
Liam dan juga Zeline sudah sampai di rumah sakit bahkan mereka sudah ada diruang inap Airin, dari tadi Airin tak berani menatap Zeline dia malu karena kelakuannya.
"Selamat ya Tora akhirnya kau mempunyai keturunan dan kau sekarang menjadi ayah, aku turut senang "
"Terimaksih tuan, terimakasih nyonya dan tuan yang sudah meluangkan waktu untuk datang kemari "
"Ya tentu itu memang sudah seharusnya, aku adalah atasan mu mana mungkin aku tak datang "
Zeline langsung menoel suaminya "mas aku ingin pergi kekantin dulu ya "
"Nanti saja dengan ku sayang "
"Aku ingin sekarang mas tenang saja "
"Baiklah jika ada apa apa kau bicara ya telfon aku sayang "
"Iya mas "
Zeline langsung keluar dari dalam ruangan itu "tuan apa ingin kopi "tanya Tora
"Boleh "
"Baiklah saya akan membelikannya tuan tunggu disini sebentar "
__ADS_1
"Baik "
Setelah Tora keluar tinggal Liam dan juga Airin, Liam segera mendekati tempat tidur Airin, dan Airin masih menundukan kepalanya.
Namun tiba tiba Liam langsung mencengkram dagu Airin dan Airin otomatis mendongak "tatap mataku jangan menunduk "Liam langsung melepaskan cengkraman itu dan segera duduk.
"Kau tahu apa kesalahanmu kenapa aku seperti ini padamu, kau tau kan apa alasannya "
Airin hanya mengangguk sambil menatap mata Liam yang menyeramkan " Aku tidak suka istriku disakiti oleh siapapun termasuk olehmu. Kau berani sekali melakukan itu pada istriku, aku tidak suka tidak boleh ada yang menyakitinya dan kau adalah perempuan yang telah menyakiti istriku. Apakah kau tidak berpikir sebelum melakukan itu apa yang akan aku lakukan padamu"
Airin malah menangis dan ketakutan " aku tidak suka perempuan cengeng aku bertanya padamu, seharusnya kamu jawab bukannya malah menangis aku butuh jawaban bukan dengan air matamu aku tidak butuh itu, jawab aku "
"Iya saya mengaku salah tuan , saya mengaku salah tolong maafkan saya, saya hanya terbawa emosi karena ibu saya diusir dari rumah, saya tidak bermaksud melakukan itu pada nyonya sungguh saya sangat minta maaf atas kesalahan yang telah saya lakukan "
"Jangan apa-apa kan ibu saya tolong tuan. Saya jamin dia tidak akan melakukan itu lagi, saya akan menasehatinya tolong tuan jangan seperti itu, jangan apa apakan ibu saya "
"Kau tau dimana dia, tidak kan, jadi saya tak janji kalau ibumu akan selamat, maka siap siap kau akan kehilangan ibu kesayangan mu itu, kau akan kehilangannya jika ibu mu kembali membuat ulah dan menjelek jelekan nama ku lagi "
Liam langsung pergi dari kamar Airin, sedangkan Airin dia menangis takut, dia baru melihat tuannya semarah itu dan wajahnya begitu dingin dan menyeramkan sampai sampai dirinya tak sanggup melihat wajah itu.
Airin segera mengusap air matanya dan berlaku seperti tak terjadi apa apa saja, dari pada nanti ditanya tanya oleh sang suami, yang hampir sama sifatnya dengan bosnya, 11 12 mereka sama tak ada bedannya.
Sedangkan dilain tempat di kantin Tora sedang duduk bersama nyonya nya sengaja dia tadi menawarkan kopi pada sang tuan karena ada sesuatu yang harus di bicarakan dengan sang nyonya 4 mata saja.
__ADS_1
"Saya ingin minta maaf atas kesalahan istri saya, saat dia menumpahkan makanan yang nyonya berikan dan kata-kata kotornya yang keluar dari mulutnya langsung, saya sungguh minta maaf "
"Mungkin saya akan sulit untuk memaafkan istri kamu, karena saya sudah percaya dan yakin kalau dia bisa menjadi teman saya disana, bisa berbagi cerita dengan saya tapi nyatanya dia sama saja dengan ibunya, akan sulit untuk memaafkan dia mungkin butuh beberapa bulan atau beberapa tahun karena saya sudah tahu ternyata sifatnya sama saja dengan ibunya. Saya kira dia akan berbeda dengan ibunya tapi ternyata sama saja tak ada bedanya sedikitpun.
"Iya Nyonya tapi tolong saya minta maaf atas kesalahannya. Sungguh saya sebagai suaminya meminta maaf langsung pada nyonya Saya tidak mau antara Nyonya dan dia ada masalah tolong maafkan dia nyonya, dia terlalu terbawa emosi karena ibunya yang pergi tolong nyonya "
"Iya saya tahu dia terlalu emosional karena ibunya diusir oleh ibu mertua saya, tapi setidaknya apakah dia bisa menghargai saya sebagai tuan rumah di sana. Apakah dia bisa menjaga sikap pada saya tidak memperlakukan saya seperti itu"
"Saya baik-baik ingin memberikan makanan untuknya saya tahu dia belum makan, makanya saya mengantarkan makanan itu tapi apa responnya sangat jelek dan saya tidak suka dengan respon itu, mungkin jika hanya sebuah kata-kata yang sedikit lembut saja saya tidak akan marah seperti ini, tapi ini terlalu kasar dan tidak menghargai apa yang saya beri memang itu tidak seberapa tapi setidaknya jangan seperti itu saya juga punya harga diri dan saya juga punya hati"
Tora mengangguk dan menghembuskan nafas beratnya "baik lah nyonya tapi saya sungguh minta maaf atas nama istri saya, saya akan lebih memperhatikannya lagi dan saya jamin dia tidak akan seperti itu lagi pada Nyonya saya yang akan menjamin semuanya"
"Baiklah itu terserah dirimu aku tidak ikut campur tentang rumah tanggamu dan aku tidak akan pernah lagi ikut campur tentang kalian berdua, karena aku yang akan berniat baik saja dia malah menyangka aku akan berniat jelek dan ikut campur tentang masalah rumah tangganya itu "
"Jadi lebih baik aku akan diam dan jika dia butuh bantuan aku tidak akan sama sekali membantunya biar dia Kerjakan sendiri saja, sudah aku permisi dulu aku akan pulang dan menyusul suamiku. Kau jaga dia baik-baik jangan sampai dia melakukan itu pada orang lain"
Zeline langsung pergi dari hadapan Tora dan saat membuka pintu kantin dia melihat suaminya yang baru saja akan masuk "kamu udah makannya sayang kita mau pulang atau gimana"
"kita pulang aja mas aku pengen pulang aku pengen istirahat. Aku udah capek banget mas gak papa kan kita pulang kita juga mau apa kan di sini terus, di sini juga ada suaminya kan yang jaga nanti kita gak usah repot-repot untuk jagain perempuan itu"
"Ya sayang ayo kita pulang sekarang"
Batas kesabaran seseorang itu ada batasnya, orang yang baik tidak akan terus-terusan baik jika diinjak-injak jadi hargailah seseorang yang baik padamu dan selalu peduli padamu, jangan sia-siakan dia karena sulit mencari seseorang seperti itu.
__ADS_1