Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Malah Down


__ADS_3

Syifa sedang disuapi oleh suaminya datang Mila bersama ayahnya Milla di belakang dia hanya menunduk saja, tak berani melihat ke arah Andre karena tadi Andre sudah mengancamnya jangan sampai menemui istrinya lagi atau tidak dia akan di adukan pada ayahnya tentang kelakuannya selama ini.


"Tuan Andre "


"Eh pak Tedi sini masuk masuk "


"Iya non gimana baik baik saja kak, kenapa bisa kejadian seperti itu non ada apa, apa yang non fikirkan sampai sampai bisa stres dan malah melahirkan saat kandungan 7 bulan "


Syifa melirik kearah Milla, dan Milla menundukan kepalanya, takut takut malah Syifa nanti yang memberi tahu pada ayahnya.


"Entahlah yang saya fikirkan pak Tedi, saya juga bingung kenapa saya bisa sampai stres dan banyak pikiran, lalu tiba-tiba saja perut saya sakit dan ka Zeline yang Bawa saya kesini. Saya juga tidak tahu kalau saya akan melahirkan di saat kandungan saya baru 7 bulan tapi saya bersyukur Nabil selamat dia baik-baik saja"


" Alhamdulillah kalau begitu saya juga ikut senang, Oalah namanya Nabil Nabil apa nona, "


"Namanya Nabil Said Sankara, "


"Bagus Nona namannya pasti Nabil akan hidup bahagia dengan pempunyai ibu seperti nona dan ayah seperti tuan Andre kalian hebat sekali "


"Nama anak mu itu bagus Syifa, itu inspirasi dari mana anak mu itu, apakah dari ayah kandungnya " celutuk Milla.


"Tentu dari ayah kandungnya dari paman Andre, kenapa Mba Milla, apa mba sirik kalau paman Andre nikahnya sama saya kok terus di ungkit ya, apa perlu saya bicarain sama pak Tedi yang sebenarnya "


"Hah apa nona, apa yang anak saya lakukan, apa yang nona ingin katakan pada saya "


"Begini Pak tadinya saya ingin menutupinya. Namun sepertinya Mbak Mila lebih suka di bilangin aja sama Pak Tedi. Sebenarnya saya bisa lahiran awal kayak gini gara-gara Mbak Mila"


"Lah kok nyalahin aku sih, apa apa sih kamu Syifa "


"Saya gak bicara sama kamu Milla " ucap Syifa dengan marah.


"Begini Pak mungkin sekarang kesabaran saya tuh udah habis sama Mila, ini saya nggak sopan sih sebut langsung sebut nama tapi itu lebih baik buat dia karena usia dia dengan perilaku dia tuh tidak sama pak Tedi, seperti anak kecil dia itu, bukannya saya ingin menjelek-jelekkan anak bapak ya tapi memang ini apa adanya saya akan menceritakan semuanya kepada bapak"


"Apaan sih Syifa kamu ini gak penting "


"Diam kamu Milla " teriak pak Tedi


"Baik Pak saya akan bilang sama bapak Mbak Mila kemarin datang ke rumah saya, dan ngancem ngancem saya untuk menceraikan suami saya sendiri, dia menuduh saya hamil sama orang lain dan dia juga ingin Saya mengakui semuanya pada dia, padahal jelas-jelas anak yang saya kandung kan memang anak suami saya,"


"Bahkan Milla mengusir saya dari rumah saya sendiri, katanya dia lebih pantas tinggal di rumah saya dari pada saya pemiliknya, Dia sangat kasar Pak sama saya dan akhirnya menyulut emosi saya sendiri dan saya tidak bisa menahan nya hari itu juga saya kontraksi dan melahirkan, ini semua karena Milla yang memicu saya melahirkan prematur. "


"Mungkin banyak kata-kata yang terlontar dari Mila itu cukup kasar untuk saya. Tapi saya ingin menjelaskan intinya saja pada bapak, saya tidak mau menjelaskan keseluruhannya mungkin lebih baik bapak yang jelaskan pada Mila kalau semua itu tidak baik, mungkin Bapak akan menjadi seorang ayah yang mengurus anaknya yang masih berumur belasan tahun tapi sebenarnya dia sudah tua tapi kelakuannya saja yang tidak mencerminkan dan tidak sesuai dengan umurnya "


Ucap Syifa panjang lebar sambil menatap kearah Milla yang seperti marah padanya.


"Baik terimaksih Nona sudah mau menjelaskan maafkan anak saya yang sudah membuat nyonya tak nyaman saya permisi dulu nyonya, maafkan anak saya maaf nyonya sekali lagi saya permisi "


Pak Tedi pergi sambil mengusur anaknya yang sungguh memalukan sekali.


"Nah gitu dong, istri paman harus berani jangan takut sama orang kaya Milla, bagus sayang paman suka dengan kejujuran kamu, sekarang lanjutin ya makannya, yang banyak jangan sedikit sedikit sayangg "


"Iya paman iya suapi aku lagi "


**


" kamu sangat keterlaluan sekali Mila Kenapa kamu lakuin ini kenapa kamu kasar sama Syifa, kamu apa tidak tahu begitu banyak bantuan yang ayah terima dari keluarga Syifa, lalu kenapa kau bisa sekasar itu pada Syifa, Apakah tidak ada laki-laki lain selain Andre yang bisa kamu pacari dan menjadi suamimu sadar dia suami orang. Emang dulu kalian berteman dekat tapi Andre sudah memilih Syifa untuk menjadi istrinya jadi Sudah kamu mundur Janur Kuning sudah melengkung berarti kamu harus mundur"


"Aku nggak bisa mundur kayak gitu aja Ayah, aku udah berjuang dari awal buat deketin Andre tapi ujung-ujungnya malah sama Syifa. Emang apa sih yang keluarga Syifa bantu buat kita, kita balikin aja semua apa yang diberi sama keluarga Syifa biar kita nggak punya hutang Budi sama mereka apa sih sebenarnya"

__ADS_1


"Jikaa ayah jelaskan satu persatu itu sangat banyak, dari mulai nyawamu dari mulai sekolahmu dari mulai berobat ibumu semua keluarga Syifa yang menanggung, kau tidak tahu apa-apa hanya Ayah dan ibumu saja yang tahu, kau masih sangat kecil, seharusnya kamu sekarang menghormati Syifa bukannya malah membuat dia celaka seperti itu, untung saja anaknya tidak kenapa-napa dan Syifa juga baik-baik saja"


" Ya sudah biar tidak ada hutang Budi Ayah bayar saja. Apa susahnya sih cuman itu doang, kirain aku tuh sampai ngasih nyawa ternyata nggak cuman itu aja udah lah bayar aja kaya yang gak punya uang aja sih ayah"


Pak Tedi menghentikan mobilnya, menatap anaknya dan menamparnya dengan keras "ayahh "


"Kau sudah Ayah beritahu dengan baik-baik tapi masih saja seperti ini, masih saja melawan sekarang kau keluar dari dalam mobil kamu pulang sendiri Lebih baik kau jangan pulang ke rumah, pulang ke rumahmu pulang ke rumah suamimu, jangan pulang ke rumah Ayah lagi, urus suamimu dengan baik bukannya mengejar suami orang lain ,kau sudah menikah tapi kau yang tidak benar kau membohongi Andre kalau kau bercerai dengan suaminya cepat kau kembali pada suami Jangan membuat pusing, urus dia, dia sedang sakit "


" Ayah tega mengusirku Ayah tega mengusir anak ayah sendiri kenapa ayah tega "


" Ayah tega lalu apa bagaimana dengan dirimu, kau juga tega membuat orang lain hampir keguguran cepat kau pulang pada suami mu, aku tak sudi melihat kau kembali di sini aku benar-benar tak menyangka mempunyai anak selicik dan seegois dirimu pulang pada suamimu sekarang turun"


"Baik jika itu mau ayah "


Segera Milla turun dan meninggalan ayahnya sendirian, pak Tedi memijat kepalanya, lalu setelah tenang sejenak, dia pergi melajukan kembali mobilnya, anaknya sungguh sulit diatur, harus bagaimana lagi dirinya ini mendidik anaknya yang selalu saja membuat kesalahan "


**


Zeline sudah siap menunggu suaminya, sedangkan sang anak sudah bersama omah dan opahnya, dia sangat senang sekali bersama omah dan opahnya.


Syukurlah dirinya dekat dengan mertuanya jadi tenang kalau ada apa apa karena bersama, namun juga dirinya ingin sekali dekat dengan ibu dan ayahnya namun sulit sudahlah jangan fikirkan nanti kesana saja bertemu dengan kedua orang tuanya.


"Sayang, ada apa dengan mu, kenapa kau melamun ada apa, apa ada yang menganggu fikiran mu "


"Ehh mas kau sudah pulang, aku kira kau masih lama "


"Iya Sayang udah pulang aku dari tadi pulang, di sini liat kamu, tapi kamu diem terus apa yang kamu pikirin apa sih ayo cerita sama aku jangan diam aja apa yang kamu pikirin"


"Enggak aku cuman pikirin ibu sama ayah aja kita udah lama nggak kesana kapan-kapan kita ke sana ya kita pulang ke Bandung. Aku pengen ketemu sama mereka "


" Iya nanti Minggu depan kita pulang ya ayo kita pergi dulu kita makan-makan. Aku udah lama nggak ajak kamu dinner sekarang waktunya makan sayang "


**


Tak lama mere sampai bahkan sudah dipesankan makanan dan juga tempatnya "kamu kapan pesennya mas aku kok gak tau ya "


"Heheh aku gitu pokoknya kamu gak usah tau tinggal mikmatin aja sayang ayo makan "


"Iya mas tapi aku pengen ke air dulu ya, sebentar ya "


"Iya aku tunggu sayang "


Zeline segera melangkah pergi dan masuk kedalam kamar mandi, saat Zeline akan masuk dia malah ditabrak oleh seseorang untung saja tidak jatuh.


"Maaf mba gak segaja " ucap orang itu sambil melongo melihat Zeline.


"Tidak apa apa mba "


Zeline masuk kedalam kamar mandi dan menutupnya, lalu tak lama kemudian sudah keluar, membenahi riasannya dan pergi keluar sedangkan orang tadi masih menatap Zeline.


"Heyy sadar Bulan kamu liatin siap sih sampai melongo gitu "


"Itu aku liatin perempuan itu yang baru aja pergi, gila cantik banget "


"Masa sih, biasannya lo puji diri sendiri kalau lo adalah perempuan yang paling cantik didunia ini, tapi liat perempuan itu melongo "


"Ist ini beda cantik banget pokoknya nanti kalau ada gue tunjukin ayo "

__ADS_1


"Yaudha ayo "


Lia segera membawa Bulan dan mengajaknya untuk segera duduk namun mata Bulan malah melihat Liam dia langsung antusias "Liat itu ada Liam pasti dia sama istrinya deh "


"Ya iyalah dia kan udah punya istri ya pasti sama istrinya lo ini gimana sih Bulan bintang "


"Ayo kita temui kita liat istrinya secantik apa "


Lia hanya memutarkan bola matanya, lalu pergi kesana mengikuti Bulan "Hai pak Liam, pak Liam ada disini "


Liam segera mengalihkan pandangannya namun hanya sebentar dan kembali fokus menyuapi istrinya dan mengelap bibirnya yang belepotan. "Bu Bulan ya saya ada disini "


"Sayang perkenalkan ini bu Bulan yang waktu itu telfon aku "


Zeline segera mengalihkan pandangannya dan menghadap pada Bulan, dan juga Lia, Bulan kaget perempuan yang tadi dia puji adalah istri dari laki laki yang dia suka.


Lia juga mengakui kalau Zeline cantik sekali, Zeline segera berdiri dan memperkenalkan Zeline "hay bu Bulan perkenalkan saya Zeline istrinya pak Liam, "


Bulan segera menjabat tangan Zeline "Bulan " lalu Zeline beralih pada Lia.


Zeline kambali duduk dan tersenyum pada mereka "jadi kalian makan disini " tanya Liam


"Iya pak kami permisi dulu kemeja kami " jawab Lia


"Silahkan "


Liam kembi fokus makan bersama istrinya "ada apa dengan bu Bulan itu mas, sepertinya dia seperti sedang sakit hati melihat kita bersama "


" Sudahlah biarkan, dia sudah tahu kau jadi dia tidak akan merayuku lagi dia sudah tahu secantik apa istriku"


"Kau ini mas, aku tidak cantik "


"Kata siapa kau tidak cantik, kau begitu cantik setiap hari kau sangat cantik bahkan Saat bangun tidur pun kau cantik"


"Mass kamu "


" Apa Sayang emang beneran kamu cantik kok kamu selalu cantik dihadapan siapa pun. Ayo sini aku suapin lagi"


"Malu mass "


"Kenapa malu kita gak ngelakuin apa-apa kok, kita ini suami istri wajar aja kalau suap-suapan cepet kapan lagi kamu di supin sama suami tampan mu ini "


Zeline membuka mulutnya dan tersenyum senang pada suaminya yang romantis.


"Lo kalah cantik sama istrinya Liam. Ya iyalah dia nggak akan berpaling istrinya aja kaya bidadari udah nggak ada kekurangannya sedikitpun. Mana mau dia berpaling sama yang lain, nggak bakal susah dapetin Liam, lo aja yang selalu bilang kalau diri lo itu paling cantik bisa bilang kalau istrinya Liam itu cantik banget gimana mau terusin atau mundur "


"Lia kenapa sih lo bilang kaya gitu, sebenarnya lo ada di kubu siapa, gue tahu dia cantik banget melebihi gue seharusnya tuh loh bela gue dong, gue gak akan menyerah kok meskipun gue kalah cantik tapi gue lebih seksi kali dari istrinya "


"Iya sorry sorry, liat deh kata lo Liam itu jutek dingin tapi lihat sama istrinya dia bisa seromantis itu, berarti Liam itu sangat mencintai istrinya dan dia tidak akan mungkin bisa berpaling, percaya deh sama gue dari pada lo sakit hati mending lo mundur sekarang aja, lo udah kalah dari segala apapun Lihat dong body bagus putih cantik apa sih kekurangan perempuan itu udah idaman semua laki laki "


"Lia lagi lagi lu bikin gue down lagi ya, udah jangan terus puji perempuan itu, pokoknya gue nggak akan menyerah gue mau dapetin suaminya, gue itu udah cinta banget tahu entah kenapa ini beda pertama gue liat aja gue udah suka sama dia, hati gue udah bergetar tahu nggak sih rasanya. Pengen banget ada satu kamar sama dia udah abis tuh laki sama gue"


"Ya itu pun kalau lakinya mau sama lo, udah lah jangan ketinggian Jadi gimana Gue kan yang menang 100 juta , lumayan buat gue treatment kecantikan. Siapa tahu gue bisa secantik istrinya Liam iya gak "


"Udah tau ah nyebelin loh "


Bulan pergi begitu saja, bahkan menyenggol tangan Zeline "Sayaang apa sakit, aku akan menegurnya "

__ADS_1


"Mas jangan sudah aku baik baik saja, ayo makan lagi "


Akhirnya Liam mau dan duduk kembali, mengusap tangan istrinya yang tadi terkena senggolan Bulan.


__ADS_2