
Riyan sudah sampai di hotel dan akan menjebut perempuan itu. Tak lama kemudian perempuan itu naik dan menutup pintunya dengan sangat keras "lama banget sih aku sampai jenuh tahu nggak tunggu di sini, untung aja aku gak lumutan tungguin kamu "
"Ya udah aku minta maaf, aku gak bilang sama kamu, aku minta maaf sekarang aku antar kamu pulang ya kita pulang sekarang, "
"Iyalah harus pulang sekarang anak aku udah nunggu loh gara-gara temenin kamu semalaman di sini aku jadi tinggalin anak ku kan Chelsea"
"Iya Lisa maaf sekarang aku antar kamu pulang dan ketemu sama anak kamu Chelsea oke"
Ternyata Lisa yang bersama Riyan perempuan itu lagi temannya Riyan yang katanya Riyan pernah suka sama Lisa dan ternyata sekarang Lisa sudah bercerai dengan suaminya.
Riyan kembali menemuinya dan pada akhirnya seperti ini, mereka bersama-sama lagi di belakang Jovanka ternyata firasat Jovanka hampir mendekati kalau suaminya ada apa-apa.
"Iya kita pulang sekarang tenang oke aku pun sama harus kerja, tadi aku antar istri aku dulu Jovank, masa iya dia jauh-jauh ke sini aku suruh dia pulang sendiri nggak mungkin kan kalau kita ketahuan gimana"
"Ya kalau ketahuan ya udah kita nggak punya hubungan apa-apa kok cuman temenan aja ya, meskipun temenannya nggak kayak yang lain"
"Itu kamu tahu kan"
"Ya makanya kalau sama istri itu setia jagan sana-sini terus dong ah "
"Aku setia kok cuman aku kesel aja sama ibunya yang selalu nuntut aku ini itu dan nggak bisa membiayai anaknya, aku sebagai laki-laki sakit hati lah dibilang kayak gitu, ? wajar aku mencari yang lain di luar"
"Jadi kamu anggap aku pelampiasan gitu"
"Ya nggak juga kita kan udah temenan kan, emang salah kalau aku hubungin kamu lagi enggak kan kita sudah lama bertemu terus, aku nggak anggap kamu pelampiasan kok aku juga sayang sama anak kamu Chelsea "
__ADS_1
"Lalu setelah kamu nanti punya anak sama Jovanka apa kamu akan masih sayang sama Chelsea anak aku"
"Ya pasti dong aku akan tetap sayang sama Chelsea meskipun nanti Jovanka sudah punya anak, aku tidak akan melupakan Chelsea tenang aja aku juga udah dekat kan sama Chelsea Nggak mungkin dong aku tiba-tiba jauhun dia. Kasihan dia nggak ada ayahnya "
"Ya udah deh Yan aku percaya sama kamu, jangan buat hati Chelsea sakit ya dengan kamu nanti memilih anak kamu dan istri kamu, jangan lakuin kesalahan yang sama seperti ayahnya"
Riyan menganggukkan kepalanya dan langsung menjalankan mobilnya menuju rumah Lisa dan menemui anaknya Chelsea juga.
**
Jo yang sedang bekerja tiba-tiba saja selalu ingat suaminya. Entahlah firasat yang mengatakan kalau suaminya itu ada apa-apa terngiang ngiang terus, tiba-tiba saja dihadapannya ada pak dosen " Ada apa sepertinya kau banyak pikiran Jo"
"Aku kepikiran terus Riyan pak dosen, aku merasa kalau dia ada sesuatu yang disembunyikan dari aku, ya entahlah firasat aku mengatakan itu "
"Kamu yakin kalau ada sesuatu yang disembunyiin sama suami kamu awas nanti salah"
"Choki ya, kamu mau lebih tahu nggak tentang suami kamu"
"Ya Choki pak dosen. Emangnya pak dosen punya rencana punya ide gitu buat aku bisa tahu apa yang lagi suami aku lakuin. Biar hati aku tuh tenang dan gak ada fikiran apa apa lagi, biar aku fokus gitu pak dosen "
"Ada sini saya kasih tahu"
Liam langsung memberikan idenya pada Jovanka dan Jo hanya mendengarkannya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda bahwa dia mengerti.
"Gimana mau nggak kalau mau nanti saya hubungi Hamzah untuk membantu kamu dan melihat apakah suami kamu memang melakukan sesuatu seperti firasat kamu, atau itu hanya sebuah firasat saja"
__ADS_1
"Boleh deh pak dosen nanti bantu aku ya maaf nih malah jadi repotin pak dosen dan jadi sesi curhat"
"Nggak apa-apa tenang aja kalau kamu mau pulang istirahat pulang aja, saya tahu kamu sedang hamil dan kamu perlu banyak istirahat dan mungkin mulai sekarang saya akan memberikan waktu setengah hari saja untuk kamu bekerja dan selebihnya kamu pulang agar kamu lebih banyak bisa menghabiskan waktu di rumah dan melihat gerak-gerik suami kamu, tentang pekerjaan kamu tidak usah khawatir ada Tora yang akan membantu semuanya"
"Beneran pak dosen kerja saya setengah hari"
"Iya beneran setengah hari saya akan memberikan kamu waktu istirahat yang lebih saat kamu sedang mengandung, tapi setelah melahirkan dan anak kamu sudah agak besar kamu seperti semula lagi, tapi saya juga tidak melarang jika kamu ingin keluar dan mengurus perusahaan keluarga kamu saya tidak masalah"
"Makasih ya pak dosen, aku juga mau bicara dulu sama Mami aku sekarang, makasih ya pak dosen atas pengertiannya "
"Iya sama-sama kamu bereskan dulu saja semua masalah kamu agar pekerjaan pun tidak terganggu kan, dan kamu juga tidak terlalu banyak pikiran kalau sedang mengandung tidak boleh banyak pikiran juga, waktu Zeline hamil kan nggak boleh banyak pikiran nanti kalau kamu banyak pikiran kasihan dede bayi yang di dalamnya nggak baik"
"Iya pak makasih"
Liam hanya mengangguk dan kembali lagi kemejanya dan kembali bekerja. Kenapa dia peduli pada Jovanka pertama dia adalah sahabat istrinya, kedua dia adalah muridnya jadi dia tahu gerak-gerik dari Jovanka .
Karena hampir beberapa tahun kan dia mengajar di sana dan tahu semua sifat-sifat semua muridnya jadi dirinya hanya memberikan solusi saja, tidak karena ada apa-apa hanya ingin memberikan solusi agar dia tidak memikirkan lagi tentang suaminya.
Siapa tahu suaminya sedang memberikan surprise atau apa makanya seperti itu. Tapi kan hati perempuan itu selalu peka dan tahu apa yang sedang suaminya lakukan, jadi semoga saja Riyan tidak mengecewakan lagi Jovanka untuk yang ketiga kalinya.
Ya semoga saja dia tidak melakukan itu dan hanya sedang menenangkan diri dan memberikan surprise untuk Jovanka, semoga saja ya.
Sedangkan Jo dia tersenyum senang untung saja dirinya bekerja bersama pak dosen, jadi dia mengerti kalau dianya sedang mengandung dan harus memiliki banyak waktu.
Ya sebenarnya ingin mengundurkan diri tapi rasanya tidak usah deh, karena dirinya juga sudah diberikan waktu setengah hari bekerja itu sudah cukup untuk dirinya beristirahat di rumah nantinya, dan juga untuk menyelidiki suaminya.
__ADS_1
Ya meskipun dibantu oleh Hamzah sesuai apa kata-kata dari pak dosen, dia akan menunggu hasilnya semoga saja suaminya tidak melakukan kesalahan yang sama lagi dan sama lagi, kalau sampai melakukan hal yang sama entahlah mungkin dirinya akan menyerah dan mundur.