
Sekarang andre dan juga syifa sudah ada di rumah Andre. Tadinya Liam menawarkan Andre untuk kembali tinggal bersama, namun Andre segera menolaknya, sekarang sudah berbeda dirinya sudah berumah tangga dan harus tinggal terpisah. Tapi tenang saja masih bertetangga karena dirinya masih tinggal di rumah yang dulu.
Andre segera memberikan sepucuk surat kepada Syifa " ini aku temukan surat ini di dalam jas Nabil, sepertinya ini untukmu. Aku akan tidur di kamar tamu dan kau tidur di kamar utama ya "
"Tidak usah, Paman tidur saja disini biarkan aku tidur di kamar tamu seperti dulu. Paman tak usah memberikan tempat tidur mu dan kamarmu padaku aku bisa tidur di sana "
"Tidak kau sekarang istriku, jadi tidur lah di sini aku akan tidur di kamar sebelah jika ada apa-apa kau temui aku. Jangan sungkan-sungkan aku akan membantumu "
" Terima kasih atas bantuan Paman padaku. "
"Tak usah berterima kasih. Paman pergi ke kamar dulu ya "Syifa segera mengangguk dan Andre segera keluar dan menutup pintu dengan pelan sekali takutnya nanti Syifa kaget.
Belum juga membuka suratnya, air mata Syifa sudah keluar saja mengingat tentang Nabil yang sekarang tak ada di sampingnya, tak ada bersamanya. Tak ada tawa canda lagi bersama Nabil, tak bisa lagi menceritakan keluh kesahnya pada Nabil.
" Kenapa kau secepat itu meninggalkan aku Nabil. Apakah aku siap besok melihatmu dimasukkan ke dalam peristirahatan terakhir mu "
Dengan perlahan-lahan Syifa segera membuka surat itu, disana tertulis tulisan Nabil yang sangat bagu, sebelum membaca surat itu Syifa menyiapkan dahulu hatinya menyiapkan dahulu semuanya berdirinya Tegar. Membaca apa yang Nabil curahkan di surat ini.
Untuk Syifa kekasih hatiku dan juga ibu dari Anak ku.
Apa kabar Syifa, entah kenapa aku ingin menulis surat ini untukmu sayang. Aku merasa hidupku tidak akan lama lagi seperti yang pernah aku katakan padamu.
Kalau aku merasa hidupku akan berakhir. Namun aku senang Besok adalah hari pernikahan kita. Kita akan hidup sama-sama dan kita akan mempunyai seorang anak juga, aku sangat senang sekali bisa bahagia bersamamu dan anak kita nanti.
Namun aku selalu merasa gelisah dan selalu tak tenang tentang aku yang mungkin saja meninggalkanmu terlebih dahulu. Kalau benar aku akan meninggal terlebih dahulu, apakah kau mau mengabulkan satu permintaanku.
Aku ingin kau bersatu lagi dengan Paman Andre. Paman yang sangat kau cintai, aku tahu sampai sekarang kau masih mencintainya. Aku masih melihat dari bola matamu kalau kau masih mencintai Paman Andre. Rasa cintamu pada paman Andre sangat besar.
__ADS_1
Namun aku senang kau juga mau menerima cintaku yang dari dulu aku pendam dan akhirnya aku bisa ungkapkan dan bisa bersamamu. Jika memang aku sudah tak ada di sampingmu kembali kau jangan menangis.
Aku tidak mau kau menangis, aku ingin melihat kau selalu senang. Mungkin nanti kita akan bertemu lagi Syifa bertemu bersama anak kita nanti. Maafkan aku bila aku tak bisa mengurus anak kita bersama-sama dan membiarkanmu mendidiknya sendiri dan mengurusnya sendiri pula.
Tapi aku ingin kau bisa kembali pada Paman Andre, aku akan mencintaimu sampai akhir hayatku, dan akan seperti itu sampai kapanpun. Meskipun aku nanti telah tiada.
Namun cintaku takkan pernah luntur padamu, aku akan selalu ada untukmu namun aku takkan bisa menggapaimu, selalu bahagia bersama orang yang kau cintai.
Jangan sampai ada kesedihan lagi, jangan sampai ada air mata yang turun dari kedua bola matamu yang cantik itu, aku Nabil dan sampai kapanpun aku akan jadi sahabat terbaikmu sampai jumpa di lain waktu Syifa.
Semoga saja nanti dikehidupan berikutnya kita di pertemukan kembali dan bisa bersama-sama kembali, menjadi suami istri seutuhnya.
Kau cinta pertamu dan cinta terakhirku, jangan lupakan aku Syifa, tetaplah menjadi Syifa yang baik dan ceria, jangan menangis jika aku tak ada disampingmu kembali.
Setelah membaca surat itu Syifa terduduk lemas di tempat tidur air matanya semakin deras mengalir. " Kenapa perkataan menjadi nyata seperti ini Nabil. Kalau saja dulu kau tak bicara tentang kematian mungkin kau sekarang tidak akan meninggalkan aku"
Namun tiba-tiba Syifa mengingat 1 kata yang mengatakan dirinya agar kembali pada Paman Andre. Apakah Paman anda membaca surat ini dan paman Andre juga terpaksa menikahinya, dengan cepat Syifa bangkit dan keluar dari kamarnya untuk menemui Paman Andre menanyakan semua ini.
"Ada satu hal yang ingin sekali aku tanyakan pada Paman "
"Apa ayo mari duduk disini "sambil membawa Syifa duduk di kursi ruang tamu
"Apa paman terpaksa menikahi aku, apa paman membaca surat ini juga "
"Tidak, Paman sama sekali tidak terpaksa menikahimu. Dan Paman juga tidak membaca suratmu memangnya kenapa "
"Benarkah karena di surat ini tertera bahwa Nabil meminta aku untuk kembali pada paman"
__ADS_1
"Sebelum Nabil meninggal, dia sempat mengatakan dan meminta kepada Paman untuk menikahimu. Untuk menjagamu dan menjaga anak mu pula "
"Jadi Paman terpaksa menikahi ku jadi semua kata-kata yang Paman ucapan pada Papi dan Mami itu cuman pura-pura"
"Dengarkan paman, tak ada sekali pun terpikir dalam benak Paman untuk menikahimu karena permintaan Nabil karena terpaksa tidak, karena dari dulu memang Paman ingin menikahimu. Dan Paman menerima semua keadaanmu yang sekarang sedang mengandung, paman tidak akan mengungkit ngungkit tentang anak siapa ini dan tentang masa lalu mu bersama Nabil. Paman menerimamu dengan senang hati tanpa ada paksaan dan Paman memang ingin melakukan ini. Jadi kamu Jangan berpikir Paman menikahimu karena permintaan Nabil itu semua tidak benar. Paman menikahimu karena Paman mencintaimu dan Paman ingin mencintai anakmu pula "
Kembali air mata Syifa menetes "kenapa kau malah menangis Syifa " panik Andre sambil mengusap air mata Syifa.
"Aku hanya malu padamu paman, kau masih bisa menerima aku yang sedang mengandung anak orang lain. Dan kau bisa menerima semuanya dengan tenang. aku malu bahkan aku malu memperlihatkan wajahku kepada paman. Apakah aku akan siap siap dengan semua ini. Apakah Paman tidak sakit hati dengan apa yang aku perbuat"
"Kenapa harus malu, paman menerimamu dengan keadaan apapun. Dan paman tidak akan menelantarkan anak mu kelak, dia akan menjadi anak paman dan sampai kapanpun akan menjadi anak paman, jadi kamu jangan khawatir kalau anak kamu tidak akan mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah. Karena Paman akan memberikan itu kepada anakmu. Paman hanya ingin satu hal tolong terima Paman menjadi suamimu"
"Aku sepertinya tak pantas menjadi istri paman, paman terlalu baik untukku. Dan aku terlalu jahat telah menyakiti hati paman dan mengecewakan paman. Terima kasih paman ingin menerima anakku nanti. aku akan menerima Paman menjadi suamiku tapi aku tak yakin kalau aku bisa menjadi istri yang baik, dan tak bisa melupakan Nabil untuk selamanya, mungkin saja aku akan mengecewakan paman"
"Paman tidak menyuruhmu untuk melupakan Nabil, karena sampai kapan pun Nabil akan menjadi Ayah dari Anakmu. Paman hanya sebagai pengganti saja di sini. Kenapa kau malah meragukan dirimu sendiri paman yakin kamu akan jadi istri yang baik , Nabil saja yakin kau bisa menjadi Ibu yang baik berarti kau juga bisa menjadi istri yang baik. "
"Ya paman, tapi untuk saat ini aku belum bisa menerima paman seutuhnya. Maafkan aku karena egois karena berbicara seperti ini pada paman yang sudah baik hati menerimaku dengan tanpa syarat sedikit pun "
"Iya paman akan menerimamu dan akan menunggumu sampai kapanpun. Sampai kau mau seutuhnya menerima paman menjadi suamimu. Paman tidak akan menyuruhmu untuk melupakan Nabil dan menyuruhmu untuk mengeluarkan Nabil dari dalam hatimu, simpan dia di dalam hatimu yang terdalam, paman tidak akan marah dan paman tidak akan sakit hati karena Nabil adalah bagian dari hidupmu dan bagian dari anak mu "
Syifa mengangguk dan berdiri "aku tidur dulu paman, dan paman pun segera tidur, besok kita akan pergi kepemakaman Nabil, "
"Iya kau duluan saja "
Syifa segera pergi, berjalan perlahan sambil sesekali mengusap perutnya yang buncit.
setelah Syifa pergi Andre segera mengeluarkan rokoknya menghisapnya dengan kuat lalu menghembuskannya dengan cepat pula.
__ADS_1
"Ku kira aku akan patah hati Syifa karena melihat mu menikah dengan orang lain, ternyata aku salah, aku bisa mendapatkan mu aku bisa menikah denganmu, meski semua ini karena Nabil tiada, namun aku berterimakasih pada tuhan karena sudah memberikan mu padaku, aku akan menebus semua kesalahanku padamu, aku akan membahagiakan mu serta anakmu nanti, " monolog Andre.
Setelah rokoknya habis, Andre segera bangkit dan pergi kekamarnya untuk segera istirahat.