
"Ini silakan Nyonya pelakor jusnya udah saya buatkan buat nyonya, "
Lisa mendelikan matanya dan langsuny meminum jus itu, namun tak lama kemudian menyemburkannya " Apa yang kau masukkan ke dalam sini. Kenapa bisa sangat asin begini kau ini bagaimana, aku sudah bilang kan yang bener membuat jusnya, jus itu harusnya manis nggak ada yang asin kayak gini. Kamu itu sebenarnya niat nggak sih kerja di sini"
Neneng memainkan rambutnya "Ya tentu saya berminat bekerja di sini tapi sebagai pembantunya Nyonya Jovanka dan bapak Riyan bukan dengan ibu pelakor ini, jadi atuh saya teh lupa tadi teh, tadinya tuh ya saya tuh mau masukin gula, eh gulanya abis, ya udah hampir sama kan ini teh sama gula ya sudah saya masukkan aja garam, enak kan itu tuh terobosan terbaru loh kalau misalnya nyonya pelakor mau jualan boleh tuh ini"
"Isst awas saja aku akan berbicara pada Riyan dan membuatmu di pecat dari sini awas saja "
Lisa segera naik kekamar atas dan mengedor gedor kamar Riyan " Riyan cepat keluar kamu mau anggurin aku kayak gini aja, aku ini datang ke sini bukan mau dianggurin ya . Kamu yang bawa aku ke sini cepetan keluar dan anterin aku pulang, aku nggak mau ya di rumah ini lagi, pembantu kamu tuh kurang ajar seharusnya dia tuh dipecat aja nggak becus tahu nggak bikin jus aja gak bisa "
Riyan langsung membuka pintu dan menatap Lisa "ada apa sih sama kamu sebenernya, kenapa sih harus berisik, kenapa aku mau istirahat "
"Enak banget ya kamu bilang kamu mau istirahat, sedangkan aku ada di sini di bawah tunggu-tunggu kamu, tapi nggak turun-turun sebenarnya maksud kamu tuh bawa aku ke sini tuh buat apa, kalo gitu aku tadi pulang aja sendiri"
"Yaudah yaudah ayo kebawah kita bicara dibawah ya, ayo kita turun kebawah "
Lisa menganggukan kepalanya dan langsung turun bersama Riyan yang mengandengnya, Bi Neneng yang melihatnya sampai membuang muka tak habis fikir dengan tuannya ini.
Saat mereka sudah turun Bi Neneng langsung menghampiri Riyan "Bibi itu nggak habis pikir ya sama pak Riyan bisa-bisanya gini ngeduain Nyonya Jovanka. Apa salahnya nyonya Jovanka dia itu baik banget tapi kenapa Bapak lakuin ini sama nyony, gak habis pikir Bibi ya kirain bibi itu Bapak tuh adalah panutan dan suami yang baik untuk Nyonya Jovanka. Susah punya anak aja Bapak tuh sabar ternyata dibalik sabar itu ada seorang pelakor, bapak benar-benar ya buat saya nggak habis pikir"
"Tuh lihat Ryan pembantu kamu aja bisa bilang kayak gitu dia itu berani banget, udah pencet aja dia ngapain kamu pertahanin dia"
__ADS_1
"Heh Nyonya pelakor yanpa kamu minta pun saya bisa pergi dari sini, saya pulang aja ke rumah nyonya besar saya itu kerjanya sama Nyonya Jovanka , gak sama Nyonya pelakor dan sama pak Riyan "
Bi Neneng langsung pergi meninggalkan mereka berdua dan masuk kedalam kamarnya sendiri.
"Aku mau pulang aja, rasannya disini aku bisa gila, kamu nggak usah anterin aku, aku bisa pulang sendiri tanpa kamu, dengerin pembantu kamu aja bilang kayak gitu tuh aku pusing tahu nggak, kamu tuh kalau kerjain orang tuh yang becus dong"
Setelah mengatakan itu Lisa langsung pergi, namun belum juga membuka pintu mamihnya Jo sudah ada disana dan menatap Lisa dari atas sampai bawah.
Ibunya Jo melipat tangannya " ini Riyan perempuan yang udah buat anak saya sakit hati ini, kamu selingkuh sama perempuan ini, sungguh ya keterlaluan kamu apa kurangnya anak saya sampai kamu selingkuh darinya"
Lisa yang takut dengan kemarahin ibunya Jo akan keluar namun ibunya Jo langsung menariknya, bahkan bukan menarik tangannya lagi namun rambutnya "aww aww sakit tante "
"Diginiin aja kamu sakit kan. Apa lagi anak saya dikhianatin di selingkuhin, kamu lagi nggak mikir dia itu udah punya istri. Seharusnya kamu sebelum menjalin hubungan sama Riyan tuh lihat dulu dong backgroundnya statusnya tuh apa udah tahu dia udah nikah diembat aja" sambil membawa Lisa kehadapan Riyan dan sedikit mendorongnya.
Mamihnya Jo memukul Riyan dengan Tasnya dan berkayak pinggang dihadapan dua orang laknat ini.
"Kamu ini ya bukannya menyadari kesalahan malah nyalahin orang lain, jelas-jelas kamu sudah menyelingkuhi anak saya tapi kamu malah menyalahkan orang lain. Saya tidak habis pikir dengan kamu Riyan. Apa kata saya kan firasat saya benar kalau kamu tidak akan pernah baik pada anak saya dan tidak akan pernah setia juga pada dia, kamu tahu kan dia sedang hamil sedang mengandung anak kamu, tapi kamu dengan enak-enaknya malah selingkuh di belakang anak saya, kamu itu anggap anak saya itu apa sebenarnya. Emangnya anak saya itu tempat memproduksi anak aja gitu, dia itu manusia ya pokoknya saya sudah tentukan tentang hidup anak saya dan cucu saya tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun itu termasuk Jovanka sendiri "
"Saya akan pergi ke pengadilan untuk menggugat kamu. Awas aja saya yang akan mengurus-ngurus semua surat itu tunggu saja semuanya, dan saat anak kalian lahir saya tidak akan pernah memperlihatkan wajahnya padamu, karena saya tidak mau cucu saya tahu siapa ayahnya yang sebenarnya yang hanya seorang laki-laki tukang selingkuh dan tidak setia pada ibunya" marah ibu Jovanka panjang lebar
Neneng yang mendengar keributan segera keluar sambil membawa tas besar, "akhirnya nyonya besar datang "
__ADS_1
Neneng langsuny berlari kedapur dan membawa air putih "nyonya minum dulu "
Dengan cepat ibunya Jovanka meminum air putih itu dan membuangnya sembarangan "ayo Neneng kita pulang "
Ryan langsung berjongkok dan memegang kaki mertuanya "tolong maafin Riyan, Riyan bener-bener nggak sengaja buat kayak gini. Riyan gak bermaksud buat khianati Jovanka, Riyan minta maaf "
"Memangnya dengan kamu minta maaf pada saya dan juga anak saya, hati anak saya akan baik lagi dan kamu tidak akan selingkuh lagi, itu tidak akan mungkin kamu bilang tadi tidak sengaja, ada selingkuh yang tidak disengaja. Saya sungguh tidak habis pikir dengan kamu, makannya saya selalu ingin mengawasi anak saya karena saya tidak mau anak saya disakiti oleh siapa-siapa, dan kamu adalah laki-laki yang pertama yang menyakitinya"
"Mih dengarkan dulu penjelasan Riyan, kita bicara baik-baik ya kita bicarain semuanya baik-baik jangan kayak gini mih, ayo duduk "
"Ndak Sudi saya lebih baik saya pulang dan nemuin anak saya, saya sudah melihat kamu waktu itu berjalan dengan perempuan ini, tapi saya tidak mau menegurnya karena saya ingin melihat itu benar-benar kamu atau bukan, ternyata benar itu kamu dan saya menunggu hari yang tepat untuk membongkar semuanya, inilah hari yang tepat ternyata kamu memang selingkuh dengan perempuan berambut pirang ini"
"Bu ayo duduk dulu dengarkan penjelasan Riyan "
"Lepaskan kaki saya, Saya sudah bilang kan kalau saya tidak mau berbicara apa-apa lagi. Semuanya sudah clear dan semuanya sudah ketahuan bukan, kalau kamu itu memang selingkuh lebih baik kamu bangun dan jangan bersujud-sujud seperti ini, memegang-megang kaki saya, karena sampai kapanpun saya tidak akan memaafkan kamu dan jangan harap Jovanka akan kembali lagi pada kamu, karena hatinya tidak akan bisa sembuh dengan cepat karena perselingkuhan ini, saya sudah pernah bilang kamu jangan pernah menyelingkuhi anak saya, saya paling tidak suka dalam rumah tangga ada perselingkuhan "
Ibu Jo dengan sekuat tenaga melepaskan cekalan kaki Riyan, lalu menatap kearah Lisa " Kamu perempuan pirang saya bersumpah demi anak saya. Jika kamu mempunyai anak perempuan semoga saja nanti anakmu ada di posisi anak saya, dan kamu bisa sadar kalau kelakuan kamu ini sungguh tidak baik, lihat saja betapa sakitnya hati ibu saat melihat anaknya diselingkuhi oleh suaminya, lihat saja karena karma tidak akan salah dan aku akan yakin kalau itu akan terjadi pada anak perempuan"
Ibunya Jo langsung pergi di ikuti bi Neneng, bahkan pintu di tutup dengan sangat kencang.
Riyan terduduk dan tak bisa berfikir lagi, semuanya hancur, hancur berkeping keping kenapa bisa seperti ini, kenapa rumah tangganya menjadi hancur, hancur tak berbentuk.
__ADS_1
Dan dirinya sama sekali tak boleh bertemu dengan anaknya, padahal anaknya adalah yang dirinya tunggu tunggu namun sekarang semuanya kandas gara gara perselingkuhannya.