Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
punya adik 12 ?


__ADS_3

"Ba anak mamih, ganteng banget sih, ganteng banget, mamih sampai jatuh cinta sama kamu, kamu imi gemisin baget pengen mamih gigit ya "


"Cayang cayangnya mamih, kalau udah besar mau jadi apa, cita citanya mau apa cayang "


"Lucas mau jadi dokter mamih biar bisa obatin orang mamih " ucap Liam meniru?kan suara anak kecil..


"Ihhh mas "


"Dari pada gak ada yang jawab, yaudah aku aja syaang yang jawab kan Lucas belum bisa bicara sayangku"


"Dasar kamu ini mas, kamu bener pengen dia jadi dokter ya mas "


"Emm engga deh, aku cuman jawab aja, nantikan Lucas yang akan tentuin tentang masa depanya kita sebagia orang tua hanya boleh mendukungnya saja. Jangan sampai membuat dia tertekan oleh pilihan kita nantinya, biarkan dia tumbuh besar dengan pilihannya sendiri "


"Iya mas bener, aku juga gak akan ngelarang apa yang dia mau nantinya, kalau masalah jodoh gimana mas "


"Itu pun sama, aku gak akan pernah ikut campur, biarin dia memilih perempuan yang memang bisa membuatnya bahagia. Aku tak akan pernah melarang dia berpacaran dengan siapun. Meskipun nanti kastanya beda namun aku tak mempermasalahkannya asalkan dia bisa membuat bahagia anak kita itu sudah cukup, karena kalau sebuah hubungan tanpa didasari saling cinta pasti akan hancur ya tidak semuanya tapikan kebanyakan seperti itu "


"Aku makin cinta deh sama mas, pokoknya love love deh buat mas Liam "


"Jadi dulu gak cinta "


"Ya cintalah tapi sekarang makin cinta sayangg"


"Sini peluk dong "


Zeline dengan senang hati masuk kedalam pelukan suaminya, dan seketika Lucas malah menangis "eak eak eak "


"Ada yang cemburu nih mih gak di peluk " Liam segera memangku anaknya lalu melanjutkan kembali pelukan yang sempat terhenti.


Namun saat mereka sedang asyik asyiknya berpelukan ada yang berteriak teriak diluar rumah mereka. Dengan cepat Liam keluar dan menyuruh istri dan anaknya diam dikamar saja.

__ADS_1


Liam sudah ada diluar rumah, ternyata yang diluar ada Riyan mantan pacar Jo.


"Ada apa kau datang kerumahku sambil teriak-teriak apakah kau tak punya sopan santun"


"Aku ingin bertemu dengan Jo pacarku "


"Ya boleh, tapi apakah kau punya sopan santun saat bertamu kerumah orang lain "


"Maafkan aku, maaf aku hanya marah karena Jo selalu menolak ku, makannya aku datang kesini saat tau dia ada disini "


"Baiklah aku maafkan, sini masuk dulu kerumah dan duduk dahulu, kita bicara dulu "


"Terimakasih Liam "


"Sama-sama "


"Aku pernah ada di posisi kamu, ditolak oleh istriku dan aku terus sabar mengadapi dia dan kamu sekarang harusnya juga sabar. Aku tau kita berbeda namun menghadapi seorang perempuan kita harus mempunyai tingkat kesabaran yang cukup banyak, karena terkadang mereka itu egois dan ingin menang sendiri namun itu bukan suatu alasan untuk kita menyerah. Aku tau masalah kalian kecil. Namun kamu terlalu gegabah dengan meminta pada seorang wanita lain untuk mengurus pernikahan kalian, apalagi kamu pernah dekat dengan perempuan itu. Yang mana kemungkinan perempuan itu masih atau mungkin jadi memiliki rasa lagi kepadamu. Jo sekarang sedang memberikan kamu pelajaran tentang arti menghargai. Dia inginnya kamu meminta bantuan pada orang dekatnya bukan orang dekat kamu apalagi ini perempuan kalau laki-laki pasti gak akan marah " nasehat Liam sambil menatap mata Riyan.


"Iya Liam, aku salah sekali, aku ingin minta maaf kembali pada Jo, aku ingin semuanya kembali baik-baik lagi, sungguh aku tak ada maksud apa-apa saat meminta bantuan pada Lisa. Aku hanya berfikir dia kan perempuan jadi lebih tau, tadinya aku akan meminta bantuan pada Zeline namun aku tau dia baru menikah dan sedang menghabiskan waktu denganmu makannya aku tak mau menganggunya sama sekali"


"Baiklah jika itu yang kamu mau, aku akan menyuruh istriku untuk menasehati sahabatnya, kamu lebih baik sekarang pulang dan buatlah dirimu tenang dahulu, aku yakin semuanya akan baik-baik saja kalau dilalu dengan hati yang tenang dan fikiran yang terbuka "


"Terimakasih atas bantuanya, terimakasih Liam, kalau tidak mungkin sekarang aku sudah marah-marah kembali pada Jo "


"Iya sama-sama sebagia teman aku akan selalu menolongmu"


Setelah berpamitan segera Riyan pergi dan Liam juga pergi kekamarnya untuk menemui anak dan istrinya kembali.


Takut mereka berdua akan khawatir dengan keadaanya , "siapa itu sayang " tanya Zeline dengan wajah khawatir


Liam segera menutup pintunya kembali dengan rapat "itu Riyan sayang "

__ADS_1


"Mau apalagi dia kesini mas, apa ingin memarahi Jo kembali"


"Ya tadinya seperti itu, tapi mas sudah menasehatinya dan untuk menyelesaikan masalahnya dengan kepala dingin jangan dengan marah-marah, kamu apakah mau membantu Riyan untuk bisa kembali lagi kepada Jo, aku melihat Riyan sangat sangat menyayangi Jo, kenapa tidak kita membantu mereka. Kasihan mereka juga berhak bahagai, agar kita semua bahagia sama- sama kita buat teman dan sahabat kita juga bahagia apakah mamih setuju"


"Boleh mas, aku akan menasehati Jo, agar mau memberikan maaf pada ka Yan, aku juga yakin kak Yan sangat mencintai Jo, jadi apa boleh buat kita membantu kak Yan untuk bisa kembali lagi pada Jo pasti akan menyenangkan, kau tau mas ka Asa sudah menikah "


"Baiklah kita mulai dari besok ok, hah kapan Asa menikah kenapa kita tak diundang "


"Iya mas, kak Asa menikah dengan Yuda mas, Yuda temanku dulu "


"Apa kenapa bisa Asa menikah dengan Yuda "


"Kak Asa ingin balas dendam pada Yuda karena telah menyakitiku, jadi seperti itu mas cerita awal mereka sampai bisa menikah mas "


"Sungguh baik kakak mu itu, sangat menyayangimu, tapi carannya yang tidak baik, lalu sekarang bagaimana mereka "


"Berantakan mas, kak Asa pergi untuk menjauh dari Yuda "


"Semisalnya nanti Yuda menyusul kesini, kamu bagimana "


"Aku gak masalah mas, toh aku juga udah lupain semuanya, aku belajar iklas untuk menerima masa lalu, jadi aku gak papah mas "


"Baik banget sih istri aku, nanti buat adik ya buat Lucas biar dia bisa lindungi adik adiknya kelak "


"Mass aku baru lahirin Lucas udah pikirannya kesana "


"Hehehe ngapapa dong sayang, kan jaga jaga, pokoknga kita harus buat adik yang banyak buat Lucas, kalau perlu 12 "


"Yaudah kamu aja yang lahirin "


Liam malah tertawa terbahak bahak dengan ekspresi istrinya yang lucu saat mendengar kata 12.

__ADS_1


__ADS_2