Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Menyiapkan semuanya


__ADS_3

Sekarang keluarga Syifa sedang menyiapkan keperluan untuk pernikahan Syifa dan juga Nabil, orang tua Nabil juga sudah ketemu dengan orang tua Syifa dan sepakat akan menikahkan merekaminggu depan.


Syifa dan juga Nabil sangat bersyukur, karena orang tua mereka akhirnya luluh dan mau menerima keadaan Syifa yang sedang mengandung.


" Aku senang banget loh Nabil bisa nikah sama kamu, akhirnya impian kita terwujud juga ya, kalau tau akhirnya kaya gini kenapa juga gak dari dulu kita pulang ya "


"Aku kan dah bilang sama kamu, kita pulang kita bicara sama mereka baik-baik kan akhirnya juga baik-baik kan sekarang. Ya udah sekarang kita Syukurin aja ya kamu sekarang senang kan kita bisa sama-sama terus"


"Iya aku seneng banget, kalau bisa bareng-bareng sama kamu terus, nanti kita urus anak ini berdua ya, aku udah gak sabar deh nunggu anak kita ini"


"Iya aku juga senang kok sayang sama kamu, sekarang kamu mandi terus dandan yang cantik ya. Meski di rumah kamu itu harus selalu cantik apa lagi nanti udah nikah kamu harus selalu cantik"


"Emang kalau aku nggak cantik kamu nggak mau terima aku gitu "


"Ya bukan gitu Sayang, aku cuman ya mau lihat kamu aja dalam keadaan cantik tapi nggak papa kalau kamu gak mau dandan, gini aja udah cantik, karena kamu itu mau natural mau dandan tetep aja cantik, aku cuman pengen liat aja gitu Syifa, gak lebih kok"


"Iya iya deh Nabil, aku mau kekamar mandi dulu ya, mau mandi terus nanti aku mau jalan jalan, bawa anak kuta jalan jalan gak jauh jauh kok aku perginya, cuman keliling keliling kompleks aja, kamu tenang aja ya Nabil aku gak akan berpaling sama siapa pun "


"Iya sayang, pokoknya kamu harus hati hati ya "


"Iya Nabil dah "


"Dadah Syifa "


Setelah sambungan mati Syifa segera masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya, yany sudah bau asem ini.


**


"Line kak Andre kok dari tadi aku lihat lihat murung terus ya "ucap Jo yang sekarang memang sedang ada di rumah Zeline.


"Dia lagi galau Jo, dia lagi patah hati "


"Patah hati kenapa sih, kok enggak biasanya deh biasanya kan kak Andre itu patah hati cuman sama Syifa aja "

__ADS_1


" Iya dia patah hati sama Syifa "


" Emangnya kenapa Kok patah hati, kenapa Syifa hamil gitu sampai bikin kak Andre patah hati atau Syifa mau nikah "


"Dua-duanya Jojo, Syifa udah hamil sekarang mau nikah sama Nabil, jadi kak Andre tahu semua itu dia sangat sakit hati dan patah hati sama aja ya patah hati sama sakit hati "


"What "teriak Jo


"Ih kenapa malah teriak jangan teriak dong " ucap Zeline sambil memukul tangan Jo.


"Iya iya maaf Line, Aku kaget Syifa bisa ngelakuin kayak gitu. Beneran Syifa hamil enggak dipaksa kan sama Nabil Buatlah lakuin hubungan ****"


"Ya aku juga nggak tahu, aku juga dengar dari mas Liam kalau Syifa hamil sama Nabil itu aja, aku juga nggak tahu itu paksaan atau memang kemauan mereka berdua. Mereka kan tinggal satu apartemen yang mungkin ke goda atau apa kan, kita nggak tahu Jo pikiran orang. Udahlah kita jangan ngomongin orang yang terpenting kita doain aja yang terbaik buat Syifa dan juga Nabil dan doain juga buat kak Andre semoga aja kak Andri cepat cepat dapat jodoh biar enggak galau terus "


"Iya deh, bener kata kamu kita doain aja yah yang terbaik buat mereka berdua, berarti nanti aku kalau ketemu Syifa jangan bilang apa apa ya "


"Iya kita diam aja, pura-pura nggak tahu tentang kejadian apa yang terjadi dengan Syifa. Takutnya nanti dia malah malu kan. Dan nggak mau ketemu sama kita udah kita diam aja yang terpenting dia baik-baik aja sama Nabil dan kak Andre juga bisa terima dengan lapang dada "


"Udah nggak usah, kayaknya kak Andre masih pengen tenangin diri nya dulu, jadi kita nggak usah ikut campur biarin dia tenangnya semua fikirannya dulu. Kalau hatinya udah tenang baru kita deketin dia, karena kalau sekarang kita deketin dia takutnya dia marah atau gimana gitu kan kita nggak tahu, takutnya nanti kamu salah bicara "


Jo segera mengangguk dan kembali bermain dengan Lucas yang dari tadi sedang menendang menendang bola sendirian.


**


Seperti biasa Andre pergi ke danau, namun dia melihat seseorang dan dia kenal itu siapa dan dari perawakannya, dia sangat kenal itu siapa dengan perlahan Andre mendekati orang itu dan menepuk bahunya.


"Paman Andre "ucap Syifa saat berbalik.


" Yah Hai Syifa gimana keadaan kamu baik-baik aja kan"


"Aku baik paman, gimana keadaan paman baik baik aja kan "


"Tubuhku emang kelihatan baik syifa, tapi hati aku nggak aku kecewa sama kamu, aku kecewa dengan apa yang kamu lakukan dengan Nabil. Apa dengan cara ini kamu ingin membuat paman sakit hati dan ingin membuat Paman terpuruk seperti apa yang kamu alami dulu saat Paman menolak kamu dan mengusir kamu "

__ADS_1


" Enggak kok, aku sama sekali nggak mau bikin Paman kecewa ataupun sakit hati. Ini emang udah pilihan aku sama Nabil kok dan aku juga sama Nabil Emang saling cinta. Jadi kenapa nggak kita lakuin ini kan "


Syifa sengaja berbohong pada pamannya ini, karena dirinya tak mau pamannya akan lebih sakit hati tapi mungkin kata-kata ini juga sama membuat pamannya sakit hati.


"Oh jadi karena saling suka kalian melakukan **** bebas di sana, lalu untuk apa orang tuamu menyekolahkanmu di sana. Untuk apa mereka mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk membebaskanmu melakukan **** dengan laki-laki lain dengan sahabat mu sendiri "


"Aku dan Nabil tidak melakukan **** bebas, paman tidak tahu cerita yang sebenarnya jadi Paman jangan asal bicara. Aku dan Nabil tidak melakukan **** itu terus menerus. Kami juga sebenarnya tidak mau melakukan ini"


"Tidak mau melakukan, tapi sampai hamil. Apa itu yang dinamakan tidak mau tapi sampai jadi begitu. Apa kamu sekarang menjadi wanita murahan Syifa sampai-sampai kamu memberikan keperawanan kamu pada orang yang belum tentu menjadi suami kamu nantinya. Bagaimana kalau Nabil nanti kabur hah, kamu memberikan keperawanan kamu pada laki-laki yang belum sah menjadi suami kamu. Emangnya kamu tak diajarkan saat sekolah kalau itu salah, sia sia dong kamu sekolah"


Syifa yang marah dengan paman Andre karena sudah menuduhnya sebagai wanita murahan segera menamparnya.


"Denger ya paman aku ini bukan wanita murahan, aku bersyukur aku udah nggak mencintai Paman lagi, aku bersyukur Nabila mau datang dalam kehidupanku , mau tanggung jawab dengan apa yang dia perbuatnya, tanpa berkata kalau aku wanita murahan, paman nggak tahu kejadian itu. Enggak tahu gimana Nabil ambil keputusan ini, aku dijebak sama teman aku dan Nabil yang tanggung jawab, Nabil yang mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi padaku di sana. "


"Dia sama sekali tak melakukan **** **** terus padaku dia melakukan ini terpaksa. Kalau tidak aku hamil anak orang lain. Aku bersyukur aku akan menjadi istri Nabil bukan istri paman. pikiran Paman itu terlalu dangkal, Aku bukan wanita murahan dan aku sekolah dengan benar aku juga tahu itu salah tapi aku terpaksa melakukan itu semua Paman. Kenapa kamu berbicara seperti itu padaku" lanjut Syifa sambil menangis.


Andre hanya bisa diam terpaku, merutuki ucapannya yang kasar pada Syifa. Seharusnya dirinya tak berkata seperti itu pada Syifa, sebenarnya ada apa dengan mulutnya ini. Sungguh dirinya menyesal, sangat menyesal.


"Pamam jangan berani-berani sekali lagi mengatakan hal jelek pada Nabil, Nabil adalah Ayah dari anak ku, paman tidak berhak mengomentari hidupku dan juga hidup Nabil. kami saja tidak mengomentari hidup paman, aku kecewa dengan kata-kata paman yang kasar itu. Apakah harus paman berkata seperti itu padaku, aku juga menyesal dan Nabil juga menyesal telah melakukan ini tapi kami harus menjalani hidup aku menerima anak ini dengan senang hati dan kami berdua akan mengurusnya"


" Maafkan Paman Syifa. Kenapa tidak dari awal kamu ceritakan ini, kenapa bisa dijebak seperti itu oleh temanmu. Kenapa kau tak bilang pada Paman kalau teman-temanmu di sana jahat Kenapa kau diam saja, paman bisa membantu mu disana"


"Paman tak usah membantu, karena di sana sudah ada Nabil ayah dari anakku, yang bisa membantuku menjagaku melindungiku. Aku tak butuh orang lain lagi aku hanya butuh Nabil itu saja sudah cukup, mungkin dulu aku salah ya bisa mencintai paman yang kasar seperti ini,kata-kata Paman itu kasar aku bukan perempuan murahan paman "


" Maafkan paman, paman nggak bermaksud mengatakan itu. Paman hanya kecewa padamu, kecewa dengan apa yang kalian lakukan. Seharusnya dulu paman nggak biarin kamu pergi ke sana mungkin Kejadian ini nggak akan kayak gini kan. Paman salah dulu pernah berhenti untuk mengejar kamu dan menunggu kamu pulang. Kalau tahu pada akhirnya kamu pulang dengan keadaan seperti ini mungkin paman akan terus mengejar kamu dan tinggal di sana pula "


"Ini udah kejadia paman, jadi jangan berharap, aku sekarang udah bahagia, paman cari kebahagian paman aja, karena aku gak mungkin akan kembali bersama paman, aku sudah bahagia dengan Nabil, paman carilah kebahagian paman jangan mengharapkan aku akan kembali pada paman, karena tidak akan mungkin terjadi paman "


"Paman akan bahagia bila denganmu saja Syifa, aku akan terus menunggumu, jika tidak menikah denganmu aku tak akan mebikah, biarkan aku begini saja "


"Aku pulang paman "


Syifa segera pergi, Andre sama sekali tak menahannya namun entah kenapa air matanya tiba tiba saja mengalir begitu saja, tanpa bisa di kontrol.

__ADS_1


__ADS_2