
"Ayo ayo kemari untuk menyambut kedatangan keluarga baru kita, Mami sudah membuatkan kue bolu yang sangat cepat untuk kalian berdua ayo potong kuenya ya. Meskipun tidak sempurna tidak apa-apa ya Mami tadi membuatnya buru-buru dengan Bi Neneng tapi kalian harus memakannya, jangan menghiraukan rasannya ya "
"Iya benar tuh Nyonya Tuan enak pasti makan yah Neneng juga tadi belajar dari ibu, dan ya lumayan sulit tapi ya lumayan hasilnya. Ayo makan makan makan"
Riyan segera memotong kur itu dan menyuapkannya pada sang istri lalu pada maminya dan terakhir pada dirinya sendiri cukup enak juga.
"Bi neneng gak akan disuapin atuh masa nyonya sama ibu aja, bibi juga mau atuh, meni gak seru ah tuan mah "
Jo hanya tersenyum saja dengan tingkah bi Neneng, Riyan langsung memotongkan kue dan menyuapkannya pada bi neneng yang sudah manggap dari tadi.
"Emang beda ya kalau disuapin sama orang ganteng mah kue yang gak enak juga akan terasa sangat nikmat dan Oh ya ampun pokoknya mah nikmat pisan, sampi bibi sulit berkata kata ini teh "
Mereka semua malah tertawa mendengar ucapan Bi Neneng yang memang selalu saja begitu kalau diperhatikan Riyan atau ada apa gitu.
Tapi itu sama sekali tidak membuatnya cemburu mau apa cemburu sama Bi Neneng, Bi Neneng aja umurnya udah hampir sama kayak maminya ya mungkin di bawahnya tapi hampir sama aja gitu kan jadi it's oke enggak usah cemburu karena bi neneng juga cuman main main aja.
Akhirnya keluarga Jo menikmati malam kebahagiaan mereka menyambut keluarga baru yang sebentar lagi akan datang, ya memang masih lama 9 bulan tapi setidaknya mereka sangat menyambut kedatangan bayi kecil itu untuk melengkapi keluarga mereka dan untuk meramaikan keluarga mereka dengan tangis twa anak itu.
,**
Sedangkan ibu Airin yang tadi pergi dari panti jomponya Jill dia berjalan-jalan tak tentu arah entah mau ke mana dia sudah bertanya pada setiap orang tentang rumahnya Liam namun sama sekali tak ada yang mau memberitahunya dan pusing diam yang mana karena nama Lion itu bukan hanya suaminya Zelin saja banyak pengusaha yang bernamanya Liam dan mereka tidak tahu dan tidak mau ada yang mengantarkannya untuk pergi ke rumah besar
" sekarang aku harus pergi kemana aku tanpa arah dan tuju Aku belum makan sama sekali , ak sangat lapar aku harus segera menemukan rumah besar itu agar aku bisa makan enak lagi dan tidak tertelantar seperti ini."
"Aku ingin tidur enak tidur nyenyak jadi kenapa menjadi seperti ini kenapa sih nyonya besar harus mengusirku dan itu temannya Tora malah membuangnya begitu saja wajah pun lebam gara-gara dipukul olehnya . Apakah aku harus kembali lagi ke panti jompo itu. Tapi kalau sampai kembali itu akan sangat memalukan tapi aku sangat lapar"
Akhirnya tanpa pikir panjang Ibu Airin kembali berputar arah dan masih mengingat jalan untuk ke panti jompo itu, dia berjalan dengan tertatih-tatih dengan kaki yang sudah sakit dan barang yang dia bawa itu sangat berat.
Karena pakaiannya di bawa semua saat sudah tiba di sana Ibu Airin segera masuk dan mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada yang membukanya, sekali lagi Ibu Airin mengetuk pintunya dan keluarlah Jil bersama satu nenek yang selalu saja menemani Jill
"Mau apa kau kemari bukannya kau tadi ingin sekali kembali kepada keluarga kayamu. Lalu kenapa kau ada di sini ada apa kami tidak menerima orang angkuh sepertimu. Lebih baik kau pergi saja dari sini jangan ada di sini, kami tidak suka ada orang sepertimu pulang-pulang ke sana pulang pulang " ucap nenek itu .
Jil langsung mengelengkan kepalanya " Nenek tidak boleh begitu, ayo nek masuk nenek pasti kedinginan kan ayo cepat masuk nanti aku buatkan susu" ucap Jil pada ibunya Airin.
__ADS_1
Ibu Airin hanya mengangguk saja dan masuk ke dalam rumah dia sebenarnya malu untuk kemari ke sini, tapi ya bagaimana lagi dia harus pergi ke mana lagi.
Sedangkan tidak ada satupun orang yang memberitahu tentang rumah Liam yang besar itu, rumah besar itu tidak ada yang memberitahu, mereka hanya acuh dan membiarkannya saja sepertinya mereka menganggap dirinya ini orang gila.
Ibu Airin segera duduk dan menunggu Jil yang sedang membuatkan susu "Kau kenapa kembali lagi ke sini" tanya nenek-nenek tadi yang bersama Jill
"Aku kedinginan makanya aku ke sini lagi apakah aku tidak boleh jika kembali lagi ke sini , nona Jill pun tidak masalah dia menerima aku lalu kau kenapa tidak, apa masalahnya denganmu aku ke sini hanya ingin meminta nona Jill untuk mengantarkanku ke rumah besar itu, kau ini ya aku tidak akan tinggal di sini kok"
"Ah masa kau hanya menghayal kata Nona Jill pun kalau Liam itu tidak mungkin selingkuh dia tidak mungkin mempunyai istri kedua apalagi mertuanya macam dirimu tidak mungkin tidak mungkin, nona Jill sudah menceritakan pada kami latar belakang Liam dan istrinya pula jadi itu tidak mungkin kau jangan mengada-ngada kau nanti gila loh
"Hei kau tidak tahu dia seperti apa. Jadi kau jangan ikut campur ini urusanku kau jangan seperti itu dia memang menantuku istrinya adalah anakku, kau tidak tau apa apa, kau hanya mendengar dari nona Jill dan tak melihat langsungkan, mereka sangat bahagai sekali"
"Aku tidak percaya aku juga lihat ya dari koran-koran majalah-majalah tentang bisnis kalau laki-laki itu sangat angkuh dan Jutek mana mungkin mempunyai istri lagi, kamu ini suka menghayalnya terlalu besar tadi juga Nona Jill memberikan kami majalahnya, korannya kami baca di sini"
"Masa bodoh kau sudah membaca berita membaca koran membaca apapun, aku tidak peduli yang terpenting itu memang kebenarannya. Jadi kau tidak usah ikut campur kenapa sih kau merecoki aku terus menerus berisik sekali"
Jill kembali dan segera menyimpan susu itu "ayo diminum susunya nek, pasti kau sangat laparkan, ayo kita majan nek"
Jill menatap nenek Yayan dan menyuruhnya untuk segera pergi ke kamarnya "nenek Yayan lebih baik segeralah istirahat, Jill tidak apa sendirian Jill masih harus membereskan pekerjaan Jil jadi nenek lebih baik istirahat ya. Jangan tidur malam-malam .Aku kan sudah pernah bilang nenek jangan selalu menunggu aku kerja nanti juga aku langsung tidur kok kalau semuanya sudah beres"
"Eh jangan gitu nenek Yayan kita gak boleh suudzon sama orang lain .Iya nanti kalau saya pengen ada temen dan pengen tidur sama nenek pasti akan mengetuk pintu dan suruh nenek pindah ke kamar saya, sekarang istirahat dulu ya di kamar neneknya awas tidur ya, jangan sampai tak tidur "
"Iya siap siap siap laksanakan. Saya tidur dulu ya nona Jil pokoknya selalu hati hati nona "
Setelah nenek Yayan pergi dan menutup pintu kamarnya dengan rapat ibu Airin segera menatap ke arah Jil "aku memang lapar . Apakah aku boleh meminta sedikit makanan di sini nanti pagi aku pasti akan pergi aku akan kembali mencari rumah besar itu rumah menantuku"
"Baiklah aku akan segera mengambilkan makanan untukmu tapi aku ingin memberitahumu, kau jangan terlalu seperti itu dia itu bukan suami anakmu dia suami orang lain. Jangan menganggapnya seperti itu ya, karena aku sudah menanyakan kebenarannya pada tuan Liam, lebih baik nenek Jujur saja dan jangan seperti itu"
"Nanti orang-orang malah membuat opini sendiri dan membuat nama Tuan Liam sendiri jelek diaa itu orang besar dia itu orang kaya bisa saja dia memenjarakan nenek dan membuat nenek bungkam serta mengakui semua kesalahan ini di publik, lebih baik nenek dari sekarang tidak usah berbicara kalau tuan Liam itu adalah suami kedua dari anak nenek, mungkin menantu itu mirip dengan tuan Liam dan itu bukan berarti tuan Liam ada suami anak ibu "
Setelah mengatakan itu Jil segera pergi meninggalkan ibunya Airin dia mendumel dalam hati kesal dengan Jill ingin minta antar malaha diceramahi.
Apaan sih semuanya aja bela si Zelie itu apa sih kelebihannya aku rasa dia biasa-biasa aja. Anak ku lebih segalanya tapi semuanya mata dibutakan oleh perempuan itu.
__ADS_1
Apa sebenarnya yang dia punya hanya tampang saja itu saja tidak ada apa-apanya anakku bisa masak, bisa beres-beres rumah, bisa urus anaka sendiri tidak usah dengan pembantu dan membereskan rumah pun tidak usah dengan pembantu.
Lalu perempuan itu apa dia hanya tidur-tiduran, bermain dengan anaknya sebentar lalu makan tidur itu saja kerjaannya sungguh istri yang tidak berbakti kepada suami.
Anakku lah yang lebih baik dan akan lebih cocok menjadi istri dari Lia. karena dia akan terlihat sangat cantik jika ada di samping Liam si orang kaya.
Jil sudah kembali dan membawakan makanan untuk ibunya Airin dengan cepat Ibu Airin mengambilnya dan langsung memakannya dengan lahap.
Jil hanya terdiam dan tak bisa berkata apa-apa lagi, ada ya orang seperti ini. Namun diam-diam Jil mengambil foto ibu-ibu itu dan nanti akan memperlihatkannya pada Liam atau pada Zeline.
Dia akan mengunjungi rumah itu dan menanyakan langsung tentang kebenaran ini, karena dirinya tidak mau kalau nenek-nenek ini bertanya pada orang lain dan nantinya orang lain berpikir yang tidak-tidak.
Dirinya hanya memikirkan tentang keselamatan neneke itu, dirinya takutnya Liam malah melakukan sesuatu kan Liam orang besar dia bisa melakukan apa saja untuk orang seperti ini yang telah menghancurkan bisnisnya dan rumah tangganya.
"Nenek makan yang banyak ya dan jangan sungkan bila nenek tidak bisa menemukan rumah nenek yang sebenarnya lebih baik nenek di sini dulu saja bersama teman-teman yang lain berkumpul , cobalah berkenalan mereka sangat ramah dan sangat baik jangan menyendiri ya, di sini pada baik-baik kok gak ada yang jahat mereka itu sama seperti nenek mereka baik-baik semua dan akan membuat nenek nyaman tinggal disini"
Ibu Airin segera melihat pada Jil dan membanting sendoknya " aku sudah bilang aku tidak akan tinggal di sini nanti pagi aku akan pulang dan mencari rumah besar itu untuk bertemu anakku dan menantuku. Jadi kau tidak usah mengatur-ngatur aku akan pulang .Aku tidak akan mau tinggal di sini, kau lihat saja nenek-nenek yang tadi bersamamu dia begitu angkuh mana yang katamu disini baik-baik biasa saja, ternyataa seperti nenek tadi kan menyebalkan "
"Ya itu karena bicaramu terlalu tinggi dan khayalannya terlalu tingg, jadi lebih baik anda tidak usah menghayal Kalau tuan dia memang suami kedua dari anakmu mungkin dia saat di telfon akan langsung kesini, tidak boleh memfitnah orang apa lagi dia itu orang kaya dia punya bisnis di mana-mana kalau kamu mengatakan itu bisnisnya bisa hancur janganlah kau menghancurkan hidup orang lain"
"Kau tidak tahu jadi kau diam saja kau tidak tau yang sebenarnya kan. Kapan mereka menikah aku tahu semuanya jadi kau jangan terlalu ikut campur tentang hubungan mereka biarkan aku mencari rumah besar itu
"Kau ini sebenarnya kabur atau memang kau diusir dari rumah itu sampai-sampai kau membawa tas sebesar ini"
"Tidak aku tidak kabur tadinya kami akan pindah rumah ke rumah yang lebih besar lagi, tapi saat aku membeli makanan mereka melupakan aku mungkin sekarang mereka sedang mencariku, taku akan mencari mereka dan mereka mencariku"
"Ya sudah kau di sini saja nanti kalau memang benar mereka adalah sepasang suami istri. pasti akan ke sini karena saya sudah menelponnya dan menanyakan kebenarannya nek, jangan seperti ini ya saya hanya kasihan dengan nenek, nenek bolak-balik mencari ke sana kemari. Lebih baik jangan seperti itu nek ingat saya sudah mengatakan beberapa kali dia orang kaya dia bisa-bisa melakukan sesuatu pada nenek jadi nenek jangan seperti itu "
"Ah saya sudah tak mau lagi makan kamu terlalu banyak bicara dan bertanya yang seperti itu saya sudah tak mau makan lagi kau saja yang makan"
Ibu Airin segera pergi ke ruang tamu dan dia membaringkan dirinya di sana, Jill hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tingkah Ibu itu yang angkuh.
"Sebenarnya di sini siapa yang salah aku kan cuman kasih tahu aja kenapa dia marah , dia kayak tuan rumah ya tiba-tiba aja tidur tanpa bicara Terima kasih atau mengucapkan apa gitu sama ak, benar-benar ya emang ini perempuan kayaknya harus dibawa ke rumah sakit jiwa deh takutnya dia emang rada-rada "
__ADS_1
"Nanti coba aku bawa saja ke rumah sakit jiwa dan mengecekan kesehatannya semoga saja dia memang baik-baik saja dan memang sifatnya seperti itu, kalau memang gila ya ampun aku harus beritahu siapa dan Liam saja tidak mengenalnya lalu dia sebenarnya siapa perempuannya ini siapa"