
Tiba-tiba saja Syifa terbangun, dan langsung air matanya mengalir kembali "Ayo antar aku ke rumah sakit, aku mau lihat keadaan Nabil. Aku enggak bisa diam aja kayak gini"
"Kamu yang tenang dulu Syifa, kita bakalan antar kamu kok tapi kamu yang tenang ya "ucap Jo
"Aku sama sekali nggak bisa tentang kak , aku nggak tahu gimana sekarang keadaan Nabil. Aku nggak tahu sekarang dia gimana sekarang"
" Ya udah ayo kita sekarang ke sana ya, kita lihat keadaan Nabil "
Jo dan juga Zeline sekarang memapah Syifa yang badannya masih lemas. memasukkan Syifa ke dalam mobil, duduk di kursi belakang bersama Zeline dan Jo menyetir untuk segera pergi ke sana ke rumah sakit.
Selama perjalanan Tak henti hentinya Syifa menangis, dan Zeline sebisa mungkin menenangkan Syifa
"Kamu jangan nangis terus dong Syifa, apa kamu nggak kasihan sama anak kamu. Gimana kalau terjadi apa-apa sama anak kamu, kamu harus kuat jangan kayak gini ya kamu harus yakin kalau Nabil kan baik-baik saja"
"Tapi aku punya feeling lain kak, kalau Nabil gak selamat, entah kenapa hati aku mengatakan itu, kalau Nabil udah ninggalin aku dan anak aku ini "
"Udah jangan fikirin itu, ayo turun kita udah sampai "
Jo segera memarkirkan mobil, dan segera pula keluar memapah Syifa yang masih menggunakan baju kebaya, masuk ke dalam rumah sakit.
Dan menanyakan di mana ruangan kecelakaan bis, yang baru saja terjadi dengan cepat mereka bertiga berjalan kearah tempat itu.
Di sana sudah ada mami papi dan juga Liam serta Andre. Dengan cepat Syifa menghampiri mamihnya.
"Gimana keadaan Nabil mih, gimana Nabil nggak papa dia selamatkan mih "
Namun mamihnya Syifa sama sekali tak menjawab dia hanya menangis sesenggukan. Tidak bisa menjawab pertanyaan anaknya.
Dengan cepat Syifa segera masuk ke dalam ruangan yang ada di depannya, dengan perlahan-lahan Syifa berjalan ke arah tempat tidur yang hanya diisi oleh 1 orang.
Dan ditutup dengan kain putih, namun tiba-tiba saja kain itu terbuka tertiup angin dan Syifa melihat Nabil yang sudah tertidur dengan wajah pucat..
Saat mamih Syifa akan menyusul tangannya dipegang oleh suaminya, dia mengelengkan kepalannya untuk membiarkan Syifa berdua dengan Nabil.
" Nabil, Nabil kenapa kamu tidur disini. Kita seharusnya nikah sekarang. Kenapa kamu malah tidur di sini nanti tidurnya di rumah aku aja, kenapa kamu harus tidur di rumah sakit " ucap Syifa yang sekarang sudah ada dihadapan Nabil duduk di kursi dan memegang tangan Nabil yang sudah dingin.
" Nabil kenapa kamu nggak bangun. Ayo bangun kamu katanya mau terus sama aku, terus ini kenapa tangan kamu dingin banget oh ya muka kamu juga dingin kenapa, kamu mau dipeluk sama aku ya kamu hik hik Nabil jangan tinggalin aku "
__ADS_1
"Kamu pasti ngerjain aku kan, kamu pasti bohongin aku kan "Syifa segera berdiri dan menguncang tubuh Nabil
" Nabil bangun Nabil jangan tinggalin aku, kalau nggak ada kamu aku sama siapa kita kan udah janji bakal hidup sama-sama, kita kan udah janji bakal urus anak kita berdua terus sekarang kenapa kamu tidur ayo bangun jangan tinggalin aku "
Syifa segera memeluk tubuh Nabil, menangis didada Nabil, dan memukul mukulnya "Nabil bangun ,aku gak bisa kalau tanpa kamu, Nabil jangan tinggalin aku "
Sedangkan orang orang yang diluar ruangan, hanya bisa menatap dengan tangis yang ditahan, Zeline segera memeluk suaminya, dirinya tak bisa melihat ini semua, tak bisa.
Sedangkan dari tadi Andre hanya melamun melihat kearah Syifa dan Andre dengan memberanikan diri masuk kedalam ruangan itu dan memegang tangan Syifa.
"Paman, paman liat Nabil malah tidur haha dia tidur paman liat, dia kan mau nikah sama aku, tapi malah tidur paman, ayo tolong bantu aku bangunkan Nabil paman, pasti kalau sama paman dia akan nurut dan bangun, pasti dia takut sama paman hik hik " Syifa mengadu pada Andre, sambil sesekalo tertawa dan menangis.
Andre segera memegang bahu Syifa " Syifa dengerin paman, Nabil udah nggak ada, Nabil udah tinggalin kamu , Nabil udah pergi menemui Allah kamu harus Ridho kamu harus terima semua ini kamu jangan nangis terus ya"
"Engga engga pasti paman bohongkan, pasti paman cuman mengada ngada aja, pasti paman sama Nabil udah ngerencanain ini, benerkan, paman jangan bohong "
"Engga Syifa kita gak main main, Nabil emang bener bener udah tinggalin kita "
Syifa segera melepaskan tangan Andre dari bahunya, beralih kembali pada Nabil.
"Nabil bangun, jangan tinggalin aku, kamu gak meninggalkan pasti ini bohongan bangun "sambil memukul mukul dada Nabil.
Tubuh Syifa tiba tiba saja lemas dan Andre dengan sekuat tenaga memegangnya "gak mungkin hik hik, gak mungkin paman, aku gak bisa kalau harus kaya gini, aku gak bisa paman, aku gak mau kehilangan Nabil paman, dia udah janji sama aku buat selalu ada disamping aku, tapi kenapa dia sekarang ninggalin aku paman, aku gak akan bisa paman"
"Kamu harus ikhlas Syifa, ini sudah allah yang mengatur, kita sebagai manusia tak bisa melakukan apa apa "
Namun Syifa terus saja mengelengkan kepalanya, tak terima dengan semua ini, tak terima dengan keadaan yang harus dirinya terima, ini tiba tiba sekali dan dirinya tak bisa menerima semua ini.
Sedangkan di luar sana tiba-tiba saja papih Syifa pingsan, dan dengan cepat Liam segera membantu mamih Syifa yang kewalahan menahan tubuh suaminya.
Jo dengan cepat memanggil dokter dan dokter segera datang membantu membawa papih Syifa untuk segera berbaring di tempat tidur. Papih siapa dimasukkan ke dalam ruangan yang sama.
Ruangan yang sekarang ditempati Nabil. Syifa yang melihat ayahnya tak adarkan diri segera menghampirinya dengan Andre yang setia memegang tangan Syifa.
"Papih jangan tinggalin Syifa, papih yang kuat, jangan tinggalin Syifa kaya Nabil "
"Nona yang tenang, kami akan memeriksa dahulu ayah Anda "
__ADS_1
Andre segera membawa Syifa kedalam pelukannya lagi dan menciumi keningnya dengan sayang, orang orang disana yang melihatnya merasa terharu dengan apa yang dilakukan oleh Andre pada Syifa.
"Pasian kecapean, dia sebentar lagi juga akan bangun tenang saja, dan untuk Nabil kami akan membawanya keruangan Jenazah "
Dengan cepat Syifa segera melepaskan pelukan Andre dan memeluk Nabil dengan erat "tidak jangan bawa kemana mana Nabil, aku tidak mau Nabil dibawa kemana mana, aku ingin bersama Nabil, dia sudah janji tak akan pernah meninggalkan ku aku gak mau "
Sekali lagi Andre menarik tangan Syifa mengangkat tubuh Syifa dan menyuruh para suster membawa Nabil untuk segera dimasukan keruangan jenazah.
"Paman jahat paman jahat kenapa membiarkan orang orang itu membawa Nabil, Nabil tak boleh kemana mana, Nabil harus tetap bersama ku, aku gak mau Nabil pergi "
Andre segera membawa Syifa duduk dan memeng tangan Syifa "kamu jangan seperti itu, dokter akan membersihkan tubuh Nabil, kamu jangan egois, kamu harus tabah meneri semua ini ya "
Namun Syifa hanya mengelengkan kepalannya dengan tangis yang makin histeris.
Sedangkan Liam segera membawa istrinya yang dari tadi menangis saja, dia mengajak istrinya untuk membeli makanan untuk yang lain, meskipun nanti tak dimakan tapo harus ada dan minumam pula.
"Sayang sudah jangan menangis terus, aku gak suka liat kamu nangis "sambil mengusap air mata istrinya.
"Aku kasihan mas sama Syifa, dia belum nikah aja udah ditinggalin sama Nabil, aku kalau ada di posisi Syifa mungkin akan lebih dari itu ,aku ngebayangin aja udah takut Mas aku nggak mau kehilangan kamu kayak Syifa kehilangan Nabil Aku nggak bisa mungkin aku akan mati mas ikut sama kamu "
"Aku ada di sini sayangku,, aku nggak akan ninggalin kamu. Kamu jangan nangis lagi ya. Aku ada di sini dan aku nggak akan pernah tinggalin kamu sampai kapanpun itu. Sekarang ayo kita beli makanan buat mereka dan buat kita juga pasti kamu Lapar kan. tadi pagi kamu kan gak sarapan sayang"
"Aku lagi nggak mau makan apa-apa mas, aku nggak laper kok. aku mau tentangin Syifa juga mas dan temenin dia "
"Udah di sana ada Andre dan juga Jo, mereka akan tenang Syifa kita sekarang beli makan ya, nggak ada bantahan kamu harus makan mau atau tidak mau kamu harus makan"
Liam segera membawa istrinya untuk ke kantin, menunggu istrinya makan dan membawa beberapa cemilan untuk ke sana juga untuk menganjal perut mereka yang menunggu Papih Syifa yang belum bangun.
Dan Ayah Syifa akhirnya siuman, Syifa dengan cepat segera menghampiri papihnya dan memegang tangan papihnya itu "papih kenapa papih jangan tinggalin Syifa juga ya, jangan tinggalin Syifa kaya Nabil dia aja udah jahat tinggalin Syifa "
Papih Syifa menangis mendengar perkataan sang anak, dipegangnya tangan anaknya itu dan digenggamnya dengan kuat.
"Papih disini gak akan tinggalin Syifa, papih akan selalu ada buat kamu dan cucu papih, kita akan urus sama sama ya anak kamu dan Nabil, mamih dan papih akan membantumu mengurusnya, kamu jangan sedih ya ada mamih dan papih, kamu jangan merasa kehilangan ya, disini didalam perut kamu ada darah daging Nabil, dia akan menjaga mu kelak mengantikan Nabil "
Syifa tak bisa berkata kata hanya bisa menangis saja, sungguh dirinya masih tak percaya kalau Nabil sudah pergi meninggalkan dirinya dan juga anaknya.
Liam dan juga Zeline yang baru datang segera diam melihat ayah dan anak yang sedang menangis bersama sama.
__ADS_1
Tiba tiba saja Andre maju memegang tangan Syifa dan juga papih Syifa "om tenang saja, om dan tante tak akan menjaga Syifa berdua, aku akan menikahi Syifa dan aku akan menjaga Syifa dan juga anaknya yang sekarang ada didalam kandungan Syifa "
Liam yang sedang memegang botol minum tiba tiba saja botol minum itu terjatuh.