim ke hidungnya.


"Mas mulut aku disini bukan disini " tunjuk Zeline


"Hehehe tapi lucu sayang, lucu kamu "


"Ih kamu gak lucu mas bukan colekin kehidung aku tapi suapin aku ke sini ke mulut aku mas"


"Iya maaf sini sayang, mas bersihin ya "


Liam mendekat dan malah menjilat eskrim yang ada di hidung istrinya.


"Mas ih jorok " sambil memukul dada suaminya.


"Hahaha enga kok sayang rasannya manis manis gimana gitu "


"Mass"

__ADS_1


Liam langsung merangkuk istrinya dan mencium keningnya bertubu tubi masih dengan senyum renyahnya.


__ADS_2