
Airin masih saja memikirkan kata kata ibunya "apa benar ini gara gara tuannya itu, tapi mana mungkin, tidak tidak ini tidak mungkin gara gara tuan itu, kenapa ibu bisa mengatakan itu, kenapa apa alasannya. "
Airin yang mulai pusing segera masuk kedalam kamar dan melihat Tora yang menatapnya juga.
"Aku harus pulang kerumah tuanku "
"Tapikan kaki mu masih belum benar benar bisa berjalan apakah kau yakin akan kesana jangan mempersulit dirumu sendiri "
"Aku yakin, bosku sudah menungguku disana lebih baik aku diam saja bersama bos ku, disana aku akan cepat sembuh dari pada disini "
Tiba tiba saja ada suara mobil mengklaksoni depan rumahnya Tora, Airin segera keluar dari dalam rumah ternyata itu bosnya Tora "dimana Tora "
"Ada dikamarnya tuan "
Liam segera masuk kedalam kamar Tora dan menutup pintunya, Airin hanya bisa diam saja tak bergerak sama sekali, kalau begini berarti dirinya tak bisa masuk dam harus menunggu diluar.
"Apakah kau yakin akan meninggalkan istri dan ibu mertua mu, apa kau mau membawa mereka sekalian saja kesana, aku tak masalah Tora, aku takutnya istrimu melahirkan dan kau tak ada disampinya, dan aku juga melihat keadaan mu sepertinya belum sembuh total "
"Apa tidak akan merepotkan tuan bila aku membawa seluruh keluargaku, dan nyonya apakah akan menerimanya "
"Tidak sama sekali merepotkanku, istriku pasti akan menerima keluargamu, tenang saja dia bukan perempuan keras yang tak mau menerima orang baru, kau tahu sendiri kan bagaimana istriku kepada istrimu pasti dia menerimanya, pasti dia akan senang saat ada istrimu disana "
"Baiklah tuan aku akan menyuruh istri dan ibu mertuaku untuk mengemasi barangnya "
"Baiklah aku akan menunggumu di mobil "
"Maafkan aku tuan karena telah merepotkan mu "
"Tidak usah sungkan sungkan seperti pada orang lain saja kau "
__ADS_1
Liam langsung keluar dan disuguhkan dengan ibu dan Anak yang sepertinya sedang menguping "kalian menguping, itu sangat tidak sopan, bereskan pakaian mu dan bantulah suami mu membereskannya "
Setelah mengatakan itu Liam langsung pergi kedalam mobil dan membiarkan Airin serta ibu mertuanya masuk kedalam kamar.
"Ada apa ini Tora apakah kau akan meninggalkan kami "
"Tidak bu, ayo kemasi barang kalian untuk sementara waktu kita tinggal dirumah tuanku, setelah Airin melahirkan kita pulang lagi kesini "
"Tapi kenapa, kenapa tak disini saja, disini juga nyaman kenapa harus dirumah bos mu "
"Ibu tau sendirikan bagaimana kondisiku, aku lumpuh dan kalau tiba tiba Airin ingin melahirkan bagaimana, aku takutnya nanti akan susah ada kendaraan sudahlah bu jangan banyak tanya, Airin cepat bereskan pakaian dan kau jangan banyak tanya juga"
Airin hanya menganggukan kepalanya dan segera memasukan beberapa pakain saja, ibunya Airin pun sama segera pergi meninggalkan kamar sang menantu dan anak.
Liam yang sudah ada didalam mobil segera menelfon istrinya untuk mengabarkan semuanya, jangan sampai nanti istrinya kagetkan dengan kedatangan keluarga Tora.
"Sayang tadinya aku ingin membawa Tora saja pulang ke rumah, tapi sepertinya istrinya sudah besar perutnya, tidak mungkin kan kalau ditinggalkan begitu saja. Apakah kau mengizinkan mereka sekeluarga untuk tinggal beberapa bulan mungkin di rumah kita, setelah Tora sembuh pasti dia akan kembali lagi ke rumah hutan ini, bagaimana apakah kau setuju kalau kau tidak setuju aku akan berbicara langsung sekarang pada Tora "
"Yaudah mas aku gak apa apa kok, yaudah mereka tinggal dulu aja dirumah kita, aku gak masalah kok mas, tapi gimana dengan ibu Airin yang sepertinya tak suka dengan keluarga kita, apa dia disini tak akan melakukan apa apa, maksudnya mencelakai anak kita mas "
"Untuk itu tenang saja aku akan terus mengawasinya, menyuruh anak buah yang lain mengawasi ibu mertua Tora, kau tenang saja ya sayang, "
"Baiklah mas aku mengikuti apa yang menurut mu baik. aku tak masalah kalau kau sudah menyetujuinya, aku yakin kau bisa menjaga kami semua "
"Baiklah sayang aku sudahi dulu ya "
"Iya mas "
Sambungan pun terputus Zeline melihat kearah Jo sahabatnya yang memang sedang main disini, dirumahnya.
__ADS_1
"Kenapa Line ada apa "
"Itu Tora sama keluarganya mau tinggal di sini dulu untuk sementara. Menurut kamu apakah ibunya Airin gak akan melakukan sesuatu yang membuat keluargaku celaka "
"Apa nenek nenek itu ikut kemari, kenapa harus ikut kisini, yang ada malah buat masalah lagi Line, kamu harus hati hati ah, dia itu orang asing, kamu jangan langsung percaya sama orang asing, waktu ulang tahun kamu , kamu liat sendirikan dia pengen celakain kamu sama keluarga kamu "
"Iya aku tau, tapi kan aku menghormari Tora, kalau bukan karena Tora aku gak mungkin terima gitu aja, aku gak mau nanti Tora anggap keluarga aku tuh keluarga yang gak punya terimakasih, kamu tau sendirikan Tora orang kepercayaan keluargaku mana mungkin aku tak membantunya yang sedang sakit "
"Ya juga sih serba salah ya jadi kamu, tapi kamu harus yakin kamu pasti bisa hadepin nenek nenek itu kalau sampai macam macam padamu dan keluargamu, aku yakin kamu bisa, kamu jangan terlalu terkecoh saja dengan nenek itu, kalau dia terlalu baik kamu jangan terlalu percaya ya sama dia, ok kau harus semangat "
*Iya pasti aku gak akan ngampang percaya kok, tenang aja Jojo sayang, aku akan mengikuti apa saran mu itu, kita sekarang melakukan apa, apa yang ingin kita lakukan hari ini "
"Gimana kalau belanja, gimana gimana mau gak belanja, udah lama kan kita gak belanja belanja Line, udah kangen Line aku pengen jalan jalan sama kamu, "
"Kan mau ada tamu, masa iya kita pergi gitu aja pas lagi ada tamu, udah lah kita tunggu dulu aja tamu "
"Ohh ya aku punya ide, aku pengen ngerjain nenek nenek itu gimana setuju gak "
"Gak usah deh Jo yang ada kita malah celaka lagi, malah kita nanti yang dianggap mau ajak perang sama dia, udah jangan macem macem Jo "
"Ahh gak seru ah , jenuh tau Line kalau harus nunggu terus, aku kan pengen kasih sedikit pelajaran sama nenek itu biar sia tau rasa dan gak macem macem sama kita, kamu tau sendirikan gimana liciknya dia setelah buat keluarga kamu hampir celaka "
"Siapa Jo yang licik " tiba tiba saja ada yang berbicara.
Jo dan Zeline segera membalikan badan dan hanya tersenyum saja "Ehh mas Liam udah dateng sama Tora "
"Pak dosen bikin kaget aja ah, kirain siapa, aku sampai kaget loh pak dosen, ada tamu masuk masuk ath "
Jo segera melenggang kepungguh Zeline dan diam sambil memeluk Zeline dari belakang.
__ADS_1