Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Lala datang


__ADS_3

"Pagi semuanya " sapa Jo yang baru keluar dari rumah.


"Pagi, sini makan Jo "


"Iya Line "


Jo segera duduk bergabung dengan yanga lainnya, Andre hanya bisa menatapnya saja lalu menurunkan pandangannya dan melanjutkan makanannya. Mereka semua fokus memakan sarapan mereka masing masing.


Saat sudah selesai Zeline langsung mengambil anaknya dari bi Sari "hallo anak mamih, lagi makan apa ini makan apa "


"Sini sayang, aku mau panggu Lucas "ucap Liam sambil menciumi pipi anaknya yang gembul ini.


Zeline mengambil tas suaminya dan mengikuti suaminya yang sudah berjalan keluar untuk pergi bekerja.


"Sayang aku kerja dulu ya, kamu hati hati ya dirumah, inget kalau ada apa apa, kamu harus bilang sama aku, jangan diem aja ya sayang "


"Iya pasti mas, kamu juga hati hati ya dijalannya, ngejalaninnya pelan pelan aja jangan kebut kebutan "


"Iya sayang " sambil mencium kening Zeline dan memberikan sang anak pada ibunya ini


Jo dan juga Andre sama keluar dari rumah dan akan pergi kekantor, mereka naik mobil masing masing.


"Jo apakah kamu bener pengen kerja "


"Iya aku yakin, kamu tenang aja ya, aku akan baik baik aja kok. Aku gak akan nangis cuman gara gara laki laki brengsek kaya Riyan "


"Iya aku percaya sama kamu Jo, pokoknya kamy hati hati ya"


" Iya pasti Line "


Mereka semua pergi meninggkan Zeline dan juga Lucas yang sedang melambaikan tangan, setelah yakin mereka semua sudah pergi Zeline masuk dan mengunci pintu rumahnya.


**


Riyan yang baru datang kekantor dengan malas langsung mendudukan bokongnya di kursi kebesarannya.


"Kenapa rumah tangga gue jadi berantakan gini, ya tuhan bahkan gue gak bisa ditinggalin Jo tapi gue bikin ulah aja, sekarang Jo sama Andre sial sial "

__ADS_1


Pintu ruangannya dibuka dan menampilkan Dini yang tersenyum pada Riyan, lalu menghampirinya dan akan duduk dipangkuannya Riyan. Belum juga duduk Riyan sudah berdiri.


"Apa yang kau lakukan Dini, aku ini atasanmu, kenapa kau lancang sekali "


"Kenapa bapak jadi berubah, kan emang udah biasa saya duduk dipangkuan bapak "


"Gak sopan saya gak pernah bolehin kamu duduk dipangkuan saya, kamu sudah menjebak saya kamu telah membuat rumah tangga saya berantakan, kamu harus bertanggung jawab atas semuanya "


"Kenapa saya yang disalahkan pak, itu salah bapak sendiri bukan saya"


"Lancang sekali kamu menjawab saja dengan begitu angkuh, setelah kamu mengoda saya, dan ketahuan oleh istri saya, apa kamu masih berani menemui saya hah "


"Pak, bapak tuh kenapa, udah dong jangan marah marah "


"Pergi saya gak mau liat muka kamu, pergi dari ruangan saya " teriak Andre.


Dini yang kesal segera pergi dan membanting pintunya cukup keras, dirinya tak peduli akan dimarahi oleh pak Chiko sekali pun.


**


Jo yang baru datang tiba tiba didatangi oleh seorang perempuan yang membawa tong sampah lalu melemparkannya kearah Jo semua isiannya.


"Heyy jaga ucapan mu, siapa maksud mu hah, kau dengan tiba tiba datang dan melempariku dengan sampah, apakah kau gila " sambil mengambil sampah yang ada didepannya dan melemparkannya pada perempuan itu, sungguh Jo tak terima dengan semua ini


"Kau yang gila, kau sudah menikah kan, lalu kenapa kau mau dengan suami orang "


"Aku tak pernah merebut siapa pun, sudah lah berisik kau pasti orang gila yang setres karena ditinggal suaminya, makannya ada disini mengamuk ngamuk tak jelas "


"Ada apa ini " ucap Liam yang baru datang dan melihat banyak sampah didepan kantornya.


"Lala kamu ngapain disini "


"Liam, aku lagi kasih pelajaran, sama orang yang mau rebut suami aku "


"Siapa "


"Perempuan ini " sambil menunjuk Jo

__ADS_1


"Jovanka, kenapa Jo mau merebut Chiko, dia sudah menikah La, kamu jangan salah sangka, dia perempun baik baik dan gak akan mungkin rebut suami kamu, coba kamu selidiki dulu, kamu pasti salah faham sama Jo, aku udah kenal lama sama Jo, jadi gak akan mungkin dia ngelakuin hal sememalukan itu "


"Kamu bela dia Liam, dia jelas jelas salah, salah besar "


"Udah kamu jangan buat keributan dikantor aku, atau aku telfon suami Chiko buat kesini dan jemput kamu "


"Gak usah makasih " Lala pergi dengan masih sesekali menatap Jo dengan penuh kebencian.


"Udah Jo masuk "


"Iya pak dosen "


Jo masuk dengan diikuti Andre dibelakangnya dan menoel bahu Jo.


"Apa sih kak, aku lagi gak mood "


"Iya aku tau, tapi kamu berfikir gak kalau semua ini, kejadian ini tuh udah direncanain dengan sangat matang, gini ya logikanya, kamu ketemu sama Chiko dan dikasih tau sama dia, kalau suami kamu ada di hotel sama asistennya, nih kalau difikir fikir kenapa bos bisa tau dimana bawahannya sekarang "


"Dan saty lagi, Lala istrinya Chiko pasti dia tau sesuatu makannya tiba tiba nuduh kamu rebut suaminya, "


"Iya juga sih kak bener apa yang kakak omongin, tapi aku tetep kecewa sama Riyan yang mau kegoda sama perempuan itu "


"Dengerin Kakak Jo, bukan kakak ingin membela Riyan, tapi kamu kan gak jujur sama suami kamu tentang keadaan kamu yang sesungguhnya, apa lebih baik kamu bicarakan hal ini, dan bicarakan pula kenapa Riyan bisa lakuin itu sama kamu "


"Aku belum siap kak. aku belum siap buat bilang sama dia, apalagi bahas tentang dia yang khianati aku lagi, untuk yang kedua kalinya, aku mau tenangin diri aku dulu, aku pengen otak aku jernih dulu dan aku bisa mencerna semuanya. Apakah cuman jebakan apakah emang Yan yang mau,"


"OK kakak akan selalu doakan yang terbaik buat kamu. Pokoknya kamu jangan ambil keputusan yang gegabah yang nantinya bisa buat lawan kamu menang dan kamu terpuruk gitu aja, kamu kan perempuan kuat, jadi kamu jangan kalah sama mereka mereka itu "


"Iya kak, aku akan berusaha, aku gak akan hancur sama perempuan itu, dan aku gak akan mungkin terpuruk karena kelakuan mereka, aku akan menjadi wanita kuat yang tak akan tunduk pada seorang laki laki "


"Yey jangan gitu juga kali "


"Terus aku harus gimana, Kakak ini suka bikin pusing deh terus aku harus jadi perempuan gimana kak "


"Ya jadi perempuan kuat, tapi kamu juga harus nurut sama laki laki, tapi gak nurut nurut banget, pokoknya gitu deh,pusing gue jelasinnya"


"Kebiasaan gitu terus tau ah pusing bicara sama kakak, yang otaknya cuman sebelah "

__ADS_1


"Heyy Jo, kamu berani ya bilang gitu "


Namun Jo tak menghiraukannya jalan terus meninggalkan Andre yang sedang mendumal


__ADS_2