
Akhirnya semua mata pelajaran hari ini selesai juga, Zeline dari tadi kebelet pipis " Jo aku mau pipis dulu tolong pegangin tas aku ya, aku ga kuat kamu tunggu aku aja disini ya " cepat-cepat Zeline berlari tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya itu.
Cepat-cepat Zeline masuk kedalam bilik kamar mandi dan saat sudah keluar lega sekali. Cepat-cepat Zeline menyelesaikainya kasihan kan Jo menunggunya.
Saat Zeline sedang cuci tangan tiba-tiba datang 4 orang perempuan mereka adalah pembuat rusuh kampus ini dan sudah terkenal, sang pemimpin yang bernama Seline dan dayang dayangnya Widi,Ema dan Siska .
Zeline pun yang sudah selesai akan keluar namun tiba-tiba ditahan oleh Seline menggunakan kakinya. Maksudnya apa sih " tolong kakinya saya mau lewat" ucap Zeline dengan baik baik.
Seline malah menarik rambut Zeline hingga Zeline menonggak dan berkata "lo ada hubungan apa sama pak Liam hah berani-beraninya loh pegang-pegang tangganya " lalu melepas kan Zeline sambil mendorongnya, Zeline yang tidak siap pun terpentok kepalanya.
"Ema cepet kunci pintunya jangan sampai ada yang masuk cepet" titah Seline, Ema pun bergegas menguncinya dan selesai.
Dengan bengisnya Seline mendekati lagi Zeline yang sedang memegang kepala karna sakit dan pusing , ditariknya Zeline dan dimasukkan kepalanya kedalam kloset, Zeline pun mencoba melawan dengan memukul kaki Seline namun tak lama temannya Siska memegang tangannya dan Zeline tak mampu melakukan apa-apa, dan Widi beserta Ema hanya tersenyum dengan terbahak-bahak sambil memfidio kelakuan mereka yang bejat ini.
Diangkatnya kepala Zeline dan akhirnya Zeline bisa bernafas lagi dan tiba-tiba dia dipegang tangan nya oleh Siska dan Ema, ditonjoknya perut Zeline oleh Seline dengan sangat keras dan membabi buta sampai-sampai Zeline tak bisa menopang lagi tubuhnya.
Tubuh Zeline sudah tak ada lagi kekuatan untuk menahanya, perutnya yang sakit dan ini belum berakhir mereka berempat jugaa menendang perut serta seluruh badan Zeline dengan tidak manusiawinya" tolong jangan kaya gini aku ga pernah punya masalah sama kalian " ucap Zeline sambil menahan sakit.
"Makanya lo jangan macam-macam segala kekanjenan sama pak Liam lagi, lo tau ga pak Liam itu cuman milik Seline , dasar lo cewe murahan penggoda " ucap Ema.
Sungguh Zeline sudah tak kuat ini sakit sekali Zeline pun pingsan dan tak bisa menahan kesakitan ini lagi.
***
Jo yang menunggu Zeline kwatir sekali kenapa lama, biasanya ga deh, cepat-cepat Jo menyusul Zeline kekamar mandi sambil berlari, namun kenapa dikunci kamar mandinya "Line Line kamu masih di dalem Line buka Line" Jo sudah menggedor-gedor tapi tak ada jawaban apa terjadi sesuatu dengan Zeline.
Cepat-cepat Jo berlari keruangan Pak Liam untuk meminta bantuan, dengan tak sabaran Jo menggedor pintu ruangan pak Liam dan akhirnya nonggol juga dan karna dia sangat semangat mengedornya sampai-sampai Jo memukul dada dosenya itu, namun sebelum guru ni marah mening Jo duluin aja berbicara " pak tolong Zeline pak, tadi dia kekamar mandi tapi sampai sekarang belum keluar dan pintu kamar mandinya dikunci pak "ucap Jo ngos-ngosan.
__ADS_1
Liam yang mendengar gedoran itu sangat kaget dan saat dibuka itu bukannya sahabatnya kekasihnya, sangat beraninya dia memukulnya namun saat liam akan berbicara Liam sudah dipotong saja ni sama anak, dan Liam saat mendengar perkataan sahabat sang kekasih buru-buru berlari ke kamar mandi perempuan, tanpa menjawab terlebih dahulu ucapan Jo.
" Yaelah ko aku ditinggalin sih pak tunggu dong jangan gitu" teriak Jo sambil mengejar dosennya itu.
Buru-buru Liam mendobrak pintu kamar mandi itu ,Liam sangat takut jika terjadi sesuatu dengan kekasihnya da saat terbuka benar saja kekasihnya itu pingsan dengan kaki menekuk dan tangan memeluk perutnya dan jangan lupakan memar dan basah kuyup pula dengan darah keluar didalam mulutnya.
Jo yang baru sampai sangat syok melihat keadanya sahatnya dengan refleks Jo berteriak dan menangis " Zeline kamu kenapa Zeline ya ampun lline" sambil berlari menghampiri sahabatnya itu makin histris juga Jo melihat sahabatnya yang mengenaskan.
Liam cepat-cepat membawa Zeline kedalam mobil untuk dibawa kerumah sakit, Jo pun mengekor saja tak mau meninggalkan Zeline dan Liam pun tak masalah akan hal itu.
Dibaringkan nya Zeline di kursi belakang lengkap dengan Jo yang memangku kepala Zeline, Jo hanya bisa menangis dan mengusap sayang Zeline seharunya dia tadi mengantar Zeline pergi kekamar mandi dasar ga becus jagain sahabat sendiri, Jo terus saja menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian ini.
Cepat-cepat Liam menjalan kan mobilnya itu,dengan sangat kencang sampai-sampai lampu merah dia terobos tak masalah nanti jika sampai berurusan dengan polisi yang terpenting Zeline sang kekasih selamat.
Sampai juga mereka, cepat-cepat Zeline dibawa keruang UGD ,baik Liam dan Jovanka tak ada satu pun yang memberi tahu orang tua Zeline mereka tak mau kalau orang tua Zeline tau.
Jo tak henti-hentinya menangis dan Liam yang melihat sahabat kekasihnya menangis terus, dia sangat senang ternyata sahabat Zeline ini sangat sayang kepada Zeline dan tidak memanfaatkan kebaikan Zeline.
Liam yang mendengarnya sangat geram dia akan membalas perbuatan orang yang berani melukai kekasihnya ini.
Zeline pun sudah bisa di besuk. Mereka berdua cepat-cepat masuk keruangan Zeline dan Zeline belum sadarkan diri.
Liam pun dengan sayangnya mengusap kening Zeline yang terluka dan menciumnya,dibukanya selimut itu sangat banyak sekali memar ditubuh Zeline, Liam sudah tak bisa menahan lagi emosinya nafasnya sudah memburu.
Jo yang melihat perlakukan dosenya itu sangat yakin jika dosenya itu sangat menyayangi sahabatnya itu, syukurlah di gengamnya tangan sebelahnya Zeline dan di usapnya dengan perlahan takut-takut akan menyakitu Zeline.
Liam pun pamit keluar kepada Jo entah mau kemana sebelum pergi Liam pun menitip pesan " tolong jaga sebentar ada urusan yang aku harus urus dulu " Jo pun hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Ternyata liam menelfon orang kepercayaannya yang ada dikampus itu. Dia sudah tak sabar untuk membalas perlakuan mereka itu. Dan sebelum masuk lagi Liam mengabari kedua orang tua Zeline bahwa Zeline ada stadi toor dan lupa memberi tahu orang tuanya.
Liam terpaksa membohongi kedua orang tua Zeline dia tak mau orang tua Zeline tau, kasihan mereka sudah tua pasti akan syok melihat keadaan Zeline.
Saat ini Liam sudah ada di ruangan Zeline lagi" kau sahabatnya Zeline pulang lah, biat aku yang menjaganya dan jangan sampai masalah ini bocor pada siapa pun, aku akan mengurusnya sendiri kau cukup tutup mulut saja, pasti kau sudah tau siapa aku " ucap Liam, pasti kekasihnya itu bercerita pada sahabatnya ini, biasa kan perempuan suka kaya gitu.
" Gabisa aku gabisa ninggalin Zeline pak" ucap Jo yang tak mau pergi dan menahan takut saat berkata seperti ini.
" Pulang lah cepat pasti kau lelah, besok kau boleh kesini kembali untuk menjaga Zeline dan satu lagi jangan bilang apa apa kepada orang tuanya. Jika ada apa-apa. Aku pasti mengabari mu "
"Baik lah pak ,aku titip Zeline ya", diusapnya tangan Zeline dan Jo pun dengan tidak rela terus saja melihat kepada Zeline dan tidak melihat jalannya tiba-tiba duk kepalanya kepentok pintu diusapnya kepalanya itu dan cepat-cepat membuka pintunya, dia sangat malu uhh pasti dosenya itu sedang tertawa.
Liam yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja dasar anak itu.
Liam terus saja menatap Zeline dengan lekat dengan perlahan dibaringkannya kepalanya itu di pinggir Zeline dan tanpa di minta kedua mata Liam terpejam karna sangking lelahnya.
***
Tengah malam mata Zeline dengan perlahan terbuka dia ada dimana, sekilas dia mengingat kejadian tadi, dan Zeline langsung menangis kenapa harus terjadi dengan dia padahal di kampus tak pernah dia mencari musuh.
Liam yang mendengar ada yang menagis terbangun dan saat mendongak dia melihat Zeline yang sedang menangis, Liam pun langsumg memeluk Zeline dan mengusap kepalanya, Zeline yang diperlakukan seperti itu semakin histeris dan menangis dengan pilu, dipelunya erat Liam oleh Zeline dengan ketakutan, takut kalau mereka datang kesini.
Liam yang melihat keadaan Zeline seperti ini semakin marah ingin cepat-cepat dia menghabisi nyawa mereka semua.
"Sebentar sayang aku panggilkan dokter ya"
"Jangan jangan aku takut tolong seperti ini saja, aku takut, aku takut nanti mereka datang lagi dan menyiksaku " ucap Zeline masih menangis dengan sesegukan dan tak sehistris tadi, Liam pun dengan perlahan membaringkan badanya di samping Zeline dan memelum kekasihnya itu dengan erat, karna memang tempat tidur Zeline cukup untuk dua orang.
__ADS_1
"Kamu tenang ya ada aku yang akan selalu lindugi kamu, sekarang kamu tidur lagi ya, aku ga akan kemana mana sayang "
Zeline hanya mengangguk saja dan menyembunyikan wajahnya itu di dada Liam sangat nyaman sekali dan Liam juga mengusap punggungnya dan secara perlahan lahan Zeline kembali tertidur, dan Liam pun yang memang mengantuk akhirnya tertidur dengan saling memeluk.