Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Tidak suka bila dikomentari


__ADS_3

Liam dan juga Tora serta keluarganya sudah datang dirumah, ibu Airin menatap dengan kagum, rumahnya sangat besar bahkan besar sekali, lebih dari rumah hutan.


Mereka semua segera masuk dan disambut oleh Zeline dan juga Jo "bagaimana keadaan mu Tora, apakah kau sudah mulai baikan "


"Sedikit nyonya sedikit baikan saya sudah mulai bisa berjalan "


"Baiklah bagus ayo masuk kedalam, ayo Airin, bu masuk "


Airin hanya menganggukan kepalanya dan masuk mengikuti nyonya rumah, dia juga melihat keseluruhan rumah itu, sangat besar dan juga indah sekali.


Tiba tiba saja Lucas berlari dari taman bersama bi Sari "om Tola kau kembali, kenapa begitu lama, ayo kita main bola lagi, ayo aku sudah tak sabal "


Liam langsung memangku sang anak "sayang anak papig yang paling tampan om Toranya masih sakit belum bisa main bola, nanti kalau sudah sembuh baru boleh main main ya sayang"


"Iya tuan kecil nanti kalau saya sudah sembuh baru kita akan main lagi ya, kita main main dan main bola bersama bi Sari "


"Ok deh kamu cepat sembuh ya, "


"Bi tolong buatkan jus dan juga kopi ya "


"Siap nyonya "


Setelah itu mereka duduk dan Lucas langsung berpindah pangkuan duduk bersama Tora, entahlah anak itu sangat suka jika di pangku oleh Tora.


"Bagaimana perjalanan kalian Airin apakah tak membuatmu pegal saat dijalan "


"Tentu tidak nona, "


"Baiklah baguslah kalau begitu, aku senang nanti dirumah ada teman dan bisa mengobrol ngobrol dengan kalian "

__ADS_1


"Iya tapi Line hati hati aja ya, nanti kamu malah dikerjaan lagi " sambung Jo


Zeline langsung menyenggol tangan Jovanka dan dia hanya mengedikan bahunya saja dan menatap setiap raut wajah orang yang ada disini.


Tak lama kemudian bi Sari datang dan membawa minuman yang nyonya minta dan juga beberapa cemilan.


"Jo ada apa kau kerumah apa ada kerjaan atau suatu dokumen "


"Tidak ada pak dosen, Aku hanya ingin bermain saja bersama sahabatku, rasanya sudah lama kita tidak bermain-main berdua. Tadinya sih aku mengajak Zeline untuk main ke mall tapi dia kedatangan tamu, jadi ya kami undur dulu jadi kapan-kapan aja deh pak dosen kita ke mallnya. Udah lama soalnya kita gak hangout berdua gitu"


"Yaudah sayang kalau kamu mau jalan jalan sama Jo, pergi aja gak apa apa, sekarang juga gak apa apa, kamu juga udah lama gak belanja kan, udah gih sana pergi belanja yang banyak Lucas biar sama aku aja, Tora juga gak apa apa ditinggal kan ada aku "


"Aku aku pak dosen dikasih uang belanja juga gak "


"Boleh tapi gajih kamu di potong "


"Ahh gak seru banget deh, ayo Line kita dandan dulu, ayo ayo cepet "


"Tuan maaf saya ikut camput nih, saya rasa jangan terlalu membebaskan istrimu untuk pergi pergi begitu saja, tanpa membawa anak, masa dia enak enak belanja tapi anak di biarin sama suami " ucap ibu Airin


Liam langsung menatap ibu mertuanya Tora dan mengangkat alisnya sebelah " istriku setiap hari mengurus Lucas sendiri saat aku bekerja, lalu sekarang kenapa tidak aku membiarkannya untuk berjalan-jalan sehari saja bersama temannya tanpa mengurus anaknya. Ada aku di sini yang bisa menjaga anak ku toh, setiap hari kan aku bekerja dan hari ini saja aku menjaga Lucas "


"Aku tidak pernah mengekang istriku untuk tidak pergi bermain bersama temannya, mau diaa menghabiskan uangku sekalipun aku tidak akan pernah masalah, karena aku mencari uang untuk mereka untuk anak dan istriku. Jadi kalau istriku pergi dan menghabiskan uang aku tidak akan pernah marah dan tidak akan mempermasalahkannya sama sekali, "


Ibu mertua Tora hanya menganggukan kepalanya saja dan meminum jusnya, dia melihat Zeline dan Jo yang turun kebawah, melihat dari bawah sampai atas penampilan mereka berdua.


"Mas aku pergi dulu ya. Aku gak akan lama kok sama Jo nanti juga sore aku pulang lagi, gak apa-apa kan Lucas sama kamu dulu, kalau gak aku gak papa kok bawa dia mas "


Liam segera bangkit dan membelai rambut sang istri " tenang kau tak usah khawatir aku sudah mengizin kamu untuk pergi sayang, jadi kau berbelanjalah bersama Jo, aku sudah bilang kan kau sudah lama tidak berbelanja dan aku juga belum membeli kebutuhanmu. Jadi sekarang kau pergi bersama Jo, beli kebutuhanmu, Lucas tidak apa-apa bersama aku, aku juga ingin menghabiskan waktu bersamanya kau sudah setiap hari mengurus anak kita ini, jadi sekarang gantian waktunya aku yang mengurus Lucas "

__ADS_1


Zeline hanya tersenyum saja dan menyalimi tangan suaminya, Liam langsung mencium kening Zeline "Jo kau yang menyetir, jangan istriku "


"Iya iya pak dosen, salim dulu salim dulu ya "


Liam hanya menepuk tangan Jo dan kembali duduk, Jo langsung menarik tangan Zeline pergi, sang anak hanya diam saja melihat ibunya pergi, dirinya tak khawatir karena ada sang ayah disampingnya.


"Papih mamih mau kemana "


"Mamih mau jalan jalan, Lucas sama papih ya "


"Emm bolehlah "


Liam hanya mengacak rambut sang anak yang masih duduk dipangkuan Tora, "Apakah kau ingin istirahat Tora "


"Ya boleh tuan rasannya aku ingin meluruskan kaki ku "


"Baiklah ayo Lucas bersama papih dulu "


Lucas langsung mengacungkan tangannya minta di pangku oleh sang ayah, Liam langsung memangkunya dan menunjukan kamar Tora dan Airin serta ibunya.


"Terimakasih tuan karena telah membiarkan aku bersama keluarga ku diam disini untuk sementara waktu "


"Tak usah khawatir aku tak masalah, kau segeralah istirahat "


"Baik tuan "


Tora dan juga Airin langsung masuk kamar tidak dengan ibunya Airin dia malah menghampiri Liam "maaf tuan saya menganggu anda lagi, saya sebagai orang yang sudah tua, hanya ingin mengigatkan saja, jangan sering sering memanjakan istri anda ya, takutnya kalau kau sedang tak ada uang dia tak akan menerima "


"Tenang saja kau tak usah khawatir aku akan kehabisan uang, uangku banyak jadi kau tak usah memperdulikan tentang keuanganku dan Istriku yang mungkin saja saat nanti aku miskin dia tidak akan menerimanya, yang aku tahu dan yang aku pasti istriku akan menerimanya."

__ADS_1


" Karena aku tahu bagaimana sikap sifat istriku dari pada dirimu, jadi kau tidak usah membuat Istriku jelek di mataku dengan kau yang terus saja berbicara seperti itu. Aku tidak suka jika kau terus saja berkata seperti itu aku akan mengembalikan mu ke sana sendirian kerumah hutan dan Tora tinggal di sini bersama istrinya, dari dulu aku tidak suka ada yang mengomentari istriku, apa lagi kau hanya orang asing saja "


Liam langsung saja pergi bersama anaknya, tak mau mendengar jawaban dari ibu mertuanya Tora "dasar sombong padahal mau ngasih tau aja kenapa sih sombongnya minta ampun "


__ADS_2