Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Pulang kejakarta


__ADS_3

Zeline sangat senang sekali, selama berjalan dilorong menuju kelasnya dia tak henti-hentinya tersenyum sambil memegang cincin tunangannya itu.


Hari ini Zeline tak berangkat bersama kak Liam karna ikut pulang bersama kedua orang tuanya, ada masalah dikantor ayahnya jadi mau tak mau kak Liam harus berangkat ke jakarta.


Zeline pun masuk kedalam kelas ternyata sudah ada Jo, Zeline duduk dan menghadap kearah Jo sambil memperlihatkan tangannya ke arah Jo.


"Kamu udah tunangan Line" ucap Jo dengan mata yang terbelalak sambil memegang tangan Zeline.


"Udah Jo kemarin, maaf ya aku ga kasih tau kamu atau undang kamu "


"Gapapa Line aku ga masalah, yang penting kamu bahagia, aku juga ikut bahagia ko Line "


"Makasih Jo" jawab Zeline sambil memeluk Jo dengan eratnya.


***


Sedangkan Liam sekarang sedang berada dikantor mencari tau siapa yang korupsi dikantornya itu sampai-sampai perusahannya ini harus rugi dengan sangat besar.


Dia sebenarnya tak mau untuk meninggalkan Zeline namun apa daya ini adalah sebuah tugas yang memang harus dia kerjakan, ayahnya sudah mempercayakan kantor ini padanya jadi dia yang harus bertanggungjawab.


Dia sedang meminta semua data keuangan kepada manager ke keuangan itu, untuk dia cek bersama Andre bersama-sama apakah ada yang janggal atau bagaimana.


Saat itu Liam beserta keluarga pulang dengan tergesa-gesa saat mendengar berita ini dan bergegas untuk pulang, sampai-sampai orang tuanya itu tak bisa pamit pada keluarga besannya.


Andre pun masuk dengan membawa berkas yang sangat banyak dan menyimpanya di meja Liam.


"Ini data keuangan kantor yang diberikan oleh maneger keuangan selama 1 tahun ini " ucap Andre


"Baiklah, ayo kita cek satu-satu Andre"


Dengan telita dan sangat fokus Liam beserta Andre mengecek satu persatu kertas itu serta data yang ada di laptop Liam. Kenapa datanya tidak sama yang dikirim ke Liam dan yang ada dikertas ini.


"Lihat Andre ini datanya ko beda ya " tanya Liam


"Hemmm benar juga, sebentar aku panggikan maneger keuangan beserta admin keuangannya"


Liam sampai pusing sekali, sesekali memijit keningnya itu untuk menghilangkan sedikit rasa pusingnya.


Sudah 5 hari Liam mencari semua bukti-buktinya dia tak mau sampai mengecewakan sang ayah dan sudah 5 hari pula tidurnya tak beraturan.


Andre pun sudah kembali dengan kedua orang itu sekaligus Liam langsung saja mengintrogasi keduanya. Dengan pertanyaan yang menjebak.


Sampai akhirnya Liam mengecek rekening pengeluaran perusahanyannya dan ketemu pelaku koropsinya.

__ADS_1


Sangat sering sekali no rekeningnya ini mengirim sejumlah uang yang sangat banyak kerekening tak nikenal namun Liam tau itu punya siapa.


Karna dia pernah meminta orang ke uangan untuk mengirimkan uang kantor ke rekeningnya langsung dan no rekening ini yang mengirimnya.


Liam masih ingat dengan no dan namanya meskipun tak sama dengan nama asli yang dia pakai di no rekeningnya itu.


Mungkin dia tak ingat sudah mengirim uang memakai no rekening palsunya itu.


Lihat saja apa yang akan Liam lakukan akan terbayar semua kerugian ini dengan kesenangan yang akan Liam lakukan.


"Kalian berdua silahkan Keluar " ucap Liam sambil tersenyum misterius.


"Kenapa Lo bro senyum kaya gitu serem tau "


"Engga gue gapapa"


"Lo udah tau siapa pelakunya "


"Udah "


Andre hanya mengangguk-angguk saja dia sudah tau bagaimana pintarnya sahabatnya ini jadi tak usah diragukan kembali.


****


Sedangkan diruangan lain ada yang sedang senang ternyata bosnya itu tak berbicara tentang pelakunya tadi dia sampai was-was takut ketahuan, tapi ternyata hanya bertanya saja dengan pertanyaan yang berbelit-belit, untung saja dia tak ketahuan kalau tidak gawat kan.


Jika seperti ini terus dia akan kaya kan, uang gajihnya akan aman dan untuk kehidupan sehari-harinya yang mewah itu tetap akan berjalan seperti biasa sungguh Rayhan sangat senang sekali.


***


Liam sedikit lebih lega saat sudah tau siapa pelaku korupsi sebenarnya itu.


Dia akan menghubungi dulu calon istrinya itu sudah 5 hari mereka tak bertukar kabar.


"Assalamualaikum kak" jawab orang disebrang sana.


"Walaikumsalam sayang, gimana kamu baik -baik aja kan "


"Alhamdullilah kak, aku baik kok kakak kapan pulang"


"Ada yang kangen nih " goda Liam


"Ih apa an sih kakak " dengan suara terbata-bata

__ADS_1


"Ko ga mau ngaku sih sayang, kalau kangen bilang aja " goda Liam lagi.


"Iya aku kangen sama kakak, emang kakak engga ya "


Liam pun tersenyum disebrang sana akhirnya Zeline sudah mulai tak malu- malu lagi.


" Ya kangen dong sayang pengen cubit pipi cubby kamu itu, nanti kalau sudah selesai semua urusan kakak disini, kakak akan pulang ya "


"Huh kakak nyebelin cuman kangan pipi aku aja, yaudah kakak disana jangan lupa jaga kesehatanya dan jangan telat makan "


"Iya sayang pasti akan aku laksanakan"


"Yasudah sudah dulu ya kak, dosennya udah datang assalamualaikum "


"Baiklah belajar dengan benar ya walaikumsalam sayang"


Nanti saat Liam pulang dia akan memberi kejutan pada calon istrinya itu.


***


"Jo kamu kapan sama kak Riyan mau nikah " tanya Zeline saat diperjalan pulang dia dianter Jo pulangnya.


"Ya aku sih pengen secepatnya Line tapi Riyan maunya nanti aku udah lulus aja katanya "


"Berarti sebentar lagi Jo "


"Iya line doain aja ya biar cepet-cepet nyusul kamu "


Setelah itu hening tak ada lagi pembicaraan lagi Jo fokus menyetir saja sedangkan Zeline hanya diam saja dengan sesekali membuka sosial medianya.


Dia sama sekali tak mengaplod foto saat bertunangan dengan Liam dia tak mau orang lain banyak yang tau, biar saja orang-orang terdekat saja yang tau tak usah di umbar-ubar.


Sampai juga tadi Jo sudah ditawarkan untuk masuk dulu namun Jo menolak karna katanya dia ada urusan jadi tak bisa mampir dulu.


Zeline masuk kedalam rumah dan memberikan salam pada ayah dan ibunya lalu masuk kedalam kamar.


Hari ini sangat melelahkan sekali, dia aneh kenapa Yuda sudah tak masuk-masuk lagi setelah kejadian itu apa lukanya parah sekali sampai-sampai dia tak masuk sekolah, tapi biarkan lah jadi kan tak ada yang mengganggu Zeline lagi semoga saja Yuda pindah kuliahnya.


***


Sedangkan orang yang sedang Zeline fikirkan sekarang sedang menyusun rencananya untuk melakukan sesuatu pada Zeline.


Yuda sudah bertekad kalau dia tak bisa memiliki Zeline siapa pun tak boleh memiliki Zeline.

__ADS_1


Nanti setelah lebam di bagian wajahnya sudah tak terlalu terlihat dia akan masuk kuliah.


Dan mencari waktu yang pas untuk mendekati Zeline.


__ADS_2