Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Aku tak pantas untuk mu


__ADS_3

"Cie-cie pengantin baru nih gimana malam pertamanya " goda Asa saat Zeline sudah ada dibawah.


"Tau ah " jawab Zeline dengan jutek


"Lah kenapa ni pengantin baru. Baru aja kan lakuin malam pertama masa jutek-jutek kaya gitu senyum dong "


"Ayo kakak ikut aku deh " tarik Zeline kekamar Asa yang ada dibawah tanpa menjawab pernyataan dari sang kakak.


Segera Zeline mendudukan kakaknya itu lalu dia menatap kakaknya itu dengan lekat.


"Kakak kenapa ya kak Liam kok cemberut terus " rengek Zeline.


"Lah kok bisa gitu sih kan kemarin malem kalian udah seneng-seneng kan, kalian udah lakuin malam pertamakan yang seperti di fidio, yang kakak lihatkan waktu itu loh "


Zeline hanya mengeleng saja "kemari aku tidur kakak "


"Pantesan aja Liam marah lah, dia ga dikasih jatah "


"Harus ya kak emang " tanya Zeline dengan muka yang mengemaskan.


"Ya iya lah harus, kamu itu wajib memberikan hak suami kamu, kamu jangan malu kalau didepan suami kamu, karena kamu dan Liam sudah sah "


"Seperti yang di fidio itu kak " tanya Zeline lagi


"Iya Zeline sayang seperti itu, kamu harus bisa memuaskannya suami mu supaya nanti tak tergoda sama pelakor "


"Hemm gitu ya kak, kakak tau ga didada aku banyak sekali tanda merah, tiba-tiba banyak semut kali ya semalem "


"Coba kakak lihat " Asa membukanya perlahan dan langsung menepuk dahi adiknya itu.


"Apaan coba kak main tepuk-tepuk aja " kesal Zeline.


"Ini bukan sama semut Zeline oon ini namanya kissmark kamu itu nya antara polos dan oon gabeda jauh " marah kakaknya.

__ADS_1


Zeline baru ingat ini sama seperti tanda yang waktu itu Yuda tinggalkan saat akan memperkosanya, tiba-tiba Zeline menundukan kepalanya dan mengigat kembali hal itu.


Semua ingatan itu berputar kembali dikepalanya seperti kaset kusut. Ternyata tak mudah melupakan masa lalu yang menyakitkan itu.


Sekarang dia menjadi ragu lagi apakah dia pantas untuk kak Liam dia sudah disentuh oleh laki-laki lain yang bukan siapa-siapanya yang hanya sebatas sahabat saja namun itu dulu.


Seharusnya dulu dia tak usah menghindar saat Yuda akan menembaknya jika pada akhirnya Yuda akan melakukan hal yang lebih hina padanya.


Jika mati kan itu lebih baik. Tak akan ada rasa seperti ini rasa bimbang dan merasa hina dihadapan suaminya.


"Hey kenapa murung apa kamu terluka dengan kata-kata kakak, kakak minta maaf ya Line "


Zeline segera mendongakkan kepalanya "eh engga kak, aku hanya baru ingat tentang tanda ini, Yuda saat menculikku dia memberikan tanda seperti ini kak, dia akan merusakku kak dia akan memperkosaku aku menjadi seperti tak pantas untuk suamiku. Aku perempuan hina yang tak pantas untuk laki-laki mana pun kak " tiba-tiba saja Zeline menangis sambil menundukan kepalanya.


Asa merasakan bagaimana sakitnya adiknya ini apa yang harus dia lakukan apakah dia harus membalas semua perbuatan yang dilakukan Yuda pada adiknya.


Dia sungguh tak terima adiknya diperlakukan seperti itu apa lagi sekarang dia mengigat kembali dan merasa tak pantas untuk suaminya itu.


"Sut kamu jangan nangis sayang, lihat kakak. Kamu pantas untuk suami mu, jangan merendah seperti itu, itu adalah sebuah musibah dan memang sudah ditakdirkan oleh tuhan dan sekarang tuhan sudah mengirim seorang suami untuk mu dan untuk menjaga kamu juga Line, kamu harus percaya diri dan layani lah suami mu dengan sepenuh hati jangan terpaku dengan masa lalu ya " ucap Asa sambil mengusap air mata adiknya itu.


Zeline hanya mengangguk saja tak ingin kakaknya ini semakin khawatir segera Zeline memeluk kakaknya sungguh dia menjadi khawatir apa kak Liamnya memang benar-benar menerimanya dan tak akan menghianatinya suatu saat nanti.


Lihat saja tadi kak Liam marah padanya dan sangat susah dibujuk dia semakin tak percaya diri saja.


"Sekarang kamu jangan menangis lagi, temui suami mu itu ya, kamu harus percaya diri dan jangan merasa dirimu itu tak pantas untuk suami mu "


Segera Zeline pergi kekamarnya setelah mengusap air matanya dan tersenyum pada kakanya


Saat sudah ada didepam kamarnya diaturnya terlebih dahulu nafasnya, lalu setelah siap dibukanya pintu kamarnya itu, ternyata suami sedang duduk dimeja belajarnya sambil mengetik sesuatu di laptonya.


Liam memang merasa dia sangat keterlaluan sekali tadi pada istrinya itu selama makan dia cemberut terus dan tak menghiraukan istrinya itu.


Seharusnya dia kan tadi menjelaskan kepada istrinya itu kenapa dia merajuk.

__ADS_1


Dan dia seharusnya tak berharap seperti tadi kalau istrinya akan merayunya atau apalah.


Dia harusnya tau bahwa istrinya itu orangnya masih labil dan manja jadi harus dia tak melakukan itu dan mengalah saja.


Segera dia hampiri istrinya yang sedang melamun duduk ditempat tidurnya. Ada apa dengan istrinya ini kenapa seperti banyak fikiran sekali.


"Sayang kamu kenapa" tanya Liam sambil mengusap lengan Zeline. Dia sangat khawatir kalau istrinya itu mulai seperti ini.


Namun tak ada respon sedikit pun , Zeline masih melamun tak menyadari suaminya sudah ada disampingnya dan menghawatirkanya.


Greb tiba-tiba Zeline sadar dari lamunannya dia sangat kaget dan segera mengalihkan mataknya itu kepada suminya "kok kakak tiba-tiba ada disini bukannya tadi lagi duduk disana ya " tunjuk Zeline kemeja belajarnya.


"Kamu kenapa sayang, kenapa melamum maaf kan aku yang tadi cemberut terus sama kamu maaf aku ga bermaksud begitu kok sayang " rengek Liam dengan makin mempererat pelukannya itu.


"Tidak apa kak, memang akunya saja yang tak peka dengan keadaan "ucap Zeline dengan datar dan tatapan kosongnya.


"Tidak, tidak aku yang tidak peka sayang kamu kenapa, ayo cerita sama aku " Liam sangat khawatir dengan keadaan istrinya ini kenapa dia.


Zeline tiba-tiba menangis "aku tak pantas untuk kakak, aku udah di apa-apain sama laki-laki lain. Aku udah kotor kak hikhik " ucap Zeline dengan tangisnya yang tiba-tiba langsung kencang.


"Kenapa kamu membicarakan kembali hal itu sayang. Aku sudah bilang padamu kan waktu itu apa dan sudah aku hapus jejak lelaki sialan itu, yang kamu harus ingat adalah bahwa aku yang melakukannya bukan dia lagi sayang " tegas Liam.


"Tapi aku takut kak. Takut nanti kakak berubah fikiran lalu mencari perempuan yang memang pantas untuk kakak bukan seperti diri ku ini yang hina "


"Apa yang kau katakan sayang. Kenapa kau berfikir bahwa aku ini laki-laki yang haus akan perempuan, aku mencintai mu, menyayangimu dan akan selalu seperti itu sampai kapan pun, meski nanti diluaran sana banyak yang merayuku hati ku akan tetap untuk mu, untuk istriku dan akan seperti itu selamanya tak akan ada yang berubah sampai kapan pun " ucap Liam dengan marah.


Zeline hanya diam dan masih saja menangis dia masih berperang dengan hati dan batinya ini.


Tiba-tiba Liam keluar dari kamar dan entah pergi kemana Zeline tak tau.


Zeline merosot kebawah bersimpuh dilantai dengan tangis pilunya, apa yang harus dia lakukan kenapa dia harus mengalami kejadian yang membuat dirinya ini hina.


Apa aku harus bunuh diri saja agar semua masalah ini hilang dan dia akan tenang nantinya.

__ADS_1


Lihat kak Liam saja sudah pergi meninggalkannya jadi apa lagi yang harus dia pertahankan.


__ADS_2