Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Mau gak jadi murid pertama


__ADS_3

Saat Liam dan juga Zeline sampai kerumah dia melihat Andre yang sedang minum teh sambil memangku Nabil dan juga Lucas yang sedang membawa main Nabil.


"Dre "


"Eh udah pulang lo Liam, ada yang perlu gue omongin, tapi lo anter dulu aja Zeline kekamar kasian dia suruh istirahat dulu "


"Yaudah sebentar ya "


Liam mengusap rambut anaknya sebentar lalu mendorong kembali kursi roda istrinya dan mengantarkan istrinya kedalam kamar, membaringkannya dan menyelimutinya.


"Aku bicara dulu sama Andre kamu istirahat dulu aja ya sayang, kalau ada apa apa, kamu langsung telfon aku "


"Iya mas, "


Liam langsung pergi dan menghampiri Andre dan memangku sang anak yang duduk sendirian, "apa yang mau lo omonyin Dre "


"Saat lo pergi ada laki laki yang datang terus kemari namanya Gavin dia maksa terus ingin ketemu Zeline bahkan Hamzah berantem sama dia, gara gara laki laki itu buat gaduh disini, sebulumnya malamnya dia kerumah kesini, mau liat keadaan Zeline sama Jovanka, kayaknya tu laki suka deh sama Zeline, lo kenal gak sama dia "


"Gavin, kenal gue itu dia temennya Bulan sekaligus pengantinya Bulan, oh ya dia datang saat gue gak ada terus lo lakuin apa"


"Ya gue juga gak ada yang kasih tau cuman waktu itu gue kiat Hamzah lagi berantem di luar rumah dan gue memisahkan mereka berdua, terus gue sama Hamzah siapa dia, ternyata dia Gavin temannya Jo yang katanya semalem dateng kesini terus kata Hamzah laki laki itu langsung pegang tangan Zeline namun Hamzah langsung menepis tangan itu dan adu mulut "


"Hemm iya Hamzah juga sudah menceritakan tentang Gavin, berarti kau juga mengetahuinya ya "


"Iya malahan gue telfon Jo buat tegur si Gavin agar tak agresif sama Zeline dan sekarang dia tak ada kemari lagi, "


"Ok deh makasih Dre nanti gue akan kasih sedikit dia pelajaran gue gak akan bunuh dia, gue pengen liat dulu permainan dia gimana apa menarik atau tidak jika membosankan aku akan membunuhnya dengan perlahan "


"Yey main bunuh aja, lo tau gak tentang keluarga Bulan yang lo sebutin itu, rumahnya kebakaran dan mayat mereka ditemukan dengan tidak wajar, saat di otopsi pun tidak ditemukan sidik jadi orang yang membunuhnya atau petunjuk lainnya aku sungguh takut mendengarnya "


"Takut banget kau Dre, kalau orang yang membunuh mereka ada dihadapan lo gimana "


"Gue kabur, emang siapa pembunuhnya Liam, lo tau "


"Tau "


"Siapa"


"Ini orang yang ada didepan lo, "


"Hah maksudnya "

__ADS_1


"Ahh lo gak seru, gue yang bunuh mereka "


"Apa lu gila bunuh satu keluarga dengan sadis kayak gitu, gimana kalau ketemu sama polisi . Apa sih alasannya lo bunuh mereka. Emang mereka punya salah apa sama lo .Sampai lo tega bunuh mereka sekeluarga bahkan lo capek-capek datang ke rumah mereka cuman buat bunuh mereka aja. Apa gunanya coba sadar sadar sekarang lo udah punya anak istri jangan kayak gitu lagi dong jangan main bunuh-bunuh aja itu orang bukan hewan"


"Gue dengan sadar tahu mereka manusia bukan hewan gue ngelakuin itu karena Bulan menulis nama gue di bukunya, emang gue yang ngajak dia untuk dinner tapi bukan dinner biasa gue emang mau bunuh dia dari awal, karena dia sudah keterlaluan ganggu rumah tangga gue dan buat istri gue selalu marah-marah sama gue . "


"Ya udah jalan satu-satunya ya gue bunuh aja dia, buat apa dia hidup kalau cuman buat rayu-rayu suami orang gak perlu, dia gak perlu ada di dunia ini kalau hidupnya cuma dijadiin kayak gitu aja, lebih baik mati aja kan murahan perempuan kayak gitu dan keluarganya udah tahu siapa pembunuh sebenarnya ya gue pembunuhnya makanya gue habisin juga mereka dan bukti-bukti yang mereka punya, gimana sekarang lu mau bela mereka atau gue"


"Iya deh iya deh lo benar selalu benar, gue salah yang sdlalu salah, tapi kan seenggaknya lo gak bunuh dia juga kali emang gak ada acara lain gitu selain membunuh mereka"


"Gak ada cara lain, perempuan kayak gitu harus dimusnahin nantinya malah jadi sampah di dunia ini, laki-laki itu butuh perempuan yang setia jadi buat apa harus hidup perempuan murahan kayak Bulan, lebih baik dia mati aja, dan orang tuanya juga lebih baik mereka mati dari pada ngehabisin uangnya buat laporin gue ke polisi dan capek-capek sana sini ke polisi dan cari keadilan lebih baik mereka bergabung kan di sana Jadi gak usah repot-repot buat tuntut gue"


"Iya deh iya gimana lo aja, lo selalu bener dan hebat udah gue ngalah, eh lo tau gak tadi gue kerumahnya Milla "


"Mau apa lo, gue tadi liat Ibrahim dan pak Tedi ada dirumah sakit katanya Milla sakit "


"Hah Milla sakit padahal dia baik baik aja kok waktu gue kesana malahan dia ceria dan biasa biasa aja gak keliatan lagi sakit lesu tau pucet gak ada itu sama sekali tak terlihat dari wajahnya "


"Iya tapi suaminya sama ayahnya ada di sana bahkan anaknya pun dibawa sama mereka ada di sana, tapi yang aneh itu ya Ibrahim banyak banget darah di bajunya, bahkan diwajahnya juga ada beberapa bekas daraha apakah mereka berantem dan membuat Milla masuk rumah sakit gara-gara masalah lo kesana"


"Masa sih kok jadi bawa-bawa gue, gue kan ke sana cuman mau peringati suaminya buat lebih bisa menjaga istrinya agar tidak terlalu dekat sama gue dan ngejar-ngejar gue lagi, sama gue juga mau ngasih pelajaran maksudnya mau bicara sama Mila Karena dia udah neror Syifa bahkan dia lempar batu kepungnya Syifa"


"Apa lo yakin Milla yang lakuin ,bisa aja kan orang yang waktu itu mau perkosa Syifa karena kita belum nemuin bosnya di mana, lo ingatkan masalah itu, gimana lo inget kan "


"Ya gimana lagi lo kan yang terakhir ke rumah mereka ya mungkin itupun ya. Gue gak tahu tapi gue baru aja Lihat mereka ada di rumah sakit dengan keadaan suaminya yang kayak gitu, gak mungkin kan suaminya tiba-tiba aja berdarah dan ciprat ciprat ke bajunya sendiri pasti itu darah orang lain lah dan sepertinya juga sedang ada yang sembunyikan sama suaminya. Mungkin dia takut dia laporin sama polisi"


"Gimana dong gue jadi merasa bersalah kayak gini sama Mila gue harus lakuin apa dong, ist lo nakut nakutin gue aja deh, gimana ih Liam lo ah bilang kayak gini sama gue, jadi gue serba salahkan jadinya, apa gue harus kerumah sakit dan tengok dia, ahh tau ah gue jadi serba salah gini"


"Ya udah untuk sekarang lo gak usah tengok dia ke rumah sakit yang ada nanti suaminya malah marah sama lo, biarin dulu aja beberapa hari nah udah itu lo tengok dia dan gue itu anehnya ya suaminya itu bodoh banget , dia memakai baju banyak darah ke rumah sakit ,seharusnya dia ganti dulu kek yang pinter dikit kali, gimana sih dia itu mau jadi pembunuh tapi gak bisa menyembunyikan jati diri seorang pembunuhnya, kayaknya dia harus belajar sama gue deh .Tapi bagus juga ya kalau misalnya gue buka sekolah psikopat pasti banyak yang masuk. Lo mau


gak jadi murid pertama gue Dre "


"Sampai seumur hidup pun gue gak akan pernah mau jadi murid loh, gila aja gue jadi seorang pembunuh, ngebunuh semut aja gue gak tega apa lagi bunuh orang lain, lo suka ngaco cari aja murid pertama lo jangan gue, gue gak sudi tau gak mending gue pulang aja deh dari pada ngobrol sama orang kayak lo yang mau cari murid pertama psikopatnya atau lo jadiin aja tuh si Tora murid pertama lo "


"Ah kalau Tora mah udah pinter gak usah diajarin dia mah udah Pro pokoknya mah, udah sana lu pulang aja gak ada berbakti baktinya lo sama gue, padahal cuman jadi murid gue aja susahnya minta ampun pulang-pulang gue males lihat muka lo yang kayak pantat Nabil udah sana sana"


"Awas ya lo Liam gue pukul nanti lo, awas aja ya "


"Sebelum lo memukul gue udah gue potong duluan tangan loh terlebih dahulu, udah sana gue capek ngobrol terus sama lo yang nggak penting dan gak mau jadi murid gue udah sana gue usir lo dari rumah gue sana sana "


"Awas lo Liam liatin aja gue akan balas dendam sama lo liat aja"

__ADS_1


" Ya udah lo lihatin aja gue terus-menerus sampai mata lo tuh capek dan Copot sendiri "


Andre yang kesal segera membuka sandalnya dan melemparkannya ke arah Liam namun tidak kena "Huh dasar gak bisa diandalkan gak kena dasar lo si Andre gak bisa apa-apa cuman bisanya rayu-rayu Syifa aja huh "


"Awas Liam gue bakal latihan buat lempar lo pake sandal, nanti gue bakal pakai sandal raksasa awas aja ya lo bakal gepeng nanti dan jadi psikopat gepeng, awass liat aja awass "


Liam langsung melempar kembali sandal itu dan mengenai kepala Andre "Tuh kan gue lebih pintar dari lo makanya lo jadi murid pertama gue aja gimana mau gak, lo nanti akan sama hebatnya sama gue, ayo sini mumpung gue masih mau nerima lo"


Andre mengusap-ngusap kepalanya dan mengambil sandalnya "Ogah gue sampai kapanpun gak akan mau jadi murid pertama lo sekolah lo sekolah musyrik, yang ada gue bisa sesat "


setelah Andre pergi Liam mamangku anaknya yang tertidur. Mungkin dia seperti di dongengin dari tadi saat ayahnya mengobrol dengan Andre.


Padahal kan mereka sedang mengobrol seru-serunya tentang pembunuhan tapi anaknya ini malah tertidur di pangkuannya, tak apalah sekalian kan membuat anaknya tertidur agar ibunya tidak terlalu kerepotan.


**


Andre sudah ada didalam rumahnya dan memberikan Nabil yang sudah tertidur "paman kamu kenapa, ke apa mengusap ngusap terus kepala "


"Ini gara gara Liam dia lempar paman pake sandal, benjol gak ya kepala paman, ini gara gara Liam kampret s anak dajal itu, awas saja akan aku balas "


"Kamu ini paman kayak anak kecil aja deh, udah sana mandi "


"Sayanga da yang aku ingin bicarakan "


"Apa paman "


"Kata Liam tadi dia melihat suaminya Mila dan juga Ayahnya ada di rumah sakit, katanya Mila sedang sakit padahal kan aku baru saja dari rumah dia dan menengok dia kalau dia baik-baik saja tidak terluka sama sekali atau sakit sama sekali, apakah karena aku memarahinya dan menegur suaminya makannya suaminya menyakiti Mila, aku menjadi merasa bersalah bagaimana ini aku menjadi takut"


"Benarkah ada apa dengan Mbak Mila mana mungkin cuman karena gara-gara Paman menegurnya saja dia seperti itu menyiksa istrinya sendiri, mana mungkin paman "


" Ya aku juga gak tahu sayang aku juga jadi takut apa semua ini gara-gara aku ,gara-gara aku yang menegur Mila suami jadi marah dan malah menyiksanya sampai dia masuk ke rumah sakit, soalnya kata Liam bajunya juga berdarah-darah. Apakah aku harus ke sana sekarang tapi kata Liam jangan katanya takut nanti suaminya marah dan menyalahkan aku"


"Ya udah dengerin aja kata Paman Liam lebih baik Paman diam saja dulu di rumah, nanti sudah beberapa hari baru Paman menengoknya ke sana, itu akan lebih baik dan sekarang Paman mandi saja, belum mandi kan dari tadi pagi, saat pergi ke rumah Mbak Mila gak mandi kan kamu ini jorok banget sih udah sana sana mandi kalah sama Nabil, Nabil aja udah mandi ini Ayahnya belum mandi sama sekali"


"Hehehe iya maaf sayang aku buru buru tadi jadi gak sepempet mandi, tadi waktu mandi malah kamu teriakan gara gada ada yang lembar batu, jadi konsentrasiku untuk mandi hilang sayang, sekarang aku akan mandi ya, kau tunggu aku disini jangan kemana mana "


"Iya paman udah sana sana mandi, jangan jadi orang yang malas mandi deh paman, nanti gatal gatal lo badannya, udah sana pergi "


Dengan patuh Andre pergi dan sebelumnya mengecup kening istrinya terlebih dahulu dan berlari kearah kamar mandi.


Sebenarnya hatinya belum tenang tentang kejadian Milla tapi gimana lagi, dirinya tak mau menampakan nanti takutnya sang istri malah jadi salah sangka, dan menuduhnya kalau dirinya perhatian pada Milla dan nantinya pasti akan menjadi masalah besar bersama sang istri.

__ADS_1


Lebih baik mandilah, sudahlah sekarang mandi dulu saja nanti fikirkan kembali tentang Milla yang dirumah sakit.


__ADS_2