
Nina sekarang sedang menyiramkan minyak di bawah tangga dan di atas tangga paling bawahnya juga. Sebelum dirinya pergi harus menyelaki dahulu nyonya nya jangan sampai nanti saat dirinya pulang tuanya bahagia. Tuannya boleh bahagia hanya dengannya tak boleh dengan yang lain.
"Rasakan kau perempuan penggangu sebentar lagi aku yang akan menjadi nyonya disini dan kau akan pergi ke neraka " ucap Nina berbicara sendiri.
Biasanya jam segini nyonya sudah keluar kamar namun kenapa hari ini telat. Jangan sampai dirinya salah sasaran dan melukai yang lain. Gagal dong nantinya. Apalagi sampai melukai tuannya itu.
Sedangkan di dapur Jo sedang melihat kelakuan pembantunya Zeline. Apa segila ini Nina ingin mencelaki majikannya. Apa dirinya tak terima karena dikeluarkan begitu saja. Sungguh wanita ini sangat berbahaya.
Segera dirinya harus menghubungi Zeline dan agar diam tak kemana-mana, sekarang dirinya ingin kesana namun harus hati-hati karena ada Nina yang sedang mengumpat dan sepertinya dia juga sedang menungguh Zeline.
Tak mungkin Nina ingin melukai pak dosen, karena apa yang kemarin dia dengar bahwa Nina menyimpan perasaan pada pak dosen dan ingin menyingkirkan sahabatnya Zeline.
"Ayo berfikirlah Jo, berfikir aku harus melakukan sesuatu untuk menjahili lagi pelayang kurang ajar itu. Agar dia kapok " sambil mengetuk-ngetuk kepalanya.
**
Dikamar Zeline sedang membuka setiap ikatan pada lengan suaminya. Lalu setelahnya memeluk suaminya tanpa melepaskan penyatuan mereka berdua. Liam lantas mengusap-ngusap pungung polos istrinya..
"Bagimana apa kau puas sayang " tanya Liam
"Sangat sayang, nanti kapan-kapan aku lagi ya yang memimpin mas " minta Zeline sambil mengangkat kepalanya.
"Iya sayang, apapun yang membuatmu bahagia akan aku turuti asal jangan yang aneh-aneh "
"Yey terimakasih sayang, aku mencintaimu " teriak Zeline sambil menciumi pipi suaminya.
"Sama-sama sayangku. Aku lebih mencintaimu"
__ADS_1
Setelah percakapan mereka selesai, segera Liam bangkit sambil mengendong istrinya untuk segera mandi dan pergi kekampus. Mereka berdua ada kelas dan mau tak mau harus pergi kesana. Tak boleh sampai bolos kembali sebentar lagi Zeline lulus.
Liam segera menyalakan syower lalu menguyur badan mereka berdua tanpa melepaskan gendongan pada istrinya saling memeluk menghangkan badan mereka satu persatu.
"Mas apa kita akan selalu seperti ini terus selamanya " tanya Zeline membuka pertanyaan
"Tentu sayang, sampai kapan pun kita akan selalu seperti ini. Sayang dan cintaku tak akan berkurang sedikit pun. Kau satu-satunya perempuan yang bisa mebuatku sebahagia ini "
"Terimakasi mas, tapi bagaimana kalau aku tak bisa memberimu seorang anak "
"Kenapa kamu berbicara seperti itu "
"Tidak hanya saja aku sampai sekarang belum mengandung mas "
"Tak apa sayang, kitakan baru menikah. Aku pun tak masalah jika tak mempunyai anak. Kita bisa mengadopsi anak sayang "
Zeline tak menjawab, dia langsung saja memeluk suaminya. Sangat bersyukur suaminya berbicara seperti itu. Dirinya sangat takut jika memang nanti suatu saat dirinya tak bisa memberikan seorang anak pada suaminya dan akhirnya nanti suaminya menikah lagi. Sungguh tak akan sanggup dirinya menerima semua itu.
**
Jo segera mengaitkannya ke pintu lemari dan setelah selesai dirinya mensejajarkan badannya dengan Nina "sedang apa kau Nin serius amat diem disini, Apa ga pegel dari tadi berdiri aja sambil liat keatas terus, emang diatas ada apa Nin. Sampai kamu betah liatnya apa ada cogan Nin " tanya Jo, sambil meniru yang dilakukan oleh Nina tadi.
Tadinya dia tak akan melakukan ide ini tapi karena ingin mengalihkan Nina dari sini jadi ini jalan satu-satunya. Pura-pura tak tau saja kalau Nina tadi sudah menumpahkan minyak di beberapa anak tangga dan dibawahnya.
"Ga lagi ngapa-ngapain kenapa sih kepo banget. Kamu tuh urus aja urusan kamu sendiri. Jangan selalu urusin masalah orang gak ada kerjaan banget sih " jawab Nina dengan ketus.
Dengan malas Nina segera pergi, namun saat beberapa langkah dirinya tertahan oleh tali itu dan mengakibatnya terjatuh begitu saja saking tadi jalannnya buru buru.
__ADS_1
Dan membuatnya menjengkang kebelakang. Nina segera menatap Jo yang sedang tertawa dengan senangnya. Melihat dirinya jatuh seperti ini. Dengan kesal Nina segera melepaskan ikatan itu.
Lalu bangkit kembali dan tampa dirinya sadari menginjak genangan minyak yang ada dibawah tangga dan membuat dirinya jatuh untuk kedua kalinya bahkan jidatnya sampai berdarah.
"Hahaha muka mu lucu sekali Nin, ups itu minyak dari mana yang menempel dipakaian mahal mu. Apa ada yang akan mencelakai mu Nin. Karena aku tahu disini banyak yang gak menyukaimu, Apa aku harus membantumu membersihkan lukamu hahaha " sambil meledek Nina dan tak berhenti tertawa
Nina langsung mengalihkan pandangannya dan menatap Jo dengan sengit "Makannya lo jangan macem-macem Nin, lo mau celakian sahabat gue, sini berhadapan dulu sama gue Jovanka yang cantik dan tangguh ini " teriak Jo dengan mengangkat ototnya dan memperlihatkannya kearah Nina
Namun bukannya menjawab Nina malah pergi dan berjalan dengan tertatih-tatih. "Awas aja, akan ku habisi juga kau perempuan sialan kalian berdua sama saja " dalam hati Nina.
Jo segera memanggil pelayan yang lain dan segera menyuruhnya untuk segera membereskan semua kekacauan ini. "tolong ya dibersihkan minyak-minyak ini sebelum ada yang celaka lagi seperti Nina hahaha " perintah Jo masih dengan sedit tawanya di akhir pembicaraan.
"Baik Nona " ucap pelayan itu.
Jo yang sudah puas segera masuk kamar dan menunggu Zeline dan pak dosen yang tak kunjung datang juga.
***
Sedangkan didalam kamar Liam sedang menatap handphonenya dan melihat semua apa yang dilakukan Nina. "Hmmm perempuan itu benar-benar ingin bermain-main dengannya." gumam Liam sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
Liam segera tersenyum dengan menyeringai, Zeline yang baru selesai memakai pakaiannya segera menghampiri suaminya. Kenapa suaminya menampakan senyum yang menyeramkan itu.
"Mas kamu gapapakan " tanya Zeline sambil memasangkan dasi pada leher suaminy.
"Tidak sayang aku baik-baik saja. Ayo kita makan pasti sahabatmu itu sudah pingsan menunggu kita"
"Hahaha mas bisa aja sih. Ya udah ayo mas " setelah merapihkan kembali penampilan suaminya.
__ADS_1
Dengan bergandengan tangan mereka segera turun dan melihat ada beberapa pelayan yang sedang membersihkan tangga. Liam yang takut terjadi apa-apa dengan istrinya memangkunya dan melewati setiap tangga yang masih sedikit licin itu.
Benar-benar perempuan gila itu ingin main-main dengannya ayo akan aku hadapi mari kita mulai semuanya dari awal sampai kau menemui ajalmu.