
Zeline dan Jo setelah melakukan pemanasan langsung joging bersama-sama baru saja 2 putaran Jo sudah menyerah begitu saja. Serta merengek seperti anak kecil kepada Zeline.
"Line udah dulu Line aku cape, udah yu ah aku ga kuat, gimana kalau aku pingsan Line mening udahan aja " rengek Jo dengan lebaynya.
"Kamu mah tadi ngajaknya 7 keliling sekarang baru aja 2 keliling udah nyerah " cibir Zeline.
"Ayo lah Line mending makan aja, aku lapar yu " dengan muka memelasnya.
Karna Zeline kasihan dengan Jo akhirnya mengalah saja daripada nanti sahabatnya ini marah dan pura-pura pingsan kan susah, jadi olahraga itu hanya iming-iming saja dan sebenarnya yang Jo ingin kan hanya makan saja.
"Kita makam bubur ya Line" minta Jo
"Iya-iya ayo Jojo kita beli ayo " menurut saja Zeline dengan kemaun Jo.
Saat Zeline dan Jo sudah pesan buburnya itu sambil menunggu tiba-tiba ada yang memangil Zeline.
"Zeline "
Zeline pun mencari sumber suara ternyata ada dibelakangnya itu Yuda. Ngapain coba tu laki-laki ada disini.
"Kamu ada disini Line emang ya kalau Jodoh pasti ketemu terus " ucap Yuda dengan tersenyum lebar.
"Heh lo kutu kupret ngapain kesini segala " ucap Jo dengan sewotnya, Zeline tak menjawan pertanyaan Yuda dan hanya diam saja, dia tak mau kalau harus mencari masalah lagi dengan Liam dan akhirnya bertengkar lagi.
"Yaelah gimana gue dong, emang ini tempat punya bapak lo " jawab Yuda dengan sama sewotnya.
"Iya tapi lo tu ganggu gue yang lagi seneng-seneng sama Zeline tau ga, pergi sana "
"Ogah, gue juga pengen beli bubur kali"
Yuda pun duduk dan duduk disebelah Zeline, sungguh Zeline ingin pindah tempat tapi tak ada lagi tempat, ingin bertukaran dengan Jo tapi Yuda menghalanginya terus menerus menyebalkan, saat Zeline pindah ke kursi Jo dia pindah kekursinya Zeline sebelum Jo menempatinya dia sudah lebih dulu mendahuluinnya.
__ADS_1
Jadi mau tak mau Zeline harus bersebelahan dengan Yuda, Jo pun sudah kesal dengan kelakuannya Yuda dari tari Jo marah-marah terus.
***
Sedangkan Liam saat mendapat pesan dari Zeline sangat senang ,sekarang Zeline mau mengabarinya saat mau pergi. Dulu malah dia yang harus bertanya dan mencari keberadaan Zeline.
Liam akan menyusul Zeline ke Gasibu tapi sebelum pergi Liam akan menelfon sang ibu terlebih dahulu.
Dideringan pertama tak diangkat dan yang kedua akhirnya diangkat juga oleh sang ibu.
"Hallo Assalamualaikum Bu " salam Liam
"Walaikumsalam anaknya ibu, apa kah kau mau pulang sayang " jawab ibuny.
"Maaf ibu tidak, ibu dan ayah apakah minggu depan ada waktu "tanya Liam takutnya orang tuanya ada acarakan.
"Tidak nak, memang ada apa "
"Ya allah na ibu sangat senang sebentar yah " tiba-tiba ibunya Liam berteriak-teriak memangil ayahnya dan dengan hebohnya dia menceritakan kepada suaminya itu.
"Hallo na " ucap ayangnya.
"Hallo ayah, ayah bagaimana sehatkan "
"Alhamdullilah ayah sehat na. Bagaimana na kamu sudah melamar Zeline dan minggu depan ayang dah ibu harus kerumah Zeline begitu na " tanya ulang ayahnya memastikan apakah benar ucapan sang istri karna ini pertama kalinya Liam mempunyai seorang pacar dan langsung ingin meminangnya sungguh dia sangat senang ternyata anaknya normal.
"Iya ayah, apakah ayah dan ibu ada waktu "
"Tentuna tentu ayah dan ibu ada waktu, tunggu ayah dan ibu pergi kesana ya "
"Baik lah ayah terimakasih,ayah dan ibu diantar kesini oleh Andre saja ya "
__ADS_1
"Iya na, iya baik tapi kamu dengan dia tidak punya hubungan spesial kan " selidik ayahnya.
"Ayah aku dan Andre bersahabat tak ada hubungan yang menurut ayah spesial itu, yasudah aku akhiri dulu ya ayah, aku ingin menjemput Zeline dulu"
"Baik lah na kau dijalan hati-hati dan selalu atur emosimu itu ingat ayah tak mau kamu nanti sampai kasar sama Zeline ya" orang tua Liam sudah tau dengan kelakuan anaknya itu, tapi dia selalu berdoa semoga nanti saat sudah mempunyai pasangan yang dia sangat cintai bisa merubah sifat jeleknya itu.
"Iya ayah baik, Assalamualaikum ayah "
"Walaikumsalam na"
Liam pun setelah selesai berbicara dengan kedua orang tuanya bergegas untuk pergi menjemput Zeline mengunakan motor, sekarang dia mempunyai motor agar bisa lebih romantis gitu saat bepergian dengan Zeline.
Sampai juga Liam di Gasibu dengan sabarnya dia mencari Zeline ingin memberi kejutan, memang dia tadi tak mengabari Zeline bahwa dia akan menyusulnya bahkan tak membalas pesannya .
Liam pun melihat Zeline dari kejahuan sedang memakan bubur, apakah itu benar Zeline namun siapa Lelaki yang duduk di sebelah sang kekasih di dekatinya terus oleh Liam untuk memastikanya dan dipanggilnya Zeline. Benar saja itu Zeline .
"Zeline" ucap Liam saat sudah ada dihadapan ketiga orang itu.
Zeline yang sedang makan kaget mendengar suara kak Liam, dengan cepat mendogak dan benar itu kak Liam " kak Liam " beo Zeline sambil langsung berdisi seperti terciduk sedang selingkuh saja.
Dihampirinya Liam oleh Zeline dan langsung Liam mengandeng Zeline dan menyimpan uang dimeja Zeline dan melongos membawa Zeline pergi dari tempat ini, dengan muka yang menahan amarah.
Yuda yang tadinya akan menyusul Zeline tak bisa karna di tahan oleh Jo.
"Kenapa sih lo gabisa biarin Zeline bahagia sama pilihannya dia sendiri, lo ga usah jadi benalu buat hubungan Zeline dan pak dosen, harusnya disaat lo tau bahwa Zeline dan pak dosen akan menikah seharunya lo mundur. Demi Zeline Yud lo mundur biar dia bahagia " minta Jo
"Lo enak Jo bicara kaya gini, gimana kalau lo yang ada diposisi gue, pasti lo akan lakuin hal yang sama kaya gue gini Jo"
"Ga gue ga akan pernah lakuin hal itu, gue kalau jadi lo akan mundur dan membiarkan perempuan yang gue sayang buat bahagia sama pasangannya itu, ga akan gue ganggu dia lagi. Gue lebih baik sakit hati dari pada harus jadi benalu dihubungan orang lain dan gue secara perlahan akan menjauh dari perempuan itu "
Yuda yang di ceramahi oleh Jo tak bisa berkata apa-apa lagi diam dan langsung membayar makananya itu dan melengos pergi tanpa menjawab yang tadi Jo katakan.
__ADS_1
Sungguh Yuda tak bisa harus mundur begitu saja, dia harus mencari cara agar bisa membuat Zeline ragu pada dosen itu. Dan saat itu terjadi dia akan mendekati Zeline dan merebut hatinya kembali.