Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Cuaca yang mendukung


__ADS_3

Jo yang mengetahui suaminya tadi pergi dengan Lisa kembali bertemu dengan Lisa kembali. Dia langsung berlari dan tanpa mau mendengarkan penjelasan dari suaminya.


Bahkan Gavin tak bisa mengejarnya, malam-malam begini Jo masih ada di sebuah taman diam sendirian termenung dengan apa yang dirinya lihat tadi. Apakah suaminya kembali menghianati


Jo hanya bisa menangis dan tak bisa bercerita pada siapa siapa, sahabatnya sedang dibandung, mana mungkin menganggynya dan membuat sahabatnya khawatir dengan keadaan dirinya sekarang.


Kenapa sih rumah tangganya selalu diuji dengan perempuan perempuan dan perempuan saat pacaran rasanya tidak seperti ini deh, pusing deh gini terus tidak ada perubahan, rasananya pengen pergi aja dari dunia ini.


Sedangkan Riyan dia panik mencari dimana istrinya, dia ingin menjelaskan dirinya tak pergi dengan Lisa hanya kebutulan saja bertemu dan tak ada meja kosong makannya Lisa duduk bersamanya.


"Yan aku kok jadi gak enak ya sama istri kamu. ini udah dua kali loh kita kaya gini, gimana kalau dia pergi lagi aku gak mau disalahin, gimana dong ini udah malem banget pasti suami aku juga udah nyariin aku nih HP aku juga lowbat hp kamu juga sama, aku gak mau ada salah faham lagi kaya dulu"


"Aku juga pusing aku juga gak mau ditinggalin lagi sama istri aku, aku gak mau kejadian itu terulang kembali di mana ya Jo. Oh iya aku baru ingat pasti dia ada di taman yang sering kita datangnyin, ya bener aku harus kesana "


"Yaudah ayo cepetan kesana "


Tak lama kemudian mereka sampai dan Riyan langsung berlari diikuti oleh Lisa.


"Jo "


Jo hanya melihat sekilas lalu kembali lagi fokus kedepan, Lisa segera duduk disamping Jo.


"Jovanka kamu itu salah faham, aku sama Riyan emang gak ketemuan kok, itu cuman kebetulan tadi aku mau makan di situ tapi kehabisan tempat, dan kebetulan cuman meja Riyan yang kosong, cuman Riyan yang sendiri di sana, makanya aku ikut dan duduk di situ kita gak janjian. Beneran deh dan aku juga udah punya suami mana mungkin aku selingkuh kamu udah salah faham untuk kedua kalinya sama aku"


Jovanka mengalihkan pandangannya dan menatap Lisa "udah dua kali yah, gini terus kan ya, udah kamu pulang aja nanti gimana kalau suami kamu nyariin aku enggak apa-apa kok, aku cuma kecewa aja kenapa Riyan gaak bilang sama aku"


"Tapi beneran , kita gak ada apa-apa kamu jangan marah ya sama Riyan. Kita cuman gak sengaja ketemu gak ada maksud apa-apa kok "


"Ya aku ngerti udah kan jelasinnya, udah kamu pulang aja gak usah lama lama disini "

__ADS_1


"Ya udah aku pamit pulang ya, jangan sampai rumah tangga kalian malah jadi gak baik-baik aja karena salah paham ini aku pulang"


Lisa segera pergi tanpa bicara pada Riyan, Riyan segera duduk dan memegang tangan istrinya, namun Jo langsung menepisnya.


"Kenapa sih harus kaya gini terus kenapa sih, selalu ada salah paham diantara kita berdua, kenapa sih kamu kalau apa-apa gak pernah bilang sama aku tapi aku harus selalu bilang sama kamu kalau kemana mana, sama siapa "


"Maaf aku tadi kehabisan baterai ponselnya, jadi aku gak bisa hubungin kamu, itu cuman kebetulan aja aku ketemu sama Lisa kita udah gak ada hubungan apa-apa dia udah nikah kaamu jangan marah dong"


"Iya dia udah nikah dan kalian udah gak ada hubungan apa-apa, udah kan gitu aja "


"Ini tuh cuma salah paham kita cuma duduk-duduk aja, dia cuman ikut duduk, masa iya aku gak kasih. Udahlah jangan diperpanjang cuma masalah kecil aja "


"Iya kalau menurut kamu semua ini cumam masalah kecil semua yang ada di dalam hubungan kita itu adalah masalah kecil, jadi ya udah kamu pulang aja aku masih mau di sini kamu gak usah khawatir aku tak akan kenapa-napa, aku bisa pulang sendiri aku bisa naik taxi sendiri"


"Ayo cepat Jo jangan bikin aku marah kita pulang sekarang gak usah banyak drama lagi deh aku cape "


"Ya udah kamu pulang aja sendiri aku masih mau di sini aku udah bilang Kan tadi sama kamu"


"Kenapa sih kamu harus melanggar terus dan sedangkan aku harus patuh, emang apa sih susahnya telepon aku minta tolong ke resepsionis yang ada di sana atau gak kemana gitu nyari telepon umum buat kabarin aku kalau kamu makan di sana dan gak sengaja ketemu sama Lisa apa susahnya sih"


"Ya udah aku minta maaf kita gak sengaja kok, kamu salah paham, ayo pulang Jo aku minta maaf , janji aku gak akan ngulangin kejadian ini lagi aku pasti akan bilang sama kamu"


"Aku capek tahu gini terus0dulu aja kamu hampir selingkuh sama Dini, aku tuh belum percaya 100% sama kamu tapi kamu udah makan aja sama cewek lain meskipun itu enggak disengaja"


"Sayang ayo pulang ya kita pulang nanti mamih khawatir jangan kayak gini ya"


Jo sama sekali tak menggubris suaminya dia langsung pergi kearah mobil masik dan menunggu suaminya masuk untuk menyetir pulang.


***

__ADS_1


"Gimana enak gak, papih hebat kan bisa bakar bakar sosis sama ayam seenak ini "


"Iya papih hebat, ayo nenek kakek makan lagi dong "


Kakek dan neneknya hanya tersenyum saja dan menuruti apa kemauan cucunya, sedangkan Liam mengambil kembali, sosis, ayam, ikan dan juga bakso yang sudah matang kearah istrinya.


Menium niupnya lalu menyuapi istrinya "ayo sayang buka mulutnya "


"Malu mas "


"Udah sayang ayo buka mulutnya "


Dengan malu malu Zeline membuka mulutnya dan memakannya, Liam yang melihat bumbu yang belepotan di pinggir bibir istrinya, mendekatkan wajahnya lalu menjilatnya untuk membersihkannya.


"Heyy disini ada anak dibawah umur " ucap ayah Zeline.


Liam langsung menjauh dan mengaruk kepalannya karena kelepaskan dan khilaf, lupa kalau ada yang dibawah umur.


"Ayo Lucas sayang kita masuk rumah biarkan Papi sama Mami kamu berduaan kayaknya mereka lagi mau berdua aja deh"


"Loh kok gitu buk gak kok udah di sini aja"


"Gaak apa-apa ayah sama ibu dan Lucas sudah ngantuk kalian di sini saja ya berdua "


"Iya Lucas juga gantuk, ayo kakek gendong "


"Ayo kemari jagoan kakek, ayo ayo kita bobo "


Setelah yakin mereka semua pergi, Liam langsung menyambar bibir istrinya, Zeline yang dituntun oleh suaminya untuk duduk dipangkuannya mengerti dan duduk disana.

__ADS_1


Liam makin leluasa menciumi istrinya ditengah rembulan malam yang cantik dan cuaca yang mendukung .


__ADS_2