
"Kamu tunggu dulu sebentar ya di sini om mau mandi dulu takkan lama kok, jangan kemana-mana ya ingat jangan kemana-mana Lucas harus diam di sini gak boleh lari dan kalau ada orang jahat pukul aja, kalau gak Lucas kasih dia paham gimana "
Lucas menganggukan kepalanya "iya om, iya aku mengelti aku akan diam disini dan menunggu om mandi jangan lama ya om"
"Iya Om tidak akan lama kok hanya sebentar kamu tunggu di sini ya, jangan kemana-mana om tidak akan lama kamu main robot-robotan dulu sendiri nanti bermain lagi bersama Om ya"
Lucas kembali mengangguk dan memainkan robot robotan itu tiba tiba saja ibu nya Airin merebut robot robotan itu, dan memelototi Lucas.
Lucas yang mendengar pepatah dari om Tora segera memukulkan robot itu kekepala ibunya Airin.
"Aduhh kau ya dasar kau anak pembawa sial, sakit tau kau ini yah tas sopan dengan orang tua, kau ini diajarkan tidak oleh orang tuamu. Seharusnya kamu menghormati aku bukannya tiba-tiba saja memukul kepalaku. Kau sungguh tak sopan seperti Ibumu dan Ayahmu sama saja kalian ini satu keluarga pembawa sial"
Lucas yang tak tau apa apa hanya diam saja dan kembali memainkan robotnya, namun kembali ibunya Airin memegang tangan Lucas dengan kencang.
"Kalau ada yang berbicara itu jawab, jangan diam saja "
"Aw sakit lepaskan lepaskan sakit "
Lucas langsung menangis dan langsung melepaskan cekalan itu dengan cara mengigitnya lalu berlari kearah luar dan disana sudah ada omahnya yang melihat adegan itu "omah omah tangan cakit cakit "
Ibu Liam segera memangku cucunya dan berjalan kearah ibunya Airin, Tora yang baru selesai mandi segera berlari karena mendengar Lucas menangis, namn ternyata Lucas sudah ada dipangkuan sang nenek.
__ADS_1
Tiba tiba saja plak plak, dua tamparan mendarat diwajah ibunya Airin "ada apa ini kenapa nyonya besar menampar ibu saya, "tanya Airin yang baru datang
"Kau sungguh tidak tahu diri ya, sudah melukai cucuku, cucu kesayanganku . Apakah kau selama di tempatmu itu selalu begini, apa kau di sana itu nenek sihir sampai-sampai berani melukai anak kecil kau ini sudah tua. Harusnya bisa berpikir dia anak kecil walaupun dia tidak menjawab ya sudah Memangnya setiap apa yang kau tanyakan harus dia jawab dengan kata-katamu yang kasar itu, kau ini di sini hanya numpang jadi sadar diri "
"Tolong jangan sakiti ibu saya "
"Diam kamu, saya tidak sedang berbicara dengan kamu ya, jadi kamu diam saja tak usah ikut campur urusanku dengan ibumu ini sudah sangat keterlaluan di sini saya sudah muak melihat muka ibu kamu dan drama dramanya "
Kembali sang nenek melihat kearah ibunya Airin bi Sari juga sudah ada disini karena mendengar teriakan sang nyonya besar yang melengking.
Ibu Liam segera memberikan sang cucu pada bi Sari "bi bawa Lucas kerumah dan minta menantu saya untuk mengobati tangannya "
"Baik nyonya besar "
"Baik nyonya "
Tora pergi kekamar ibu mertuanya dan akan melaksanakan apa yang disuruh oleh nyonya besar. Airin yang masih binggung hanya diam saja disana.
"Lebih baik kamu pergi saja dari rumah anakku, aku sekarang yang akan mengusir kau, anak ku tak bisa mengusirmu maka aku yang akan mengusirmu sekarang juga . Ayo ikut aku keluar dari rumah dan jangan pernah kau datang lagi ke rumah anakku atau ke rumah menantuku ini, kau tidak pantas untuk hidup di sini dan sampai kapanpun kau tidak akan pernah pantas .Aku tidak akan sudi kau ada di sini lagi "
Ibu Liam segera menarik tangan ibunya Airin "tidak nyonya saya tidak mau tolong nyonya jangan usir saya, tolong nyonya ampun saya minta ampun saya tak sengaja "
__ADS_1
Airin yang melihat ibunya dibawa seperti itu langsung menghampiri Tora yang ada dikamar, dia menangis dan Tora hanya membereskan pakaian ibunya Airin.
" Tora Tora tolong ibu dia diusir sama nyonya besar. Ayo tolong ibuku dia kasihan. Tolong jangan seperti ini kau kenapa malah diam saja, malah membereskan pakaian ibuku, apa yang akan kau lakukan Tora bicaralah jangan diam saja seperti ini, kau ini sekarang menjadi bisu atau kenapa bicaralah Tora bicaralah "
Namun Tora tak mengatakan apa apa , dia akan keluar namun sang istri memegang pakaiannya "Tora "
"Dengarkan ini bukan rumahku. ini adalah rumah majikanku jadi aku tidak bisa melakukan apapun, ibumu sudah terlalu banyak melakukan kesalahan di sini, makanya aku selalu menegur kalian dan memarahi kalian. Tapi kalian tidak pernah mendengarkan apa kata-kataku, inilah akibatnya aku sudah katakan jangan pernah bermacam-macam dengan keluarga ini, keluarga ini bukan orang sembarangan jika kau atau ibumu ketahuan melukai anaknya nyawamu taruhannya lebih baik seperti ini saja aku melindungi kalian berdua, lebih baik ibumu pulang ke rumahnya dari pada dia di sini dan selalu membuatmu terhasut olehnya lebih baik kau diam saja di sini jangan ikut campur ingat kau sedang hamil "
Tora sedikit mendorong tubuh sang istri dan mengunci pintunya, agar sang istri tak keluar dan malah ikut dengan ibunya, mertuanya harus diberi pelajaran, agar kapok dan tak akan seperti itu lagi.
Dirinya ingin merubah sikap mertuanya menjadi seperti dulu lagi, tak seperti ini, menjadi haus akan harta, dirinya juga tau kalau sang ibu mertua menyuruh Airin untuk mengoda tuan Liam, karena ibunya Airin ingin berkuasa.
Dari pada nanti sang istri di bunuh lebih baik ibunya bedalu, biang keroknya di usir saja agar rencana rencananya itu tak terwujud.
***
"Buka Tora buka Tora jangan seperti ini, aku minta maaf atas nama ibuku, jangan seperti ini, aku ingin bertemu dengan ibuku jangan seperti ini Tora aku ingin bertemu dengan ibuku, siapa saja buka pintunya tolong aku tak mau dikurung "
Airin sekuat tenaga mengedor ngedor pintu kamar itu, sampai sampai tangannya merah dan sakit, namun tak ada yang membukannya, Airin terduduk sambil memegang perutnya.
"Tolong buka pintunya, tolong jangan usir ibuku, tolong buka tolong siapa saja buka pintunya, aku ingin ikut bersama ibuku, Tora buka pintunya Tora jangan kau tak adil seperti ini, buka pintunya buka, Toraaaa buka Toraa " teriak Airin.
__ADS_1
Airin lalu bangkit dan berjalan kearah jendela dirinya melihat ibunya yang di gusur namun tak ada satu pun orang yang menolongnya "ibu ibu jangan pergi bu, jangan tinggalkan aku bu, ibu aku ingin ikut dengan ibu, ibu"