Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kesalah fahaman


__ADS_3

Riyan sekarang sedang ada di depan rumah pacarnya, calon istrinya namun ruamh kosong dan telfonya tak diangkat sama sekali.


"Kamu kemana aja sih Jo, dirumah gak ada di telfon gak diangkat kamu bikin aku khawatir terus "


Riyan sekali lagi mencoba menelfon Jo dan akhirnya diangkat Juga.


"Sayang kamu dimana, kenapa ditelfon gak diangkat, dirumah juga kamu gak ada"


"Maaf baby aku lagi jaga kak Andre dirumah sakit, kamu taukan kak Andre sabahatnya kak Liam, yang waktu itu sana kamu loh, dia ketusuk dan gak ada yang tunggu, jadi pak dosen minta aku buat temenin dulu kak Andre sementara."


"Kamu kok gak bilang sama aku, kenapa ?"


"Maaf baby aku tuh lagi panik banget, banyak kejadian yang aku laluin sama Zeline, please kamu ngertiin aku, aku gak macem macem disini, aku cuman nemenin aja kak Andre "


"Emang gak ada keluarnganya sampai kamu harus nunggu dia, kamu siapanya dia sampai harus nunggu gitu, beberapa minggu ini kamu udah jarang hubungun aku, bahkan aku hubungin kamu susah banget "


"Ya gak ada makannya aku tunggu, aku cuman temen sama dia, aku gak ada niat apa apa sama kak Andre, toh dia juga udah punya tambatan hati, tenang aja antara aku dan kak Andre gak ada perasaan apa apa , kita cuman berteman seperti aku berteman sama pak dosen "


"Tapi ini beda, Liam udah nikah sedangkan laki laki itu lajangkan "


"Ya aku tau, tapi tenang aja, aku gak akan nyimpan perasaan sama kak Andre, kaya kamu dulu sama Lisa yang emang pernah saling suka dan gak ngungkapin, jadi please jangan sama samain aku sama hubungan kamu yang dulu dengan aku " Jo setelah memgatakam itu langsung saja mematikan ponselnya.


"Hallo Jo, Jo " teriak Riyan dengan kesal Riyan akan pergi menyusul Jo yang ada dirumah sakit, dirinya akan melacak sinyal Jo.


**


Jo yang sedang enak enaknya makan tiba tiba tak selera dan membuat nafsu makannya hancur dengan segera dirinya pergi keruangan kak Andre.


Jo membuka pintunya dengan sedikit keras dan membuat Andre kaget.


"Kenapa sih lo Jo "


"Gue lagi kesel "


"Kesel sama siapa, kan katanya tadi mau makan "


"Sama Riyan, dia tuh nyebelin banget, kalian berdua kan udah kenal, tapi dia malah mempermasalahkan aku yang tunggu kamu dirumah sakit ini, padahal kan aku gak macem macem sama kakak, kitakan disini cuman ngobrol dan gak ngelakuin apa apa "


"Gini ya Jo biar gue jelasin, lo kalau Riyan jaga temen perempuannya gimana "


"Ya emm sedikit marah sih "


"Ya itu yang dirasain Riyan sekarang "


"Ya tapikan kakak sama Riyan udah kenal, lalu apa masalahnya, aku pun gak berbuat aneh anehkan sampai ngehiantin dia, aku disini mau jaga kakak aja"


"Iya gue tau, tapi Riyan takut untung kehilangan Lo untuk yang sedua kalinya, jadi lo kalau kemana mana mau lakuin apa bilang sama dia, agar gak ada selisih nantinya dan salah faham yang buat hubungan kaliam hancur"


"Iya sih kak"


Tiba tiba pintu ruanga Andre kebuka dan menapilkan Riyan yang muncul dengan wajah juteknya.


"Ayo pulang " ajak Riyan tanpa melihat dahulu pada Andre atau pun menyapanya. Riyan langsung saja menarik tangan Jo cukup kasar namun Andre segera memegang tangan sebelah Jo.


"Lepasin tangan pacar gue "


"Gak akan gue lepasin kalau lo masih kasar sama Jo, lo bisakan baik baik ajak Jo pulang, bukan dengan cara gusur gusur kaya gitu, emang dia barang "


"Udahlah lo gak usah ikut campur ini urusan gue sama pacar gue, jadi lo diem aja kalau gak tau apa apa "


"Gue harus ikut campur kalau ada laki laki yang kasar sama perempuan " Andre segera bangkit dan menatap Riyan dengan sengit.


"Kak gak apa apa, aku pulang kakak disini baik baik istirahat ya, aku pasti akan baik baik aja "


Andre menatap kearah Jo dan Jo dengan wajah memelasnya meminta agar membiarkannya pergi.


"Oke Jo, kalau ada apa apa lo bilang sama gue, biar nanti gue hajar laki laki ini "


Riyan langsung saja menarik Jo pulang dan Andre kembali duduk ditempat tidurnya, sambil memegang ponselnya takut ada telfon masuk dari Jo yang mengabarkannya sedang tidak baik baik saja.


Jo masuk kedalam mobil dengan Riyan yang hanya cemberut tak mau berbicara dengan Jo, Jo pun sama hanya diam saja tanpa mau banyak bicara yang nantinya malah timbul pertengkaran hebat.

__ADS_1


Saat sudah sampai dirumah Jo, Riyan langsung saja menutup pintu mobilnya dengan keras di susul oleh Jo yang juga ikut masuk kedalam rumah.


"Jadi kamu mau gimana " tanya Andre tanpa menatap Jo.


"Gimana apa sih Yan, kamu taukan aku sekarang kerja dengan pak dosen, aku sekarang karyawannya, masa iya pak dosen minta bantuan sama aku ditolak, ayolah aku cuman nunggu dia sebentar aja, aku sama kak Andre temen Yan temen, kamu juga udah kenal dia dan akrabkan sama dia lalu apa alasannya kamu marah "


"Aku gak suka kalian cuman berdua, kamu juga gak ngabarin aku Jo, kamu diem aja gak bilang "


"Aku kan udah jelasin ini tuh sulit banget buat hubungin kamu, ada sesuatu yang terjadi dirumah Zeline anaknya di incer sama penjahat, dan orang itu dateng kerumah Zeline, kamu taukan aku nginep dirumah dia, aku sama Zeline sibuk buat nyelsmatin nyawa anaknya, kamu ngertikan udah ya aku udah jelasin jadi stop marahin aku " Jo segera pergi meninggalkan Riyan sendirian tanpa mau mendengarkan jawabawan Riyan.


**


Liam yang baru sampai dirumah sakit segera masuk kedalam ruang inap Andre dan duduk dikursi yang sudah disediakan.


"Kenapa lo pake baju item item Liam "


"Yakan gue mau lakuin misi, jadi ya harus gini lo nanti jangan kaget ya "


"Maksudnya kaget karena apa Liam "


"Ada deh akan ada sesuatu yang tak akan kau duga duga akan terjadi Andre, jadi persiapkan dirimu "


"Gila lo "


"Bodo, mana Jo, kok gak ada tuh anak "


"Gak ada dia balik disusulin sama pacarnya "


"Oke deh kalau gitu, lo gak apa apakan sendirian "


"Gak lah gue kan laki laki hebat jadi gak usah khawatir, "


"Ah gak percaya gue, lo laki laki hebat naklukin hati nya Syifa aja gak bisa "


"Itu persoalan beda lagi Liam, dia tuh udah batu banget, lo taukan dia udah kesini dan dia bener bener bakal nikah sama tu anak tengil "


"Kok gak kerumah tu anak "


"Lah kan loe yang duluan buka pembicaraan tentang Syifa "


"Hemm, gimana udah rencana lo Liam "


"Udah tenang aja lo tinggal liat aja hasilnya nanti, semua akan beres dan aman, jadi lo jangan khawatir "


Andre hanya bisa menatapnya dengan was pada sudah terlihat dari tatapannya kalau akan terjadi sesuatu.


Andre yang baru ingat tentang Jo dan takut Jo akan dimarahi kembali oleh pacarnya segera menelfon Jo dan untungnya langsung diangkat.


"Jo lo gak apa apakan, lo gak diapa apain sama pacar lo itu kan "


"Hallo kak, engga kok, gue gak apa apa, gue datang kerumah dengan sehat tanpa ada lecet sedikit pun atau pun memar "


"Syukur deh, gue takutnya lo dia apa apain sama pacar lo itu"


"Engga kok, gue baik baik aja kak, kakak gimana sekarang sama siapa "


"Sama Liam, lo tenang aja kalau emang pacar lo gak ngizinin lo nemenin gue lagi, lo jangan maksain kesini gue gak apa apa sendiri juga gak masalah ya "


"Oke deh gue tenang, engga kak nanti aku akan bicara baik baik pada Riyan, sudah kakak istirahatlah "


"Baiklah aku matikan "


Liam yang melihat kedekatan Jo dengan Andre segera melontarkan kata "Lo suka sama Jo Dre "


"Engga, gue sama sekali gak ada perasaan sama Jo, gue cuman anggap dia sebagai adik gue aja, tenang aja hati gue tetep cuman buat Syifa, gak untuk yang lain "


"Ya gue kira lo suka, karena ya kalian deket banget, gue gak mau sampai ada cinta segitiga kaya gue, Zeline dan juga Yuda yang pada akhirnya malah nyawa taruhannya dan dendam jalan terbaik yang dilakukan "


"Engga kok, gue gak akan ngulang kisah kalian yang penuh drama dan juga kebencian, gue gak akan cinta sama Jo, karena gue tau Jo udah punya pasangan dan akan menikah jadi gue gak akan jadi perusak hubungan orang lain, karena ya kedepannya gak akan baik"


"Terus kalau hubungan Syifa sama Nabil, lo gimana "

__ADS_1


"Ya mungkin untuk yang satu itu gue akan berjuang untuk mendapatkan kembali cinta gue yang hilang, bukannya egois tapi gue juga pengen bahagai sama orang yang gue sayangi, tapi gue gak akan ambil jalan buntu atau jalan yang salah buat dapetin Syifa "


Liam hanya mangut mangut menyenderkan tubuhnya dan senjenak memejamkan kedua matanya, sebelum nanti dirinya akam melakukan misi rahasia yang akan menyenangkan dan menegangkan.


Untuk laki laki yang tadi fotonya dikirim oleh Andre, sudah dirinya temukan dimana rumahnya dan sekarang dia sedang dimana pun Liam tau. Jadi tak perlu mencari cari lagi, tinggal beraksi saja.


***


Riyan yang merasa bersalah pada Jo akhirnya sekarang sedang membeli bunga, coklat untuk Jo, untuk meminta maaf pada Jo.


"Kenapa aku bisa sekeras itu pada Jo, padahal sudah sangat sulit untuk mendapatkan hatinya kembali, aku harus meminta maaf pada Jo, aku salah benar benar salah "


Setelah membeli semuanya Riyan kembali lagi kerumah Jo, masuk dengan perlahan lahan dan mengetuk pintu kamar Jo.


"Sayang apa kamu ada didalam " teriak Riyan sambil mengetuk pintu.


"Mau apalagi sih Yan, udah cukup aku gak mau debat lagi dan bikin masalah sama kamu aku cape, cape tau kak Yan, aku tuh cuman tunggu aja kak Andre gak ada maksud apa apa "


"Yaudah sayang buka dulu. Aku mau minta maaf ayolah sayang, buka pintunya aku gak akan macam macam atau berbuat sesuatu pada mu, aku hanya ingin minta maaf saja "


Jo dengan wajah cemberut membuka pintu dan melihat calon suaminya memegang bunga dan coklat yang banyak. "ngapain bawa bunga sama coklat ini bukan hari valentine "


"Ya gak apa apa sayang, aku kan mau minta maaf sama kamu terima ya, jangan marah maaf aku salah, seharusnya aku gak gitu, aku cemburu Jo, cemburu aku tuh gak mau sampai kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya jadi kamu tolong ngertiin ya "


"Ya tapi kamu jangan kasar dong di depan kak Andre kan malu Yan, aku juga disana cuman jaga aja Yan gak lebih, gak ada


Maksud apa pun, aku tuh udah punya kamu, lalu kenapa aku harus berpaling sama orang lain, jika aku sudah memutuskan untuk hidup dengan kamu berarti aku gak akan khianati kamu Yan, gak akan"


"Makasih sayang, maaf aku terlalu terbawa emosi, maafin aku yah sayang"


"Yaudah aku maafin tapi kamu harus kesana, minta maaf ke kak Andre juga, kamu kan udah kenal juga sama kak Andre jadi kenapajuga kamu kasih sikap yang kaya gitu, dia udah gak punya siapa siapa Yan, jadi kami semua sebagai teman kak Andre sangat peduli dengan dia "


"Iya Jo, kita nanti kesana ya, aku akan minta maaf atas sikap aku tadi sama dia, sungguh aku malu padahal aku sudah pernah ngobrol dengan dia, tapi karena cemburu saja aku sampai melupakan kalau aku sudah mengenalnya "


"Iya nanti aku anter, dia juga gak akan mungkin suka sama aku Yan, karena aku tau dia sangat mencintai Syifa "


"Baiklah sayang "


Riyan langsung saja memeluk Jo dan mencurahkan semua kasih sayangnya.


**


"Kamu tuh ngapain masuk ke klub kaya gitu terus minum minum dan joget joget sama laki laki gitu "


"Aku gak tau. Aku cuman dia ajak sama Kim buat seneng seneng aja Nabil "


"Aku kan udah bilang jangan deket deket sama Kim, dia itu gak baik dia suka main ke club anak nakal dan gak baik buat dijadiin temen "


"Maaf Nabil maaf, ini kenapa kok panas banget sih mobil, acnya gak dinyalain ya, "


"Apaan sih Syifa, nyala kok, ini tuh dingin banget "


"Engga aku kepanasan buka ya jendelanya "


"Engga dingin sayang jangan"


"Tapi aku kepanasan Nabil, kepanasan bagaimana ini "


Wajah Syifa sudah merah dan sekarang Syifa tiba tiba membuka satu persatu pakainnya dan hanya mengunakan ********** saja.


"Apa yang kau lakukan Syifa pakai, pakaianmu kembali aku tak suka cepat " marah Nabil


"Tapi aku kepanasan "


Nabil segera memberhentikan mobilnya dan mengambil pakaian Syifa untuk dipakaikan kembali namun tangannya malah ditarik dan Syifa langsung melahap bibirnya dengan rakus.


Tangan Syifa menuntun tangan Nabil untuk memegang payudarahnya namun segera ditepis oleh Nabil dan terlepas juga ciuman itu.


"Tolong aku Nabil tolong, aku aku kepanasan, sentuh aku itu mengurangi rasa panas didalam tubuhku, ayo Nabil "


Syifa kembali mengambil tangan Nabil dan Nabil mendekatkan dirinya pada Syifa namun..

__ADS_1


__ADS_2