
"Yasudah kamu boleh pergi " ucap liam.
Jo hanya mengangguk saja dan langsung menyusul Zeline dan Yuda yang pasti pergi ke kantin.
Jo saat sudah sampai dikantin celigak-celiguk mencari keberadaan Zeline dan Yuda, dan yah itu dia tempat duduk paling pojok "woy kalian jahat ya ninggalin gue " ucap Jo sambil mengeprag meja.
"Yaudah ath Jo duduk sekarang mah jangan marah-marah bae nanti cepet tua loh " jawab Yuda.
Jo pun duduk disebelah Zeline, dia harus mencari cara berbicara berdua dengan Zeline, pasti tak akan ada waktu kalau Yuda seperti ini.
"Yaudah sebagai gantinya lo Yud harus beliin gue makanan tapi lo yang pesen dan gaboleh balik lagi sebelum makanannya jadi, teserah belinya mau apa aja bebas pasti gue makan" ucap Jo
" Iya iya deh jojo"
Setelah Yuda pergi Jo pun menoel pipi Zeline.
"Kenapa jo " tanya Zeline.
"Line mening kamu bicarin deh tentang foto itu sama pak dosen, jangan kaya gini. Apalagi kamu sekarang udah deket lagi sama Yuda jangan sampai pak dosen angep kamu yang selingkuh " nasehat Jo.
"Hemmm gitu ya Jo" sambil menghela nafas
"Iya setidaknya bukan dikamu yang salahnya, kamu jangan ngehindar lagi ya, coba kamu denger dulu penjelasan dari pak dosen.
"Iya deh nanti kalau dia datengin aku ya "sambil tersenyum dengan lebar.
"Emang kalau kamu yang duluan nyamperin kenapa Line "
"Ya engga kenapa-napa Jo, cuman ya aku maunya kak Liam aja yang nyamperin aku "
Jo pun hanya meng angguk-anggukan kelapanya saja .
Selesainya pembicaraan Zeline dan Jo datangnya juga Yuda membawa pesanan Jo.
"Ini pesananya tuan putri " ucap Yuda sambil membungkuk kan badanya setelah menyimpan makana Jo di meja.
"Terimakasih pelayan "
Zeline hanya tersenyum saja melihat tingkah mereka berdua yang memang suka konyol, kayanya kalau mereka pacaran pasti seru tapi tidak bisa karna jo kan sudah punya ka Riyan.
***
__ADS_1
Sedangkan dilain tempat Liam sedang menahan kemarahannya melihat Zeline yang digandeng oleh laki-laki lain, namun jika dia diam saja pasti lelaki tengil itu akan semakin berani saja.
Liam yang memang sudah tak kuat ingin menemuai Zeline akhirnya menyusul Zeline kekantin. Saat Liam memasuki kantin semua mahasiswinya menatap kepadanya karna memang baru sekarang dosenya ini masuk kedalam kantin.
Dilihatnya Zeline sedang tertawa dengan lelaki tengil itu dengan langkah lebar Liam menghampiri meja Zeline dan tanpa Izin siapa pun ditariknya Zeline .
Zeline yang sedang makan kaget tiba-tiba ditarik oleh Liam, Yuda yang melihat Zeline ditarik oleh Liam menarik pula tangan yang sebelahnya.
Liam yang melihat itu langsung menghempaskan tangan Yuda dengan muka yang sangat marah menahan amarahnya.
"Jangan sentuh kekasih ku" ucap Liam dengan bengisnya.
"Kau tidak sopan sekali, Zeline sedang makan main tarik-tarik saja " jawab Yuda.
"Kau tak usah ikut campur mau Zeline ku tarik ku gendong itu bukan urusanmu , yang harus kau terapkan dalam otak mu itu jauhi kekasihku jangan jadi benalu dalam hubunganku serta Zeline"
"Kau baru berpacaran dengan Zeline jadi aku tak ada salahnya mendekati perempuan yang kusukai"
Liam yang sudah memang sangat-sangat marah ingin sekali menghajar Yuda namun tak bisa ini di kampus banyak mahasiswa dan mahasiswinya.
Liam pun melegos begitu saja tanpa menjawab ucapan Yuda sambil menarik Zeline, mereka bertiga sudah menjadi tontonan mahasiswa dan mahasiswinya itu, Liam tak menghiraukan itu biarkan saja mereka tahu bawa dia dan Zeline mempunyai hubungan yang lebih dari dosen dan mahasiswi.
Yuda yang akan menyusul ditahan oleh Jo.
Yuda pun menurut dan duduk kembali bersama Jo.
"Sudah berapa lama mereka pacaran Jo"
"Mungkin sudah 5 bulan Yud aku pun tak tau pastinya " jawab Jo seadanya.
****
Liam terus saja menarik Zeline keparkiran dan membawa Zeline untuk masuk kedalam mobilnya.
Saat sudah masuk didalam mobil Liam memasangkan sabuk pengaman Zeline dan melajukan mobilnya itu dengan sangat kencanganya.
Zeline tak bisa berkata apa-apa. Dia juga tak tau mau dibawa kemana, Zeline pun memejamkan matanya agar tidak terlalu takut eh tapi malah kebablasan sampai tidur.
Sampai juga dikediaman Liam, Liam pun menengok kearah Zeline ternyata kekasihnya itu tidur, Liam pun keluar lalu mengangkat tubuh sang kekasih.
Dibaringkannya Zeline ditempat tidurnya dan di kecupnya kening Zeline, bergegas Liam pergi kekamar mandi untuk membersihkam badanya sambil menunggu Zeline bangun.
__ADS_1
Sampai Liam beres mandi pun Zeline belum terbangun.Liam duduk dikursi yang menghadap ke arah Zeline dan menatapnya.
1 jam kemudian Zeline terbangun dan melihat kesekitarnya ini bukan kamarnya, dan saat dia menengok ada Liam yang sedang duduk sambil merokok, baru kali ini dia melihat Liam merokok, Zeline pun dengan perlahan menegakkan badanya dan menundukkan kepalanya takut jika nanti Liam marah kepadanya.
Liam pun secara perlahan berdiri dari duduknya dan menghapiri Zeline.
"Kenapa kau menjauhiku " sambil memegang dagu Zeline agar menatapnya.
Zeline hanya diam saja tak menjawab keberaniannya menjadi ciut saat sudah ada dihadapan Liam .
"Jawab aku " teriak Liam
Zeline yang mendengarnya bergidik ngeri.
"Kau yang lebih dulu membuat aku marah kak" balas Zeline sambil menagis.
"Apa yang ku lakukan padamu"
Dengan cepat Zeline mencari handphonenya lalu mencari foto itu dan melemparnya ke arah Liam.
Liam pun melihatnya dan ini fotonya bersama Linda saat di festival itu.
"Kau dapat darimana foto ini " tanya Liam.
"Ta usah tau aku dapat dari mana foto itu, kamu tau kak, aku kecewa sama kamu,aku udah ga percaya lagi sama kamu kak. Kamu jahat permainin hati aku disaat aku sedang membangun perasan ku kepadamu namun kau meruntuhkan bangunan itu lagi " ucap Zeline panjang Lebar.
"Kamu salah sangka Zeline, terus apa kah pantas seorang perempuan yang sudah mempunyai pacar bersama laki-laki lain" tanya Liam dengan marah saat mengigat Zeline bersama Yuda.
"Salah sangka bagaimana ini ada bukti nyatanya, memang salah jika aku pergi bersama teman laki-laki ku, tenang saja aku tak akan mudah untuk selingkuh " tunjuk Zeline menunjuk fotonya itu.
"Kau memang salah sangka, kau tak tau bagaimana kejadian yang sebenarnya, aku memang mengandeng tangan Linda aku hanya tertarik kepadanya untuk membunuhnya saja, saat aku marah padamu, aku akan melampiaskannya kepada korban-korban ku " jelas Liam
Zeline yang mendengarnya langsung tegang, dia kira Liam sudah berhenti membunuh ternyata tidak.
"Dan aku tak mau kau bersama lelaki itu lagi, kau tau lelaki itu ingin merebutmu dariku, laki-laki itu suka padamu Zeline apa kau tak menyadarinya dan tak bisa menjaga perasan ku ini, aku melihatmu yang digandeng, diperhatikan, dibonceng oleh lelaki lain sangat marah dan hatiku sangat sakit Zeline aku mencintaimu Zeline sangat mencintai mu" lanjut Liam
Setelah mengatakan itu Liam pergi dari kamar itu entah pergi kemana.
Zeline yang baru mendengar penjelasan Liam dan mendengar pernyataan cintanya padanya langsung menangis merasa sangat bersalah tak menanyakan langsung malah langsung percaya dengan foto ini.
Zeline bergegas keluar dari kamar dan mencari Liam diruang tamu tak ada diruang tv pun tak ada dimana Liam, Zeline pun pergi ke halaman dan ternyata Liam ada disana.
__ADS_1
Perlahan Zeline menghampiri Liam yang sedang meroko yang membelakanginya, Zeline pun memeluk Liam dari belakang dengan sangat eratnya, Liam sampai tersentak di peluk seperti ini oleh Zeline ini baru pertama kalinya di peluk oleh Zeline.
"maafkan aku, maaf kak " ucap Zeline sambil menagis.