
Dan ternyata yang tertusuk bukan Asa tapi tangan Andre yang sudah tiba-tiba ada dihadapan Asa. Tadi Andre dan Syifa melihat seseorang yang sedang di ikuti oleh laki-laki dan mereka seperti mengenalnya dan memang mengenalnya itu Asa.
Dengan cepat Andre keluar dan menolong Asa terjadilah seperti ini tangan Andre tertusuk.
Andre segera mendorong bapak-bapak itu "pergi sana atau gue laporin ya ke polisi "
"Ampun ampun bang " laki-laki itu segera pergi dengan tergesa-gesa.
Andre segera berjongkok dihadapan Asa lalu memeluknya dengah etat disitu juga air mata Asa keluar dengan deras.
Syifa yang ada didalam mobil hanya bisa menontonya dengan air mata yang mengalir dengan tiba-tiba.
Begini ya melihat orang yang paling kita sayangi dan cintai perpelukan dengan perempuan lain sungguh menyakitkan. Apalagi kalau sampai melihat mereka menikah pasti itu akan lebih hancur hatinya mungkin akan mati.
Andre segera membangunkan Asa "ayo Sa, kita masuk ke mobil dulu ya jangan hujan hujanan seperti ini nanti kamu sakit"
Asa hanya mengangguk saja dan berjalan sambil di gandeng oleh Andre. Segera Andre membuka pintu mobil dan membantu Asa untuk masuk.
Setelah masuk Andre segera mencari selimbut yang selalu dirinya bawa ternyata ada dipinggir Syifa.
Andre mendongkangnya dan menyelimbutkannya pada Asa. Asa yang menatap luka itu segera mengapai tangan Andre.
"Andre darahnya banyak banget "
"Udah gak papa Sa yang penting kamu gak apa-apa "
"Gak bisa gitu nanti kalau darahnya menetes gini aja gimana kalau kamu kehabisan darah coba, aku obati ya "
Asa segera mengambil p3k dan membukannya ternyata lengkap juga isinya.
"Sini biar sama Syifa aja kak Asa, kakak kan masih syok "
"Gausah Syifa kamu ini gak tau apa-apa, biar Asa aja yang ngobatin paman dia kan suster lebih tau sedangkan kamu taunya cuman main aja "
"Andre jangan gitu dong, Syifa tu punya niat baik buat ngobatin kamu. Dari tadi kamu sewot terus sama Syifa ada apa sih benernya yang gak boleh tau sampai aku sendiri bingung "
"Emang begitu keadaannya Sa, gak kok gak ada apa-apa cuman aku bawaannya lagi sensi aja "
"Kaya perempuan aja kamu Dre "
Syifa hanya tersenyum getir lalu mundur dengan perlahan menatap keluar jendela dan melamun dengan semua keadaan ini.
__ADS_1
Asa dengan telaten mengobatinya dan segera memperbannya. Setelah semuanya selesai Andre segera mengendarai mobilnya kembali namun sekarang pelan-pelan karena terhalang oleh tangannya yang terluka.
***
Dirumah Zeline sedang menatap keluar jendela, nenatap hujan yang begitu deras. Hatinya entah kenapa tertuju terus menerus kepada kak Asa, apa ada yang terjadi dengan kak Asa.
"Sayang ayo duduk, makanlah dulu. Nanti aku akan ambil Lucas ayo lah "
Zeline dengan senang langsung membalikan badannya "Beneran mas mau ambil Lucas "
"Iya mas akan ambil dia, ayo sini makan dulu "
Zeline dengan senang segera menghampiri suami dan duduk berhadapan dengan suaminya.
Belum juga disuruh Zeline sudah membuka mulutnya siap untuk segera melahap makananya.
"Kamu ini ya, aku belum juga bilang a udah ngeduluin "
"Ih gapapa mas, aku udah pengen cepet-cepet ketemu Lucas jadi cepet masukin makanannya mas "
Segera Liam menyuapi istrinya dengan sabar satu persatu makanan itu dimasukan kedalam mulut istinya dan pada akhirnya habis juga makanannya.
"Udah habis mas, sekarang mana Lucasnya "
"Yaudah mana mas mana aku minum sekarang "
Liam memberikan air minumnya dan langsung diteguk oleh Zeline. Liam lalu berpamitan pada istrinya untuk mengambil dahulu Lucas kepada ibunya.
Zeline yang kembali ingat kepada kakaknya segera kembali menelfon kakakanya itu tak lama langsung diangkat juga.
"Hallo Line kenapa, apa ada yang kamu mau titip sama kakak "
"Engga kak, aku cuman khawatir aja sama kakak, apa ada sesuatu yang terjadi dengan kakak dijalan "
"Engga kok, kakak baik-baik saja sayang, kakak gak papa. Kamu jangan khawatir ya "
"Ya tapi tetep aja khawatir "
"Sekarang Lucas lagi apa Line "
"Ya biasa sama ibu mertuaku kak, aku pengen banget nimang dia, tidur sama dia tapi sulit sekali rasanya kak "
__ADS_1
"Yang sabar namannya juga cucu pertama pasti mereka sangat antusias sekali untuk mengurus anak mu. Nanti juga tak akan seperti itu Line "
"Iya mungkin ya kak"
"Semangat dong jangan sedih lagi, kamu kan pulih makannya ibu mertua kamu urus Lucas kamu jadi kamu ngerti ya. Bukannya dia mau jauhin kamu dari Lucas tapi dia memberi jeda untuk kamu istirahat "
"Baiklah kak. aku sekarang akan mencoba untuk menyesuaikan semuanya, yaudah kakak hati-hatu dijalannya ya "
"Iya Line pasti " Asa segera mematikan panggilannya.
"Kenapa kak Asa berbohong pada kak Zeline " tanya Syifa
"Kakak gak mau kalau Zeline khawatir dan malah bikin dia setres nantinya jadi untuk sekarang lebih baik dia gak tau, kamu juga jangan kasih tau Zeline apa-apa "
"Terus kalau nanti kak Zeline tanya tentang luka paman Andre gimana "
"Ya bisakan paman Andre mu itu sedikit berbohong "
"Kan berbohong itu dosa kak Asa "
"Iya aku tau itu dosa, tapi ini demi kebaikannya, kamu taukan ibu melahirkan itu gampang setres "
"Ya tapi gak gitu juga kali kak "
"Udahla lah Syifa kamu ini bayak tanya banget, banyak ngatur, aku aja gak papa kok kalau harus berbohong, kamu ini jangan sok tau kalau memang gak tau diem aja ikuti jangan banyak membantah "
"Aku tuh bukan membantah paman, hanya memberi tau saja, apa salah ? kenapa sih aku ini jadi serba salah terus. Apa aku boleh bicara sampai kalian marah-marah sama aku "
"Kita tuh gak marah Syifa " jawab Asa.
"Udah deh kakak tuh gak usah ikut campur aku tuh lagi bicara sama paman Andre bukan sama kakak, semenjak kedatangan kakak, paman Andre sama aku tuh jadi kaya gini, jadi nyebelin jadi suka bentak-bentak aku. Jadi kakak lebih baik diem aja ya "
"Syifa, apa apaan kamu ini, gak ada masalahnya sama Asa, ini memang kemauan paman agar kamu lebih dewasa jangan seperti anak kecil terus " bentak Andre
"Sudah sudah jangan bertengkar, jika Syifa merasa kakak seperti ancaman buat hubungan Syifa sama paman Andre, kakak gak akan deket lagi sama paman Andre kamu. Jadi sekarang kamu bisa tenangkan tanpa ada gangguan dari kakak "
"Nah kakak ngerti juga teryata, kenapa gak dari kemarin-kemarin aja " ketus Syifa.
"Kamu Syifa apa-apaan sih, kamu tuh bukan pacar paman ya "
"Andrs stop udah, aku gak mau kalian bertengkar jadi udah ya "
__ADS_1
Tepat setelah Asa mengatakan itu sampai pula dihalaman rumah Zeline. Asa dengan terburu-buru masuk kedalam rumah tanpa mengiraukan panggilan Andre.