Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Tak sopan sopannya


__ADS_3

Sedangkan Andre dia disibukan dengan ayah Milla yang memintanya untuk menjemput sang anak, yang tak mau pulang kalau bukan dirinya yang menjemput, emang dirinya ini ojek online sampai harus menjemput Milla.


"Saya mau kerja pak Tedi tolong jangan seperti ini, memohon pada saya, saya sampai kapan pun tak akan mau, Milla kan tinggal pulang aja, kenapa harus sama saya, saya gak mau pak, tolong hormati apa keputan saya, bapak udah dari tadi loh nunduk kaya gitu sama saya, saya gak suka pak ayo bangun "


"Engga pak saya tidak akan bangun sebelum bapak mau melakukan apa yang saya minta "


"Begini pak, kau tahu kan saya sudah mempunyai istri dan juga anak kita putarkan saja jika Bapak ada di posisi saya bapak akan melakukannya atau tidak atau akan menghormati istri bapak sendiri, saya sampai kapan pun tak akan melakukannya, Milla sudah mempunyai suami, jadi ajak saja suaminya, saya permisi pak "


Andre langsung keluar dan sudah ada Liam disana "lama banget sih Dre "


"Maaf didalam ada bapaknya s Milla minta gue buat jemput anaknya, emang gue apaaan ojek online "


Tiba tiba saja kaki Andre dipegang oleh pak Tedi "tolong pak sekali ini saja, tolong saya "


Liam yang muak melihat penampakan seperti ini, segera membangunkan pak Tedi dan mendudukan pak Tedi di kursi "apakah kau sudah gila meminta suami orang untuk menjemput anak mu, dia punya suami, jadi lebih baik kau minta saja suaminya untuk menjemput anak mu, jangan meminta pada suami orang tidak baik "


"Dan ya satu lagi, lebih baik kau sekolahkan lagi anak mu, agar dia tau kalau suami orang jangan diganggu ganggu, ayo Dre cepetan hargain istri lo "


Andre mengangguk dan segera mengikuti Liam dari belakang "Gila ya Liam, kenapa sih tu si Milla gak ada kapok kapoknya, gue rasa pas sekolah dia gak kayak gini deh "


"Ya bedalah dulu mungkin dia masih malu-malu dan masih gengsi buat ngajar laki laki, dia sekarang udah tua jadi dia udah mulai berani, dia juga kan gak pernah mau sama suaminya sendiri jadi deh ngejar-ngejar suami orang, gua ingetin sama lo, jangan sampai tergoda sama perempuan itu gue gak mau ya nanti lo malah sakitin Syifa kasian lo dia "


"Iya mungkin ya, dia makin tua bukannya makin malu malu ini malah makin agresif dan malah buat ayahnya sendiri mohon mohon kayak gitu, apa gak malu emang nyuruh orang tua "


"Namanya juga orang gak punya malu ya gitu deh, ayo deh gue lapar nih, katanya mau dijemput udah gue jemput nih, gue bela belain dari kantor kesini "


"Yaelah ayo ayo gue juga udah lapar kali ah, gara gara tadi ada drama ya jadi kaya gitu deh "


"Banyak drama ah hidup lo "

__ADS_1


"Emang lo gak Liam, yang ada hidup lo yang lebih banyak drama"


"Gimana lo aja ayo cepet "


Liam menadahulu Andre dan masuk kedalam mobil, sudah tak sabar dirinya ingin segera makan dan membuat perutnya kenyang.


**


"Ibu ngapain sih ngajak aku kelantai dua, gak sopan lo bu ini rumah orang "


"Iya ibu tau ini rumah orang tapi sebentar lagi ini akan menjadi rumah kamu, ayo kita lihat kamar utama "


"Apaan sih bu, gak ah ayo turun udah jangan macem macem deh, jangan buat Tora malu ayo cepetan bu turun jangan gini ah aku gak mau ya nanti malah dimarahin "


Namun ucapan Airin sama sekali tak di gubris sang ibu terus saja masuk dan membuka kamar Zeline, Airin yang binggung akhirnya mengikutinya saja.


"Wahh banyak sekali tas nya, tuh liat kalau kamu jadi orang kaya kamu akan seperti ini, akan mempunyai segalanya bahkan barang barang mahal juga "


"Tunggu ah "


Ibu Airin membuka lemari lemari kecil yang ada dinakas dan dia melihat ada kotak perhiasna dengan cepat ibu Airin membukannya dan memelotkan matanya.


"Ya ampun banyak banget, ini lihat cantik banget, sini ibu pakaiankan kalungnya "


"Jangan bu jangan udah ih malu malu ini "


Namun ibu Airin sama sekali tak mendengarkan anaknya, dia membalikan tubuh sang anak dan memakaikan kalung itu, dan membalikan kembali tubuh sang anak agar melihat kearah dirinya.


"Wahh bagus sekali sayang, apa kata ibu kamu akan cocok menjadi seorang nyonya "

__ADS_1


Tiba tiba prok prok prok "wah wah hebat sekali ya, kalian mulai tak sopan memasuki kamar utama dan memakai barang barang menantuku, hebat hebat sekali "


"Nyonya besar " kaget Airin


Ibu Liam tak menjawab namun terus saja berjalana kearah mereka berdua dan menarik kalung yang dipakai oleh Airin "kau lancang sekali memakai kalung menantuku, apakah kau tau kalung ini mahal dan tak cocok di pakai oleh orang orang seperti kalian, kalian lancang sekali ya "


"Maafkan saya nyonya besar maafkan saya "


Namun ibu Liam langsung mengusur tangan Airin serta ibunya dan menariknya kebawah lalu mendorongnya saat sudah ada dibawah, ibu Airin tersungkur sedangkan Airin ditangkap oleh Zeline.


"Bu ada apa "


"Kamu dan suami kamu menampung pencuri, kalian ini kenapa selalu percaya dengan orang asing, ibu sudah bilang jangan pernah memasukkan orang asing ke rumah, ini akibatnya dia memakai barang-barang mu, mereka sudah tak sopan masuk ke dalam kamar mu memakai perhiasan mu apakah pantas orang asing melakukan itu "


Airin langsung menatap Zeline dan mengelengkan kepalanya "tidak nyonya tidak "


"Jangan kau bicara tidak tidak terus, kau sudah memakai kaluang menantuku, kalian berdua seorang pencuri "


Ibu Airin segera bangkit dan berhadapan dengan ibunya Liam "nyonya besar kami hanya ingin tau saja, saya tak bermaksud untuk mencuri, maklum kami belum pernah melihat kaluang sebagus itu dan kebetulan kalungnya ada dimeja nakas, makannya kami ingin menyimpannya dan nanti diberikan pada nyonya "


"Karangan mu cukup bagus, menantuku tak secoroboh itu menyimpan perhiasannya diluar kotaknya, dasar kalian percuri, ayo kalian harus masuk kedalam penjara "


"Tidak nyonya Zeline saya bersumpah " ucap ibunya Airin


"Bi Sari mana rekamannya "


"Ini nyonya " sambil memberikan ponsel nyonya besar dan terlihatlah kelakuan ibu dan anak ini.


Tanpa mereka ketahui dari tadi Ibunya Liam nyonya besar di rumah ini merekam apa yang mereka lakukan, mereka saja yang tidak tahu kalau ada orang di belakang pintu yang merekam kegiatan mereka berdua, tapi sebenarnya ini yang salah hanyalah ibu Airin saja namun Airin malah terbawa bawa.

__ADS_1


Muka ibu Airin langsung pucat dan binggung harus melakukan apa.


__ADS_2