
Tora segera pergi saat sudah yakin kalau akan mengurung perempuan itu, "Biarkan saja lah dia tak akan ada yang tau ini, dan tak akan mungkin keluar juga "
Segera Tora menjalankan mobilnya dan keluar dari pekarangan rumah, namun ada rombongan yang entah mau kemana, sedang berjalan kaki, Tora yang penasaran segera memberhentikan mobilnya.
"Ada apa pak ini, "
"Ini pak, kami sedang mencari warga kami yang hilang Airin, apakah bapak tadi melihatnya di sekitar sini "
"Untuk ciri cirinya bagaimana pak "
"Dia tinggi putih, memakain kaos berwarna biru dan memakai celana jins hitam, rambutnya panjang "
"Tidak pak, soalnya dari tadi saya diluar, tapi tidak bertemu dengan perempuan yang bapak maksud "
"Baiklah pak, terimakasih "
"Ya sama sama "
Tora segera pergi meninggalkan orang orang tadi, "ternyata dia Airin, tapi aku yakin mereka tak akan menemukannya, rumah tuan aman dan untungnya aku mengurung dia dikamar tanpa jendela, jadi tak ada celah untuknya berteriak atau keluar "
**
Airin yang samar samar mendengar suara yang memanggilnya segera berteriak "tolong tolong, tolong aku disini tolong "
Airin segera naik keatas meja dan melongok sedikit dari pentilasi, disana diluar sana banyak orang, denga sukuat tenaga Airin berteriak kembali "tolong tolong siapa pun tolong aku tolong "
Dan orang orang itu membalikan badannya, baru saja dirinya akan berteriak kembali kakinya malah salah langkah dan terjatuh.
"Aw sakit, sepertinya kaki ku terkilir sakit sekali, aw aw sakit "
Dengan sekuat tenaga Airin berdiri kembali namun sulit sekali "ayolah kaki jangan membuat ku susah kau harus bangkit jangab seperti ini, apakah kau tak kasian dengan mu, apakah kau ingin dikurung disini selamanya bergabung dengan daging daging tadi, sungguh aku tak sudi dan aku tak mau "
Airin kembali berdiri dan berhasil, dengan perlahan dia naik kembali dan saat melonggok keluar tak ada siapa siapa, mereka sudah berbelok jauh.
"Habislah aku, bagaimana dengan ibu, ibu pasti sangat sedih, dia hanya sendirian tak ada siapa siapa lagi, bodoh kenapa aku tadi malah melihat pria besar itu membuang mobil, kalau saja tidak mungkin semua ini tak akan kejadian "
**
"Bagaimana bapak bapak, apakah anak saya ketemu. Apakah Airin ada "
__ADS_1
"Maaf bu kami telah mengeliling tempat ini semua kampung, sampai kehutan hutan dan kerumah terpencil itu tapi tak ada Airin dan menurut orang yang baru keluar dari hutan dia tak melihat ada Airin "
"Ya allah gusti kemana anak ku Airin "
"Mungkin saja Airin kabur dengan pacarnya bu, bisa saja kan "
"Tidak akan mungkin bapak bapak, Airin tidak mempunyai pacar, tolong saya pak, tolong saya cari Airin kembali "
"Kami sudah mencarinya lebih baik ibu lapor polisi saja agar 24 jam dicari oleh polisi dan cakupannya pasti akan lebih Luas kalau polisi yang mencari "
"Kami permisi pulang dulu bu "
Runtuh sudah hidupnya, anaknya satu satunya hilang begitu saja, tadi Airin pamitan akan berjalan jalan sebentar keluar dan tak akan jauh, tapi sekarang mana tak ada dia hilang seperti ditelan oleh bumi
"Airin kemana kau sebenarnya, apakah kau tega meninggalkan ibu seperti ini, ibu tidak bisa tanpa mu nak, dimana pulang kau pulang Airin pulang, jangan membuat ibu menjadi seperti ini, Airin Airin dimana kamu Airin "
**
"Sayang kenapa kamu disini, kan aku udah suruh kamu untuk tidur "
"Maas aku gak bisa tidur kalau kamu belum pulang, kok lama mas "
Zeline mengangguk dan mengikuti suaminya dengan kantuk yang amat sangat berat.
Setelah sampai dikamar Zeline menyipitkan matanya, lalu mengendus endus jas suaminya.
"Kenapa kamu sayang, ada apa sampai endus endus gitu "
"Engga aku cuman mau cek aja, apa ada bau parfum lain gitu "
Liam segera memegang pipi istrinya dan menciumnya, "sayang aku sudah bilang aku tak akan berbaling dari mu, jadi kau jangan berkata seperti itu ya, aku berkata jujur sayang aku tak main main dengan wanita manapun "
"Dengan Bulan "
"Tidak sayang, dihatiku hanya kau satu satunya, tak ada lagi. kau dan Lucas dan kelak anak anak kita yang lain "
Zeline segera memeluk suaminya dengan erat "maaf ya mas, aku sudah menuduh mu yang tidak tidak aku hanya takut kehilangan kamu saja sungguh mas, aku hanya takut "
"Iya sayang aku mengerti aku sangat mengerti jadi kau tenang tak usah merasa bersalah ya "
__ADS_1
Zeline mengangguk dan makin mempererat pelukannya.
**
Tora tiba tiba saja tak bisa tidur mengigat perempuan yang tadi dirinya kurung apakah dia ketemu atau tidak, tapi sepertinya aman, tapi teringat terus.
Terus saja Tora balik kanan balik kiri tak bisa diam, Hamzah yang memang satu kamar dengan Tora sangat terganggu.
"Ada apa sih bos kok gak bisa diem banget dari tadi gerak sana gerak sini, kenapa ayo cerita sama Hamzah "
"Engga lagi gak enak tidur aja, udah udah sana tidur lagi aja "
Tora segera melangkah pergi meninggalkan Hamzah sendirian di dalam kamar, lalu menyalakan rokoknya dan menghisapnya.
"Ada apa dengan diriku ini selalu saja mengigat perempuan bernama Airin Airin, apakah dia baik baik saja, apakah dia tak mati aku kurung "
"Tapi aku mengurungnya belum 24 jam mana mungkin bisa mati, aku tak menyiapkan air untuknya dan aku juga tak menyiapkan camilan, semoga saja dia tidak apaa apa deh "
Saat akan masuk lagi kekamar tiba tiba saja dirinya teringat kembali Airin, dengan celat Tora masuk mobil dan kembali lagi untuk mengecek keadaan Airin
Sedangkan Hamzah yang memang dari tadi mengintip mengaruk kepalanya ada apa dengan atasannya itu, apa ada sesuatu yang disembunyikan "apakah aku harus mengikutinya, tapi kalau aku mengikutinya bisa bisa dia marah, namun ada apa malam malam seperti ini pergi, entahlah binggung aku, lebih baik tidur lagi saja lah "
Hamzah kembali lagi ketempat tidur dan segera menarik selimbut langsung saja bermimpi indah .
**
Tora yang baru sampai masuk kedalam rumah dan membuka kamar yang ditempati Airin, ternya dia sedang tidur, Tora dengan perlahan mendekati perempuan itu dan mengusap keningnya.
Airin yang merasa terganggu membuka kedua bola matanya dan orang yang pertama dia lihat adalah pria besae tadi.
"Tolong lepaskan aku, aku ingin pulang jangan kurung aku seperti ini, kasihani aku, pasti ibuku sangat khawatir, dia tinggal sendirian disana ,tolong lepaskan aku "
"Mimpi saja aku kemari hanya ingin memberikan air dan makanan "
Setelah itu Tora pergi dan mengunci pintunya lagi, Airin yang ingin mengejarnya tak bisa karena kakinya yang sakit.
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kulla βamin wa antum bikhoir.
Happy eid al fitr 1443 H mohon maaf lahir batin ππ
__ADS_1