Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Dimarahi


__ADS_3

Roger yang lelah mendudukan bokongnya dikursi dia tadi sudah mengantar istrinya memeriksa kandungan, tiba tiba ibu mertunya datang dan memberikannya kopi.


"Makasih bu "


"Iya sama sama nak, gimana kandungan Airin apakah baik baik saja , bayi yang ada didalam kandungannya apa baik baik saja"


"Alhamdullilah bu baik baik saja, anak kami sehat dan tak ada masalah apa apa, "


"Alhamdullih nak ibu takutnya anak Airin sungsang "


"Engga kok bu posisinya sudah benar, tadi juga kita membicarakan tentang kelahiran anak kami, Airin maunya normal saja dan kandungannya juga baik jadi Airin bisa melahirnya normal bu "


"Syukurlah ibu senang, lalu apakah kau sudah mengecek anak kalian perempuan atau laki laki "


"Belum bu, kami ingin menjadi kejutan, kami ingin nanti saat anak itu lahir menjadi kejutan "


"Baiklah ibu setuju setuju saja dengan kepusan kalian yang terpenting itu yang terbaik untuk kalian, ibu akan mendukungnya"


Tora tersenyum saja "Aku pamit kekamar dulu ya bu "


"Baiklah nak "


Tora mengambil kopinya dan menemui istrinya yang sedang membereskan pakaian " Kenapa kamu membereskan pakaian mau ke mana kau"


"Aku sudah bilang kan setelah melahirkan anak ini aku akan pergi meninggalkanmu, aku akan mengejar mimpiku. Aku tidak mau terpenjara denganmu aku tidak mau aku tidak mencintaimu dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu Tora, jadi biarkan aku pergi aku sudah memberikanmu anak kan jadi kau urus saja "


"Segampang itu kau berkata akan meninggalkan anakmu kau Ibu macam apa ,di luar sana banyak ibu yang ingin mempunyai seorang anak ,tapi kau yang sudah diberikan oleh Allah malah menyia-nyiakannya begini "


"Karena anak ini bukan dari laki-laki yang aku cintai. untuk apa aku membesarkannya denganmu. Lebih baik aku pergi saja dan nanti jika aku sudah sukses aku akan kembali lagi dan mengambil anak ini kau tenang saja aku akan membayar uang atas kau yang telah mengurus anak ku, tenang saja kau tak usah khawatir "


"Ini bukan masalah tentang uang atau apapun kau tahu ini adalah makhluk hidup bukan mainan. Jadi kau tidak bisa seenaknya berbicara seperti itu. Aku sudah bilang kan dari awal jika kamu memang tidak ingin membesarkan anak ini kenapa kau mempertahankan bayi ini dalam perutmu saat sudah besar kau ingin meninggalkannya. Apakah kau gila uruslah dia sebentar jika kau ingin pergi silahkan nanti setelah dia besar, aku tidak akan melarang mu lagi, aku sudah capek membuatmu untuk bisa hidup bersamaku tapi kau tidak mau ya sudah terserah kau saja aku melepaskanmu untuk selamanya dan aku tak akan menahan mu lagi "


"Baiklah aku akan mengurusnya beberapa bulan dan setelah itu aku akan pergi meninggalkanmu dan bayi ini, bagus kau sudah melepaskanku aku dan ibuku akan pergi meninggalkan kalian berdua Jadi kau urus baik-baik anak ini, aku bersyukur sekali kau melepaskan aku, aku senang sekali, aku hidup kembali "


Tora yang tak mau bertengkar segera pergi dari dalam kamar dan menutup pintunya dengan perlahan, lalu melajukan mobilnya pergi dari dalam rumah, lebih baik bekerja saja bersama bosnya, dari pada dirumah seperti ini.


Selama perjalan Tora sama sekali tak fokus jalan mobilnya terseok seok dan tanpa Tora sadari dia bertabrakan dengan mobil besar, saat Tora melihat cahaya itu menerpa wajahnya dia kaget dan tak bisa membanting stir, mobil Tora berguling guling.


Tora yang ada didalam mobil hanya bisa mengigat tentang istri, anak yang akan lahir nantinya, sebelum dia pingsan dia menyebutkan nama Airin.


Orang orang yang ada ada dilokasi kejadian segera menghubungi Ambulans, mereka mencoba untuk mengeluarkan Tora sebelum mobil itu meledak, salah satu pejalan mengambil ponsel Tora dan langsunf menghubungi nomor paling depan.


"Hallo Tora ada apa kau menelfon malam malam seperti ini, apa terjadi masalah "


"Maaf tuan ini tuan yang mempunyai ponsel ini kecelakaan dan tak sadarkan diri kami sudah menghubungi ambulans. "


"Apa Tora kecelakaan dimana dia, sekarang dimana lokasi Tora kirimkan padaku, aku akan kesana secepatnya "


"Baik tuan "


Sambungan terputus Liam menunggu pesan itu tak lama kemudian muncul Liam langsung bergegas memakai pakaiannya dan melihat kearah istrinya yang bangun.


"Kenapa mas, ada masalah apa "

__ADS_1


"Tora kecelakaan aku harus kesana aku harus mengecek keadaannya aku akan pergi sayang, kau baik baik dirumah, Hamzah akan ada disini menunggu kau dan yang lainnya aku pergi sayang "


Liam langsung berlari dan masuk kedalam mobil, sebelum pergi Liam berteriak pada Hamzah "jaga istriku dan anak ku , juga bi Sari "


"Siap tuan laksanakan " teriak Hamzah.


"Tuan mau kemana, kenapa sangat buru buru sekali, ada apa ya, apa ada hal yang sangat penting malam malam pergi "


Liam selama perjalan terus saja mengebut dan tak melihat kanan kiri, yang dia mau segera sampai dilokasi dan saat dirinya sampai, tiba tiba saja badannya lemas, mobil Tora sudah hancur berantakan tak ada bentuk sama sekali.


Liam segera turun disana sudah ada polisi dan juga Ambulans, Liam melihat keadaan Tora yang berlumuran darah, Liam langsung menerobos kearah kerumuna itu "saya keluarga dari korban saya keluarganya "


"Baik pak kami akan membawa bapak ini kerumah sakit, bapak ikuti saja ya "


"Baik" Liam langsung masuk kembali kedalam mobil dan mengikuti Ambulans yang berjalan dengan sangat kencang, kencang sekali bahkan.


Saat sudah sampai dirumah sakit Tora langsung dibawa keruangan gawat darurat, Liam menunggunya disana sambil mondar mandir tak karuan, " Kenapa kau bisa se ceroboh ini Tora. Ada apa denganmu bisa bisanya kau malah menjadi seperti ini, kau membuatku kesal. Ada apa sebenarnya denganmu"


Liam membuka ponsel Tora dan mencoba mengubungi istri Tora dan tersambung.


"Ada apa lagi Tora kau ingin bertengkar lagi denganku apalagi yang ingin kau pertengkaran denganku. Kenapa selalu saja kau mengajakku bertengkar ada apa malam-malam gini kamu nelpon aku "


"Oh jadi ini biang keroknya sampai-sampai Tora kecelakaan gara-gara mikirin kamu, sekarang datang ke rumah sakit. Saya akan mengirim alamatnya. Tora kecelakaan kamu ini istri macam apa bertengkar dengan suami tapi tidak menahannya untuk tidak pergi dari rumah"


"Apa Tora kecelakaan di mana kenapa bisa"


"Ini gara-gara kamu, kalian bertengkar dan membuat Tora yak fokus dalam menyetir. Sekarang kamu ke sini dan lihat kondisi suami kamu gara-gara kamu ini, dia kecelakaan, kalau sampai terjadi sesuatu dengan Tora kamu yang aku salahkan "


Liam memutuskan sambungannya dan menunggu istri Tora Airin kemari, sedangkan Airin dirumah dia sibuk memakai pakaiannya dan membangunkan ibunya.


"Tora bu, Tora "


"Ada apa dengan Tora "


"Dia kecelakaan bu, kita harus kesan bu, kita harus mengecek keadaannya ayo bu "


"Apa kenapa bisa terjadi, kenapa Tora bisa kecelakaan "


"Aku tidak tahu ayo bu sekarang kita pergi Ibu jangan lama"


Ibu Airin dengan cepat segera menganti pakaiannya dan mengandeng tangannya berjalan kejalan besar untuk bisa menemukan taxi, tapi mana mungkin didekat hutan seperti ini asa taxi.


"Bagaimana ini bu tak ada kendaraan satu pun. bagaimana ini bu "


Ibu Airin celingak celinguk dan dia melihat ada kolbak yang berjalan ke arah mereka dengan cepat yang memberhentikannya sambil melambai-lambaikan tangannya.


"Ada apa Bu malam-malam ada di luar seperti ini"


"Apakah bapak bisa menolong kami, suami anak saya kecelakaan dan kami sulit menemukan kendaraan ,apa bisa tolong antarkan kami sampai ada mobil atau taksi yang bisa mengantar kami ke rumah sakit"


"Baik ayo bu naik saja nanti saya antarkan ke rumah sakit ya "


"Apa tidak merepotkan pak, apa tidak apa apa "

__ADS_1


"Tidak bu ayo "


Ibunya Airin segera menuntun Airin untuk naik ke dalam mobil , untung saja orang yang ada di dalamnya berhati baik ingin mengantar mereka berdua, mereka di dempet 3 di dalam.


Selama perjalanan hening tak ada pembicaraan sama sekali, setelah tadi Airin memberikan alamat di mana Tora dirawat. Tak lama kemudian mereka sampai.


"Terima kasih ya Pak, ini uang untuk bapak beli rokok atau beli bensin "ucap Ibu Airin


"Tidak perlu bu saya menolong kalian dengan dengan tulus, jadi tak usah memberikan saya uang. Ayo cepat ibu dan anaknya segera temui suami anaknya, siapa tahu sedang sangat membutuhkan sekali "


"Baik Pak terima kasih sekali anda sungguh baik sekali. Semoga Tuhan membalas dengan yang lebih dari ini Amin"


"Amin Amin bu "


Ibu Airin segera menuntun anaknya untuk segera masuk ke dalam rumah sakit, mereka berkeliling mencari ruangan Tora namun tidak ketemu, setelah tiga kali berkeliling mereka akhirnya menemukan.


Ternyata ruangan Tora paling ujung sekali Airin dan ibunya langsung mendekati Liam "Bagaimana Tuan keadaan Tora. Apakah dia baik-baik saja"


"Dia masih diperiksa dan aku belum bisa masuk ke sana. Jadi aku tidak tahu keadaannya, kau ini istri macam apa sih membuat suamimu pergi dalam keadaan pikiran yang mumet , bukannya kau memberhentikannya untuk tidak pergi dari rumah malah kau membiarkannya saja. Sebenarnya kamu mencintai Tora atau tidak, jika tidak kau tinggalkan saja dia jangan kau mengikatnya dengan parasmu saja "


"Ada apa ini tuan kenapa anda memarahi anak saya"


"Ini gara-gara anak ibu, kalau saja mereka tidak bertengkar Mungkin Tora tidak akan kecelakaan seperti ini, dia tidak akan memikirkan tentang istrinya yang mengajak terus-menerus dia bertengkar, ibu coba tanya pada anak ibu dan sepertinya ibu harus lebih memperhatikan dia dan juga memberi nasehat pada dia, jangan sampai saya melakukan sesuatu jika nanti terjadi apa-apa pada Tora"


"Maafkan kami Tuan maafkan, saya akan memberitahu anak saya dan akan menasehatinya nanti "


"Bukan nanti saya minta sekarang kau menasehati anak mu itu, agar nanti saat Tora bangun dia tidak mengajak bertengkar lagi"


Liam langsung menjauh, takut nanti malah jadi terpancing kembali emosinya dan malah makin marah marah pada dua odang itu jangan sampai.


"Apa sebenarnya yang terjadi kenapa Tuan itu memarahimu, ada apa kau bertengkar dengan Tora, harus dengan cara apa lagi ibi memberi tahumu, ibu sudah bilang padamu jangan selalu bertengkar dengannya. Untung saja dia baik pergi tak menyiksamu, tapi akhirnya seperti ini apakah kamu masih mau mengajak dia bertengkar. Apakah kau tidak kasihan dengan Tora "


Airin tak bisa menjawab dia hanya bisa menangis dan menundukkan kepalanya, sungguh dirinya tak menyangka kalau akhirnya suaminya ini bisa kecelakaan seperti ini, bagaimana dia mau mengejar Tora sedangkan Tora jalannya cepat sekali.


Dia sedang mengandung tidak mungkin berlari kan yang ada dirinya akan jatuh dan membahayakan anaknya.


"Jawab Airin jangan diam saja apa lagi yang kalian pertengkarkan kenapa selalu ada saja pertengkaran di antara kalian berdua. Apakah kalian berdua tidak capek bertengkar terus menerus hah"


"Ini salah Airin Bu, Airin yang salah karena ingin selalu Mengejar mimpi Airin dan ingin sukses sendiri. Airin meminta pada Tora ntuk melepaskan Airin dan nanti setelah anak ini lahir,Airin akan pergi "


Ibunya langsung mengguncang-guncang tubuh anaknya " Apakah kamu sudah gila ingin meninggalkan suamimu dan anakmu di mana pikiranmu. Jika suami sudah mengatakan tidak untuk tidak bekerja maka kau harus menurut, jangan selalu membantah dan ingin bekerja bekerja dan bekerja ,Apakah kau yakin kau akan sukses di luar sana,kota itu keras pasti banyak saingan, kamu harusnya bersyukur sudah mempunyai suami dan tak harus capek-capek mencari uang kau sudah dibiayai oleh Tora. Coba kau pikirkan itu semua, ibu sudah tidak bisa memberitahumu lagi , apakah ibu harus selalu menasehatimu terus-menerus tanpa ada hasil sedikitpun"


Airin kembali tidak menjawab dia hanya bisa menangis, tak tahu harus melakukan apa, semua ini gara-gara dirinya kalau saja tadi tidak bertengkar mungkin tak akan seperti ini jadinya.


Dia tak menyangka Tora akan kecelakaan seperti ini, dia hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan keselamatan Tora dan sekarang dirinya baru sadar kalau bertengkar dengan Tora tak ada gunanya.


Malah membuat Tora yang sudah membiayai dirinya kecelakaan seperti ini, memang dia orang jahat tapi dia sama sekali tak pernah memukulnya, apa lagi setelah menikah.


Tak ada main tangan di antara rumah tangga mereka, tapi dirinya masih tidak bersyukur karena tidak mencintai Tora, karena dia seorang pembunuh, hanya karena itu saja dirinya tak menerima Tora .


Tapi mana ada orang yang mau menikah dengan seorang pembunuh yang ada takut kan. Makanya dirinya tidak mau dan tak bisa mencintai Tora.


Apa lagi Tora orangnya keras dan tak bisa diajak berbicara baik-baik, dia selalu membentaknya. Bagaimana bisa dirinya langsung mencintainya.

__ADS_1


Pertemuan pertama saja mereka sudah sangat kacau, apa lagi ini sampai menikah makin kacau saja kan hidup mereka berdua , ditambah dirinya yang hamil anak Tora dan akan melahirkan sebentar lagi.


Yang harus dirinya pikirkan sekarang adalah keselamatan suaminya dia akan mengesampingkan tentang keinginannya untuk bekerja, biarkan semua itu berlalu asalkan suaminya bisa sadar dan juga bisa sehat seperti semula lagi, itu yang ingin dirinya minta sekarang tak ada yang lain.


__ADS_2