Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Mengantar ibu


__ADS_3

Zeline sekarang dan suaminya sudah ada dimakan Abi, Zeline mengusap batu nisain itu setelah tadi selesai mengirimkan doa, "Bi aku sangat merindukan mu, semoga kau disana tenang, dan kita bisa bertemu lagi nanti, kamu laki laki pertama yang membuat aku bahagai dan bisa membuatku lebih dewasa lagi, namun tuhan lebih menyayangimu, tunggu aku disana "


"Tapi kamu tenang aku mendapatkan suaminya yang sama sepetimu, yang menyayangiku, yang mencintaiku, dan ya aku sudah mempunyai anak dia bernama Lucas, bagus tidak namannya pasti kau suka "


"Maafkan aku baru bisa menengok mu hari ini, tapi aku selalu mengirimkan mu doa, kau laki laki hebat yang membela negara dan merelakan nyawamu sendiri. Aku bangka pernah ada dalam hidup mu dan menjadi perempuan yang sangat kau cintai"


Ucap Zeline dalam hati, dia segera menyimpan bunga itu dan menatap suaminya "ayo mas "


"Kamu duluan dulu kemobil ya, mas ingin berbicara dahulu dengan Abi, boleh "


"Baiklah mas "


Zeline bangkit dan berjalan kearah mobil, duduk menunggu suaminya, apa yang ingin suaminya katakan sebenarnya, tapi sudahlah biarkan.


*Hai kita belum sempat bertemu Abi, tapi aku bersyukur kau memberikan Zeline padaku, tapi jika dulu kau masih hidup aku pun sama akan merebut Zeline, tapi kau dengan sukarela sudah memberikannya padaku, mungkin hari ini aku menang tapi di kehidupan selanjutnya aku tidak tahu apakah aku akan menang darimu apakah akan kalah karena aku tahu cinta Zeline sangat besar padamu"


"Namun aku sangat bersyukur Tuhan memberikanku kesempatan untuk membahagiakan perempuan yang aku cintai dan hanya dia yang aku cintai. Sebenarnya aku cemburu saat istriku ingin kemari melihatmu tapi aku berpikir kembali kalau kau sudah tiada ada jadi aku mengantarnya ke mari. Aku tidak mau dia marah"


"Satu hal lagi aku berterima kasih padamu atas semua pengorbananmu pada negara yang pada akhirnya pacar kesayanganmu jatuh ke tanganku, aku pulang dulu bersama istriku kau disana yang tenang ya dan untuk mu semoga di kehidupan nanti kau tidak mengenal Zeline dan tidak Mencintainya"


Liam memakai kacamatanya melengos pergi masuk kedalam mobil dan tersenyum pada sang istri.


"Apa yang kau bicarakan disana mas "


"Tidak terlalu penting sayang, yang tahu hanya aku dan Abi saja kau tak usah tahu apakah ada tempat yang ingin kau singgahi lagi atau ingin pulang saja ke rumah"


"Kita pulang saja kerumah mas, aku kasian dengan Lucas yang ditinggal"

__ADS_1


"Baiklah sayang " Liam mengecup dahulu kening Zeline dan melajukan mobilnya kearah rumah ibu mertuanya.


**


Airin yang bagun celingak celinguk sudah tak ada siapa siapa, dirinya melihat badannya yang penuh dengan bercak merah, Melihat itu saja Airin merasa kotor dan hina sekali.


Dengan menguatkan hati dan fikirannya Airin bangkit namun malah terjatuh dan membuat dirinya terduduk dilantai begitu saja.


"Ayo Airin kau harus bangkit ayo jangan seperti ini, kau kenapa jadi lemah"


Airin yang tak sanggup untuk berjalan dia mengusur dirinya kearah kamar mandi, tak memperdulikan kulitnya yang tergores. Biarkan saja dirinya sudah kotor dan tak batut untuk hidup.


Setelah sampai didalam kamar mandi Airin masik kedalam beathub, menyalakan air dan diam melamun, sambil menunggu air itu penuh.


Dengan hati yang kacau dan badan yang sakit Airin mendengelamkan dirinya kedalam sana, semoga saja dirinya mati dan melupakan semua kejadian ini.


Sedangkan Tora dia sibuk memasak makanan untuk dirinya dan juga Airin, rasannya pagi ini saat bangun begitu bersemangat, baru pertama mendapatkan perawan rasannya sangat berbeda dan masih sempit.


Namun Tora binggung Airin tak ada diatas tempat tidur "Airin, Airin kau dimana, Airin "


Namun sama sekali tak ada jawaban, Tora meletakan piring itu sembarangan dan mencari keberadaan Airin.


Dan yang terakhir Tora mengecek kamar mandi, dengan cepat Tora mengangkat Airin dari dalam Air.


Airin yang sebentar lagi kehabisan nafas terbatuk batuk dan Tora membantunya untuk mengeluarkan air yang masuj kedalam tubuh Airin.


Dengan khawatir Tora membawa Airin ketempat tidur dan menyelimutinya "apakah kau gila "

__ADS_1


"Yah aku gila karenamu, kau telah merenggut yang sudah aku jaga sejak lama , kau dengan seenaknya merengutnya, aku menjaganya untuk suamiku kelak, tapi kau sangat jahat. Hidupku sudah tidak berarti lagi aku sudah tidak akan mungkin hidup seperti semula lagi, lebih baik aku mati jangan menghalangi ku, bukannya kau pembunuh bunuh aku lebih baik, aku lebih baik dibunuh dari pada seperti ini. ayo bunuh aku bunuh "


Tora menghembuskan nafasnya dan mengusap rambut basah Airin, namun Airin menepisnya "jangan sentuh aku, aku tak sudi kau sentuh, aku tak sudi kau pergi dari sini pergi jangan disini jangan menggangguku, sana pergi "


Tora yang tak mau bertengkar segera keluar kamar dan menutupnya kembali.


Airin setelah Tora pergi dia menangis sejadi jadinya, memukul mukul kepalannya "kenapa nasib ku seperti ini, kenapa harus begini, apa salahku tuhan sampai kau membuatku mengalami semua ini, apa salahku apa kesalahan ku dulu sampai kau membuatku begini "


"Aku tak terima aku tidak terima tuhan, aku tak terima, aku ingin mati saja akhhhhhh laki laki brengsek laki laki bejat kau sial sial sial "


Airin berdiri dan mengacak ngacak kamarnya, tak menghiraukan tubuhnya yang kedinginan yang dirinya tau sekarang adalah kecewa, marah dan rasa putus Asa.


**


Tora yang sedang melamun diluar rumah dikagetkan dengan seorang ibu ibu parub baya yang menghampirinya "tuan apa boleh saya bertanya sesuatu "


"Tentu boleh bu, ada apa siapa tau saya bisa membantu ibu "


"Saya sedang mencari anak saya, anak saya satu satunya, coba kau lihat foto ini dia sudah tak pulang selama 1 minggu lamanya ibu sudah mencarinya kemana mana tapi tidak ketemu"


Tora segera mengambil foto itu dan alangkah kagetnya saat melihat siapa yang ada didalam foto itu ternyata itu Airin, Tora menatap ibu itu dan memberikan fotonya kembali.


"Maaf bu aku tak melihatnya, mungkin saja dia bekerja dan tak bilang pada ibu "


"Tidak tidak mungkin, Airin kemana mana selalu berbicara pada ibu. apakah tuan mau membantu ibu untuk mencari anak ibu "


Tora hanya diam saja tak menjawab, mau cari gimana sedangakn Airin ada didalam rumah ini "tuan "

__ADS_1


"Eh iya bu, saya akan membantu ibu, lebih baik ibu sekarang pulang yah, biar saya antar tak usah memanggilku tuan panggil aku Tora "


"Baiklah Tora terimakasih "


__ADS_2