Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Merajuk


__ADS_3

Sekarang Zeline dan Jo tak lupa suaminya sedang diruang tamu untuk menonton film hantu, itu perminta orang yang lagi galau jadi harus dituruti kalau tidak nanti merajuk lagi. Akan susah lagi.


Zeline selalu tak lepas memeluk suaminya dengan erat tak mau jauh dari suaminya, entah kenapa bau suaminya ini sangat menyegarkan. Sudah 1 bulan lebih dirinya seperti inikan.


Jo malah memanyunkan bibirnya mengapai-ngapai angin untuk dipeluk siapa tau ada yang nyangkutkan. ?


Liam yang melihatnya segera mengeryitkan keningnya "kau kenapa Jo. Apa banyak nyamuk "


"Ehhh tidak pak, aku sedang mencari yang mau aku peluk siapa saja angin bisa memeluk ku juga "


"Kamu ini gimana kalau ada dan ternyata itu hantu yang kamu peluk gimana apa kamu siap nanti Jo "


"Ist bapak kok kayak gitu nakutin saja. Kalian enak peluk-pelukan lah aku sendiri huhuhu sedih "


Zeline yang ingin mengerjai sahabatnya makin mempererat pelukannya. Dan Liam juga entah angin dari mana ikut memeluk erat dan memberikannya kecupan-kecupan manja.


Jo yang kesal malah pergi, mereka berdua malah makin mempermainkannya lagi galau gini bukannya dihibur malah diledekin mereka ini awas aja. Nanti kalau sudah ada gantinya akan dirinya balas.


Setelah sampai didalam kamar, ditatapannya handphonenya itu lalu dinyalakan, banyak sekali panggilan tak terjawab dari Riyan dan juga mamihnya. Pasti nih Riyan bilang sama mamihnya. Awas aja ya kalau Riyan membalikan fakta dan seolah-olah dirinya yang salah.


Lebih baik sekarang tidur, agar esok tubuhnya siapa saat melihat Nina yang pergi dari rumah ini. Sangat tak sabar dirinya ini menunggu kepergian Nina pelayan yang songong. Kayanya kalau dibuatin novel bagus ya judulnya itu. Sudahlah tidur saja selamat tidur semuaya dunia tipu-tipu.


Liam yang melihat Jo sudah masuk kedalam kamarnya, segera mengajak istrinya juga untuk segera tidur ini sudah malam dan harus segera istirahat kan mereka besok akan bekerja lagi. Jadi harus kembali semangat.

__ADS_1


Dengan perlahan Liam menarik tangan istrinya lalu membawanya untuk segera menaiki tangga satu persatu. Di ujung lorong ada yang sedang menatap mereka dengan marah tak terima dengan kepetusan tuannya.


Lihat saja besok akan dirinya habisi nyonyanya itu, lihat saja besok apa yang akan dirinya lakukan dan besok juga dirinya akan menjadi penganti nyonyanya itu. Jangan pernah bermain-main dengannya. Yang dimau oleh dirinya harus tercapai dan terkabul.


Segera Liam membantu istrinya untuk segera tidur, Liam tak lupa menepuk-nepuk pantat Zeline agar segera tidur. Entahlah sekarang itu sudah menjadi rutinitas hariannya harus selalu ditepuk-tepuk seperti bayi. Semoga saja secepatnya mereka ini diberikan momongan..


Setelah Zeline terlelap Liam mengambil handphonenya lalu menelfon sang ibu untuk menjelaskan soal Nina yang dipecat olehnya. Agar nanti saat sampai dirumah ibunya tak membuat drama lagi.


"Hallo ibu sayang apa kabar bagaimana keadaan ibu dan ayah "


"Hallo sayang sudah lama kamu ga nelfon ibu"


"Maafkan aku bu "


"Iya tak apa sayang, ibu tahu kamu sekarang sudah berumah tangga bagaimana keadaan Zeline apa dia baik baik saja"


"Alhamdullilah nak kalau begitu. Ibu sangat merindukannyan. Ada apa dengan Nina sayang apa dia melakukan salah."


"Nanti aku dan Zeline akan kesana ya bu. Begini bu, Nina sangat tidak sopan pada Zeline serta teman Zeline. Ibu tau apa yang sekarang dia lakukan ,dia berusaha meracun Zeline dan temanya itu. Serta mengancam teman-temannya yang lain untuk segera mengerjakan tugasnya dan ingin menyingkirkan Zeline dan dia yang mengantikannya. Kenapa ibu tak mengecek dulu kejiwaannya bagaimana kalau dia tak waras. Dihari pertamanya kerja dia sudah tak sopan bu pada Zeline dia hanya ingin melayaniku saja. Tadi aku ingin membunuhnya bu, namun aku harus berfikir kembali takut nanti Zeline marah denganku aku tak mau sampai itu terjadi "


" Hah ada apa dengan anak itu , ibu mengirim dia karena diakan anak pelayan dirumah ini, ibunya bagus dalam bekerja dan sangat jujur makannya ibu menerima dia saat melamar dan mengirimnya untuk bekerja denganmu saja na.Tapi baiklah jika itu keputusanmu ibu akan kasih pelajaran nanti disini. Jangan nak jangan kau bunuh orang lagi ya cukup sudah korban-korbanmu itu jangan sampai ada yang terluka kembali."


"Aku tak janji bu jika orang itu mengusik hidupku serta hidup istriku atau pun mengusik hidup keluargaku yang lain, aku akan melakukan hal yang diluar akal sehat padanya "

__ADS_1


"Jangan nak, semuanya bisa diselesaikan dengan baik-baik "


"Kenapa ibu membelanya apa ibu setuju kalau perempuan itu ingin menyingkirkan istriku "


"Bukan seperti itu syang, ibu sangat menyayangi istrimu seperti ibu menyayangimu. Tapi ini soal kemanusian kau sekarang sudah menikah dan harus mengigat tentang istrimu bagaimana nanti kalau istrimu ada diposisi perempuan yang kau bunuh "


"Tidak akan bu, aku akan selalu ada disamping istriku dan itu tak akan terjadi. Sudah dulu yang sekarang ibu segeralah tidur jangan terlalu banyak fikiran "


"Baiklah ibu hanya tak mau dirimu menjadi seorang pembunuh lagi Liam "


"Iya bu, aku akan berubah sebisaku. Ibu jangan khawatir "


Setelah mengucapkan itu Liam mematikan handphonenya dan sudah mendapatkan jawaban dari sang ibu. Liam menatap istrinya lalu mengusap-ngusap rambutnya dengan sayang " aku akan selalu menjagamu sayang. Kamu tak usah takut celaka aku akan selalu ada disampingmu aku menyayangimu istriku " sambil mengecup keningnya.


Liam segera membaringkan tubuhnya, sungguh masalah dengan mertuanya saja belum beres, sekarang sudah ada lagi saja yang mengusik hidupnya. Sepertinya akan lebih menyenangkan kalau mempermainkan dahulu perempuan itu sebelum membunuhnya.


Lihat saja permainannya pasti akan menarik dan menegangkan apakah kalian siap untuk melihat ku membunuh kembali. Aku tak mau sampai ada yang menganggu istriku jadi ini akibatnya kalau menganggu istriku. Berani berbuat berani bertanggung jawab.


Sekarang waktunya istirahat, mengistirahatkan kepalanya dan badannya ini yang sudah lelah dengan pekerjaan. Namun saat menatap wajah istrinya dan senyumnya yang manis semua cape yang dirinya rasakan hilang begitu saja.


Rasanya seperti mimpi bisa menikah dengan Zeline, perempuan yang amat sangat dirinya sayangi lebih dari dirinya menyayangi dirinya sendiri.


Akan dia jaga terus istrinya ini sampai akhir hayatnya. Jika boleh meminta saat tuhan mengambil nyawa istrinya. Ambil juga nyawanya agar hatinya tak hancur kehilangan cinta sejatinya.

__ADS_1


Liam segera memeluk tuhuh istrinya dan segera tertidur dengan isi kepalanya yang banyak sekali rencana-rencana jahatnya.


Mari kita lihat apa yang akan terjadi pada Nina, apakah akan mati ditangan Liam atau masih bisa berkeliaran dengan sesuka hatinya. Tak ada yang tahu mari kita saksikan.


__ADS_2