Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Pikir dulu sendiri


__ADS_3

"Milla kenapa anak kamu, tiba tiba pergi kaya gitu, apa dia tadi udah kesini, ayah sudah mau bawa dia kesini, tapi dia gak mau dan malah pulang, kenapa dia ada apa "


"Udahlah biarin ayah dia yang mau kan kayak gitu, udah di udah pilih ayahnya jadi dia bukan anak Mila lagi, biarin aja dia pergi Milla juga gak butuh kok anak kayak gitu, ngapain di pertahanin anak gak tau diri, ayah Naura itu cuman nyusahin aja apa lagi dia lahir karena aku tak mengiginkannya, aku sama sekali tak mengiginkannya, dia bukan anak yang lahir dari benih laki laki yang aku mau "


"Tetap aja Naura itu darah daging kamu Mila. Seharusnya kamu tidak seperti itu Mil, meskipun kamu benci sama ayahnya tapi kamu nggak boleh benci sama anak kamu sendiri. Naura masih butuh kasih sayang kamu sebagai ibu jangan buat dia seperti tak mempunyai Ibu, padahal kamu masih hidup dan masih ada di sini di dunia ini"


"Ya tetep aja kalau aku kekeh pengen ambil Naura belum tentu aku bisa ngurus dia Ayah, jadi udahlah dia udah pilih mau sama ayahnya jadi aku lepas tanggung jawab aja, nanti juga aku setelah keluar dari rumah sakit mau laporin Ibrahim karena udah buat aku kayak gini, aku nggak mau ya orang yang udah celakain aku bebas gitu aja"


"Terus setelah kamu laporan Ibrahim emang kamu mau ngurus Naura. Emang kamu mau kerja buat anak kamu banting tulang buat dia. Kamu mau seperti itu katanya kamu udah lepas tanggung jawab buat Naura, tapi kamu mau laporin ayahnya terus nanti anak itu mau diurus sama siapa"


"Masukin panti asuhan aja yah gampang "


"Jika itu sampai terjadi Ayah tidak akan tinggal diam saat itulah ayah akan membela Ibrahim untuk masa depan anaknya bukan karena untuk kesenangan kamu sendiri"


"Ayah tu yah gak sayang sama Milla "


"Ini bukan tentang ayah sayang sama kamu atau tidak. Tapi ini tentang kamu yang mau mengurus anak kamu atau tidak. Sekarang saja kamu sudah acuh padanya apalagi nanti Ibrahim saat di penjara anak itu akan makin kesulitan dan makin tidak merasa dapat kasih sayang dari siapapun. Ayah melakukan ini untuk Naura bukan karena Ayah membela Ibrahim "

__ADS_1


Milla tak menjawab dia hanya diam saja, iya juga ya kalau Ibrahim dipenjara anaknya gimana masa iya harus dirinya yang ngurus, terus nanti harus kerja ngebiyayain dia, engga dong jangan sampai kaya gitu yang ada habis uangnya untuk anak itu.


**


Liam yang baru bangun dikagetkan dengan sahabatnya yang duduk diruang tengah sambil memegang boneka Lucas serta wajah yang lecek.


"Lo ngapain pagi pagi dirumah "


"Pagi pagi gimana, lo aja kali yang bangunnya kesiangan ini udah jam 12 siang kali, lo keterlaluan ya bangun siang banget, emang lo pengantin baru sampai kaya gitu, bukan kan "


"Kata siapa gue dari dulu sampai sekarang sama istri gue itu pengantin baru gak pernah berubah emang lu yang di diemin gara gara dipeluk sama perempuan lain dan lo malah diam aja kayak yang keenakan aja "


"Ya itu kan karena ulah lu sendiri jadi lu cari cara gimana buat Syifa maafin lo, lo juga yang salah kenapa malah mau liat terus Milla, udah lah kan lo udah pernah tengok dia gimana keadaannya, lo kan bisa tanya ke pak Tedi nanti dikantor gak usah cape cape dateng kerumah sakit dan akhirnya kaya gini, gak banget kan jadinya "


"Ya tadinya kan Syifa juga iya iya aja makanya ya udah gue pergi lagi ke sana , kalau Syifa larang kan gue juga nggak akan pergi dan Ya udah nanti gue tanyain aja di kantor. Tapi kan dianya juga ya welcome mau gitu kan antar gue ke sana,"


"Di balik kata iya perempuan itu beda lagi loh kalau di dalam hatinya, kita harus lebih mengenal lagi sosok istri kita itu sebenarnya gimana, kitakan sama Syifa dari dulu dari kecil kita udah berteman loh sama dia. Masa lo nggak pernah tahu sih sifat Syifa aslinya gimana, gimana sih nikah sama temen masa kecil aja nggak tahu gimana dia yang sebenarnya, apa lagi kalau sama perempuan lain, "

__ADS_1


"Ya gimana yang gue tahu sifat Syifa yang sebenarnya itu petakilan kan kayak anak kecil gak bisa diatur cerewet pokoknya ada-ada aja deh kelakuannya, gak pernah bisa diem sekarang dia berubah jadi istri gue. Ya gimana gue taunya sifat dia ya kayak gitu, lo tau sendiri kan gue gak pernah deket sama cewek manapun selain dia setelah sama Asa tapi kan gak lama juga jadi ya gue bingung lah"


"Yaudah sekarang mah lo fikirin aja sendiri ya, gue mau bobo lagi sama istri gue, lo tau sendirikan gue sama Zeline pengantin baru, lo fikir aja gimana caranya biar Syifa maafin lo dan bisa kembali seperti semula, kali ini gue gak akan bantu lo, lo cari cara sendiri dan nanti kalau otak lo udah mentok banget baru deh gur bantuin lo ya, sekarang sana sana lo pulang aja "


"Liam janga gitulah, jangan kaya gitu males deh ah kalau udah suruh mikir sendiri kasih tau aja sekarang ayo cepetan dong kasih tau sekarang jangan nanti nanti lagi, gue udah buntu nih, ufah berbagai cara gue lakuin, tolong lah "


"Gak bisa ah, dah gue keatas dulu mau bobo siang sekarang "


"Liam jangan gitu Liam "


Andre memegang kaki Liam dengan erat namun Liam tak menghiraukannya, dia terus saja berjalan sambil mengusur Andre yang masih memegang kakinya dengan sangat erat.


"Loh ini kenapa kak Andre "


"Ini bukan Andre sayang, ini tuyul yang gak punya tuan, udah biarin aja dia mau gini "


Andre langsung melepaskan kaki Liam dan manyun "awas ya Liam lo makin tua makin nyebelin "

__ADS_1


"Lo juga makin tua makin lebih nyebelin tau gak sih, dasar tua tua nyebelin "


Andre yang tak mau membalas perkataan Liam langsung pergi dari rumah Liam sambil cemberut, lalu melihat kearah Liam lagi, namun tak dipanggil untuk masuk lagi kedalam rumah.


__ADS_2