Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Nasehat ibu


__ADS_3

Semua keluarga Zeline sudah berkumpul Asa juga baru saja sampai dirumah Zeline dan segera menghampiri sodaranya yang sedang berbicara dengan Jo sahabatnya itu.


Asa tadi kerja setengah hari lalu setelah mendapatkan isin dia langsung pergi kesini.


"Kak Asa "teriak Zeline langsung bangkit dan memeluk kak Asa


Asa lantas membalasnya juga dan menuntun Zeline untuk duduk kembali di tempat tidurnya.


"Kamu udah gapapa kan Line" tanya Asa


"Udah kak, Zeline udah gapapa kok"


"Line kamu tau ga laki-laki yang kakak bilang waktu itu yang namanya Yuda ternyata benar Yuda yang udah nyulik kamu, dia cerita sama kakak semuanya, kamu kenapa ga percaya sama kakak ya sampai ga cerita sama kakak " ucap Asa


"Bukan begitu kak, aku ga mau kakak khawatir kak makanya aku ga ceritain semuanya, lihat sekarang aku udah gapapa kan kak "


"Iya kakak tau niat kamu baik. Tapi setidanya kakak harus tau Line, kalau kamu menyembunyikannya dari kakak dan kakak tau dari orang lain itu ga banget buat kakak Line "


"Iya maaf kak, maaf "


"Terus sekarang gimana. Kamu mau laporin Yuda kekantor polisi Line "


"Mungkin engga kak, karena dia juga udah dapet ganjarannya juga kan "


"Iya juga Line. Kamu tau dia lumpuh Line "


"Beneran kak itu " tanya Jo dia kaget mendengar itu, dia jadi kasian sama Yuda tapi dia kecewa dengan kelakuan Yuda yang diluar batas.


"Beneran Jo dia lumpuh sekarang, ayahnya yang tungguin "


Jo hanya menganggukkan kepalanya, Zeline merasa kasihan dengan keadaan Yuda yang sekarang pasti ayahnya sangat terpukul dan kecewa pada Yuda.


Namun yasudalah itu mungkin balasan dari Allah atas perbuatan Yuda, Zeline akan mendoakan semoga Yuda cepat sembuh dan seperti semula kembali dan cepat sadar pula agar cinta butanya padanya itu secepatnya hilang.


"Sekarang kakak dekat ya sama Yuda" tanya Zeline kenapa kakaknya itu bisa tau semuanya.

__ADS_1


"Iya Line sekarang dia yang selalu kakak jaga, ya kebetulan juga mungkin dapet dokter Ardold dan kakak susternya dan ayah Yuda juga suka menitipkan Yuda pada kakak saat dia ada keperluan, kakak marah Line saat melihat pelaku yang telah jahat sama kamu ada didepan mata kakak. Kakak ingin sekali memukulnya namun kakak sadar, jika kakak seperti itu kakak sama aja dong sama Yuda"


"Oh seperti itu kak, iya kak aku juga ga mau kakak jadi seperti dia melakukan balas dendam biarlah Allah yang menghukumnya kak"


"Iya Line, udah ah mending kita sekarang nonton film yu " ajak Asa kepada kedua bocah ini.


"Ayo kak " serempak mereka menjawab


Zeline segera membuka laptopnya dan segera mencari film yang mereka akan tonton dan tak Lupa tadi Asa sudah pergi kedapur dan membawa banyak sekali camilan dengan minumannya juga tak lupa.


Zeline tak ikut memakan cemilan itu karena dia masih melaksanakan puasa mutih itu, dia masih kuat.


***


Yuda mengeryitkan dahinya saat melihat yang datang bukan suster Asa tapi orang lain.


Dari pagi dia menunggu suster Asa kesini tapi kenapa yang datang bukan suster Asa.


Setelah suster itu selesai memeriksanya lantas Yuda memanggilnya untuk menanyakan keberadaan suster Asa "suster maaf suster Asa kemana ya "


"Suster Asa sedang izin tuan, sodaranya menikah " ucap suster Sinta.


"Iya sama-sama tuan "


Suster Sinta sudah keluar dari ruangan Yuda, kenapa ya dia jadi merasa kehilangan saat suster Asa tidak ada, apakah dia mulai menyukai suster Asa, entahlah dia masih binggung dengan hatinya ini.


Biasanya dia dibantu oleh suster Asa tapi saat dibantu oleh suster lain rasanya sangat berbeda Yuda lebih nyaman bersama suster Asa.


Apakah suster Asa pergi untuk kepernikahan Zeline, tapi kan suster Asa juga tak bilang kalau mereka mempunyai hubungan darah malah memberi teka-teki padanya.


Kalau sampai benar suster Asa ada hubungan darah dengan Zeline harus ditaruh dimana mukanya ini, pasti jika memang mereka ada hubungan darah suster Asa pasti akan menjauhinya.


Kenapa dia dulu bisa senekat itu tak memikirkan konsekuensinya sekarang setelah terjadi baru dia sadar.


Karena lelah memikirkan itu lantas Yuda tidur sungguh dia mengantuk mungkin efek dari obatnya.

__ADS_1


**


Sedangkan Liam sedang uring-uringan dirumah sasarannya siapa lagi kalau bukan sahabatnya itu, Andre dari tadi dimarah-marahi terus padahal dia tak punya salah.


Andre yang tak mau kena marah lagi lantas pergi keluar rumah dan duduk diluar teras sendirian.


"Sayang kenapa kamu marah-marah terus sama Andre kan kasihan " tegur ibunya.


"Gatau bu rasanya tu aku setiap liat muka Andre bawaannya pengen marah terus bu "


"Ya jangan gitu sayang, pasti kamu marah-marah gini gara-gara gak bisa ketemu Zeline kan jadi kamu melampiaskannya sama Andre ya jujur sama ibu "


"Ih kok ibu tau sih " ucap Liam sambil merengek kearah ibunya itu.


"Hahaha muka kamu itu loh na, ibu jadi kangen sama muka mu itu yang suka merengek jika ingin beli mainan "


"Ibu mah " sambil memeluk ibunya dari samping dan menggoyang-goyangkan tubuhnya ibunya.


"Kamu yang sabar sebentar lagi, tinggal hitungan hari kamu sama Zeline akan menjadi suami istri "


"Iya tau bu tapi kok lama banget ya kan aku udah ga sabar ditambah lagi ga ketemu sama Zeline "


"Ya namanya juga di pingit na ya gaboleh ketemu lah "


"Kenapa harus seperti itu bu "


"Ya tentu harus na itu sudah adat yang memang sudah ada dari dulu. Malahan dulu ya ayah dan ibu sampai 1 bulan lamanya sekarang enak kan lebih dipersingkat lagi "


"Ahh kalau aku seperti itu bisa mati aku bu "


"Kamu ada-ada saja sayang, ibu minta nanti saat kamu menikah dengan Zeline jadilah suami yang baik ya na, jangan pernah khianati Zeline sampai kau menduakannya, jangan pula kamu berbohong padanya masalah sebesar ataupun sekecil apapun kamu harus cerita sama Zeline jangan ada yang di sembunyi-sembunyikan ya na. Bimbing lah istri mu itu na. jika dia salah jangan marahi dia tapi nasihati dengan baik-baik buatlah pernikahan mu ini menjadi pernikahan sehidup semati jangan pernah tergoda oleh perempuan lain kamu haru kuat iman dan lebih dekatkan lagi dirimu ini kepada Allah "


"Iya bu. aku berjanji tak akan menduakan Zeline, saat aku nanti bila melakukan itu aku akan selalu ingat ibu, jika aku menyakiti Zeline berarti aku juga menyakiti ibu pula. Terimakasih ibu sudah mau merawat Liam sampai sebesar ini dan masih mau menerima Liam yang mempunyai kekurangan yang sangat menakutkan tapi ibu tak meninggalkan Liam sama sekali dan menerima Liam dengan memberi kasih sayang yang melimpah"


"Ibu tidak akan meninggalkan anak ibu ini, seburuk-buruknya kamu, kamu tetep anak ibu, ibu akan selalu menerima mu na meskipun dunia menolakmu seorang ibu tak akan pernah melakukan itu ibu akan selalu menyayangimu, jika boleh meminta di kehidupan selanjutnya ibu ingin kamu menjadi anak ibu kembali menjadi kebanggan ibu kesayangan ibu"

__ADS_1


Ibu Liam sudah berliang air mata saat mengucapkan itu, dia sangat sayang sekali pada anaknya itu sampai-sampai tak bisa diukur oleh apapun.


Dengan perlahan Liam mengusap air mata ibunya dan langsung memeluk ibunya itu dengan erat.


__ADS_2