
"Syifa cepatlah kau pulang, paman masih lama ini sudah sore pasti ayah dan ibumu sudah mencarimu " ucap Andre kesal karena anak kecil itu dari tadi siang menemaninya dikantor dan hanya merusuh saja.
Masa iya tadi asistennya di jambak karena katanya mengoda dirinya karena memakai pakaian minin dan tersenyum padaku. Padahalkan wajar kalau tersenyum, kalau untuk pakaian ya gimana dia kan.
Aku sangat pusing dengan kelakuan Syifa yang luar biasa diluar nalar. Anak ini sangat mengganggu kelakuannya terlaru bar-bar dan seenaknya.
"Tidak aku akan tetep menunggu paman sampai kapan pun. Aku tak mau paman digoda lagi aku tak rela, paman hanya boleh dirayu oleh ku " putus Syifa.
"Ayolah kau akan menganggu pekerjaanku saja anak kecil "
"Tidak aku tak menganggu dari tadi aku duduk dikursi paman Liam sambil menatapmu saja apa itu menganggu paman "
"Ya tentu itu menganggu kau seperti hantu tau, aku menjadi takut"
"Paman jahat menyamakan aku dengan hantu, aku marah padamu " setelah mengatakan itu Syifa berlari keluar kantor dan entah pergi kemana.
Andre yang melihatnya hanya diam saja, pasti dia pulang tak akan mungkin kemana-mana lebih baik seperti itu daripada kerjaanya tak beres-beres dan diganggu oleh anak kecil itu.
Segera Andre fokus kembali mengerjakan tugasnya yang menumpuk ini, sebentar lagi Liam akan kembali lagi keperusahaan ini jadi dirinya tak sendirian lagi.
Syifa yang marah dengan pamannya terus saja berlari tanpa arah padahal dia kan dikantor hanya diam tanpa melakukan apa-apa tapi pamannya malah marah pada dirinya ini.
Memang salah yah menunggu calon suami kerja padahal itu kan bagus, agar tak ada pelakor nantinya dan jika ada yang mencurigakan seperti perempuan tadi kan tinggal dibasmi.
Aku akan siap menghadapi setiap perempuan yang gatal kepada paman Andre. Kenapa sih paman Andre selalu seperti itu kenapa coba apa kurangnya aku ini aku cantik lalu kurang menarik apa lagi diri ku ini.
Syifa terus saja berlari terus menerus tanpa berhenti dan tak tau arah akan lari kemana hanya mengikuti kakinya saja yang terus melangkah.
__ADS_1
Segera Syifa berhenti dan melihat kesekeliling sangat sepi sekali banyak pohon-pohon rindang dan sepi sekali, Syifa sama sekali tak tau tempat ini ,berada dimana sekarang dirinya, mau kembali lagi tapi banyak sekali cabang gangnya tadi juga binggung keluar dari gang yang mana.
Segera Syifa berlari kembali berbalik memasuki setiap gang, namun tak ketemu sama sekali hanya banyak reremputan yang tinggi. Sepertinya salah masuk deh tapi kenapa dia bisa muncul di tempat tadi, padahal setiap gang sudah dimasuki.
Dimana ini kenapa malah makin nyasar saja bukannya kembali kekantor paman Liam, handphonenya juga bodoh tak dibawa ditinggalkan begitu saja dengan tasnya di kursi paman Liam.
Karena kemarahannya pada paman Andre menjadi begini, harusnya tadi dia jangan tersinggung dengan ucapan paman Andre. Biasanya kan selalu dia makan bulat-bulat kemarahan itu olehnya.
Sekarang harus kemana, Syifa terus memutar tubuhnya namun didepannya ada 3 laki-laki yang menatap dirinya seperti orang sedang kelaparan saja. Bahkan seperti ingin menelanjanginya saja sorot mata ke 3 orang itu.
Perlahan ketiga laki-laki itu mendekati Syifa dan Syifa hanya bisa diam membeku tak bisa bergerak sama sekali, mau lari juga kemana binggung dirinya ini.
***
Andre sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, tinggal pulang saja. Pasti anak kecil itu sudah ada dirumahnya dia baru ingat ayah dan ibunya belum pulang jadi dia yang bertanggung jawab atas Syifa.
Tapi biarlah nanti juga ada mungkin dirumah, masa iya Syifa tak memegang uang sama sekali, Andre segera bergegas pergi keluar kantor dengan sesekali bersiul menikmati angin malam yang sejuk.
Saat sampai rumah Andre langsung pergi kekamarnya mandi lalu makan malam dikamarnya tadi sebelum pulang dirinya pergi keresotoran favoritnya dan membeli makanan untuk dirinya.
Dengan lahap Andre memakan makanannya dengan riang karena makanannya ini sangat enak sekali, selalu enak tak pernah mengecewakan sama sekali.
Bahkan Andre sampai lupa dengan keadaan Syifa tadi dirinya sama sekali tak mengecek kamar Syifa, karena dia sudah yakin Syifa ada dikamarnya sedang menangis itu sudah hal biasa untuknya.
Nya seperti itu lah kelakuan Syifa kalau dibentak olehnya, sekarang dirinya sedang malas untuk membujuk Syifa biarkan dia nanti sadar sendiri tak usah dibujuk terus oleh dirinya.
****
__ADS_1
Sedangkan Syifa sekarang sedang berlari menghindar dari ketiga orang yang tadi lihat "tolong, tolong "teriak Syifa masih dengan berlari.
"Hahahaha kau tak akan bisa kabur sayang " teriak salah satu laki-laki yang sedang mengejarnya.
Syifa tak menyerah dia terus saja berlari tanpa memikirkan lelah sama sekali yang peting dirinya bisa kabur harus tak boleh meyerah. Kakinya sudah sangat lelah peluh pun sudah bercucuran tak karuan. Ya tuhan apa yang akan mereka lakukan padaku, aku belum siap mati ya tuhan aku belum menikah, nanti kalau aku mati paman Andre akan menikah dengan siapa. Jika bukan aku yang menjadi istri paman Andre pasti tak akan ada yang mau menjadi istrinya.
Tiba-tiba baju Syifa ditarik oleh salah satu laki-laki itu dan Syifa terjatuh terjungkal tak bisa menahan tubuhnya "apa yang kalian mau" tanya Syifa dengan terbata-bata.
"Hahaha apalagi kalau bukan tubuhmu " ucap pria itu.
"Tolong jangan lakukan apa-apa kepadaku tolong " minta Syifa sambil memundurkan sedikit demi sedikit tubuhnya.
"Mimpi saja sayang, kalau kau tak digunakan sangat sayang sekali cape-cape kita ngejar kamu tapi pada akhirnya kehilangan kamu juga buat apa "
"Apa yang kalian mau selain tubuhku akan aku beri " sekali lagi Syifa bernegosiasi
"Tak ada kami hanya ingin tubuhmu saja itu sudah cukup bagaimana ?"
Syifa sangat takut bagaimana ini, kenapa harus bertemu dengan laki-laki bejad ini, kenapa hari ini sangat sial udah mah tadi berantem sama paman Andre sekarang malah ketemu buaya-buaya darat lagi.
Syifa sudang mengenggam tanah ditangannya untuk jaga-jaga , ketiga laki-laki itu dengan menyeringai terus mendekati tubuh Syifa dengan keberanian Syifa melemparkan tanah itu kearah mata mereka.
Dan syukur mereka bertika kena, tanah masuk kedalam mata mereka, Syifa segera bangkit untuk segera berlari namun laki-laki sebelah kirinya kembali menarik pakainnya lagi sampai-sampai Syifa kembali terjatuh dan kepalanya terjedot kebatu.
"Sialan kau, mau kemana aku tak akan melepaskan mu"
Lantas orang itu menyobek pakaian Syifa dengan membabi buta meskipun Syifa sudah berteriak histris.
__ADS_1
"Ya tuhan tolong aku"teriak Syifa sambil menangis menghalangi badannya yang mulai telanjang.