Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Piknik di belakang rumah


__ADS_3

"Mas apakah kau ta akan menceritakan semua kesalahan mu dan permainanmu kepada istrinya Riyan, pasti mereka sekarang sedang bertengkar karena ulah mu itu, apakah kau tak ada niatan untuk memperbaiki semuanya mas, kau sudah merusak sebuah hubungan yang sakral menjadi berantakan seperti ini " ucap Lala.


"Aku malu La, aku malu untuk meminta maaf pada Jovanka, aku harus bicara apa pada dia, aku belum siap "


"Kamu akan siap kapan, apakah kamu akan menunggu sampai mereka berdua bercerai apa itu yang kamu mau, apakah kamu ingin selamannya menyesal karena sudah melakukan berbuatan ini, apakah itu yang kamu mau mas "


"Tidak tidak aku sama sekali tak mau itu sampai terjadi tapi dari mana aku harus menjelaskan semuanya, apa yang aku harus katakan pada Jovanka, aku binggung "


"Kau ceritakan saja semuanya, jangan ada yang kau kurang kurangi apalagi kau lebih lebihkan aku ingin tak akan ada penyesalan nantinya di hidupmu jadi mari kita minta maaf pada Jovanka, agar dia kembali lagi baik baik denagan suaminya dan bisa menjalankan rumah tangga seperti kita "


"Apakah kau mau menemaniku La, meminta maaf pada Jovanka, menjelaskan semuanya "


"Tentu aku akan menemanimu, aku akan membantu mu menjelaskan apa yang terjadi, ayo akan mengantarmu "


"Baiklah terimakasih La "


"Tak usah berterimakasih mas tak usah, coba kau tanyakan keberadaan Jovanka pada Liam karena yang aku tau dia adalah karyawannya Liam, coba kau hubungi teman mu itu "


"Baiklah sayang sebentar "


Chiko segera mengambil ponselnya dan menghubungi Liam, dan untungnya pada deringan pertama langsung diangkat.


"Ya Hallo ada apa Cik"


"Maaf gue mau tanya apa Jo ada dirumah lo "


"Mau apalagi lo, mau hancurin lagi rumah tangga dia "


"Bukan gitu gue mau minta maaf sama dia, gue mau jelasin semuanya, jadi tolong dimana dia sekarang "


"Lo dateng aja kerumah gue, disana ada Jo awas aja lo kalau macem macem "


"Engga Liam gue bener bener pengen minta maaf sama Lo, beneran gak ada niatan lain gue datang kesana sama istri gue kok "


"Ok lo dateng aja "

__ADS_1


Sambungan pun terputus dan Chiko segera menarik tangan istrinya untuk segera pergi kerumah Liam untuk menjelaskan semuanya pada Jovanka.


**


"Siapa mas yang telfon "


"Chiko sayang dia katanya mau minta maaf sama Jo dan kelasin semua kesalah fahaman ini, udah sekarang kita piknik dulu sayang, apa semuanya sudah siap "


"Awas aja tu laki dateng habis sama aku , udah mas semuanya udah siap, kamu bawa Lucasnnya ya "


"Iya sayang ayo "


Liam dan juga Zeline segera pergi keluar rumah dan pergi kebelakang rumah. Ya mereka pikninya dibelang rumah ditaman bunga Zeline dan pohon pohon lainnya yang Zeline tanam sendiri, ada pohon apel, rambutan, mangga, pokoknya lengkap deh.


"Nah kamu diem disini ya sayang"


Tapi tiba tiba Lucas nangis "loh loh mas kenapa nangis, sini biar aku yang pangku "


Dan tiba tiba tangis itu berhenti, "Wah ternyata anak papih pengen di pangku sama mamihnya ya "


"Ini mas "


Saat Lucas kembali ditidurkan dan diberikan boneka kesanyangan benar saja Lucas langsung anteng dan malah sibuk sendiri dengan bonekannya.


"Mas enak ya disini sejuk banget, kenapa kita gak setiap minggu aja piknik ditaman belakang sama Lucas, aku seneng banget mas, ya meskipun kita masih piknik dibelang rumah aja, tapi aku seneng "


"Beneran kamu seneng, kita kan cuman disini aja diem dan masih dirumah kita aja "


"Iya beneran mas aku seneng banget, dimana pun itu, tempatnya dimana aku seneng banget mas "


"Syukur deh sayang kalau kamu seneng, aku dulu pernah diremihin sama orang orang kalau aku cuman manfaatin harta orang tua aku, aku katanya bisa jadi dosen karena orang tua aku, pokoknya semua yang aku lakukan pasti akan disangkut pautkan dengan orang tua ku, padahal aku sudah berusaha dan mati matian untuk raih mimpi aku sendiri, "


"Namanya juga ujian mas, kita ini makluk hidup pasti ada aja yang kaya gitu jangan didengerin, hiraukan saja mas, kita hidup bukan untuk mereka, kita hidup untuk diri kita sendiri jadi mas jangan mengeluh ya, sekarangkan ada aku jadi semuanya akan baik baik saja sayang "


"Iya benar aku senang dan bahagia karena ada kamu disini ku dan sekaranh bertambah karena ada Lucas "

__ADS_1


Zeline tersenyum dan membaringkan tubuhnya sambil memeluk anaknya yang masih sibuk dengan bonekanya, tiba tiba saja dirinya menjadi mengantuk, perlahan lahan kedua mata Zeline tertutup. Liam yang melihat istrinya pun malah ikut tertidur ikut menyusul istrinya.


Sedangkan Lucas sama sekali tak tidur, malah main main sendiri dan merangkak menjauhi kedua orang tuany, Zeline tiba tiba tersentak bangun dan merana kearah sampingnya.


"Lucas, mas Lucas gak ada mas "


"Hah Lucas gak ada sayang kemana dia kemana " Liam yang kaget langsung bangun dan berdiri mencari keberadaan anaknya yang ternyata ada disana, tak jauh dari mereka.


Bergegas Liam memgambil anaknya dan Zeline langsung memeluknya dengan erat. "mas ih kenapa kamu malah tidur juga, harusnya jagain Lucas dulu sebentar "


"Syaangg aku gak tau kenapa tiba tiba aja ketiduran gara gara angin sepoi sepoi kali ya "


"Mas ini ya "


"Udah sekarang kita makan, tenang mas yang akan suapi kamu ya sayangku, cintaku "


Zeline mengangguk dan meneriam setiap suapan yang diberikan suaminya dan Liam juga menyuapi dirinya sendiri, memetik apel dan memakannya secara langsung, tenang tadi sudah di cuci terlebih dahulu.


"Mas kita udah selesai makannya lalu sekarang apa yang akan kita lakukan, apakah akan duduk duduk seperti ini terus mas, apa tak ada yang lain"


"Em kita main itu dulu sayang main mandi bola, pasti seru deh, pasti Lucas juga bakalan seneng sayang"


"Emang punya ya mas, aku rasa gak punya deh mas"


"Punya dong coba deh kamu tenggok kanan disana ada apa, coba kamu lihat baik baik sayang ada apa disana "


"Kapan kamu belinya mas, aku kok gak tau ya, kamu beli mainan ini "


"Udah lama kok sayang, kamunya aja yang gak tau "


"Yaudah ayo main sayang ayo kita main Lucas bersama papih "


Liam berlari kesana bersama sang anak Lucas dan Zeline mengikutinya dari belakang, bermain mandi bola dan main ayunan pula dengan Lucas yang selalu di pangku oleh ayahnya.


Hidup serasa lengkap, sepertinya keluarga mereka sangat bahagia, sungguh bahagia keluarga kecil yang bahagia, ada ayah ada ibu dan juga anak.

__ADS_1


__ADS_2