
Liam yang melihat rumahnya berantakan dan tak mau melihat istrinya makin marah dengan dia, segera membereskan semuanya membuang botol-botol Minuman itu. Dan juga memunguti sampah-sampah yang berserakan di bawah meja mereka.
Dan akhirnya selesai juga dengan cepat Liam pergi ke atas untuk menemui sang istri dan meminta maaf padanya. Namun saat pintu dibuka ternyata istrinya sudah tertidur dengan nyenyak.
Perlahan Liam segera mendekati istrinya dan mengelus rambut istrinya. Dia yang mencium bau alkohol dari tubuhnya dan juga dari mulutnya segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan semuanya agar istrinya nanti tak marah-marah lagi.
Zelin sebenarnya tak tidur sama sekali, dia segera membuka kedua bola matanya dan menatap kearah pintu kamar mandi. Lalu dengan cepat segera pergi ke lemari dan mengambil baju ganti suaminya. Dan setelah semuanya itu dia lakukan Zeline segera berbaring lagi dan tertidur untuk menghindari pembicaraan dengan suaminya nanti.
Ayam yang sudah keluar melihat pakaian gantinya sudah tertata rapi di atas tempat tidur. Dia hanya tersenyum dan melihat sang istri yang sedang terlelap, tapi bohong pasti istrinya tidak tidur masa iya pakaiannya bisa terbang ke sini sendiri.
Setelah selesai semuanya Liam segera ikut berbaring di samping istrinya lalu memeluknya dari belakang "aku tahu kamu enggak tidur sayang"
Zeline yang sudah ketahuan akhirnya membalikkan badannya dan menatap sang suami "ya aku belum tidur bagaimana aku mau tidur, sedangkan teman kamu Itu sangat berisik sekali "
" Maafkan aku sayangku, Aku tak bermaksud membuatmu terganggu oleh teman-temanku dan aku juga sungguh sangat minta maaf atas apa yang diperbuat oleh temanku. Aku sudah memarahi Mila karena telah membuatmu sakit hati kamu "
"Kenapa kamu memarahi dia Mas, Dia kan sudah bilang kalau dia cuman main-main saja sama aku. Aku pun tak sakit hati aku tahu aku sadar aku tidak cantik dan aku juga tak pantas bersanding dengan kamu di sini "
" Kenapa kamu berbicara seperti itu sayang, kamu itu cantik kamu itu sempurna kamu itu segalanya buat aku ,aku nggak akan pernah biarin orang yang telah menghina kamu itu hidup dengan tenang. Aku sudah memarahinya dan aku sudah mengusir mereka semua dari rumah kita ini Sayang. Kau jangan bilang begitu lagi kau pantas bersanding denganku dan kau hanya kau yang pantas untukku dan hanya kau pula yang pantas ada dalam hatiku dalam pikiranku dan M
Menjadi ibu dari anak-anakku ini Sayang ."
"Aku tidak sempurna Mas, Aku bukan wanita sempurna aku banyak kekurangannya Mas "
"Aku tak peduli kau di mataku adalah wanita sempurna, dan aku sangat menyayangimu. Aku tak akan membiarkan istriku sakit hati, apakah kau mau Milla, mati aku akan bawa kesini, atau kau mau lidahknya yang sudah berani beraninya menginamu "
" tidak Mas jangan lakukan itu kamu jangan bunuh Mila, Aku nggak mau kamu bunuh orang lagi Mas. ini kan cuman main-main aja Jadi nggak usah kamu bawa bawa ke hati ya Mas. Pokoknya aku nggak papa kok Mas. Jadi kamu tenang aja mending kamu sekarang tidur. Aku yakin kamu lelah"
"Baiklah sayang kalau itu mau Kamu, aku akan menuruti nya, tapi jika Mila sekali lagi menghinamu aku takkan tinggal diam, nyawanya taruhannya dan kau tak berhak untuk melarangku membunuh Milla, ayo sini peluk aku sayang "
Zeline hanya bisa mengangguk dan langsung masuk ke dalam dekapan suaminya memeluknya dengan erat.
**
" Syifa Apakah kita tak memeriksakan saja kandungan mu disini, kita juga belum tahu kan kandungan usia mu itu berapa"
"Nanti saja ya Nabil, aku belum siap untuk memeriksakannya. Tapi nanti aku akan mempersiapkan semuanya aku janji tapi untuk sekarang aku belum siap"
__ADS_1
"Baiklah kalau kau mau begitu, aku akan menunggu sampai kau siap ya, lalu sekarang kamu ingin makan apa biar aku cari makanan."
"Tidak Nabil Aku tidak mau apa-apa, aku hanya ingin bersamamu saja. Rasanya aku akan kehilangan seseorang tapi aku tidak tahu siapa itu. Aku tidak mau kehilangan kamu dan juga anak kita ini Nabil. Jadi kamu jangan kemana-mana ya diam di sini bersama aku, jika ingin ke mana-mana kita pergi sama-sama ya "
"Baiklah jika itu memang keinginanmu Syifa. Mungkin itu hanya perasaanmu saja aku ada disini bersamamu sekarang maupun nanti kita akan selalu bersama sama Syifa, kita akan mengurus anak kita berdua"
"Lalu bagaimana keputusanmu, tentang aku yang belum siap berbicara dengan Mami papi dan orang tuamu itu "
"Aku belum berpikir sampai ke situ Syifa, aku masih bingung harus melakukan apa. Beri aku waktu beberapa saat untuk memikirkan keputusan yang satu itu. Karena ini demi kebaikan kita juga Syifa itu seharusnya kita sekarang bilang kepada Mami papi dan orang tuaku. Agar semuanya baik-baik saja dan tidak ada kesalah pahaman nantinya Syifa. Bagaimana dengan perutmu nanti yang terus membuncit Syifa"
" Baiklah Nabil, kau pikirkan dahulu saja semua itu aku akan menunggunya, aku tahu perutku akan semakin membesar tapi aku belum siap aku belum siap mendengar mereka yang kecewa padaku"
"Iya aku tahu Syifa, pasti mereka akan sangat kecewa pada kita berdua "
"Ini salahku Nabil, kalau saja aku menurut padamu pasti semua ini tidak akan terjadi kan "
"Jangan kau salahkan dirimu Syifa, Aku tahu ini kecerobohan mu tapi mau dikatakan apalagi mungkin ini sudah takdir kita , sekarang kau harus pilih-pilih teman Syifa. Apakah kau mau memelukku"
"Tentu Nabil Aku sangat ingin memelukmu "akhirnya mereka pun berpelukan seperti Teletubbies.
**
Saat Zeline sedang asyik asyik nya mengobrol dengan sang suami tiba-tiba ada yang menumpuk bahunya, dengan refleks Zeline langsung mengalihkan pandangannya.
"Kamu Zeline kan " tanya laki-laki itu.
" Iya apa kita saling mengenal? "
"Iya kita saling mengenal Line, Masa kamu lupa sama aku, Aku ini loh Habib yang waktu itu sebangku sama kamu aku teman SMP kamu Line "
"Oh iya iya iya aku baru inget Habib maaf banget loh aku lupa sama kamu. kita kan udah lama enggak ketemu ya. Oh ya ini Kenalin dong suami aku Liam "
Liam dengan ketus segera menjabar tangan laki-laki itu"Sayang aku ambil tiketnya dulu ya takut nanti kehabisan "
Zeline pun menganguk, Liam pergi namun masih dengan mengawasi istriknya, dirinya ingin mendengarkan apa yang mereka bicarakan tapi sangat sulit sekali. Disini ditempat Liam berdiri, dia berfikir fikir yang tidak tidak, dia berfikir kalau istrinya dan juga Habib sedang membicarakan keburukannya.
" Maaf Habib Aku enggak bisa ngundang kamu wakfu aku nikah, aku kan di Bandung juga dan aku juga udah lama yah di Bandung jadi lupa sama temen yang lama maaf ya "
__ADS_1
"Iya iya gue paham kok , gue juga nggak nyangka loh, kalau lo bisa dapat musibah kayak gitu, diculik dan kenapa lagi lo nggak bilang sama polisi dan laporin itu "
"Nggak deh, gue nggak mau berurusan sama pihak berwajib. Mendingan gue pindah aja kan dari pada nanti masalahnya makin melebar dan gue nggak mau itu "
" Iya juga sih tapi gue sangat bersyukur kalau sekarang lo udah bahagia, Udah nikah punya suami ganteng banget suaminya. Oh ya udah punya anak"
" Iya gue juga bersyukur bisa dapetin dia. udah gue udah punya anak baru aja satu sebentar lagi dia mau 1 tahun namanya Lucas dan sekarang lagi belajar jalan juga "
"Wah wah wah bagus dong kalo gitu nanti deh kapan-kapan boleh kan gue main kerumah lo gitu "
" Kenapa nggak boleh ini gue kasih kartu nama suami gue ya . Dan ini juga alamat rumah gue ada di sini kok, oh ya gimana udah nikah belum"
"Belum gue belum nikah, gue belum kepikiran sampai situ Line, soalnya gue mau fokus dulu belajar dan sekarang juga gue semester akhir nih mau lulus, dan nanti juga gue mau terusin S2 di Amrik, jadi untuk masalah istri ataupun pacar nanti ajalah belakangan, yang penting dulu gue beresin aja sekolah gue ,siapa tahu kan ada di sana gue dapet jodoh yang cantik kayak lo"
"Ya udah gue doain semoga loh dapat nilai terbesar nanti ya dan selalu lancar S2 lho di Amrik. Ada-ada aja sih gue gak cantik tahu "
"Bisa-bisanya lo bilang nggak cantik, lo cantik dari dulu Line Jangan pernah gitu deh kebiasaan, lo harus pede sama diri lo sendiri jangan gitu dong jangan merendah"
"Iya deh iya deh gimana Habib aja bisa bisanya ya lo masih ingat gue. Padahal kita tuh udah enggak ketemu lama banget"
"Iya dong gue ingat loh, masasih gue lupain lo sahabat terbaik gue, yang selalu bareng-bareng ke mana pun itu berada . Ya udah sana samperin tuh suami lo udah cemberut gitu mukanya kayak bebek "
" Iya benar yaudah gue kesana dulu ya sampai ketemu lagi bye "
Zeline segera menghampiri suaminya dan Liam langsung menggenggam tangan Zeline dan membawa Zeline untuk segera masuk ke dalam ruangan Bioskop.
Film pun dimulai, mereka duduk dengan tenang. dan Zeline setra penonton yang lain sampai terbahak-bahak melihat filmnya karena memang lucu filmnya, namun tiba-tiba suaminya malah tersenyum terbahak-bahak sendirian, sedangkan semuanya sedang diam, dengan malu Zeline menundukan kepalanya.
Meteka berdua sekarang sudah pulang, dan sedang menuju jalan pulang, di dalam mobil Zeline ingin tahu kenapa suaminya sampai tersenyum sendirian "Kamu itu kenapa sih Mas yang lain nggak ketawa, tapi kamu kenapa malah tertawa terbahak-bahak kayak gitu sendirian "
"Lah emang lucu sayang aku nggak boleh ketawa gitu "
"Ya boleh aku nggak ngelarang kamu ketawa, tapi kamu ketawa saat pasangan itu lagi bermesraan lagi ciuman Mas "
" Lah emang lucu kok kata aku, kenapa emang , ya udahlah yang udah udah jangan di ingat-ingat lagi, emang itu paling lucu menurut aku "
"Ya Lah gimana mas aja deh aku bingung tahu "
__ADS_1
Liam yang melihat istrinya kesal segera mengacak-acak rambut nha dan itu malah membuat istrinya makin kesal saja padanya, sungguh dirinya cemburu karena istrinya berbicara dengan teman lamanya habib-habib itu.