Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Yang bawah gamau dirapihin juga


__ADS_3

Liam sekarang sudah pulang. Segera dirinya masuk namun rumahnya sepi sekali kemana istri tercintanya itu. Segera Liam mencarinya ternyata sedang berenang bersama Jo. Padahal kan ini sudah sore kenapa mereka berdua ini masih asyik asyikan berenang seperti itu.


"Sayang cepatlah naik, ini sudah sore dan kau juga Jo segera lah naik " teriak Liam sambil berjalan kearah istrinya dan mengambilkan handuknya.


Dengan senang Zeline segera naik dan memeluk suaminya " kangen sayanggg"


"Basah dong sayang aku "


"Ist gapapa dong mas " sambil mempererat pelukannya.


Jo yang melihatnya menjadi murung, kapan dirinya bisa seperti sahabatnya bahkan dirinya saja sudah diselingkuhi oleh pacarnya. Pacar yang selama ini dirinya anggap sangat mencintainya malah menghianatinya seperti ini.


Kurang ajarkan kalau mengigatnya kembali rasanya belum puas hanya menyiram mereka begitu saja, harusnya tuh tadi perempuannya ditonjok juga. Kalau ga dijambakan bukannya tadi dirinya langsung pergi begitu saja seperti pengecut.


Liam segera membelitkan handuknya pada istrinya lalu mengangkat Zeline seperti bayi koala lantas langsung membawanya untuk segera mandi. Jo makim saja sedih melihatnya.


Dengan wajah cemberutnya, segera dirinya mengambil handuk dan ikut juga masuk untuk segera mandi. Hari ini dirinya menginap dirumah Zeline sajakan tak mungkin kalau pulang nanti laki-laki brengsek itu malah mencarinya lagi.


Jo melihat Nina yang sedang mengintip Zeline dan pak dosennya yang sedang menaiki tangga dan masuk kekamarnya ada apa gerangan ini dengan pelayan yang kurang ajar, yang tak mempinyai etika sama sekali


Sedangkan Nina memang sedang mengintip dibawah tangga, kesal sekali melihat majikannya melakukan itu pada istri jeleknya kesal, kesal kesal. Seharusnya dirinya yang ada diposisi itu. Kenapa sih bukan dirinya yang lebih dulu bertemu dengan tuannya.


"Hallo pelayan lagi apani kok liatin pengantin baru iri bilang boss "


"Maaf saya tadi hanya lewat "

__ADS_1


"Masa sih lewat diam aja disini emang udah ga ada jalan lagi. Udah mentok ya apa disini ada tembok gaib yang buat kamu gabisa jalan dan berhenti seperti ini" sindir Jo sambil meraba-raba disekitar wajah Nina.


Nina yang risih segera pergi, kalau saja tak sakit perut sudah dia habisi teman majikannya yang cerewet itu dan menyebalkan. Gara-gara tadi meminum jebakannya sendiri sekarang malah dirinyakan yang sakit perut dasar mereka berdua itu harus segera di enyahkan.


Jo dengan senyum kemenangan segera masuk kedalam kamar tamu dan segera membersihkan badannya ini. Ternyata menyenangkan menganggu orang jahat ya, untung saja dirinya mempunyai hiburan jadi tak terlalu memikirkam masalahnya dengan pacar biadabnya.


Bisa dia lampiaskan saja kemarahannya pada Nina, maaf ya Nina. Aku juga begini ada alasannya karena kamu menyebalkan dan pas lagi suasana hati aku lagi ga baik jadi kamu sekarang jadi mainan aku dulu ya , sampai hatiku ini pulih kembali seperti semula.


Tapi kamu masih kerja disini gak ya, semoga saja sih engga biar aku ga darah tinggi ngadepin kamu terus. Yang pasti aku pastinya akan selalu main kerumah Zeline. Anehkan aku ini tadi maunya Nina jadi pelampiasannya terus tapi sekarang maunya Nina dikeluarin dasar Jo plinplan.


Sedangkan Zeline dan Liam sedang merendam badan mereka, lalu Zeline menceritakan semua masalah yang dia alami bersama Jo pada suaminya. "Sayang pokoknya aku gamau tau kamu harus pecat Nina dia tuh udah kuranh ajar sama aku. Dia ga sopan sama aku. Besok aku udah gamau ada dia lagi dirumah ini ya sayang "


"Iya sayang iya aku akan pecat dia sesegera mungkin namun aku akan berbicara dengan ibu dulu ya " jawab Liam sambil tangannya nakal menggerayangi tubuh Zeline sampai tak ada yang terlewat.


"Riyan selingkuhh ?? Masa sih sayang aku ga percaya kalau Riyan selingkuh "


"Ist beneran mas, maskan laki-laki ya pasti ngebela lah sama sama laki-laki "


"Bukan gitu sayang memang seperti itu kelihatannya, ini sepertinya ada salah faham deh yang "


"Iya iya deh gimana kamu aja " ucap Zeline marah. segera berdiri dan membersihkan badannya sendirian tanpa menghiraukan suaminya. Kesal dirinya ini seharusnya suaminya itu jawabnya jangan kaya gitu.


Lah kenapa coba dengan istrinya ini. Kenapa coba jadi marah kaya gini sama dia. Padahalkan itu hanya pendapatknya saja. Kenapa jadi dirinya yang dimusihin. Mood istrinya ga stabil nih ada apa coba apa dia hamil.


Liam yang tak mau mrmpunyai masalah dengan istrinya, segera keluar lalu membersihkan badannya secepatnya menyusul istrinya yang sedang mengaca "kamu jangan marah sayang itu kan hanya pendapatku saja "

__ADS_1


"Hemm iya-iya sini biar aku bersihkan janggutmu itu serta kumismu yang sudah panjang panjang biar tak menganggu kau seperti bapak-bapak kalau seperti ini mas "


"Ya gapapa lah sayang, kalau yang bawah gimana mau dirapihin ga " sambil menaik nurunkan alisnya.


"Ihhhhhh mas apaan sihh " sambil memukul dan menahan senyumnya pula.


"Kalau mau ketawa, ketawa aja kali jangan ditahan kaya gitu ga enak ah "


"Gatau ah sini biar aku olesin dulu "


Zeline dengan teliti segera mengoleskannya tanpa ada yang terlewat seditpun sedangkan Liam hanya fokus melihat wajah cantik istrinya, yang mengemaskan ini. Dengan tiba-tiba Liam mengangkat tubuh istrinya dan mendudukannya di meja wesatafel . Nya wastafelnya cukup besar dan banyak ruang kosong jadi leluasa. Untuk melakukan apapun sesuka hati Liam.


Dengn kaget Zeline memelototkan kedua matanya Liam malah tersenyum saja. Segera Zeline mengerok semua bulu bulu itu sambil sesekali membersihkan menggukan tangannya" sudah sayang " ucap Zeline sambil tersenyum senang dengan hasilnya.


"Sekarang sudah tak seperti bapak-bapak lagi sudah ganteng " sambung Zeline sambik mencium dagu suaminya. Biasannya suka sakit kalau mencium suaminya ini tapi sekarang sudah aman dan damai.


"Belum sayang, ada yang belum kau puaskan "


"Apa itu ? "


Tanpa aba-aba Liam membuka handuk istrinya dan terpangpanglah kepunyaan istrinya dua gunung kembarnya, yang bergelantungan manja dengan sekali hap Liam menyedotnya dan tangan yang satunya tak tinggal diam menjelajahi sangkar burung istrinya segera memasukkan jarinya itu.


Zeline hanya diam sambil menikmati sesuatu yang diberikan oleh suaminya, sebenarnya dirinya selalu ingin bergerak tanpa diminta oleh suaminya namun itu terkadang memalukan untuknya . Setelah sangkar burung istrinya basah Liam segera memasukan burungnya dan langsung menghentakannya agar masuk lebih dalam lagi. Dan terjadilah membuatkan anak yang entah terjadi untuk keberapa kalinya.


Menikmati keintiman mereka berdua tanpa gangguan siapa-siapa. Hanya mereka berdua tak ada yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2