
Jill yang akan melakukan apa apa sangat sulit karena ibunya Gavin, bu Wati sama sekali tidak mau ditinggalkan oleh Jill, dia hanya ingin terus ada disamping Jill, dia tak mau berbaur dengan orang lain.
"Ibu Wati berkumpul dengan yang lain saja ya, duduk-duduk atau melakukan apa gitu. Karena saya harus bekerja dulu Bu yang lain juga pada baik kok mereka nggak akan lakuin apa-apa sama ibu, mereka pasti akan ajak ibu ngobrol dan yang lainnya, semuanya akan baik baik saja bu, jadi ibu bergabung dengan yang lain ya "
"Tidak tidak jangan tinggalkan saya, saya minta tolong sama kamu jangan tinggalkan saya, saya tidak mau sendirian saya takut orang itu datang lagi. Bagaimana kalau dia datang dan melakukan sesuatu lagi pada saya, saya tidak mau dikurung lagi, tolong jangan kemana mana, saya tidak mau tinggalkan tolong diamlah disini jangan kemana mana, tolong "
"Bu Wati aku sudah bilangkan padamu kalau semua itu tidak akan pernah terjadi lagi, tidak akan ada yang mengurungmu atau melakukan kejahatan padamu kau di sini aman, sangat aman sekali jadi ingat kau akan baik baik saja, jika ada orang yang ingin jahat padamu, pasti kami semua akan menyelamatkan mu ya "
"Emm baiklah tapi kau jangan lama-lama ya. aku sungguh masih takut dengan yang lain, sekarang yang aku percaya hanya dirimu saja, hanya dirimu tak ada lagi jadi tolong baik baik ya dengan ku"
"Baik aku tak akan lama lama kok, aku hanya sebentar aku hanya akan membereskan ruanganku dan juga mengerjakam tugas yang lain, kau tenang saja "
Jill segera masuk ke dalam ruangannya dan membereskan ruangannya, karena temannya Zelinr katanya akan kemari mereka sudah berjanjian waktu itu.
Namun Zeline baru bisa menyempatkannya hari ini, tak apa yang penting Zeline datang ke sini dan mengobrol-ngobrol dengannya, sudah lama mereka tidak bertemu.
Rasannya ingin sekali dirinya saja yang pergi kesana, namun untuk hari ini dan minggu minggu berikutnya dirinya tak bisa pergi, karena pengurus yang selalu membantunya sedang sakit, jadi kekurangan orang, tentu saja dirinya yang harus turun tangan.
**
Zeline yang sedang berkebun tiba-tiba dikagetkan dengan anak kecil yang memeluknya dari belakang dan hanya memeluk kakinya saja, saat Zeline melihat ke belakang ternyata itu anaknya Lucas.
"Sayang kamu udah pulang Mamig seneng banget akhirnya Lucas pulang dan bisa temenin mamih lagi, seneng deh mamih ketemu sama Lucas lagi yang ganteng "
"Mamih Lucas juga kangen Mamih, kata papih mamih lagi bawa dede bayi telus dede bayinya mana. kok Lucas gak lihat sih ada dede bayi, kan Lucas pengen main sama dede bayinya"
Zeline segera mengangkat sang anak dan masuk ke dalam rumah, sedangkan mertuanya Ibu mertuanya sudah ada di dalam dan langsung mengambil Lukas dari pangkuan Zeline.
"Kamu tuh lagi hamil nggak boleh pangku-pangku anak, biarkan Lucas jalan dia kan sebentar lagi juga punya adik jadi harus baik "
"Heheeh iya bu aku kangen sama Lucas, jadi tadi langsung saja aku pangku bu "
"Lucas mamih kamu kan lagi hamil dede bayi lagi jadi gak boleh digendong gendong ya, harus jalan dan baik gak boleh nakal ya, bukannya Lucas pengen punya adik kan "
__ADS_1
"Emangnya dede bayinya ada dimana omah, kenapa Lucas tak melihatnya, Lucas ingin main dengan dede bayinya, Lucas pengen main bola sama dede bayinya "
"Ada disini ada didalam perut mamih kamu, dan dia belum bisa main sama Lucas, dede bayinya kalau udah besar kayak Lucas baru Lucas bisa ajak main dia main bola ya "
"Ada di dalam perut telus emang dede bayi nggak akan sesak nafas ya ada di dalam pelut Mami nanti kalau dia nangis gimana kayak Lucas pengen susu, memangnya di dalam pelut mamih ada susu ya, yang suka bi Sali buatin buat Lucas "
"Ya kan dulu juga Lucas ada didalam perut mamih disini, dan sekarang adik Lucas yang ada didalam perut mamih Lucas jadi harus tunggu ya adiknya "
"Gitu ya omah telus kapan dede bayinya ada disini, kapan omah kapan, Lucas udah gak sabal pengen lihat dede bayinya omah "
"Lucas harus sabar waktu tante Syifa juga hamil kan Lucas tahu kalau dede bayi Nabil ada di dalamnya perutnya tante Syifa "
"Oh iya ya Oma Lucas lupa udah lama itu belalti pelut mamih nanti bakal buncit kayak balon ya kayak tante Cipa, besal banget dan mamih jalannya juga akan pelan pelan sekali"
" Iya nanti perut Mami kamu juga buncit kayak tante Syifa"
Lucas malah tertawa saja mendengar ucapan sang nenek ternyata dede bayinya nggak ada, adanya didalam perut mamihnya dan akan buncit seperti balon.
"Gak apa-apa bu, Zeline nggak apa-apa, ibu istirahat saja Zeline tau mamih pasti cape banget, Zeline akan baik baik aja kok bu, disini juga banyak orang kan "
"Ya udah kamu hati-hati ya, inget selalu hati hati "
"Iya bu "
Setelah kepergian Ibu mertuanya Zeline segera mengajak sang anak untuk bobo saja, pasti dia juga kecapean"Lucas mau bobo juga nggak pasti capek jan udah jalan-jalan, kita bobo ya nanti mamih peluk kamu ya "
"Ndak Lucas nggak mau bobok lagi, Lucas tuh bobok telus Mami Lucas tuh pengen jalan-jalan lagi aja, tadi waktu di dalam mobil Lucas cuman bobo aja. Bobo terus nggak pernah Lucas nggak bobo, halus bobo telus cape Lucas mamih"
"Kenapa bobo cape, bobo itu gak cape, pasti Lucas main mainkan disana, main apa aja disana Lucas "
"Iya Lucas main-main di sana, main pasil main robot-robotan main banyak lagi Mami, tapi Lucas pengen jalan-jalan juga sama Mami, Lucas nggak capek kok Lucas tuh bobok terus siang bobo malam bobo Pagi bobo, bobo terus apa lagi di dalam mobil Lucas bobok terus, karena Omah bilang Lucas bobo kalau nggak bobo nanti nggak main gitu, jadi Lucas halus bobo telus "
Zeline mengusap rambut anaknya tak terasa anaknya sudah besar dan cerewet sekali sedangkan ayahnya pendiam, sangat berbeda sekali, namun wajah sang anak begitu mirip dengan ayahnya, bahkan semakin besar semakin sama saja wajah mereka namun versi kecilnya.
__ADS_1
"Ya udah Lucas mau nggak ikut Mami ketemu sama tante Jill temen Mami dulu, kita main ke sana, mau gak sambil jalan jalan kita "
"Boleh boleh ayo aja Lucas temenin Mami main-main nanti mami temenin Lucas main-main juga ya. Tapi Lucas nggak mau mandi, Lucas udah wangi jadi gak mau mandi aja ah mamih "
"Kenapa nggak mau mandi. Emang Lucas nggak gerah, kan tetep aja udah wangi harus mandi sayang, masa anak mamih gak mau mandi sih, biasannya juga suka banget main air "
"Enggak Lucas gak mau mandi mamih, Lucas tunggu mamih aja sambil toton upin ipin aja ya, Lucas pasti gak akan bobo dan akan tunggu mamih sampai selesai "
"Mau nggak mandinya sama Mami sama dedek bayi, kita mandi bareng-bareng mau nggak, pasti Lucas maukan "
"Sebentar ya Lucas pikirin dulu, Lucas mau nggak ya" sambil pura-pura berpikir dan menunjuk kepalanya dengan telunjuknya "boleh deh Lucas mandi sama Mami sama dede bayi yang masih di dalam perut ini, boleh deh tambah bebek juga ya mamih "
Zeline yang kembali gemas dengan anaknya sedikit mencubit pipinya dan segera menggandeng tangannya untuk naik ke lantai 2, dan membersihkan dirinya.
Sebenarnya dirinya akan menidurkan dulu sang anak takutnya dia capek, tapi ternyata dia tidak mau malah mau ikut ya sudah bawa saja nanti juga pergi bersama Bi Sari agar lebih terawasi saja.
**
"Mamih tau gak sih Lucas disana main airnya sama pasil, tapi disini pake sabun dan gelembung gelembung yang banyak, lihat mamih bebeknya banyak sekali "
"Kan Lucas ada dipantai, seru gak main disana "
"Selu banget mamih, Lucas suka disana ada ailnya ada pasilnya, telus ada pelahu Lucas juga naik itu sama opah sama omah "
"Wahh seru banget dong, mamih juga mau deh "
Lucas segera berbalik kearah mamihnya dan langsung memeluk leher mamihnya "emm boleh nanti kita pelgi sama sama ya mamih, bial mamih juga seneng gak Lucas aja yang seneng, bial selu jugu sama papih sama dede bayi, sama tante Jo, sama bi Sali, sama tante cipa, sama papah Andle, sama opah sama omah, sama dede Nabil, sama kakek, nenek, sama om Tola juga boleh deh pasti selu kan mamih " semuanya Lucas sebutkan sambil tersenyum manis pada mamihnya.
"Boleh pasti itu akan seru sekali, nanti kita pergi sama sama ya sayang "
"Iya mamih kita pelgi sama sama ya, seneng deh aku "
Lucas makin mempererat pelukannya pada ibunya, dan Zeline memeluknya juga sambil berendam..
__ADS_1