
Saat sedang hening heningnya, mereka malah melihat seseorang yang terus saja berdiri didepan tenda mereka, "siapa itu " tanya Zac
Artur langsung membekap mulut Zac "jangan terlalu berisik kalau dia mendengar bagaimana diam saja, jangan berisik " bisiknya.
Sedangkan Sela dia malah menangis, melihat kejadian itu dia tak mau ada disini lagi, dirinya takut sekali dengan kejadian ini "kenapa liburan kita malah jadi kayak gini, gak mau aku mau pulang aku mau pulang, aku gak mau afa disini lagi, aku mau pulang"
"Diem Sell kenapa sih gak bisa diem banget kalau emang mau selamat ya diem gak usah banyak bicara udah diem ya berisik "
Sela membekap mulutnya diam dan tak berbicara lagi, lalu mereka melihat kearah depan lagi tak ada siapa siapa, "apa kita cek aja " tanya Zac
Artur mengelengkan kepalanya "jangan takutnya dia masih ada diluar jangan dibuka ya, biarin aja kita tunggu "
"Artur kalau kita terus tunggu sampai kapan kita akan disini, kita harus pergi dari sini, gak mungkin kan kita terus bertahan disini, yang ada itu kesempatan buat dia tau gak sih kalau kita diem disini terus "
"Zac emangnya dengan cara kita keluar dari sini akan membuat kita selamat, enggakan yang ada kit akan diburu, ini malem dan akan sulit mencari jalam keluar kamu ini gimana sih, kalau kita sampai tertangkap udah habis kita " marah Artur
"Udah kenapa kalian malah jadi beranten tadi kamu yang bilang Artur kalau kita gak boleh berantem, terus kamu sendiri itu berantem kan jadi harus gimana sih kita sebenernya "
Artur menghembuskan nafas dan menundukan kepalanya dirinya sedang memikirkan bagaimana carannya untuk keluar disini tanpa penjahat itu ketahui.
Sedangkan Liam dia sedang menunggu di api unggun sambil menyeduh mie yang ada disana, dan setelah matang Liam langsung memakannya, lapar dirinya belum sempat makan.
Didalam tenta sedang tegang, sedangkan Liam malah sedang makan dengan enak, dia tak menghiraukan sekitar dirinya hanya perlu makan itu saja.
Sambil makan tentu saja sambil mengawasi orang orang itu yang tak kunjung kunjung keluar, masih saja disana didalam tenda itu.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang mereka lakukan didalam sana, aku menunggu disini mereka malah didalam, sepertinya mereka ingin lebih bermain main lagi ya dengan ku, baiklah baiklah kalau begitu, mereka ingin mempermainkan aku "
Setelah selesai memakan mie itu Liam kembali berdiri dan mengelilingi tenda itu, terlihat kalau didalam sana ada 3 orang, bahkan dia juga mendengar suata teriakan.
Liam lalu tersenyum senang, dia diam disamping tenda menunggu ada yang membuka tentanya, dirinya tak akan memaksa siapa pun untuk membuka tenda tak akan pernah, biarkan saja mereka yang membukannya.
Lalu tiba tiba sleting tenda itu terbuka, Liam sudah siap dengan senjatanya, dengan palunya yang diangkat tinggi tinggi, dan saat kepala itu menyembul keluar Liam langsung memukulnya sampai kepala itu hancur "akhhhhh " teriak orang yang didalam.
Mereka berdua yang masih selamat segera berlari keluar dari dalam tenda sedangkan Liam dia mengikuti dari belakang, ada 1 perempuan lagi dan satu laki laki lagi.
Dan bodohnya mereka malah berlari kearah gedung kosong tempat Gavin di kurung mereka berlari kearah sana dan Liam makin senang, dia memperlampat jalannya dan membiarkan mereka masuk kedalam sana.
Biarkan mereka bersembunyi disana ditempat sana, itu akan memudahkan dirinya untuk menangkap mereka berdua.
**
Artur dengan perlahan mendekati Gavin yang masih asyik memeluk perempuan itu, perempuan yang selalu Gavin ajak bicara.
"Hey apakah kau baik baik saja "
Gavin segera mendongakan kepalanya dan menatap kearah dua orang yang ada dihadapannya dengan senang Gavin tersenyum senang, "heyy apakah kau bisa membantuku keluar dari sini "
"Kau kenapa bisa ada disini, apakah kau di sekap oleh seseorang, apakah kau sudah lama disini "
"Aku ada disini karena apa ya, emm sudah lama ayo bantu aku keluar dari sini, bantu aku, lihatlah kekasih ku kasian dia disini, ayo bantu aku "
__ADS_1
Sela ikut mendekati Artur dan dia langsung berteriak "akh "
"Kenapa Sell, kenapa " tanya Artur
"Itu itu perempuan itu kepalanya penuh belatung, lihatlah itu " teriak Sela.
Artur langsung melihatnya dan memnudurkan langkahnya "kenapa kau memeluk perempuan itu terus, lepaskan lah, perempuan itu sudah mati, sudah lepaskan saja "
"Tidak dia masih hidup kalian ya, pergi sana aku tak jadi meminta tolong pada kalian, pergi pergi dari sini, jangan ada disini, pergi pergi aku tak mau melihat kalian, pergi dari sini"
Sela yang ketakutan segera memegang tangan Artur dan mengajaknua pergi "ayo kita pergi, ayo kita pergi Artur disini tak aman ayo pergi, pasti ini adalah markas penjahat itu "
"Kalian tak akan bisa keluar dari sini, sampai kapan pun kalian tak akan bisa keluar, aku menjamin itu kalian tak akan bisa keluar dari sini, aku pastikan itu, lihat saja kalian akan ada disini bergabung dengan ku kalian tak akan bisa keluar tak akan bisa "
"Ayo cepat Artur jangan disini terus ayo kita pergi kenapa kau diam saja Artur "
Namun Artur dia malah diam saja dan makin mendekati Gavin, saat dia memegang jeruji besi itu dia langsung tersetrum, Artur langsung melepaskannya.
Sedangkan Gavin malah tersenyum senang dan menatap Gavin sambil mengejek "kalau disini kau jangan macam macam lihat pada akhirnya tangan mu kan yang terkena jebakan ini, aku sudah bilang kalian tak akan bisa keluar dari sini, jika kau keluar pasti nyawa kalian pun akan hilang, lucu sekali ya saat kau terkena struman itu "
"Ayo kita pergi Artur ayo kau jangan dengarkan laki laki itu, dia pasti gila, ayo cepat Artur kenapa kau malah melamun seperti ini, kita harus pergi tak bisa terus begini "
Artur hanya mengangguk saja dan akan pergi, namun lagi lagi Gavin malah tertawa dan mengeleng ngelengkan kepalanya, "sudah aku bilang tak akan mungkin bisa keluar percuma kalian keluar dirisi juga tak akan selamat "
"Diam kau orang gila diam, kau hanya ingin menakuti kami saja diamlah kau yah, jangan banyak bicara kami tak suka kau hanya menakut nakuti tanpa ada bukti yang jelas " teriak Sela dengan kesal.
__ADS_1
Namun saat Sela akan menarik Artur keluar mereka malah mendengar langkah kaki, sedangkan Gavin malah tertawa terbahak bahak dia tau siapa yang datang, dan dia tau apa yang akan terjadi pada mereka berdua setelah ini.