
"Keluar aku keluarkan aku, jangan mengurungku seperti ini, dasar kau laki laki menyebalkan lepaskan aku "
Tora yang sedang menonton tv hanya diam saja tak mendengarkan teriakan Airin, biarkan saja dia, tak usah dihiraukan.
"Lepaskan aku laki laki gila, lepaskan aku ingin pulang, aku masih mempunyai ibu, aku ingin keluar dari tempat terkutuk ini, keluarkan aku, keluarkan aku "
"Heyy apakah telingamu tak ada, dasar gila kau, lepaskan aku lepaskan aku gila, aku ingin keluar "
"Aku tak akan memakan apa yany kau berikan padaku, aku tak akan memakannya, makan saja oleh mu, aku ingin keluar bukan ingin makan "
"Ayolah cepat, jangan kau enak enakan makan dan aku disini berteriak tak karuan, ayoooo buka sialan, jangan membuatku marah dan marah "
"Teriak saja, sampai suara mu tak ada aku tak akan membiarkan mu keluar dari ruangan itu, jadi nikmati saja oleh mu, nikmati "
Tora kembali memakan camilannya dan melanjutkan nonton film hantunya, dengan teriakam teriakan Airin.
**
Andre dan juga Syifa sudah ada dijalan pulang, Syia sangat senang akhirnya bisa pulang juga sang anak dengan dirinya.
"Senang sekali ya istri paman, akhirnya Nabil bisa pulang juga, "
__ADS_1
"Iya dong paman aku seneng banget akhirnya bisa pulang juga Nabil bareng kita aku udah gak sabar pengen bobo sama Nabil "
"Sabar ya sayang kita sebentar lagi akan pulang kerumah dan akan mengurus Nabil bersama sama, paman juga sudah menyiapkan orang untuk membantumu dan menjagamu juga, agar pekerjaan mu menjadi ringan sayang "
"Terimakasih kak "
"Sama sama sayangku "
Andre kembali fokus menyetir dan sesekali melihat istrinya yang sedang bermain bersama sang anak.
"Nah sekarang kita sampai, ayo kita turun saya "
Andre segera membantu Syifa turun dan menuntunya kedalam rumah.
"Ini adalah kamar anak kita, aku sudah menyiapkannya saat aku pamit pulang padamu sayang. Bagaimana apakah kau suka dengan kamar yang aku dekor sendiri, tapi kau suka kan warnanya karena Nabil laki-laki jadi aku memenuhinya dengan warna biru dan hiasannya seperti ini, Apakah kau suka dengan apa yang aku buat"
"Tentu aku suka terima kasih paman, kau sangat baik aku suka dengan kamarnya lucu sekali pasti Nabil akan bahagia mendapatkan ayah sepertimu Paman terima kasih"
"Sama-sama sayang aku pun beruntung mendapatkanmu dan juga Nabil aku sangat beruntung mempunyai kalian"
Syifa segera mencium pipi Andre lalu dengan malu segera masuk kedalam kamar Nabil, Andre yang mendapatkan kecupan sangan senang dan langsung menutup wajahnya.
__ADS_1
**
Naura dan juga Ibrahim segera masuk dan melihat Milla yang ceberut saja, Ibrahim segera menjalankan mobilnya dan pulang kerumah.
"Kenapa kau kabur begitu saja .Apa kau tidak malu dengan ayahmu lalu kau kenapa dengan jidatmu. Aku sama sekali tidak melukai nya aku hanya mencambuk mu kenapa tiba-tiba saja wajahmu menjadi babak belur seperti itu apakah kau ingin mencoba menjebak ku "
"Iya kenapa, aku memang sengaja dan aku ingin membuat Ayah percaya pada diriku kalau kau sudah menyiksaku dengan sangat sadis. Aku ingin memberitahu Ayah kalau kau bukanlah laki-laki terbaik untukku, tapi ayah yang naif dan percaya padamu dia malah menjadi seperti itu marah-marah padaku dia membela dirimu yang memang sebenarnya salah. Kau menyebalkan sekali tahu nggak sih"
"Sampai kapanpun ayahmu tidak akan pernah percaya jadi kau jangan macam-macam membuat wajah mu sendiri menjadi rusak. Aku tidak akan memberimu uang untuk pengobatan biar saja kau seperti itu. Aku ingin tahu apakah kau akan menjadi pembangkang atau akan menurut padaku, jika kau ingin wajahmu baik kembali seperti semula kau harus baik denganku dan anakmu sendiri"
"Wajahku akan baik sendiri, jadi aku tidak perlu uangmu. Aku tidak akan mau baik padamu apalagi anakmu ini, sudah cukup kataku aku tidak akan mau diperintah oleh mu, sedikit pun jadi jangan coba-coba lagi kamu Bujuk ku, karena aku tidak akan Sudi memberikan perhatian pada kalian berdua. Sungguh Aku muak kalau saja tadi Ayah tak marah padaku Aku sudah tinggal disana Dan kau juga apa-apaan menyusulku ke rumah"
"Kau masih Istriku kalau saja kau sudah bercerai dengan ku aku tidak akan menyusul. Kemana pun kau pergi mau kau pergi keneraka atau pun ke lauat aku tidak akan menyusulmu, aku akan membiarkanmu tenggelam di sana. Jadi aku menyusulmu karena anakmu ingin bertemu denganmu. Dia sangat ingin bersama ibunya tapi kau sangat sulit memberikan satu pun perhatian padanya. Apa salahnya menyayangi anakmu sendiri aku sudah mengatakan ini berkali-kali sampai kapan aku harus mengatakan ini terus menerus .Apakah kau tidak lelah aku berbicara begini terus"
"Aku tidak pernah meminta kamu untuk berbicara begitu terus, aku sudah bilang kan berkali-kali pula kalau aku tidak akan menyayangi anak ini, aku tak sudi menyayanginya jadi diamlah dan aku ingin segera pulang, aku ingin beristirahat capek tahu , aku bertengkar terus denganmu. Aku ini ingin sekali kali pergi jalan-jalan main kesana kemari tidak dengan kau yang selalu berceramah di rumah aku muak mendengarkan kata-katamu yang sangat tak bermutu, aku ingin sekali bermain dengan teman-teman ku tapi kau selalu saja melarangku kau aku main saja malah menyiksaku. Aku ingin pergi Aku ingin jalan-jalan sekali"
"Kalau kau ingin bebas maka kau sayangi anakmu, maka aku akan mengizinkan kau bermain dengan siapapun, asal kau memperhatikan anakmu mengajak dia bermain mengajak dia kesana kemari dan mengantarkan dia ke sekolah itu saja, aku hanya meminta itu, aku tak meminta lebih maka setelah itu kau bebas ingin bermain kemana pun aku takkan melarang nya, asal kau mau melakukan satu hal itu, aku sudah senang tanpa harus kau mencintaiku aku tak mengharapkan cintamu. Aku hanya mengharapkan kasih sayang pada anakku"
" Baiklah aku akan melakukan itu , aku akan memperhatikan anak itu dan kau membebaskanku pergi ke manapun dan dengan siapapun maupun dia laki-laki kau harus mengizinkannya"
"Baik aku akan mengizinkannya asal kau memperhatikan anakmu itu sjaa, aku tak meminta lebih dan aku tak akan meminta apaa apa lagi padamu "
__ADS_1
Sebenarnya dirinya tak ingin melihat Milla pergi bersama laki laki lain tapi bagaimana lagi, dirinya ingin anaknya bahagia, dia ingin melihat anaknya bisa seperti anak yang lain, kemana mana bersama ibunya, kemana mana ada yang mengantarnya.
Semoga saja Milla bisa menepati janjinya dan tak membuatnya kecewa untuk kesekian kaliannya, semoga saja ya semoga.