
Riyan tadi telat menjemput Jo karena pergi untuk mengurus pernikahnnya dengan Jo.
Ya dia sudah tak sabar untuk menikahi Jo, pujaan hatinya yang sudah menemaninya sejak lama.
Sebentar lagikan Jo lulus jadi nanti setelah lulus dia akan secepatnya memberitahu tentang kejutannya ini. Anggap saja sebagai hadia kelulusannya.
Riyan sudah menetukan semua tanggalnya dan sudah berunding dengan orang tuanya serta orang tua Jo. Kami semua sudah sepakat.
Dia ingin semua ini menjadi hadiah kelulusan Jo yang tak akan bisa terlupakan. Seumur hidupnya sampai nanti bisa diceritakan kepada anak cucunya kelak. Pasti Jo nanti akan senang deh.
"Baby aku sangat ingin bertemu dengan Zeline, hidupku tanpa Zeline sepertinya sangat hampa sekali tak berwarna " tiba-tiba saja Jo mengajak pacarnya berbicara.
"Hey sayang sahabatmu itu sedang berbulan madu dengan suaminya. Nanti juga kalian akan bertemu lagi, jadi jangan besedih ya sayang "
"Iya aku tahu, baby tapi kan baru kali ini aku pisah dengan Zeline, nanti bagaimana ya apa Zeline akan seperti dulu lagi baby bisa diajak kemana-mana lagi "
"Ya mungkin sekarang tak akan bebas seperti dulu sayang, sekarang Zeline harus selalu mendengarkan persetujuan dulu dari suaminya "
"Hemmm seperti itu ya " lesu Jo sambil melihat keluar jendela.
Mengigat kembali kebersamaannya bersama Zeline saat mereka selalu pergi bersama-sama untuk ke mall nonton film sama-sama dan setiap minggu selalu menginap dirumahnya.
Rasanya itu semua belum lama terjadi, namun kenyataannya itu sudah lama tak bisa dipungkiri. Status bisa berubah segalanya.
Biasanya mereka berdua menghabiskan waktu bertiga dengan Yuda. Tertawa sama-sama dan selalu bersama tak terpisahkan kecuali kalau kami akan pulang harus berpisah.
Tapi karena Yuda laki-laki brengsek dia sudah tak pantas lagi disebut dengan laki-laki baik-baik lagi seperti dulu dan jangan lupa tak pantas di sebut sebagai sahabat kami lagi Yuda sudah mengacaukan semuanya.
Dulu Yuda yang selalu menjaga aku dan juga Zeline menjadi penjaga kami berdua tak pernah membantah apa kata-kata yang aku dan Zeline ucapkan.
Ternyata dia ada maksud lain mendekati aku dan Zeline, dia menyukai Zeline dan menunggu momen yang pas mendekati Zeline, namun takdir berhendak lain Zeline malah kepincut sama dosen ganteng dan dingin itu.
__ADS_1
Tapi aku bersyukur Zeline tidak dengan Yuda, kalau tidak sudah lah aku tak bisa memikirkan apa yang akan terjadi nanti.
Kalau saja rasa itu tak ada pasti tak akan ada kejadian naas yang dialami oleh Zeline. Pasti semuanya akan baik-baik saja dan bersenang-senang kembali bersama-sama.
Nanti saat Yuda masuk kembali kuliah rasanya ingin sekali aku untuk memukuli tubuh laki-laki brengsek itu yang tak tau diri. Geram rasanya, jika dihalalkan untuk memakan manusia aku akan menakan Yuda bulat-bulat.
Untung saja keluarga Zeline masih baik tak melaporkannya kepada polisi kalau sudah, sudah lah habis nama baiknya itu dan jangan lupa sekolahnya pun akan hancur dan tak akan ada harapan lagi.
***
Tanpa Yuda tau ayahnya sore ini sedang ada dirumah Zeline untuk bertemu Zeline namun ternyata Zeline tak ada hanya ada kedua orang tuanya dia ingin meminta maaf atas segela perlakuan yang Yuda lakukan.
Ayah dan ibu Zeline bahkan sekarang sedang mengobrol dengan ayahnya Yuda.
"Saya sebagai orang tunya Yuda mewakili anak saja untuk meminta maaf atas nama Yuda karena sudah hampir menghilangkan nyawa Zeline serta melakukan pelecehan pada Zeline, saya tau itu pasti tak bisa dimaafkan kelakuan anak saja sangat kurang ajar" ucap ayah Yuda sambil menatap ayah dan ibu Zeline dengan bergantian.
"Terimakasih atas bapak yang ingin datang kerumah kami dan meminta maaf pada anak kami, tapi maaf saya belum bisa memaafkan atas tindakan anak bapak yang sudah membuat mental anak saya berantakan " ucap ayah Zeline tegas.
Sebenarnya dia sudah tak kuat ingin mengeluarkan amarahnya namun yang didepannya ini bukan Yuda namun ayahnya.
Namun hatiku ini tak sebaik malaikat yang bisa saja memafkan kesalahan yang memang sangat fatal bagi keadaan anakku satu-satunya itu.
"Ya saya tahu pak pasti bapak beserta keluarga tak akan bisa memaafkan kelakuan anak saja yang fatal itu, maaf jika bukan Yuda yang datang kesini karena sekarang Yuda lumpuh tak bisa berjalan mungkin itu hukuman dari tuhan untuk anak saya "
Ibu Zeline lantas menutup mulutnya saat mengetahui bahwa Yuda lumpuh. Diapakan Yuda oleh menantunya itu.
"Ya mungkin saja benar itu hukuman dari tuhan untuk Yuda, semoga Yuda tak melakukan hal yang seperti itu lagi kepada perempuan lain, saya turut perihatin atas keadaan Yuda sekarang semoga Yuda cepat sembuh " ucap Ayah Zeline lagi.
Ibunya Zeline tak bisa berkata-kata apa lagi dia tak sanggup untuk mengatakannya, takut nanti malah dia menyakiti hati ayah Yuda yang tak bersalah ini dan hanya ingin memohon maaf pada keluarganya.
Setelah pembicaraan itu selesai segera Ayah Yuda berpamitan kepada kedua orang tua Zeline.
__ADS_1
Katanya nanti setelah Zeline pulang dia akan kembali pulang lagi kesini untuk minta maaf.
Sungguh mereka sangat kasihan dengan ayah Yuda yang sangat baik itu, kenapa bisa mempunyai anaknya seperti Yuda.
Ayah Yuda sangat berwibawa dan baik sekali tak seperti anaknya itu, Yuda yang sangat berengsek dan tak bertanggung jawab.
Sangat jauh berbeda sekali, andaikan Yuda seperti ayahnya pasti semuanya tak akan terjadi.
Padahal dulu aku sangat percaya kepada Yuda bisa menjaga anakku Zeline, selagi Abi tunangan Zeline tidak ada namun semuanya hanya sebuah kepercayaan yang di manfaatkan oleh Yuda.
Namun sekarang aku bersyukur Zeline sudah mendapatkan orang yang tepat yang bisa menjaganya dan menyayanginya dengan tulus.
"Assalamualaikum bibi, paman " ucap Asa sambil masuk kedalam rumah.
Tadi siapa ya yang bertamu seperti tahu mobilnya, seperti tak asing saja gitu.
"Walaikumsalam sayang, masih siang pulangnya sekarang " jawab bibinya.
"Iya bi sekarang aku urus pasien dirumahnya sampai dia sembuh,tadi ada tamu ya bi "
"Baguslah na jadi kamu tak malam pulangnya, iya tadi ayah Yuda kesini meminta maaf atas nama Yuda katanya "
"Hemm seperti itu ya bi, terus bagaimana bi "
"Entah lah bibi belum bisa memafkannya, sudahlah segera mandi dan nanti makan Sa"
"Iya siap bi " ucap Asa sambil mengangkat tangannya hormat.
Segera Asa masuk kedalam kamar, dia sangat lega untung saja tak bertatap muka dengan ayah Yuda. Kalau tidak hancur semua rencana yang sudah aku susun dengan rapih ini.
Makasih buat semuanya yang udah setia baca karya aku ini yang ga seberapa. makasih buat dukungan kalian. Tanpa kalian aku bukan apa-apa.
__ADS_1
Maaf kalau aku ga balesin komen kalian kaya awal-awal lagi tapi aku masih baca komen dan masukan kalian kok.
sekali lagi terimakasih buat kalian semua temen-temen😊