
"Ini mau ke mana jenapa aku tidak tahu jalannya, webenarnya kau ingin membawa ke mana Troy, jangan kau macam-macam denganku ya kau tiba-tiba saja membawaku masuk ke dalam mobil lalu sekarang aku tidak tahu tujuannya ke mana, ayo antarkan aku pulang Troy "
"Anda bisa diam tidak jangan banyak bicara kalau begini saya tidak akan fokus menyetirnya. Anda mau saya turunkan di sini dan berjalan kaki ke rumah anda, jadi lebih baik diam saja dan duduk dengan manis, jadilah orang tua yang baik "
"Kurang ajar kau berani kau berkata itu padaku, aku sungguh marah padamu kau menyebalkan sekali, aku ingin pulang aku ingin pulang ke rumah besar itu tidak mau ke rumahku aku ingin pulang ke rumah besar"
"Sadarlah diri itu bukan rumahmu itu rumah orang lain. Jadi dimana itu tempatmu makalah itu rumahmu dan rumah besar itu bukan milikmu kau hanya penumpang di sana. Jadi sadar diri ya jangan seperti ini jangan memalukan"
Ibu Airin diam saja, dia mengeluarkan sebuah tali, dan tiba tiba saja mencekik leher Troy mengunakan itu, namun untungnya Troy memegang Tali itu dan meriknya dengan kasar.
Troy memberhentikan mobilnya, lalu menatap kearah belakang dan tak ada rasa kasian Troy menonjok wajahnya sampai ibu Airin pingsan "sialan hampir saja aku mati, ternyata orang tua ini sangat menyebalkan dan orangnya nekat sekali "
Troy kembali melajukan mobilnya, dia binggung harus menyimpan dimana orang tua ini, "kata nyonya simpan saja dia dimana saja, dan buang dia, aku harus membuangnya dimana ya, apa aku membuangnya saja di dekat pemukiman atau di hutan atau di ruko ruko ya "
Troy yang pusing mengaruk kepalanya dan terus saja melajukan mobilnya tanpa arah, namun dia melihat ada sebuah panti jompo, dengan cepat Troy mengangkat perempuan itu dan membiarkannya begitu saja di pinggir jalan.
"Lebih baik aku menyimpannya di sana saja. Takutnya nanti Tora tahu kalau aku membuangnya aku tinggal menunjukkan kan kalau aku memberhentikannya di sini di Panti Jompo pasti akan ada yang memungut dia, ya itu lebih baik dari pada aku membuangnya sembarangan kan, "
Troy kembali kearah jalan pulang, semuanya sudah beras dan pekerjaannya untuk selalu menjaga nenek sihir itu sudah hilang dan tak ada beban kembali.
__ADS_1
**
Airin yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung melihat kearah liar jendela, ibunya sudah tak ada, dia sudah tak ada dimana mana, kemana sang ibu kenapa menghilang begitu saja.
Airin yang panik segera keluar dari dalam kamar dan melihat sang suaminya yang hanya diam saja "dimana ibuku, dimana dia "
Tora hanya menatapnya lalu kembali fokus lagi mengerjakan tugasnya di laptop "dimana ibuku, kenapa kau diam saja, dimana ibuku, "
"Kenapa kau sangat berisik, Aku sedang bekerja masuk ke dalam kamar dan jangan membuat ulah, aku tidak mau kau berisik dan mengganggu pekerjaanku, masuk sana kau ini sedang hamil tapi doyan sekali berteriak-teriak membuat dirimu capek sendiri , masuk kamar jangan banyak bicara menanyakan Ibu mana ibu mana mungkin dia pulang, jangan kau khawatirkan dia terus dia sudah membuat otakmu kotor Jadi sekarang kau masuk dan bersihkan otakmu itu"
Airin menghampiri suaminya dan akan memukul Tora namun Tora segera memegang tangannya dan mendorongnya dia tidak sengaja mendorongnya, namun ada yang menangkap Airin.
Orang itu segera menyimpan kotak makan itu dan menatap Tora " Tora istrimu sedang hamil. Kenapa kau begitu kasar padanya. Janganlah seperti itu kasihan dia seharusnya kau menyayanginya bukannya malah menyakitinya, dia sedang mengandung anakmu jangan seperti itu ya"
"Maafkan saya nyonya, dia sudah menganggu pekerjaan saya dan membuat saya marah terus, saya tak akan melakukan itu lagi nyonya "
Airin tersenyum dan menatap suaminya serta Zeline dengan kesal "Kau meminta maaf pada atasan mu, sedangkan kau tidak meminta maaf pada istrimu . Aku yang tersakiti bukan dia dan kau Nyonya jangan terlalu ikut campur tentang rumah tangga saya, mungkin rumah tangga saya tidak sebahagi anda tapi kau tidak perlu membelaku aku bisa membela diriku sendiri tanpa kau harus membelanya"
"Airin " marah Tora
__ADS_1
Namun Zeline mengacungkan tangan untuk membuat Tora diam, dan tak banyak bicara.
"Aku tidak ikut campur tentang rumah tanggamu aku hanya memberitahu Tora untuk tidak terlalu kasar padamu. Apakah itu salah kalau aku memang ikut campur tentang rumah tanggamu mungkin aku tidak akan seperti ini aku akan selalu mengomentari apa yang mau lakukan, aku hanya memberitahu Tora agar dia lebih baik saja padamu "
"Sama saja kau sudah ikut campur aku sudah bilang aku bisa membela diriku sendiri, tanpa kau harus membela ku, aku tidak sudi dibela olehmu kau dan ibu mertuamu sama saja orang tidak punya hati"
"Lalu dengan ibumu apakah dia punya hati telah akan membunuh keluargaku dengan memutuskan lampu dan menjatuhkannya pada kami lebih tidak punya hati siapa hah" Akhirnya Zeline membeberkannya dia kesal dengan sikap Airin yang seperti ini.
Airin yang tidak tau apa apa hanya diam saja menatap kearah Tora lalu kembali menatap kearah Zeline " tidak tidak mungkin itu sampai terjadi. Ibuku bukan orang seperti itu kau pasti mengana ganda saja kan hanya ingin membuatku percaya padamu dan baik lagi padaku, sampai kapan pun aku tidak akan pernah percaya dengan kata-katamu, kau hanyalah orang kaya yang sombong dan seenaknya mengusir Ibuku begitu saja. Apakah kau tidak punya hati sama sekali melakukan itu"
"Aku tahu kau menyayangi ibumu. Aku pun punya ibu dan menyayanginya tapi kau salah telah percaya pada dia seharusnya kau buka pikiranmu bukannya hanya memikirkan tentang ibumu kau pikirkan orang di sekitar yang telah disakiti oleh ibumu. Kau terlalu egois membela orang yang salah dan memarahi orang begitu saja, suatu saat kau pasti akan menyesal dengan apa yang telah kau katakan padaku"
"Aku tidak akan pernah menyesal sampai kapanpun telah memarahimu, " Airin mengambil makanan yang dibawa Zeline dia buka dan ditumpahkan ketubuh Zeline, "aku tidak butuh makanan mu, aku tak sudi memakannya, kau makan saja sendiri "
Zeline langsung menampar wajah Airin, sampai sudut bibirnya berdarah "kau keterlaluan aku baik padamu membela dirimu tapi ini malasannya hah, lihat saja suatu saat kau membutuhkan bantuan ku aku sama sekali tak akan membantumu, "
Zeline segera pergi dari rumah itu, Airin hanya menunduk saja sambil menangis.
"Kau makin tak terkontrol Airin, aku malu mempunyai istri seperti mu, lebih baik setelah kau melahirkan kita berpisah saja "
__ADS_1
Tora langsung membereskan kertas kertasnya dna juga membawa laptopnya untuk mengerjakan tugasnya di kamar nya dulu bersama Hamzah.