Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Pulang terlebih dahulu


__ADS_3

Mereka bertiga sudah sampai di mall, segera turun beriringan, Andre dari tadi didalam mobil mencoba membujuk Asa dan berhasil, sekarang Asa sudah tak marah lagi seperti tadi.


Sedangkan Syifa hanya mengekor dibelakang mereka berdua tanpa banyak bicara. Dengan wajah kesalnya Syifa terus saja mengikuti dua sejoli ini.


"Kamu mau beli apa aja Sa disini banyak lo kalau buat hadiah"


"Emm boleh kita ketempat sovenir aku pengen liat kesana siapa tau ada yang cocok kan"


"Ayo boleh apasih yang engga buat kamu Sa, pasti akan selalu aku turuti "


"Kamu ini ya Andre suka ada ada aja deh, jangan jadi laki-laki playboy ingat "


"Engga dong, mana mungkin seorang Andre menjadi playboy aku adalah laki-laki setia "


"Setia apa, setiap tikungan Ada "


"Ya enggalah Sa, aku ini beneran laki-laki setia "


Segera mereka berdua masuk kedalam toko tanpa menghiraukan Syifa yang bt, mereka berdua memilah dan memilihnya dengan sangat riang, Syifa dibelakang hanya menatapnya saja seperti patung..


Tiba-tiba ponsel Asa berdering "sebentar ya aku tinggal dulu sebentar kalian berdua ngobrol dulu aja ya "


"Iya Sa jangan lama ya nanti aku kangen"


Asa hanya memelototinya saja, lalu berlalu dengan sedikit tergesa-gesa. Takut nantinya Andre malah mengikutinya, sebenarnya dirinya mempunyai rencana untuk mereka akur kembali. Gak enak kan lihatnya mereka berdua cemberut-cemberutan gitu.


Syifa segera maju, lalu memegang sebual pulpen karakter "liat paman ini bagus " ucap Syifa sambil memperlihatkannya apda Andre.


Namun Andre sama sekali tak meresponnya hanya sibuk dengan barang pilihannya saja. Tak menghiraukan sama sekali ucapan Syifa.


"Paman lihat ini bagus " pancing Syifa sekali lagi dengab suara cukup keras agar pamannya mendengarnya


"Apasih kamu berisik banget, paman lagi pilih hadiah yang bagus buat Asa. Kamu pilih aja sendiri, bebas kamu mau apa aja ambil jangan ganggu paman "


"Oke, aku pamit dulu ke kamar mandi ya paman gak akan lama kok, jangan ditinggal ya nanti paman "

__ADS_1


"Yaudah sana "


Syifa segera pergi dengan hati yang dongkol, nyebelin banget paman Andre malah makin jutek berarti bener apa kata Nabil dirinya harus segera mundur nanti saat waktunya pas dirinya akan mundur jadi tunggu saja.


Asa segera mengangkat telfon itu dan itu dari Yuda "ada apa lagi Yud, kamu gak bosen apa setiap hari telfon aku, aku tuh pusing di ganggu terus sama kamu, setiap menit setiap jam setiap hari kamu telfon aku aja, gak ada kerjaaan banget tau gak sih cuman habis habisin waktu aku aja kamu nih "


"Gimana Sa kamu kabarnya, makasih udah diangkat biasannya kamu gak angkat telfon aku, wajar aku selalu menelfonmu, kamu istriku jadi seharusnya gak ada masalah kan Sa. "


"Oh jadi sekarang gak mau diangkat nih ,yaudah aku matiin ada perlu apa sih kamu nih "


"Jangan Sa, Sa aku udah tau semuanya semua rahasia kamu "


"Maksud kamu tau apa, tau yang mana "


"Aku udah tau selama ini kamu kasih aku obat apa "


"Yaudah kalau kamu udah tau jangan deketin aku lagi ya mending kamu cerain aku aja, biar kamu seneng gak lagi sama aku perempuan jahat ini "


"Aku gak marah, aku gak akan pernah cerain kamu, jangan kamu berfikir sampai kesana. Aku sama sekali gak ada niat kesana jadi kamu kalau bicara di jaga jangan asal jeplak aku gak suka dan gak akan pernah suka "


Andre sudah keluar toko dengan banyak sekali belanjaannya dia menunggu kedatang dua perempuan yang entah pergi kemana. Mengilang diwaktu yang tak tepat.


Ponsel Andre bergetar ternyata pesan dari Asa yang katanya dia pulang terlebih dahulu, ya elah gagal lagi, segera Andre memasukan ponselnya dengan kesal.


Tak lama datang Syifa dengan senyum manisnya pada paman Andre "dari mana aja sih kamu lama banget, kamu tuh mau penunggu kamar mandi di sini atau mau nginep sih "


"Maaf paman tadi nyasar makannya lama "


"Yaudah bantuin bawa ini barang-barangnya, lain kali nanti pake google maps "


"Lah banyak banget paman sampai 4 kantong, kak Asanya mana, emang ada ya di google maps kamar mandi mall ini "


"Ya biarin ini buat Asa, gak ada dia udah pulang duluan, ayo cepetan Syifa pulang, ya cek aja sama sendiri ada gak"


"Iya iya ayo jangan marah-marah terus dong paman, nanti juga ketemu sama kak Asa lagi, banyak waktu yang akan kalian habiskan "

__ADS_1


Namun Andre tak menjawabnya sama sekali terus berjalan mendahului Syifa. Sedang bt dirinya ini.


Syifa hanya bisa menghebuskan nafasnya saja meladani pamannya yang seperti ini, seperti tak menghiraukan dirinya sama sekali.


"Paman tunggu dong, jalannya jangan cepet-cepet gitu aku cape"


"Kamunya aja yang lelet, ayo cepetan paman udah gak sabar pengen pulang dan ketemu dengan Asa "


"Paman beliin aku hadiah juga gak, sama kaya kak Asa"


"Enggalah kamukan sering paman beliin jadi udah gak usah merajuk kita pulang segera ya, jangan banyak tingkah"


Setelah sampai didepan mobilnya Andre segera memasukan kantong-kantong itu dan segera masuk kedalam mobil meninggalkan Syifa diluar sendirian.


"Cepetan naik, kenapa masih diluar apa kamu mau paman tinggal disini "


"Ya enggalah aku kan mau di rayu kaya kak Asa "


Dengan cemberut Syifa segera masuk dan menutup pintu dengan keras.


"Apakah kau tak bisa pelan-pelan saat menutup pintu, bagaimana kalau rusak apa mau mengantinya "


"Tenang kalau itu terjadi akan aku ganti paman "


"Ganti dengan apa, kamu mau minta gitu sama orang tua kamu yang kaya itu"


"Paman tuh ternyata gak tau banyak ya tentang aku, paman tuh cuman memperhatikan kak Asa aja setiap saatnya "


"Ya kenapa juga paman harus tau banyak tentangmu, ya jelas dia masa depan paman "


"Ya lah gimana paman saja kamu gak usah banyak ngatur "


Padahal dirinya ini sudah berpenghasilan, gini gini dirinya sudah mempunyai usaha kecil-kecilan yang memang tak banyak orang tau, seharusnya tuh paman Andre tau dia kan orang terpentingnya setelah mamih papih dan Nabil.


Paman Andre ini sungguh sangat menyebalkan sekali, awas saja suatu hati paman Andre akan merasakan apa yang dirinya rasakan.

__ADS_1


__ADS_2